Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#50


__ADS_3

Adit tak langsung mengantar Mita pulang melainkan Dia mengajaknya ke Cafe Stroberi yang Sandy maksud tadi.


Mereka pun langsung masuk dan sudah ada Sandy duduk sendiri di sana.


"Dit sini," ucap Sandy mengajak Adit duduk di sana.


Mita hanya diam saja tak bersuara, Dia masih kesal kepada Sandy dengan apa yang di lakukannya pada Zahra tempo hari.


Mereka pun duduk bersama, di satu meja Mita benar-benar malas namun apa boleh buat Dia harus menemani Adit di sana.


"Mita loe masih marah sama Gue?" tanya Sandy.


"loe pikir aja sendiri, selamat loe menang setelah menyakiti hati sahabat gue dan loe pasti seneng kan Dia pergi jauh dari gue," ucap Mita kesal.


"Sayang sabar," ucap Adit mengelus pundak Mita.


"Maksud loe apa, selama satu minggu ini gue berusaha nemuin Dia dan minta maaf tapi Zahra selalu menghindar," sesalnya.


"Gak usah lagi loe urusin Zahra, sudah cukup loe bikin Dia marah dan asal loe tahu Dia pindah keluar negri demi bisa melupakan penghianatan loe,"


"Itu tidak mungkin, gue tau betul Zahra kaya gimana," ujarnya.


"Terserah loe yang jelas gue gak mau lagi temenan sama loe," ujar Mita, Adit hanya menyimak pertengkaran mereka, Dia yang notaben nya tidak tau apa-apa hanya bisa diam saja.


"Mita plis loe gak tau yang sebenarnya," Sandy pun membela diri.


"Dengar ya Sandy seberapa dekat nya loe dengan Adit gue gak peduli dan gue gak bakal larang kalian berteman, tapi jangan pernah berharap gue dan yang lain bisa maafin kesalahan loe," ucar nya, Mita pun berdiri dan pergi begitu saja.


"Sayang mau kemana, gue tinggal dulu nanti gue kabari loe kalau ada waktu," ujarnya mengejar Mita dan meninggalkan Sandy sendiri.


Adit pun berlari mengejar Mita yang sudah ada di tempat parkir.


"Sayang kamu tenang ya, maaf aku gak tau kalian lagi ada masalah," ujarnya.


"Ga papa aku udah ngeluarin kekesalan aku sama Dia, jadi ayo pulang," ujarnya.


"Baik lah, " Mereka pun menaiki motornya dan meninggalkan Cafe .


Tak berapa saat kemudian mereka berhenti ditempat parkir. "ko berhenti di sini sih?" tanya Mita, karna motor nya berhenti di Restoran.

__ADS_1


"Ayo turun kita makan siang dulu di sini, pasti kamu laperkan?" ujarnya.


"Aku gak laper," jawabnya.


"Ayo gak usah bohong walaupun kamu ngambek tapi harus punya tenaga juga," ujarnya.


"Aku gak ngambek ya," kilah nya, dan Adit pun hanya tersenyum.


Mereka pun masuk ke dalam dan memesan beberapa makanan dan minuman.


"Ayo makan, atau mau di suapin?" ujar Adit terus membujuk Mita yang tampak tak berselera makan.


"Ayolah sayang jangan seperti ini, kita bisa mengunjungi Zahra kalo libur semester," ucap Adit.


"Benarkah?" tanya Mita berbinar.


"Tentu saja, ayo habiskan makanan kamu," ucap nya Mita pun akhitnya mau makan makanannya.


Setelah selesai Dia mengantar Mita pulag ke rumahnya karna mulai sore.


Aku langsung pulang ya, kamu masuk gih," ujar Adit, Mita pun masuk ke dalam rumah. setelah itu Adit langsung tancap gas meninggalkan rumah Mita.


Keesokan harinya Mita pun seperti biasa di jemput oleh adit di rumahnya.


"Maaf aku sedikit telat tadi kesiangan bangunnya," ucap Adit memberikan helm kepeda Mita.


"Tak masalah masih ada waktu juga," jawabnya, Dia pun naik ke atas motor dan segera berangkat.


