
Pulang kuliah mereka jalan-jalan dulu ke taman kota, Mita selalu malas kalo Adit mengajak nya ke Mall.
"Kenapa sih kalo di ajak ke tempat ramai kamu tuh gak mau?" tanya Adit, taman terlihat sepi karna bukan hari libur hanya satu dua orang yang berlalu lalang.
"Malas saja, ngapain ke sana kalo bukan buat belanja," ujarnya, Mita paling anti kalo di ajak belanja Dia lebih suka ke tempat yang sunyi dan menenangkan berbeda dengan wanita lain yang gemar sekali berbelanja.
"Kita kepanti sebentar ya aku lupa di suruh Mama kemarin" ucapnya.
"Oke yuk, keburu sore nanti bisa kemalaman," Mereka pun meninggalkan taman dan bergegas ke Panti Asuhan yang biasa di kunjungi nya.
Sebelum sampai mereka belanja dulu di supermarket itu pun mereka menyuruh kurir yang mengantar nya ke Panti karna Adit tidak membawa mobil, hanya sefikit saja yang Mita bawa.
Setelah sampai mereka mangucapkan salam, ternyata sedang ada acara syukuran di sana, acara di adakan di luar rumah, untung saja Mita memakai baju yang sopan dan tidak terbuka.
"Apa kabar bu?" tanya Mita mencium tangan Ibu panti di susul Adit,Mita pun memberikan bingkisan kepada Ibu panti.
"Kabar baik nak, aduh harusnya dak usah repot repot nak, mari masuk kita ngobrol didalam," ajak Ibu panti.
Kini mereka sudah masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu, Ibu panti mengajak mereka masuk.
"Oh iya bu kenalkan ini Adit, nanti kalo ada kurir yang antar barang suruh masuk aja itu suruhan kita," ujarnya, dan mengenalkan Adit padanya.
"Iya nak Adit senang bertemu denganmu, maaf Ibu tidak hadir di acara kalian waktu itu Ibu ada acara mendadak," sesalnya.
"Tidak apa-apa bu, acara nya juga mendadak kami juga tidak ada persiapan apa apa," ucapnya, tiba-tiba seorang gadis kecil membawakan mereka minuman.
"Tidak usah repot-repot Vina, kita kan bukan tamu," ucap Mita sedangkan Vina hanya tersenyum setelah itu langsung meninggalkan mereka.
"Di minum nak, maaf cuma teh yang bisa kami sajikan," ujarnya.
"Tak apa bu terimakasih, maaf merepotkan," ucap Mita sedangkan Adit hanya diam saja menyimak.
"Bagai mana keadaan orang tuamu, sudah lama mereka tidak kemari," tanyanya.
"Kabar baik bu sekarang mereka sedang ke Turki ada acara keluarga, Maaf Mita dan keluarga sibuk jadi jarang sekali kemari, ini juga Mita gak tahu kalo ada acara kaya gini," ujarnya.
"Oh begitu ya, ini acara nya keluarga Hadinata mereka syukuran menyambut kelulusan anak mereka yang kuliah di Amerika, apa Neng Mita masih ingat dulu sering bermain bareng kan waktu kecil," Namun Mita menggelengkan kepalanya Dia benar-benar lupa .
__ADS_1
"Mereka ingin sekali bertemu dengan Pa Ali dan Bu Fatma, tapi mereka malah berhalangan," ujarnya.
Sebelum berangkat ke Turki orang tua Mita mewanti-wanti agar Mita pergi ke Panti, Namun mereka tak mengatakan ada acara.
"Iya Bu maaf sekali semua dadakan jadi mau bagai mana lagi," ucapnya.
"Ya sudah ibu tinggal bentar kalo begitu, kalian keliling saja dulu kalo bosan ya," ucap nya.
"Iya bu silahkan," ujar Mita.
Ibu panti pun pergi meninggalkan mereka ,sedangkan Mita mengajak Adit berkeliling ke taman belakang panti yang terlihat luas, banyak anak kecil yang bermain di sana, Mereka antusias menyambut kedatangan Mita dan Adit.
"Ka Mita terimakasih bukunya kami suka, tadi kata Ka Ira ada kurir yang antar makanan dan juga barang kesini," ucap salah satu anak itu mereka terlihat bahagia.
