Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#22


__ADS_3

Sore itu pulang sekolah Adit mampir ke rumah Mita, Dia sengaja ingin minta mqaf padanya.


"Permisi," sapa Adit di depan gerbang setelah memencet bel beberapa kali, namun tidak ada tanda-tanda ada orang,hingga datang lah Art nya Mita membuka gerbang.


"Iya, Mas nya cari siapa?" tanya Bibi.


"Mita nya ada Bi, saya teman sekolahnya ada perlu," ujarnya.


"Maaf Mas, Non Mita sedang pergi bersama orang tuannya," jawab Bibi.


"Kemana ya bi?" Adit pun makin penasaran.


"Menengok Neneknya ke Turki, katanya sih akan lama di sana," jawabnya membuat Adit prustasi.


"Oh begitu ya Bi, ya sudah saya permisi terimakasih banyak,"


"Iya Mas sama-sama,"Bibi pun menutup dan mengunci lagi gerbang, sedangkan Adit segera menacap gas dan meninggalkan rumah Mita.


"Ah sial, Mita kamu pasti sengaja kan ninggalin gue," gerutu nya, untung saja Dia memakai helm kalo tidak di sangka orang gila bicara sendiri.


Setelah beberapa menit Adit pun sampi di rumah nya, Dia segara masuk kamar dan membersihkan diri.


Di sisi lain Ifa sedang berada di kantor Abang seperti biasa Dia akan ada pemotretan untuk produk Disto terbaru nya Abang, kali ini Dia harus memakai baju cample bersama Orang lain, biasanya dengan Adit namun Adit ada urusan.


"Sebenarnya Adit kenapa sih gak biasa nya kaya gini?" tanya Abang, karna Adit selalu propesional.


"Gue juga gak tau, ketemu tadi pagi aja itu juga nanyain Mita," jawab Ifa yang sedang bersiap.


"Ya sudah biar Boy yang gantiin Adit, udah gak ada waktu lagi," ucarnya dan Ifa pun mengangguk.


Sudah satu tahun terakhir Ifa menjadi model dari Distro yang Abang pasarkan, lumayan pikir Ifa bisa nambah-nambah uang saku,walaupun orang tua nya terbilang kaya tapi keluarga nya biasa saja, uang jajan tidak banyak.


Orang tua Ifa, tidak membiarkan anak-anak nya boros dan hidup berhura-hura cukup 50 ribu sehari itu pun plus untuk bensin.


"Udah selesai nih gue langsung balik ya, udah sore," ucap Ifa membereskan tasnya.


"Gak balik bareng gue?" Abang menawarkan tumpangan.

__ADS_1


"Gak lah loe lupa gue kan bawa motor, dah gue duluan," ucapnya.


"Eh tunggu gue mau tanya sesuatu," ujjarnya, Ifa pun mengurungkan niat nya untuk pergi.


"Kakak loe ko gak aktip-aktip ya ponselnya gue jadi cemas," ujarnya.


"Mungkin sibuk, kan sekarang balik lagi ke Resro nya Mas Febri, loe tau kan Mas Febri mau nikah jadi Teteh yang bantuin semuannya," Ujar Ifa dan Abang pun mengangguk.


Ifa pun pulang menaiki motor metiknya, setelah sampai di rumah sudah ada Adit di duduk di depan rumahnya.


"Ngapain loe disini, tadi aja waktu kita butuh loe malah gak ada, untung aja ada Ka Boy yang gantiin elo," ujar Ifa kesal.


"Sorry gue lupa, Abang marah gak sama gue?" ujar Adit, memang Dia benar-benar lupa karna pikirannya tertuju pada Mita terus, Dia juga lupa mengisi batre ponselnya.


"Gak tau, loe mau apa?" tanya Ifa karna sudah tau kalo Adit ada sesuatu yang penting.


"Mita kasih tau loe gak kalo Dia pergi ke Turki?"


