
Mereka sampai di sana siang hari setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, Mita hanya diam saja dari tadi.
"Akhirnya sampai juga," gumannya melepaskan helm.
Mita pun bergabung dengan yang lain yang sudah sampai duluan.
"Minum Mit nih kelapa muda baru di petik abah gue dari pohonnya," ucap Zahra menyodorkan dua buah kelapa muda untuk Mita dan Adit yang baru datang.
Mereka duduk di depan rumah, ada tempat lesehan terbuat dari papan, mereka duduk di sana sambil melihat hamparan sawah.
"Gue kaya nya betah deh tinggal di sini, tempat nya enak jauh dari tetangga pula," ucap Ifa.
"Gue juga, kaya nya tinggal di desa lebih menyenangkan," timpal Mita tersenyum.
Mereka pun di suguhi makan siang oleh Nenek dan Kakek nya Zahra.
"Baru datang udah langsung di suruh makan tau aja nenek loe Ra, kalo gue udah laper," ujar Vito semangat.
"Bukan loe aja kali yang laper kita juga perjalanan menguras tenanga," timpal Agus.
"Ya udah yuk makan, jangan banyak ngomong," ucap Zahra mengambilkan nasi dan lauk untuk Sandy.
Sedangkan Mita dan Ifa hanya saling melirik.
"Kalian gak ambilin buat pacar kalian?" ujar Sandy menggoda.
"Cuma Kita aja yang gak punya pasangan cung," ujar Vito duduk diluar bersama Agus.
"Tenang nanti kita cari, kaya nya banyak cewek cantik di sini," ujar Agus.
"Bagus juga ide loe," mereka pun tertawa.
Sedangkan di dalam rumah suasana sepi, tidak ada yang bicara Zahra dan Sandy pun ikut keluar tinggal empat orang yang di sana.
Mita menghabiskan makan nya lebih dulu dan berjalan kedapur membawa piring bekas untuk di cuci.
Mita sengaja menjaga jarak dari Adit agar bisa cepat melupakannya.
Mita pun melihat ke luar rumah, terlihat Abah sedang berdiri jauh dari sana, Kita pun penasaran dan berjalan kesana.
"Abah lagi apa?" ucap nya melihat Abah di dekat empang,Mita pun mendekat .
"Lagi kasih makan Lele, biasanya yang beli suka datang pagi-pagi sekali jadi Abah kasih makan dulu," ucapnya.
"Oh gitu ya, pantesan banyak banget ternyata untuk di jual,"
"Iya Neng , ayo masuk di luar masih panas," ucap nya.
Mita pun mengangguk, namun Mita hanya duduk di bangku di bawah pohon tanpa niat bergabung dengan yang lain.
__ADS_1
Dia memainkan ponselnya dan memotret empang yang ada di depannya untuk di jadikan status di wa dan IG nya.
Tanpa Mita sadari Adit sudah duduk di dekat nya memperhatikan Mita yang terlihat cantik dengan rambut nya yang tertiup angin.
Mita pun menoleh saat merasa ada yang memperhatikannya.
"Ehh sejak kapan loe di sini," ucap nya salah tingkah, seraya memperbaiki rambutnya.
"Dari tadi," jawabnya melihat lurus kedepan.
"Oh... "
"Kamu kenapa sih ko diemen aku terus, apa aku masih punya salah sama kamu? "
"Tidak... tidak ada," jawabnya, Mita pun memasukan ponselnya kedalam saku jaketnya.
"Mita aku tau kamu masih sayang sama aku, tapi kenapa Mit kamu gak mau balikan lagi sama aku, kamu tau aku tersiksa harus seperti ini," ujarnya.
"Maaf Dit, aku gak mau kamu kecewa aku di jodohkan dengan teman bisnis Papaku , jadi lebih baik kamu cari wanita lain," ucapnya sendu.
"oh jadi ini alasannya, gue kira loe tau Mit kalo yang di jodohin sama loe itu gue, gue kerjain ahh." batinnya.
Adit pun tersenyum, melihat Mita yang tertunduk lesu.
"Kita balikan ya, aku akan merjuangin kamu dan aku juga akan yakinin orang tua kamu agar merestui kita,"
"Aku gak tau harus gimana, aku gak mau bikin Papa sama Mama kecewa,"
"Ehmmm... " Sandy pun berdehem mengagetkan mereka, Mita pun melepasakan pelukannya dan menundukan wajahnya yang tersipu malu.