"Syukurlah, ternyata kurir nya cepat juga maaf ya Kakak jarang kemari," ujarnya mengelus kepala anak itu.
Mita membeli beberapa bahan makanan pokok, mainan dan juga buku untuk mereka yang di kirim melalui kurir beberapa saat lalu.
"Pacar kakak cakep banget," bisiknya membuat Mita terkekeh.
"Nanti kamu juga bakal dapat yang lebih cakep," jawab Mita, memperhatikan Adit yang sedang bermain bola dengan anak laki-laki.
Mita pun hanya diam, Dia tidak tau siapa laki-laki di hadapannya itu.
"Mita kan, apa kabar ini ?" tanya pria itu tersenyum sambil mengulurkan tangannya.
"Maaf saya lupa, apa kita saling kenal?" tanya Mita, Dia benar-benar tidak mengingat nya.
"Loe benar-benar gak berubah Mit, masih aja lemot," ucapnya terkekeh.
"Enak aja ngatain gue lemot, lagian gue gak kenal ya sama loe," ucap Mita kesal.
"Kalo gak lemot apa coba?" Dia pun masih terkekeh melihat Mita yang cemberut tampak kesal.
"Loe inget-inget aja dulu siapa yang ngasih cincin berwarna putih sama loe," ucap nya.
Mita pun teringat dengan cincin putih yang di pakainya, cincin itu melingkat di jari manis nya dari SMP sampe sekarang.
__ADS_1
"Kak Tama Gak mungkin, ini gak mungkin," ujarnya menggelengkan kepala.
"Ini Kakak kamu ingat kan sekarang?"
Mita pun berkaca-kaca, dulu mereka bersahabat saat itu Pratama sudah keluar SMA dan Mita baru saja kelas 2 SMP, hampir 6 tahun mereka tidak bertemu tubuh Tama yang dulu hitam kecil kini tumbuh menjadi laki-laki dewasa yang sangat tampan, tubuhnya berotot dan juga aletis.
" Kak Tama.. hik.. hik..," Mita pun memeluk erat Tama, Dia sangat merindukan sahabat sekaligus kakak yang selalu menjaganya itu.
Tama pergi kuliah di luar negri selama 5 tahun ini, dan baru bertemu lagi hari ini dengan penampilan yang berbeda.
Mita baru ingat tadi Ibu panti mengatakan ada acara syukuran kelurga Hadinata yang ternyata keluarga Tama.
"Maaf kak Mita replek," ujarnya melepas pelukannya.
"Tidak apa-apa aku tahu kamu sangat merindukanku," ujarnya menggoda.
Adit sendiri hanya memperhatikan mereka dari jauh, terlihat Mita menangis dalam pelukan laki-laki itu dan Adit pun mendekat .
"Ehmmm.. " Adit pun mendehem membuat Mita salah tingkah.
"Ya Tuhan pasti Adit liat aku tadi, pasti Dia akan salah paham, semoga semua nya baik baik saja," batinnya.
"Kak kenal kan ini Adit, dan Adit kenalkan ini Kak Tama sahabat aku," ucap nya. Mereka pun bersalaman, dan bercerita satu sama lain.
Setelah berbincang Tama pun pamit lebih dulu karna keluarga nya sudah mengunggu.
"Kapan-kapan kita bisa ketemu lagi kan?" tanya Tama.
"Iya nanti jangan lupa ajak calonnya ya," canda Mita, namun Tama hanya tersenyum.
"Ya sudah kamu hati-hati pulang nya, Kakak duluan," ujarnya meninggalkan mereka.
Setelah kepargian Tama, mereka juga pamit pulang kepada Ibu panti dan Anak-anak.
Selama perjalanan terasa sepi tak ada pembicaraan diantara mereka, Adit tampak diam saja saat Mita mencoba bicara.
"pasti Dia marah gara gara tadi." Batin Mita.
__ADS_1
Tak lama kemudian mereka pun sampai di depan rumah Mita tak seperti biasanya Adit akan langsung pulang namun Dia malah ikut masuk ke dalam rumah dengan raut wajah yang kesal.