
"Ma, apa harus ya kita ke salon dulu bukannya kita cuma makan malam biasa, atau jangan-jangan Mama dan Papa merencanakan sesuatu?" ucap Mita.
Kini Mita sudah sampai di depan salon, setelah pulang kuliah Dia langsung menjemput Mamanya di Butik lantas mereka berangkat bersama ke salon.
"Akhirnya yey datang juga, eyke udah nunggu dari tadi kirain gak jadi," ujar Jo memeluk Mamanya Mita.
*ko gu*e geli ya liat nya, apa paman jo tidak malu dandan gitu," batin Mita.
"Maaf Jo aku telat tadi kerjaan banyak , aku mau spa sekalian sama anakku,"
"Oke yey tunggu sebentar nanti pegawai eyke yang akan membantu yey," jawabnya.
Mita pun menuruti keinginan Mama nya, setelah beberapa jam akhirnya mereka selesai.
Mereka pun pulang ke rumah dan segera bersiap, dan ternyata Papa nya pun sudah ada di rumah.
"Mita nih pake Mama sengaja bawa dari butik," ucapnya memberikan paparbag pada Mita, Dan mita pun membawanya ke dalam kamar.
"Apa ini acara resmi ya ko harus pake baju gini sih?" ucap nya
Setelah mandi Dia bersiap memakai baju yang yang Mama nya berikan, tak lupa memoles tipis wajahnya , Dia menggerai rambut nya yang sudah mulai memanjang.
"Ayo Ma kita berangkat?" ucapnya.
"Kamu cantik banget sayang, pake baju itu ternyata Mama gak salah pilih," ucapnya.
"Ya udah ayo berangkat takutnya macet,"
Mereka pun segera berangkat, di antar oleh supir.
Mita pun sudah gelisah, sebenarnya Dia sangat penasaran siapa yang akan di temui mereka, tak terasa mereka sampai di depan Restoran jepang.
"Ma, aku ke toilet bentar ya kebelet,"
"Ya sudah jangan lama-lama, nanti telpon aja kalo udah selesai kita di ruang Vip di atas," ujarnya.
"Baiklah, nanti Mita nyusul,"
Mita pun berjalan ke toilet, saat Mita kembali Dia berpapasan dengan Andi yang juga sama akan makan di sana.
__ADS_1
"Hay Mita, baru juga tadi siang kita ketemu dunia memang seperti daun kelora atau mungkin kita berjodoh," ucapnya tersenyum manis.
" Maaf ya Andi dunia tak sesempit itu, dan ini hanya kebetulan saja,"
Mita pun berjalan meninggalkan Andi di sana,namun Andi berlari mengejar dan menarik tangan Mita.
"Mita tunggu, apa salahku padamu, kenapa kau jadi jutek begini atau karna Adit kau berubah padaku,"
"Lepas Andi, aku tidak ada urusan denganmu,"
"Tentu saja ada, karna orang tua kita telah menjodohkan kita,"
Deg...
Apa yang aku pikirkan ternyata benar, keluarga Andi yang akan Kita temui malam ini, tuhan tolonglah aku. batinnya.
"Terserah apa mau mu, aku tidak peduli dan sampai kapan pun aku tidak mau padamu,"
"Mita aku tau aku salah karna telah meninggalkanmu dulu, ku mohon beri aku kesempatan aku masih mencintaimu,"
Di tempat yang tak jauh dari sana Adit terus memperhatikan mereka.
"Apa aku tak salah dengar, ada apa sebenarnya denganmu sehingga berbicara seperti itu?"
Adit yang melihat itu pun langsung pergi begitu saja, sungguh hatinya sangat sakit.
Mita pun mendorong tubuh Andi agar bisa terlepas dari pelukannya.
"Jangan kurang ajar ya, aku bukan wanita murahan yang bisa kau peluk sembarangan dan ingat aku sudah muak denganmu,"
Mita pun berlari kekuar Restoran, Dia langsung menyetop taxi yang lewat.
Ponselnya pun terus berdering.
Mama calling...
" Mama? Aduh ko gue sampe lupa ya, pasti mereka nungguin tapi gimana gue udah terlanjur jauh," gumannya.
[hallo ma..]
"..
__ADS_1
[Maaf Mita pusing, jadi malah pulang duluan mungkin kapan kapan bisa makan malam lagi]
"..
[Iya ini udah sampe depan rumah]
Mita pun mengakhiri panggilan telponnya, untung saja Mamanya tidak marah padanya, kalau tidak bisa gawat.
Di restoran Orang tua Mita sedang berbincang dengan teman bisnisnya itu.
"Mana Mita Ma, ko lama sekali?" bisik Pa Ali
"Mita malah pulang Pah, katanya pusing," ujar Mama tak enak.
"Ya sudah, biarkan Dia istirahat mungkin belum waktunya Dia bertemu dengan mereka," ujarnya dan Mama pun mengangguk.
"Ada apa? sepertinya ada masalah?" tanya Pa Edi.
"Ah tidak apa-apa, hanya saja anak kami tidak bisa hadir di sini karna tidak enak badan," jawab Pa Ali.
"Oh begitu ya, tidak apa-apa mungkin lain waktu kita bisa bertemu lagi,"
"Maaf ya, sudah mengecewakan kalian tadi memang Dia ikut bersama kami tapi saat kembali dari toilet Dia malah agak sedikit pusing," ucap Bu Fatma.
"Tidak apa -apa, Adit juga belum datang mungkin macet di jalan," ucap Bu Cici.
"Maaf saya terlambat apa sudah mulai," ucap Adit yang baru saja datang.
"Adit silahkan duduk nak, tidak apa-apa nyantai saja ini cuma acara biasa ko kamu jangan sungkan begitu," ucap Pa Ali tersenyum.
"Iya om, Mita nya mana ya ko gak keliatan?"
Adit sudah tau kalo akan makan malam bersama keluarga nya Mita, karna Ayahnya sudah memberi tahu nya, Adit sangat bahagia bisa di jodohkan dengan Mita.
"Pulang, katanya pusing gak enak badan," Jawab Bu Fatma.
"bukannya tadi Dia baik baik saja atau memang Dia gak mau ketemu gue, batinnya.
"Sudah lah jangan di pikirkan ayo makan, nanti kamu bisa main kerumah kalo mau ketemu Mita," ujar Pa Ali.
"Serius Om? aku boleh ketemu Mita?"
__ADS_1
"Tentu saja, tadi nya kami di sini akan merencanakan pertunangan kalian, berhubung Mita nya gak ada jadi lain waktu saja," jawab Pa Ali.
Mereka pun makan dengan lahap, hingga tak terasa makanan pun habis,setelah itu mereka pulang.