Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
Pengakuan Wanita Aneh


__ADS_3

Leonard masih saja berkutat dengan laptopnya sambil terus memantau keberadaan Erlyen yang sedang berenang di kolam renang dekat taman bunga dan tempat sembahyang.


Aku selalu dihantui bayangan masa lalu yang sebenarnya sudah ku lupakan.


Perlahan lahan puing puing masa lalu kembali ku satukan seperti puzzle dan masa itu telah kembali di mana masa itu aku sangat bahagia bersama seorang wanita yang sangat cantik.


Aku merasa hidupku sangatlah beruntung,menikahi wanita cantik dan seksi di usia kami yang baru menginjak masa remaja akibat salah paham dari keluarga ketika kami sedang bermain bola bersama tak sengaja kami terjatuh dan saling tindih sehingga orang tuaku dan orang tua gadis itu pun menyepakati hubungan itu tetapi aku tak tahu dibalik semua itu ada suatu maksud terselubung dari si wanita yang sudah lama ia rencanakan.


****


Jean menghempaskan tubuhnya diatas ranjang sambil membuka kedua tangannya seperti sayap yang siap mengepak dan terbang mengelilingi bumi ini.


Jean menghela nafas panjang dan membungkuk untuk mengambil beberapa dedaunan kering yang berjatuhan di bawah kakinya.


"Leonard apa kamu pikir aku tak ingat apapun tentang kehidupanmu di masa lalu?Walaupun kamu adalah bagian dari keluargaku tetapi aku ingin kamu tahu kalau hidup itu keras. Dan aku juga mau memberitahu kamu bahwa setiap perbuatan yang merugikan orang lain sangat mungkin untuk mendapatkan balasan yang setimpal."Jean masih meracau dalam hatinya sendiri.


Stevi adalah sahabat terbaiknya Jean sepupu kandung dari Leonard,kehidupan mereka dulu benar benar jauh dari kata rileks,mereka selalu tak cocok tapi dalam hatinya Stevi hanya Leonard saja yang ada dalam kehidupannya.


Selama ini Jean menyembunyikan keberadaan Leonard karena Leonard masih menghargainya sebagai seorang saudara yang sangat ia kasihi tapi entah mengapa hari itu jean melepaskan apa itu yang di namakan persaudaraan demi sebuah gelang emas bertahtakan berlian untuk menceritakan keberadaan Leonard pada Stevi.


Stevi sangat gembira bukan main karena harapannya tidak sia sia selama ini.

__ADS_1


Ia berharap suatu saat ia akan menemukan kembali Leonard yang selalu melindunginya di masa kecil mereka.


"Aku tak menyangka kalau aku akan kembali dipertemukan dengan pria idamanku."Ucap Stevi sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Leonard sampai kapan kamu akan terus berlari dan bersembunyi aku bakal kembali menemukanmu aku takkan pernah membiarkan kamu merajalela dan punya kehidupan baru dengan wanita mana pun karena hanya aku yang akan selalu berada di sampingmu selamanya."Stevi masih terus berbicara pada dirinya sendiri.


"Wanita mana yang sudah berani merampas kebahagiaan seorang Stevi Marilyen?"Ucap Stevi lagi pada dirinya sendiri.


"Jean,thank you karena kamu aku telah menemukan orang yang selama ini aku cari,aku menemukan kembali puing hatiku yang telah hilang bertahun tahun."Kembali Stevi mengungkapkan semua isi hatinya pada cermin yang berada di depannya itu.


Wanita itu pun menumpahkan suara tawa yang cukup menggelegar bak suara petir memecah kesunyian malam.


Wanita itu merasa hidupnya telah kembali sehingga ia patut mengundang sahabat sahabatnya untuk bergembira ria menghabiskan separuh dari hartanya.


***


Leonard kembali ke dalam ruangan pribadinya di mana disana terdapat berbagai koleksi senjata api dan pedang kuno dari jaman dahulu.