"Cieee... udah baikan nih sekarang," ujarnya menggoda, sedangkan Zahra hanya cekikikan.
"Apaan sih loe ganggu aja, mana yang lain?" tanya Adit.
"Gak tau, tadi katanya mau jalan-jalan ke depan, tapi kalo Ifa masih di depan rumah sama Rey, kaya nya mereka juga lagi berantem deh," jawab Zahra.
"Kenapa sih sayang temen-temen kamu itu gak ada yang harmonis kaya kita, marahan mulu baru yang ini akur eh itu mulai," ucap Sandy.
"Udahlah, jangan begitu biarkan saja nanti juga baik lagi, pinter banget s Ifot cari cowok gue kira Dia gak bakal move on dari Zaki, eh tau nya udah ada yang baru," ujar Adit.
"Udahlah jangan ngomong gitu masalah hati siapa yang tau," ujar Mita.
Setelah berbincang mereka pun masuk rumah karna hari sudah mulai gelap.
Para wanita sholat magrib di rumah, sedangkan para laki-laki ikut Abah ke musola untuk berjamaah.
Mereka pun makan malam bersama, setelah para wanita membantu Nenek memasak di dapur.
Malam semakin dingin, Mita, Zahra dan Ifa tidur di satu kamar.
__ADS_1
"Kapan-kapan kita kesini lagi ya, tapi jangan ajak cowok-cowok," ujar Ifa.
"Emang kenapa sih, loe masih marahan ya sama Rey?" tanya Mita, sedangkan Zahra hanya menyimak.
"Gue gak tau harus gimana, gue pikir Dia gak bakalan ikut kita ke sini, siapa yang ajak Dia ya ko sampe tau kita mau kesini?" ucap Ifa kesal.
"Sorry gue yang kasih tau, soalnya Dia maksa," jawab Zahra lesu.
"Udah Ra, loe jangan merasa bersalah gitu semoga dengan mereka bersama bisa membuat mereka baikan lagi," ujar Mita.
"Terserah kalian aja lah," jawab Ifa cemberut.
"Yah jangan marah dong, gue traktir nonton konser deh gimana?" ucap Zahra.
"Serius loe, awas bohong," ucap Ifa.
"Tentu saja gue serius tenang ada Mita yang bayar," ujar Zahra terkekeh.
"Ah sial kenapa jadi gue sih," jawab Mita, mereka pun tertawa .
Para lelaki pun tidur di satu kamar berhimpitan, memakai kasur lantai sebagian karna tidak cukup.
***
Pagi harinya,
Mereka pun berbincang hangat di depan rumah.
"Dingin banget ih gak kuat mandi kaya nya," ujar Vito.
"Iya bener gue juga sama," timpal Agus.
"Ah kalian ini sama-sama jorok, liat nih gue udah seger," ucap Sandy yang baru saja dari kamar mandi.
"Rey loe gak mandi?" tanya Adit melihat Rey hanya diam saja.
"Mana bisa Dia kaya kita-kita, anak sultan gitu loh, biasanya mandi air hangat berendam di dalam bathup airnya juga pake sower dong mana bisa mandi di sini pake ember dan gayung," ledek Vito, karna Dia tau dari dulu Rey anak yang manja.
"Enggak ko, bukan gitu gue kan nunggu antri kalian duluan nanti giliran gue," kilahnya.
Rey pun akhirnya mandi, meskipun tak nyaman tapi Dia berusaha santai.
para wanita membantu Nenek memasak di dapur sedangkan Laki-laki ikut Abah ke ladang mengambil sayuran.
"Kenapa sih harus pake kayu bakar nek buat bikin nasi liwet nya?" ucap Ifa yang sudah memerah matanya karna asap.
"Jauhan atuh neng jangan dekat-dekat biarin tu api nya biar ga kena mata asap nya," ujar Nenek.
"Iya parah loe mah kaya anak kecil aja pake main api segala, gak takut kebakar loe," ucap Zahra meledek.
__ADS_1
"Mit sini liat tuh ikan nya pada berenang semua, kapan mati nya ya," ujar Zahra membuat semua tertawa.
"Rara sini nenek contoin ya cara nya bersihin ikan bukannya gitu sayang," Nenek pun membantu Zahra mencuci ikan sampai bersih.