
Hari pernikahan pun akhirnya tiba Mita akhirnya sah menjadi istri dari Adit, acara resepsi pun di gelar di salah satu Hotel dan terbilang sangat mewah dan megah tentu nya.
"Teteh apa gak berat berjalan seperti Itu?" tanya Mita melihat Icha kakak Iparnya yang sedang hamil tua ada di sana.
"Enggak lah buktinya Teteh udah mau punya anak dua, ya walau pun dulu pas hamil Kaila gak sebesar ini," jawab nya.
Iya benar Icha sudah akan mempunyai dua anak dari Abang Zaenal kakak nya Adit, anak pertamanya berumur dua tahun.
"Semoga kamu juga segara di kasih momongan ya," ujar nya mengelus pelas perut Mita.
"Makasih teteh do'a nya," ujar Mita memeluk Icha sebentar dan melapas nya.
"Ya sudah teteh ke sana dulu yah, kaya nya Kaila nangis." ucap nya setelah melihat Adit kembali.
Icha menemani Mita di pelaminan selama Adit pergi ke toilet untuk buang air kecil.
"Teh Icha mana?" tanya Adit heran melihat Mita duduk sendiri.
"Tuh lagi nenangin Kaila kaya nya si cengeng mulai ngantuk," ujar nya terkekeh.
Memang benar gadis kecil bernama Kaila itu sering sekali menangis bila di titip kan bersama Adit.
"Kaya nya kalo kita punya anak bakal rame di rumah, kamu mau punya anak berapa tiga empat atau berapa?" tanya Adit.
"Satu aja belum jangan kejauhan sayang mikir nya," jawab Mita terkekeh.
Tiba-tiba Ifa datang bersama Rey memberikan semangat untuk kedua sahabatnya itu.
"Selamat buat kalian samawa ya," ucap Ifa memeluk erat Mita.
"Makasih ya Fa," ujar nya tersenyum bahagia.
"Gue titip Mita Dia sahabat gue jangan pernah loe sakitin dia," ucap nya menepuk pundak Adit.
"Iya gue janji," jawabnya menyambut tanfan Ifa. Di susul Rey ikut bersalaman dan mengucap selamat.
"Makasih banyak kak," ujar Mita.
"Iya makasih Rey loe udah hadir di acara bahagia kita," ujar Adit.
"Iya sama-sama," jawabnya.
Teman-teman kuliah Mita dan Adit pun ikut hadir di pesta mereka.
Vanya datang bersama Andi, Indri dan Vito, Anggun dan Sandy dan yang terakhir Lisa dan Angga.
__ADS_1
"Cie udah resmi nih?" tanya Mita.
"Iya, makasih Mit do'a nya loe emang sahabat terbaik gue," ujar Lisa menunjukan cincin peetunangan nya.
"Wahh selamat ya gue ikut bahagia," ucap Mita.
"Iya maaf gue baru cerita, kita tunangan dua hari yang lalu, gue gak ngasih tahu loe takut nya ganggu loe, loe pasti lagi sibuk-sibuknya nyiapin acara ini," ujar nya.
"Gak papa Lis gue ikut bahagia semoga loe cepet nyusul ya," ujar nya.
"Aamiin, makasih banyak do'a nya," jawabnya tersenyum.
"Selamat ya Dit semoga samawa, maafin gue ya selama ini suka bikin loe kesal," ucap lisa menyalami tangan Adit.
"Iya sama-sama, maafin gue juga ya," lisa pun mengangguk sambil tersenyum.
Angga pun ikut menyalami mereka berdua sambil mengucap kan selamat.
Setelah itu mereka turun dari pelaminan bergabung dengan tamu yang lain, acara semakin meriah dengan kedatangan artis ibu kota yang ikut memeriah kan pesta mereka.
Terlihat Yoga juga duduk bersama Zahra dan calon mertua nya yang sengaja datang dari Malaysia.
"Aku seneng banget hari ini, bisa melihat orang-orang yang aku sayang bahagia bersama orang yang di cintainya, semoga kita semua selalu di limpahkan kebahagian," ucap Mita
Terlihat keluarga Papa nya pun nampak. hadir di sana bersama istri dan kedua anak nya juga nenek nya yang duduk di kursi roda.
