
Aku tak tahu kenapa aku sangat di sayangi dan dicintai oleh Leonard pria netra biru yang akhir akhir ini sangat dekat denganku dan bahkan kami sudah tinggal bersama walaupun kami belum melakukan hal hal yang biasa di lakukan oleh sepasang kekasih.
Leo,pria itu sangat mencintaiku entah mengapa aku sangat takut dengan perlakuan cintanya padaku,aku takut mengecewakannya dan membuatnya bersedih,di sisi lain aku takut ia membenciku suatu saat ketika aku tak bersamanya menjalani sisa hidupnya.
"Erlyen...!!"Panggil Ditta sambil berlari mendekati aku.
"Hai Ditt,maaf lagi ngapain kamu heh?"Tanya Erlyen saat sudah duduk bersebelahan dengan Ditta di kantin kantornya dimana ia bekerja.
Mereka berduapun asyik cerita dan mereka tidak sadar kalau Leonard sudah berdiri di pintu kantin itu sambil menatap terus ke arah kedua wanita itu.
"Lyen,tuh calon suamimu sedang menatapmu dengan intens sejak tadi."Ucap Ditta sambil tersenyum ramah pada Leonard tetapi tak direspon sama sekali oleh pria itu.
Pria itu takkan pernah senyum dengan siapapun kecuali Erlyen.
Ternyata Leonard tak membalas senyum dari Ditta sahabatnya Erlyen.
"Lyen,kamu bisa lihat di pintu kantin gak?Tuh calon suami kamu sedang menatap intens pada dirimu,apa kamu gak menyadarinya?"Ditta menyikut lengan Erlyen membuat Erlyen kaget dan langsung menumpahkan gelas yang berisi minuman itu ke atas meja dan sampai mengenai kemeja yang ia pakai.
"Maaf Lyen aku gak sengaja...!!"Ucap Ditta lagi sambil mengambil tissue dan membersihkan baju Erlyen yang terkena tumpahan minuman itu.
"Gak apa apa sayang,aku bawa pakaian ganti aku bisa ganti pakaian kok."Ucap Erlyen menenangkan Ditta.
Tiba tiba Leonard datang menghampiri kedua wanita itu dan ia pun dengan sigap memberikan sapu tangannya pada Erlyen sambil tersenyum penuh makna.
"Sayang ikut aku ke ruanganku ya?"Titah Leonard sambil menarik tangan Erlyen dan Erlyen pun hanya mengikuti saja dan ia tak ingin membantah Leonard.
__ADS_1
Erlyen pun berkata pada Ditta,"Ditt,maaf ya Ditt lain kali kita makan bareng."
"Iya Lyen gak apa apa,"Jawab Ditta sambil melambaikan tangannya pada Erlyen.
"Makasih ya Ditt...atas pengertiannya."Jawab Erlyen lagi.
Leonard masih saja menggenggam erat tangan Erlyen sambil melangkah dan ia pun tersenyum penuh kemenangan.
"Kan aku sudah bilang sayang,makan bareng aku di ruangan kerjaku makanannya kan sudah aku pesankan kenapa kamu harus pergi dariku,kamu malu makan sama aku sayang?"Tanya Leonard tanpa menghiraukan kaki Erlyen yang sudah lecet akibat sepatu yang ia pakai itu berjalan tidak sesuai dengan gerakkan kakinya.
"Sayang aku...!!"Ucap Erlyen terbat bata.
"Kamu kenapa sayang?"Tanya Leonard sambil terus berjalan menuju ruangannya hingga mereka masuk lift.
"Kaki aku sakit,kamu gak berjalan pelan pelan sih,main tarik tarik aja nih lihat..kakiku lecet kan?"Ucap Erlyen manja sambil menunjuk ke arah kakinya yang lecet.
"Kenapa aku harus balas memukulmu Leo?"Tanya Erlyen dengan wajah cemberut.
"Biar aku juga merasakan sakit yang kamu rasakan tadi sayang?"Ucap Leonard lagi.
"Tapi aku gak bisa menamparmu sayang?"Ucap Erlyen sambil menatap wajah tampan yang berada tepat di hadapannya itu.
"Kalau begitu jangan mengeluh biar aku tak merasa bersalah terus sayang."Jawab Leonard lagi.