Leonard menatap sebuah lukisan yang terpampang dihadapannya sambil tersenyum dan berkata pada dirinya sendiri "Seperti yang engkau katakan saat aku masih kecil dulu bahwa suatu saat ketika aku mengetahui sinyal sinyal kejahatan,ruangan inilah tempatku mengadu dan ruangan inilah tempat aku mencari ide untuk membuat siasat siasat untuk memukul mundur lawan walaupun lawan setangguh apapun karena hanya dengan kesabaran baru bisa mengalahkannya." Bisik Leonard pada lukisan itu.


Lukisan dimana seorang pria tua berwajah tampan dan garis rahangnya yang tegas membentuk wajah yang tegas dan tampan sedang duduk berdampingan dengan seorang wanita yang sangat cantik dan diantara mereka ada Dua orang anak kecil laki laki dan perempuan yang duduk di pangkuan pria itu dan wanita itu.

__ADS_1


Ya,itu lukisan keluarga kecil Leonard di mana Leonard masih sangat merasa bahagia kala itu karena orang tuanya masih lengkap dan masih utuh.


Ketika lagi asyik menatap dan merenung kehidupannya di masa lalu ia dikagetkan oleh suara orang menggedor gedor pintu kamarnya dan ia pun dengan segera mengaktifkan cctv dari dalam kamar rahasianya itu dan melihat siapa yang berani menggedor gedor pintu kamarnya itu.


Ketika cctv di nyalakan ia pun kaget bukan main karena melihat wanita itu yang tak lain dan tak bukan adalah Stevi Marilyen.


"Gila benar tuh perempuan,masih berani juga datang ke rumah ini apa dia tidak takut padaku sama sekali?"Ucap Leonard sambil mencoba untuk keluar dari kamar rahasianya melalui jalan rahasia yang hanya ia sendiri yang tahu.


Dengan jengkel ia pun keluar dari dalam kamarnya menuju keluar dan menghardik wanita yang menggedor gedor pintu kamarnya tadi.


"Kamu punya sopan santun sedikitlah kenapa gedor gedor pintu kamar aku?"Tanya Leonard pada Stevi dan wanita itu pun hanya tersenyum pahit sambil mencoba mengulurkan tangan pada Leonard tapi segera ia tepis tangan itu dan memanggil satpam untuk mengusirnya.


"Leo apa yang terjadi?"Ucap Erlyen sambil mengguncang guncang bahu pria yang mencintainya itu.


Leonard pun bangun dan mengumpulkan semua tenaganya dan membuka perlahan lahan matanya dan melihat ke orang yang berdiri tepat di hadapannya itu dan berkata..."Kok kamu?"Ucapan Leonard terhenti saat ia melihat siluet dari dalam tangga yang sangat ia kenal.


Dengan tatapan nanar ia pun mendorong erlyen dan nyaris jatuh ke lantai untung saja ia terjatuh diatas ranjang sehingga ia tak banyak berkomentar.


"Iya ini aku Stevi Marilyen wanita yang kau campakkan beberapa tahun silam yang hidup dan matinya tak ada yang mengetahuinya selain kamu."Ucap Stevi sambil melangkah maju kedepan Leonard sambil tangan kirinya merogoh saku tangannya dan mengeluarkan pistol dan mengarahkannya pada Erlyen.


"Hari ini akan aku kirimkan kamu ke neraka biar kamu bahagia bersama calon ayah mertuamu disana."Ucap Stevi sambil terus menodongkan pistolnya pada pelipis Erlyen yang saat itu sedang panik banget dan keringat dingin mengucur deras sebesar biji jagung.

__ADS_1


"Pasti kamu merasa heran dan bertanya tanya soal kematian papa kamu kan Leo?Hari ini aku memberitahumu semua itu kalau akulah pembunuhnya."Ucap Stevi sambil menodongkan pistol itu ke arah Erlyen dan terus berjalan maju hingga Erlyen terperangkap di dalam ruangan kosong itu.


__ADS_2