"Gak, cuma Dia pernah bilang ke kita kalo mau liburan ke sana sebelum masuk kuliah, tapi kelulusan aja belum masa udah pergi aja?" ujar Ifa heran, Mita juga tadi telpon tidak bicara apa-apa pikirnya.


Adit pun pulang ke rumah nya dan segera masuk kamar, Dia pun mencoba menghubungi Mita lagi namun ponsel nya masih tidak aktip.


Adit pun bergabung dengan kedua orang tuanya, namun tak terlihat Abang bersama mereka.


"Malam Yah, Bun, mana Abang?" tanya Adit seraya duduk di kursi makan.


"Malam juga nak, Abang belum pulang, katanya masih ada kerjaan mungkin sebentar lagi," ucap Bunda Cici .


Mereka makan dengan tenang, hingga tak terasa makanan itu habis,Adit pun izin kepada orang tuanya keluar sebentar, menemui Sandy.


Adit pun mengendari motor sport nya menuju Cafe yang Sandy maksud.


Setelah beberapa menit akhirnya Dia sampai, dan sudah ada Sandy di sana.


"Hay San dah lama loe, sorry gue telat," ujarnya duduk di hadapan Sandy.


"Gue juga baru sampe nyantai aja, ada apa sih malam-malam ngajak gue ketemuan?" ujar Sandy heran.

__ADS_1


"Gue lagi gabut, banyak pikiran makanya ngajak ketemu kita nongkrong lah,"


Mereka pun memesan kopi dan juga cemilan, tak lama kemudian pelayan pun datang membawa pesanan mereka.


"Gimana loe tadi jadi kerumah Mita? " Sandy pun penasaran, karna Adit tadi langsung pergi.


"Gak ada, kata Art nya lagi pergi bersama orang tuanya ke Turki," jawabnya.


"Terus rencana loe gimana selanjutnya?" Sandy pun ikut bingung.


"Gak tau yang jelas sampai kapan pun gue gak mau berurusan dengan Lisa dan keluarga nya," Ujarnya, sungguh Dia sangat kesal kenapa ada wanita yang seperti itu.


"Sebaiknya loe tenang, mudah-mudahan aja Mita cepet balik, selama itu loe harus pura-pura kalo hubungan kalian baik-baik saja, jangan sampai Lisa tau kalo kalian udah putus," ujarnya, dan Adit pun mengangguk.


Setelah ngobrol panjang lebar akhirnya mereka pulang, Adit pun sampai ke rumah jam 11 malam,dan rumah pun sudah sepi dan terkunci seperti biasa Adit membawa kunci cadangan jalan kebelakang .


Saat menutup pintu Adit di kagetkan dengan suara Abang yang berdiri di depan kulkas.


"Dari mana loe? Keluyuran jam segini baru pulang?" tanya Abang yang sedang mengambil air.


"Sstt diem, loe tuh kaya hantu ya, untung gue gak jantungan, ngapain sih malam-malam di dapur gak ada kerjaan apa loe?" ujar nya seraya mengelus-elus dadanya.


"Hhaaha rasain loe, emang enak makannya jangan kaya maling masuk ngendap-ngendap gitu," ujar nya terkekeh, sedangkan Adit hanya cemberut.


"Kenapa loe lagi ada masalah sama cewek loe?" Abang pun ikut duduk di kursi makan.


"Diem loe, gue lagi mumet jangan tambah pusing," jawabnya sebal.


"Alah gaya loe, udah tidur sana udah malem gue juga mau balik ke kamar," ucapnya meninggalkan Adit sendiri.


Adit pun melangkah masuk ke dalam kamar nya, dan melihat ponselnya terlihat Mita aktip beberapa menit yang lalu.


Dia pun segera menghubungi nya, namun Mita tidak mengangkat nya.


"Ah sial," gumannya.


Adit pun ke kamar mandi sebelum merebahkan tubuhnya di kasur.

__ADS_1


__ADS_2