
Sejak hari itu Ifa selalu saja menghindari Zaki, Dia merasa sangat sedih namun apa daya semuanya sudah berakhir.
Ifa pun sampai di depan rumah Zahra, hari ini Dia berencana menginap di sana ,Dia pun mengirim pesan pada Zahra agar membawa tasnya, Dia sudah menungu di kamar Zahra.
Zahra pun segera pamit kepada mereka setelah membaca Pesan dari Ifa.
"Ya udah gue cabut ya, ada urusan," ujarnya, sedangkan Sandy seolah meminta penjelasan, Dia mengikuti Zahra sampai ke kelas.
"Aku antar kamu pulang ya, kamu belum jelasin sesuatu tentang mereka," ujar Sandy.
Zahra pun merasa tidak enak."tapi aku bawa mobil, gimana dong?"
"Ya udah aku bawa mobil kamu aja nanti biar Zaki yang bawa motor aku ke rumah kamu,"
"Oke, ayo cabut," Kini mereka pergi meninggalkan sekolah.
Mobil pun melaju dengan pelan."Ayo jelasin apa yang terjadi?" Karna Sandy sangat bingung mereka yang selalu akur bisa jadi begini.
"Sejak Zaki bilang mau kuliar di Luar negri, Ifa jadi kacau terus Dia bilang mau putus aja gitu, tapi Zakinya gak terima," Zahra pun tidak menceritakn semuanya karna takut memperkeruh suasana.
"Oh cuma gitu dong, aku kira kenapa? belum kelar masalah Adit dan Mita, sekarang mereka," Sandy pun tak habis pikir kenapa dengan mereka.
"Kalo Mita dan Adit kan udah jelas mereka udahan, bukannya Adit gak mencintai Mita kenapa juga harus di permasalahkan," Zahra pun geleng-geleng kepala.
"Sayang kamu kan gak tau kejadiannya kaya gimana, Aku sangat tau Adit mencintai Mita, dan mereka cuma salah paham,"
"Terus kamu belain Adit iya? Kenapa sih para cowok bisanya cuma nyakitin dong, gak tau apa perasaan wanita itu rapuh," Zahra pun ikut kesal pada Sandy.
"Kamu jangan salah paham, aku gak akan nyakitin kamu, kita jangan ikut campur urusan mereka ya, aku takut kamu juga nanti malah ikut salah paham," Sandy pun menggenggam tangan kiri Zahra dan mencium nya.
"Aku sayang dan cinta banget sama kamu, semoga Tuhan selalu menjaga cinta kita sampai kamu halal untukku," ujarnya, Zahra pun tersenyum hatinya berbunga-bunga mendengarnya.
__ADS_1
Tak berselang lama mereka pun sampai di halaman rumah Zahra, terlihat motor metik Ifa terparkir di sana.
Mereka pun masuk, Sandy menunggu di ruang tamu."kamu tunggu di sini ya, aku panggil Bibi biar bikinin kamu minum, aku ke kamar bantar," Sandy pun mengangguk, Zahra ke dapur mencari Artnya itu.
"Bi tolong bikinin minum buat temen aku ya, Dia ada di ruang tamu, aku mau ke kamar dulu," ujarnya.
"Baik Non," Bibi pun segera membuatkan Minuman dingin untuk tamu majikannya itu, sedangkan Zahra sudah masuk ke dalam kamarnya.
Terlihat Ifa tertidur di kasur masih memakai seragam, Zahra pun tersenyum sambil menggelengkan kepala." Bisa-bisa nya loe tidur pules,sedangkan gue cemas dari tadi," ujarnya.
Zahra pun masuk ke kamar mandi membersihkan diri dan segera ganti baju, setelah rapi Dia turun ke bawah menemui Sandy.
"Kie loe udah di sini, sejak kapan?" ujarnya, karna tadi hanya ada Sandy saja, juga tak terdengar suara motor.
"Baru juga sampe, Gimana Ifa?" jawabnya meneguk minuman Sandy sampe habis.
"Ih jorok banget loe, biar gue suruh bibi buatkan lagi, Ifa lagi tidur udah loe gak usah khawatir,"
"Ya udah kalo gitu gue langsung pamit, nanti malam gue boleh kesini ya, gue mau bicara sama Ifa," ujarnya Zaki bertekad akan memperbaiki hubungannya sebelum berangkat.
"Ya udah kita pamit ya, kamu hati-hati di rumah," Sandy pun mengusap rambut nya setelah mencium kedua pipinya, sedangkan Zaki menunggu mereka di luar.
"Kalian hati-hati ya," ujarnya masih tersipu, kedua pipi nya pun memerah.
"Iya sayang," jawab Sandy melambaikan tangannya menhampiri Zaki yang sudah menaiki motor nya.
Zahra pun masuk ke dalam rumah dan menutup pintu setelah melihat mereka pergi menjauh.
Di sisi lain Adit sedang bermain basket bersama Vito di rumahnya, mereka menunggu Sandy dan Zaki yang tak kunjung datang.
"Lama banget mereka, padahal cuma antar Zahra pulang, apa mereka gak jadi kesini ya," Vito pun menelpon Sandy namun tidak diangkat lalu Dia menelpon Zahra.
__ADS_1
Zahra calling..
[hallo Ra, mana Sandy]
[udah pulang lah, ngapain nanya ke gue? Telpon aja sana]
[Aduh lagi pms loe ya galak banget]
[Udah ah gak jelas loe]
Zahra pun mematikan ponselnya sepihak membuat Vito geleng-geleng kepala.
"Kenapa?" tanya Adit heran melihat Vito.
"Ah gak papa, ayo lanjut main," ujarnya mengambil bola basket.
Tak berselang lama Sandy dan Zaki pun datang, mereka membawa beberapa kantong makanan dan minuman kaleng.
"Tumben loe bawa ginian?" Vito pun segera membuka keresek itu dan mengambil jeruk. "Tau aja loe kalo gue laper,"
Sedangkan yang lain hanya geleng-geleng kepala.
"Sorry kita telat, tadi ada urusan mendadak," ujar Sandy sambil cengengesan.
"Ya udah ayo kita mulai, minggu depan kita ada pertandingan persahanatan bersama SMA Harapan," ucap Adit, mereka memulai latihan nya sampai sore hari.
"Udah mau gelap kita pamit ya," ucap Zaki mewakili mereka.
"Oke, kalian hati-hati di jalan ya," ucap Adit mengantar mereka sampai depan setelah mereka pergi Adit pun masuk ke dalam rumahnya.
Setelah itu Adit masuk ke dalam kamarnya dan segera membersihkan diri.
__ADS_1
Disisi lain Ifa dan Zahra sedang memasak di dapur, mereka bukan memasak tapi merecoki Bibi.
Setelah selesai mereka langsung makan dengan lahap di iringi canda tawa.