
Mereka pun kembali dari ladang dan bergabung dengan para wanita yang sedang menyiapkan makan di atas karpet pinggir kolam ikan.
"Sini aku bantu bawa, kasian banget sih kamu," ucap Adit membantu Mita membawa makanan dari dapur.
"Makasih," jawabnya tersenyum.
Mereka pun makan dengan lahap, sambil bercanda.
"Sebelum pulang kita jalan-jalan dulu ya, mumpung di sini," ucap Zahra melirik ke arah Ifa yang masih cemberut.
"Gue sih terserah Ifa aja, gimana Fot?" ucap Mita menepuk bahu Ifa.
"Loh ko gue sih, harusnya loe tanya cowok loe aneh ihh," jawab Ifa heran.
"Kalo Adit mah terserah gue, ya kan Dit?" Adit pun mengangguk sambil tersenyum.
"Ya udah jangan lama-lama gue ada acara nanti malam," ucap Adit.
"Siap yuk ah cus," ucap Vito.
Mereka pun berangkat membawa motor masing-masing, ke kebun yang tak jauh dari sana.
"Pemandangannya indah ayo kita poto? " Ujar Mita ,mereka pun berpoto bersama.
"Sini gue potoin kalian," ucap Vito mengambil ponsel Adit.
"Makasih Vito, loe emang terbaik," ujar Adit.
"Vito sini potoin kita," teriak Sandy agak jauh dari sana.
"Ya udah Dit gue ke sana dulu," ujar nya dan Adit pun mengangguk.
Kini mereka duduk di sebuah gazebo poto berdua.
saat sedang asyik berpoto ponsel Mita berdering.
__ADS_1
"Siapa..?" Tanya Adit penasaran.
Mita pun memperlihatkan ponselnya.
Aa calling...
"halllo A," ujar Mita.
"lama banget lagi apa?" jawab Yoga di sebrang sana.
"Lagi main sama temen di luar,"
"lagi dimana, bukannya lagi sakit ko malah keluar rumah?"
"Udah sembuh ko,"
"Jangan sore sore pulang nya, nanti malam Aa pulang."
"Oh iya ada salam dari teman Aa, nanti malam mau ikut main ke rumah.
"Eh, ngapain? Gak boleh pokoknya apalagi gak ada mama sama Papa di rumah,"
"Ya sudah terserah Aa aja."
Mita pun mematikan ponselnya, dan menatap Adit yang sejak tadi diam saja.
Kini mereka duduk di sebuah
"Kenapa sih ko diem aja?" ucapnya.
"Kakak kamu bilang apa ko serius banget?" tanya Adit.
"Oh, Dia cuma bilang mau pulang ke rumah jadi aku harus ada di rumah sebelum gelap," jawabnya.
"Mita, aku mau kita saling terbuka apapun itu jangan sampai kita salah paham lagi, aku mau orang tua kamu tau kalo kita serius menjalin hubungan,"
"Aku akan berusaha, tapi aku tidak janji karna jodoh hanya Tuhan yang tau," ucapnya.
"Aku akan selalu mencintaimu Mita, sampai kapanpun," ucapnya mencium kening Mita.
__ADS_1
Setelah berjalan-jalan mereka pun kembali ke rumah nenek nya Zahra, mereka akan berpamitan lebih dulu sebelum pulang.
"Makasih banyak Nenek, Abah maaf kita sudah merepotkan kalian, semoga kalian selalu sehat agar nanti kamu bisa main lagi lain waktu," ucap Mita mewakili semuanya.
"Sama-sama Neng, Nenek yang minta maaf sama kalian karna tidak di perlakukan dengan baik malah membuat kalian susah, semoga kalian tidak kapok berkunjung kembali ke gubuk kami ini,"
"Kami senang bisa bersilaturahmi ke sini, terimakasih Nek, Abah sudah merepotkan kami sekalian pamit ya," ucap Adit.
Mereka pun satu persatu menyalami Nenek dan Abah, terakhir Zahra dan Sandy.
Mereka pun menjalankan motornya sedang karna jalanan lumayan jelek dan bayak lubang.
Saat di perjalanan hujan pun turun dengan deras, Adit dan Mita tertinggal jauh dari yang lain mereka pun akhirnya berhenti di depan sebuah warung pinggir jalan.
"Kita nunggu di sini aja ya, hujannya semakin deras," ucap Adit melepas helm nya.
Mereka pun duduk di sana, Adit memesan kopi dan Mita memesan Susu untuk menghangatkan tubuh mereka.
"Bu kita pesan satu kopi susu dan satu Susu saja," ucapnya, pemilik warung pun mengangguk.
"Sayang jaket kamu basah, gak di buka dulu?" ujarnya melihat Mita kedinginan.
"Gak papa kok nanti juga kering kena angin, jaket kamu juga sama basah,"
"Maaf ya aku lupa bawa jas hujan, ku kira gak akan hujan," sesalnya.
"Sudahlah tidak apa-apa aku malah senang bisa begini bersama kamu," ucapnya tersenyum, Adit pun mengelus rambut Mita yang sedikit basah.
Pesanan mereka pun datang, sambil menunggu hujan reda mereka menghangatkan dulu tubuh mereka dengan minuman hangat.
Hari pun mulai gelap, hujan pun sudah reda kini mereka melanjutkan perjalanan.
Adit mengantarkan Mita dulu sebelum pulang ke rumah nya.
"Akhirnya sampai juga, kamu gak masuk dulu?" ucap Mita turun dari motor Adit.
" Nanti aja, kalo orang tua kamu ada di rumah, aku langsung pamit ya kamu masuk gih hati-hati di rumah jangan keluar malem-malem,"
"Iya sayang udah ya jangan bawel, kamu juga hati-hati Miss u sayang,"ucap nya bersemu merah, sedangkan Adit tersenyum seraya mencium Pipi nya gemas .
__ADS_1
Setelah Mita masuk gerbang Adit pun menjalankan motornya dengan kencang.