"Aku tak mengeluh tapi aku meringis kesakitan sayang."Jawab Erlyen lagi dengan wajah memelas membuat Leonard langsung menggendongnya seperti bridal style dan membawanya ke dalam ruangannya dan membawanya masuk lagi ke ruangan pribadinya yang berada di balik lemari tempat penyimpanan buku buku.
__ADS_1
"Erlyen asal kamu tahu ya aku tak pernah mau mendengar kamu mengeluh sedikitpun karena aku tak ingin wanita kesayangan aku terluka atau tersakiti sedikitpun."Ujar Leonard sambil menatap tajam wajah Erlyen.
Dari tatapannya Erlyen bisa merasakan kedamaian dan kasih sayang yang tiada duanya untuk dirinya.
"Sayang,jangan menatapku seperti itu aku malu kalau terus kamu tatap seperti itu,rasanya mau pingsan saja karena ditatap oleh pria paling tampan seperti dirimu Leo."Ucap Erlyen sambil menundukkan kepalanya.
"Jangan menundukkan kepalamu sayang,tatap aku tatap aku karena aku ingin kamu menatapku tanpa rasa takut tetapi rasa sayang dan cinta."Ucap Leonard pada Erlyen lagi.
"Sayang,apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?"Tanya Erlyen pada Leonard yang sedari tadi terus menatap dengan tatapan yang membuat jantung siapapun yang ditatap terasa mau copot dan remuk.
"Mau tanya apapun itu pasti aku jawab."Ucap Leonard masih pada posisi yang sama.
"Sayang jangan menunduk tapi tatap aku,aku takkan pernah menyakitimu sayangku calon isteriku ibu dari anak anakku kelak."Ucapan Leonard membuat bulu kuduk Erlyen merinding.
"Mau tanya apa sayang?"Ucap Leonard lagi sambil tersenyum lebar dan melabuhkan sebuah kecupan di kening Erlyen.
"Leo,kenapa kamu mencintaiku dan tak mau melepaskan aku Leo?Padahal di luar sana banyak gadis yang masih suci dan polos yang sangat menginginkan berdampingan dengan pria seperti dirimu yang sudah sangat mapan,kaya dan tampan kenapa justru sebaliknya kamu mau menyukai..."Ucapan Erlyen terputus karena di sambar oleh Leonard.
"Bukan menyukai tapi mencintaimu sampai akhir hayatku."Jawaban Leonard membuat Erlyen berhenti berkata dan menatap wajah pria di hadapannya itu sambil berkata"Aku takut membuatmu kecewa Leo,aku takut tidak seperti yang kamu harapkan Leo makanya aku selalu menjaga jarak antara kita agar kelak dikemudian hari tak ada salah paham dan tak ada dusta diantara kita Leo,maafkan aku yang tidak percaya diri ini,maafkan aku yang meragukan cintamu padaku aku tak ingin kamu menyesali dirimu di kemudian hari dan mengutuk dirimu sendiri karena telah mencintai wanita yang salah seperti diriku ini,wanita yang memiliki anak di usia 21 tahun dan tak tahu dimana suaminya sekarang."Ucap Erlyen sambil meneteskan air mata harunya.
"Erlyen kamu tahu kenapa aku mencintaimu dengan sangat tulus?Karena aku tahu kamu wanita baik baik yang terjerumus ke dalam kesalahan orang lain dan asal kamu tahu Erlyen aku sangat nyaman berada di dekatmu,walaupun banyak masalah yang aku hadapi tetapi ketika aku berada di dekatmu serasa semua beban masalahku hilang dan pergi entah kemana dan digantikan dengan kebahagiaan yang sempurna,aku harap kamu akan menerima cinta ku ini dengan penuh rasa bahagia dan cinta,aku tahu kalau kamu juga mencintaiku hanya saja kamu malu tuk mengungkapkan semua isi hatimu padaku."Jawab Leonard sontak membuat Erlyen terdiam dan tanpa sadar ia pun mendekati Leonard dan duduk dipangkuannya dan mengecup kening pria itu.
"Terima kasih sayang karena mencintaiku tulus adanya."Jawab Erlyen sambil membenamkan wajahnya pada dada bidang milik Leonard.
********
__ADS_1
To be continued
Bersambung ya guys