Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#31


__ADS_3

Mita pun sampai dengan selamat, Dia pun langsung masuk ke dalam rumah, namun lampu sudah mulai padam.


Mita pun masuk ke dalam kamar nya begitu pun dengan Yoga, setelah membersihkan diri Mita pun merebahkan tubuhnya dan terlelap dalam mimpi indahnya.


Pagi ini mereka sedang sarapan bersama.


"Pagi Ma, mana Aa sama Papa ko gak keliatan?" tanya Mita yang baru saja bergabung dengan orang tuanya.


"Pagi juga sayang, Aa udah berangkat pagi-pagi sekali katanya mau piket,kalo Papa lagi mandi dikamar," jawab Mamanya sedang meyiapakan sarapan.


"Oh pantas saja sepi," Mita pun mengambil nasi goreng nya dan segera makan.


"Hari ini kamu mau kemana, Kalo gak ada acara ikut yuk ke Butik bantu Mama di sana," ujarnya karna hari Minggu biasanya Butik ramai.


"Ya udah Mita ikut aja, lagian gak ada kerjaan di rumah,"


"Oke kalo gitu abisin makannya terus siap-siap, Mama tunggu di bawah," Dan Mita pun mengangguk.


Setelah makanannya habis Mita bergegas masuk ke dalam kamanya Dia segera ganti baju dan bersiap, 30 menit berlalu Mita pun sudah rapi.


"Loh Papa juga udah rapi mau kemana?" Mita pun heran melihat Papanya sudah memakai baju santai, kaos putih dan juga celana panjang.


"Mau main golp ,Papa di ajak temen mungpung hari libur, tadinya mau ajak kalian eh kata Mama ada kerjaan di butiq, jadi Papa cuma antar kalian aja, dan nanti pulang nya Papa jemput lagi," ujar Pa Ali, dan Mita pun mengangguk.


Mereka pun akhirnya berangkat, tak berapa lama mereka sampai di Butik, Mita dan Mamanya pun keluar dari mobil setelah berpamitan kepada Papanya.


Mereka pun masuk ke dalam Butiq di sana sudah ada tante Ami,Mita pun sangat senang bisa membantu mereka.


Di sisi lain Adit baru saja bangun dari tidurnya, itu pun di bangunkan oleh Bundanya.

__ADS_1


"Astaga Adit bangun kebiasaan kamu tuh ya, kalo di bangunin susah," ujar Bunda Cici,melihat anaknya yang masih tidur di siang bolong.


"Ini hari libur Bun, Adit kan gak sekolah kebiasaan ah Bunda mah ganggu aja, lagian mau kemana sih pagi-pagi gini?" gerutunya kesal, semalam Adit tidak bisa tidur karna terus memikirkan Mita, hingga jam 3 lewat Dia baru terlelap.


Adit pun duduk menyandarkan tubuhnya di ranjang, sambil mendengarkan Bundanya ngomel.


"Antar Bunda belanja, cepetan Bunda tunggu di bawah,"


"Bukannya ada Bibi ya yang belanja, kok Bunda yang repot,"


"Udah cepetan, gak usah banyak tanya,"


Adit pun bangun dan masuk ke kamar mandi, dan Bundanya pun membereskan kamar anak kesayangannya itu,walau pun ada Art tapi Bunda Cici selalu membantu anaknya itu.


Setelah selesai mandi Adit tidak menemukan Bundanya di sana, Dia pun segera ganti baju dan bersiap.


"Loh kok sepi? pada kemana?" ujarnya hanya melihat Bunda menunggu di ruang tamu.


"Ya udah kita berangkat sekarang, nih buat ganjel perut, kita makan di luar," Bunda pun memberikan satu buah roti coklat ukuran besar.


Adit pun menghabiskannya dulu, lalu minum segelas air putih, mereka pun pergi Adit yang menjadi supir, hari ini Bunda mengajak Adit kepusat perbelanjaan, Adit hanya bisa pasrah di suruh ini itu oleh Bundanya, hingga tak sengaja mereka bertemu dengan Lisa di sana bersama kedua temannya.


"Hello tante senang bisa ketemu di sini, tante makin cantik aja deh," ujarnya basa basi sambil tersenyum.


Sedangkan Adit hanya mengangkat kedua alis nya, sungguh hari yang sangat butuk pikirnya.


"Hallo juga nak Lisa, bagaimana kabar orang tuamu?" tanya Bunda Cici, karna Dia tau kalo Ayah lisa dan suaminya dulu teman dekat.


"Baik tante, gimana kalo kita makan siang bareng, jarang-jarang loh kita bisa ketemu kaya gini, tante kan selalu sibuk kalo Lisa ajak jalan," ujarnya.

__ADS_1


Sedangkan Bunda melirik ke arah Adit meminta keputusan, dan Adit pun menggelengkan kepalanya.


"Maaf nak Lisa, lain kali saja ya Bunda ada acara lagi, nanti deh Bunda ajak Lisa jalan kalo gak sibuk," ujarnya.


"Yah kirain bisa, ya udah kalo gitu Lisa duluan temen-temen udah nungguin," ujarnya, dan pergi meninggalkan mereka.


Adit pun bernafas lega, karna dari tadi Lisa bergelanjut manja di tangannya, sungguh Dia sangat risih, untung saja Bundanya mengerti.


"Makasih ya Bun, Bunda memang terbaik," mereka sudah selesai berbelanja ,Adit memasukan barang belanjaan ke dalam bagasi.


"Kita makan dimana Bun? Adit dah laper banget," ujarnya, kini mereka sudah masuk ke dalam mobil Adit pun memakai sabuk pengamannya.


"Yang biasa aja lah, biar gak jauh," jawabnya, Adit pun melajukan mobilnya menuju restoran yang Bunda maksud.


Mereka pun akhirnya sampai, dan segera masuk ke dalam, restoran pun lumayan ramai.


Namun ada hal menarik perhatian mereka, yaitu mereka melihat Mita dan Mamanya, mereka juga makan di sana, Adit pun tak melewatkan kesempatan Dia mengajak Bunda nya bergabung.


" Fatma kamu disini juga?" ujar Bunda, dan Bu Fatma pun menoleh karna ada yang menyapanya.


"Iya kak, biasa dari Butik cari makan yang dekat aja," Sedangkan Mita tersenyum dan mencium tangan Bunda Cici, hatinya pun bertanya kenapa ada Adit di sana .


"Mita makin cantik aja," Bunda pun mengelus kepala Mita dengan sayang.


Kini mereka duduk satu meja, mereka pun berbincang hangat sambil menunggu pesanan mereka datang.


"Mita rencana kuliah dimana?" sejak tadi Adit hanya diam saja, sehingga Bunda nya lah yang terus bertanya.


"Gak tau tante, masih nyari yang cocok ,itu juga kalo Papa ngizinin soalnya Papa nyuruh Mita kuliah di Turki," jawabnya membuat Adit tak percaya , Karna Ifa tidak pernah membicarakan itu saat Dia menanykan tentang Mita.

__ADS_1


Adit terus saja memperhatikan Mita yang ada di depannya, sedangkan Mita sepertinya biasa saja.


Mita sendiri merasa gugup namun Dia berusaha tenang.


__ADS_2