
Hari ini adalah acara perpisahan di sekolah mereka Mita sudah siap dengan kebaya yang di pakainya begitu juga kedua orang tuanya.
"Sayang kamu udah kasih tau ke temen-temen kamu belum? kalo udah pulang?" tanya Mamanya, kini mereka sedang sarapan bersama.
"Belum Ma, biar jadi kejutan aja lah," jawabnya sambil tersenyum, semalam Ifa menghubungi nya namun Dia sudah tidur jadi tidak sempat mengangkatnya.
"Ya sudah ayo habiskan makannya, udah jam 8 takut nya telat," setelah selesai mereka pun pergi mengendari mobil dengan supir.
"Nanti Mita gak pulang bareng ya ada urusan dulu, Mama sama Papa duluan aja," ujarnya.
"Oke kalo gitu, Mama mau ke Butiq dulu," jawabnya, karna semenjak di Turki Dia hanya mengetahui dari Ami saja.
Sedangkan Papanya juga akan ke Apartemen Bayu dulu sebelum pulang karna hari sabtu kantor libur.
Mereka pun sampai di sekolah Mita, kini mereka bergabung dengan Orang tua murid yang lain di Aula, Mita juga menghampiri teman-temannya yang sudah duduk cantik disana.
"Maaf kamu siapa?" tanya Zahra heran, karna ada gadis cantik duduk di dekat mereka,Mita pun hanya tersenyum.
"Udah lah Ra, ngapain juga loe tanya-tanya mungkin Dia teman angkatan kita, mana kita tau satu persatu kan siswa di sini banyak," ujar Ifa sambil merapihkan bajunya,mereka belum menyadari kalo itu adalah Mita sahabatnya.
"Boleh kenalan tidak?" tanya Mita menahan tawanya.
"Gue Zahra, ini Ifa teman gue," jawabnya, dan Mita pun mengulurkan tangannya.
"Kenalkan gue Mita," Mita pun tak tahan ingin tertawa.
"Ko kaya kenal ya sama suaranya," ucap Ifa meneliti penampilan Mita, hinga Matanya tertuju pada gelang persahaban mereka yang Mita pakai.
"Mita lo Mita temen kita iya kan?" Ifa pun memeluk Mita yang ada di samping Zahra,sedangkan Zahra hanya melongo.
"Apa maksud loe Fot? bukanya Mita masih di Turki ya?" Zahra pun heran dan tidak percaya temannya yang selalu memakai kacamata tebal itu sekarang menjadi bidadari.
"Gue emang Mita sahabat kalian, Maaf gak ngasih kabar gue semalem sampai dari Turki," jawabnya, membuat Zahra histeris.
"Ya Tuhan Demit loe cantik banget sumpah, gue sampe gak ngenalin loe," ujarnya memeluk erat sahabatnya itu.
"Udah gak usah lebay, liat acara mau di mulai sebaiknya loe diam nanti kita lanjut lagi ya," ujar Ifa .
Acara sambutan pun dimulai, kepala sekolah mengucapkan terimakasih kepada para guru dan juga murid, Beliau juga berterimakasih kepada orang tua murid karna sudah melahirkan anak-anak yang cerdas.
__ADS_1
Tak lupa Mc pun memanggil siswa berprestasi yang selalu mengharumkan nama sekolah salah satunya adalah Mita.
"Kita panggil mahasiswa dan mahasiswi yang berprestasi salah satunya adalah siswa dengan nilai terbaik, ParaMita silahkan kedepan," Mita pun melirik orang tuanya, mereka pun mengangguk Mita pun naik keatas panggung .
Sedangkan para siswa dan siswi merasa kagum dengan kecantikan Mita siang ini, mereka memuji nya cantik.
Begitu pun dengan Adit matanya tak berkedip, Dia tidak menyangaka Mita akan berubah menjadi bidadari seperti itu.
"Udah biasa aja liatnya," seru Sandy menyenggol tangannya.
"Diem loe," jawabnya kesal.
Kepala sekolah pun menyerahkan sebuah medali dan juga piala kepada Mita.
"Selamat ya Mita, Bapak do'akan semoga kamu selalu sukses dan bisa mencapai cita-cita mu," ujarnya menjabat tangan Mita.
"Terimakasih," jawab Mita tersenyum menyambut tangan kepala sekolah.
Mita pun memberikan beberapa patah kata.
"Terimakasih semuanya, terutama para Guru-guru juga teman-teman selalu membimbing saya memberi semangat untuk saya, dan juga kepada orang tua saya terimakasih banyak saya cinta kalian," Mita pun turun dari panggung dan menghampiri teman-temanya kembali.
kau membuat ku berantakan
kau membuat ku tak karuan
kau membuat ku tak berdaya
kau menolakku, acuhkan diriku
Bagaimana caranya untuk
meruntuhkan kerasnya hatimu
ku sadari kutak sempurna
ku tak seperti yang kau ingikan
Kau hancurkan aku dengan sikapmu
__ADS_1
tak sadarkah kau telah menyakitiku
lelah hati ini meyakinkanmu
Cinta ini membunuhku....
***
Lagu pun selesai dan Adit pun tersenyum, selesai menyanyikan lagu Sorak sorai dan tepuk tangan pun meriah terdengar.
Mita pun tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, walaupun mereka sudah putus Mita selalu bahagia melihat senyuman Adit, itu yang Mita rasakan sedari dulu,satu minggu lebih tidak bertemu membuatnya rindu.
Waktu pun sudah mulai siang, Orang tua mereka pun mulai bubar termasuk orang tuanya Mita.
"Kamu pulang sama siapa?" tanya Bu Fatma.
"Mita bareng sama mereka Ma," jawabnya melirik kedua temannya itu,tak lupa menyerahkan buket bunga dan piala yang di dapatnya.
"Mita pulang sama kita, tante jangan khawatir ya kita pasti jagain Mita, saya bawa mobil kok, kita bertiga ada urusan sebentar," ujar Zahra.
"Iya, nanti kita langsung pulang ko kalo udah selesai," tambah Ifa, sedangakan Mita hanya diam saja.
"Ya sudah kalo gitu, kita pamit ya kalian hati-hati bawa mobilnya," ujar Pa Ali, meninggalkan mereka.
Setelah mengantar orang tuang tuanya keparkiran mereka pun kembali ke dalam sekolah.
"Emang mau pada kemana sih? gue gak betah pake baju kaya gini," ujar Mita.
"Udah loe ikut aja,nanti kita kasih tau, sekarang kita poto dulu bareng mereka untuk kenang-kenangan," ujar Zahra melirik teman-teman sekelasnya.
Di sisi lain orang tua Mita berpapasan dengan orang tuanya Adithia.
"Pa Edi, apa kabar?" ujar Pa Ali memeluk sahabatnya itu, sedangkan Istri mereka tersenyum dan lanjut cipika cipiki.
"Baik, kalian bagaimana?" jawabnya setelah melepas pelukannya.
"Kita juga baik, gimana kalo kita ngopi mungpung ada waktu luang," usul Pa Ali dan mereka pun mengangguk.
Mereka pun mengendarai mobil masing-masing, menuju Resto terdekat.
__ADS_1