Waktu sudah hampir telat karna macet di jalan, untung saja mereka bergegas Mita sampai beralari menuju kelas sebelum dosennya masuk.


Namun keberuntungan tak berpihak kepadanya , Dosen sudah masuk ke dalam kelas dan Dia pun terpaksa harus keluar takmegikuti mata kuliah pagi ini.


"sial kenapa sih dengan hari ini, tadi hampir aja terjatuh dari motor karna keserepet mobil, terus kecepretan air sampe baju ku kotor dan sekarang apa lagi ini baru juga berapa minggu kuliah di sini udah bikin telat."batinnya.


Mita pun masuk ke perpustakaan, Dia duduk di sana sambil membaca buku, hingga tak terasa hampir dua jam berlalu saat akan membuka leptopnya terlihat Email masuk dari Angga, Dia mengirimkan materi yang di bahas dosen tadi dam juga tugas yang Dosen itu berikan.


"terimakasih Angga kamu penyelamat pagi ini walaupun aku gak ikut kelas tapi kamu benar benar baik mau ngirimin beberapa soal dan materi yang Dosen sampaikan," gumannya.


Mita pun mengerjakan tugasnya meskipun sedikit tak mengerti.

__ADS_1


Setelah selesai Dia keluar dari sana menuju kantin menunggu kelas selanjutnya yang akan di mulai satu jam lagi.


Namun belum sampai Dia di kantin Dia berpapasan dengan Dosen yang terlihat garang itu.


"Mita ikut saya," Ucap nya, Mita pun langsung mengikutinya.


Mereka pun masuk ke ruang Dosen dan Mita berdiri saja tanpa berniat duduk ,Dia hanya memperhatikan Dosennya itu yang nampak sibuk.


"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Mita.


"Duduk dan kirimkan tugas minggu lalu ke Email saya," ucapnya tegas.


Mita pun duduk dan mengambil leptopnya yang di bawanya di dalam tas, Dia pun segera menuruti apa yang di perintahkan oleh Dosennya tersebut.


"Sudah Pak, ada lagi?" tanya Mita, Dia sungguh ketakutan melihat wajah Dosen itu yang terlihat garang dengan kumisnya yang tebal


"Saya maafkan kamu kali ini, dan jangan pernah sekali-kali lagi kamu telat di kelas saya mengerti," tegasnya Mita pun mengangguk tanda mengerti.


"Terimakasih banyak pak Maafkan saya ini yang terakhir semoga kedepannya saya bisa lebih rajin lagi," sesalnya. Dia tidak tau kalo di jalan akan macet, Dia juga memikirkan bagaimana nasih Adit apa telat juga seperti dirinya.


"Dan untuk minggu depan kamu tanyakan kepada teman sekelas kamu tugas yang saya berikan," ucapnya.


"Baik pak, kalo tidak ada lagi saya permisi," ucapnya membereskan barang nya dan Dosennya itu menggangguk.


Mita pun keluar dengan perasaan lega, Dia bersyukur sekali karna tidak mendapat hukuman hari ini, Dia pun berjalan ke kantin menghampiri Adit yang sedari tadi menghubungi nya, untung saja ponselnya mode getar jadi Dia tidak terganggu saat bersama Dosen tadi.


Sudah nampak Adit duduk di sana sedang mengedot minumannya yang tinggal sedikit.


"Sayang maaf kamu nunggu lama ya," tanya Mita melihat Adit sedikit kesal.


"Kamu dari mana sih, aku ke kelas kamu tapi gak ada?" ucapnya dengan sedikit dingin.


"Maaf aku dari ruang dosen, tadi aku telat jadi gak di bolehin masuk kelas," jawabnya, Mita pun menyedot minumannya yang baru saja datang.


"Apa kamu kena hukuman?" tanya Adit merasa bersalah, namun Mita menggelengkan kepalanya.


"Syukurlah kalo begitu, maaf semua terjadi karna aku," sesalnya kalo saja Dia tidak kesiangan Mita gak mungkin telat.


"Tidak apa-apa," ucap Mita tersenyum sambil mengusap tangan Adit yang menggenggam satu tangannya.

__ADS_1


__ADS_2