Terlihat para sepupunya duduk tak jauh dari sana yaitu Kaenan duduk bersama istri nya yang bernama Aliya, dan Ibrahim bersama Sania istrinya.
Sepupunya yang lain juga tampak hadir yakni Azmia anak nya tante Ami juga datang bersama Doni tunangan nya.
Iqbal juga datang bersama Mega istri nya dan anak laki-laki nya yang seumuran dengan anak nya Abang.
Jam pun terus bergulir tak terasa sudah hampir jam 11 malam hingga acara pun usai, semua tamu sudah pamit undur diri, meninggalkan pesta.
"Sayang ayo buka sepatu nya biar gak sakit," ujar Adit berjongkok membantu Mita membuka Sepatu hak tinggi nya dan memberikan Mita sendal jepit.
"Kamu pasti lelah kan ayo aku gendong," ujar nya. namun Mita mengelengkan kepala nya.
"Aku bisa jalan sendiri kok, ayo kita jalan bareng," ujar nya menggandeng tangan Adit.
Mereka pun pamit terlebih dahulu kepada orang tua mereka.
Adit pun tersenyum sambil menenteng sepatu Mita.Mereka pun tiba di dalam kamar hotel.
"Sayang kamu duduk di sini biar aku siapin dulu air hangat nya," ujar Adit.
__ADS_1
Mita pun tersenyum sambil mengangguk, Dia sangat bahagia sekali melihat perhatian dari suami nya itu.
Setelah selesai mengisi bath tub Dia pun kembali ke kamar tidur.
"Ayo buka baju nya biar aku bantu," ujar nya.
"Gak usah biar aku buka sendiri aja," ujar nya gugup.
"Yakin bisa," tanya Adit memastikan sambil tersenyum jahil.
"Bi_sa kok," jawab nya terbata.
"Ya sudah," ujar Adit tersenyum, namun Mita kesulitan menggapai kancing belakang baju nya.
"Tu kan susah, diem aku bantu kamu lepas ini," Adit pun langsung membuka semua kancing baju nya.
"Udah selesai kan makasih," ucap nya langsung berlalu ke kamar mandi dan menutup nya rapat tak lupa mengunci nya.
"Ahh gemesin banget sih kamu sayang baru liat bahu kamu aja yang di bawah sana langsung on," gumannya.
Adit pun menunggu Mita di sofa sambil memainkan ponsel nya terlihat beberapa chat masuk dari para sahabat laknut nya.
[ Awas pelan-pelan loe mainnya jangan kasar-kasar] Chat dari Vito di tandai Emot tetawa.
[ Jangan lupa minum obat yang gue kasih kemarin di jamin ampuh] chat dari Sandy
Dan banyak lagi Chat dari teman-temannya yang lain, hingga tak terasa Mita pun sudah keluar dari kamar mandi memakai bathrobe dan membungkus rambut nya dengan handuk.
Adit pun menoleh ke arah istri nya tersebut.
"Sayang kamu udah selesai?" tanya Adit mendekati Mita yang duduk di depan meja rias.
Mita pun hanya menunduk rasanya Dia sangat gugup sekali di perhatikan terlalu dekat begitu.
"Aa mandi sana aku udah siapin air panas nya," ucap Mita.
Adit pun mau tak mau langsung masuk ke dalam kamar mandi dan segera berandam, setelah itu Dia mengguyur tubuh nya dengan shower air hangat.
Mita sendiri masih mengotak-atik koper nya mencari baju tidur yang sudah di siapkan nya kemarin namun tak Ada, di sana hanya ada dua buah kemeja putih dan satu buah boxer hitam tak lupa celana bahan berwarna hitam, ada juga lingery berwarna merah menyala dan satu pasang G-string.
"Apa-apaan inih, mana baju ku kenapa jadi ini isinya apa koper nya tertukar ya," ujar Mita heran.
"Sayang kamu lagi apa kok nampak bingung begitu?" tanya Adit sudah segar dan hanya memakai handuk saja.
Mita pun hanya menunduk Dia sangat malu bisa melihat perut kotak-kotak milik suami nya itu.
__ADS_1