
Apa yang orang lain pikirkan tentang kita kalau cintaku kau gantung terus seperti ini Lyen?
Leonard memeluk erat bahu wanitanya itu sambil membisikkan kalimat kalimat yang membuat Erlyen tersenyum.
"Aku mau lihat sekuat dan sesabar apa kamu menungguku?"Jawaban Erlyen membuat Leonard kaget bukan main.
"Jadi kamu masih mau bermain dengan perasaanku Lyen?"Tanya Leonard tak percaya.
"Hmm mungkin seperti itu Leo!!"Jawab Erlyen cuek.
"Sayang,janganlah kau gantung terus cintaku aku sudah tak sabar lagi ingin mengarungi bahtera rumah tangga bersama kamu sayangku...!!"Ucap Leonard sambil membelai rambut wanita cantik itu.
"Leo!"Panggil Erlyen lirih.
"Iya sayang ada apa?Bilang padaku!"Ucap Leonard lagi.
"Berjanjilah kalau kamu takkan pernah meninggalkanku di saat kamu lagi merasa emosi atau merasa marah karena aku sangat sedih kalau itu terjadi padaku."Ucap Erlyen lagi.
"Dengarkan aku sayang,bukan aku saja yang harus mendengarkan perkataanmu tetapi marilah kita harus saling memahami satu sama lain dan tidak boleh egois dan tetap jaga komunikasi yang baik agar kita selalu saling mengingatkan satu sama lain ketika kita menghadapi masalah."Sanggah Leonard lagi.
"Iya aku paham Leo,tapi jaman sekarang kebanyakan pria mengandalkan rasa egois dan emosi mereka untuk menjadi pembangkang bahkan menjadi seseorang yang sangat di benci oleh wanitanya. Oleh sebab itu sebelum berkomitmen kita harus membicarakan hal ini,karena aku takut masa laluku kembali menghantuiku ketika kita berada di posisi terendah dan emosi kita memuncak aku ingin kita saling mengalah bahkan kalau bisa kamu harus mengalah padaku walaupun kamu benar dalam hal ini dan aku salah."Ucap Erlyen panjang lebar.
"Kok bisa gitu Lyen?"Ucap Leonard mencoba memancing emosi Erlyen.
"Iya seperti itu...aku harus menang dan aku tidak ingin kalah dan memgalah."Jawab Erlyen lagi membuat hati Leonard kaget dengan ucapan Erlyen.
"Berarti yang egois itu kamu dong Lyen?"Ucap Leonard lagi.
"Bukan aku tapi kamu Leo?"Jawab Erlyen seakan tak mau kalah.
"Loh?kok malah aku Lyen?"Leonard mengulang lagi perkataannya tadi.
"Iya kamu Leo,aku tak mau berdebat sama kamu Leo please!"Ucap Erlyen mengalah dan hendak melepaskan diri dri pelukan Leonard tetapi tak dilepaskan oleh pria itu.
"Loh siapa yang berdebat sama kamu Lyen?"Ucap Leonard membuat Erlyen ingin tertawa.
"Ih kamu ini!"Ucap Erlyen sambil menggigit lengan Leonard yang sangat kekar dan merupakan idaman semua wanita.
Erlyen dengan sangat gemas menggigit lengan pria itu dan pria itu hanya diam dan menikmati sensasi gigitan wanita kesayangannya itu.
__ADS_1
"Sayang...!"Panggil Leonard lirih.
"Hmm...!"Erlyen hanya mendehem karena tak ingin gigitannya terlepas dari mulutnya.
"Sayang...ayo aku ajak kamu jalan jalan terserah deh mau kemana?"Ucap Leonard sambil mengecup kening Erlyen dengan sangat lembut.
"Aku mau ke Mall yang paling besar di kota ini dan ingin berbelanja sepuasnya."Ucap Erlyen dan melepaskan gigitannya yang membekas di lengan Leonard.
"Sayang kamu seperti vampir saja suka sekali menggigit."Ujar Leonard sambil menatap lengannya yang penuh dengan bekas gigitan Erlyen.
"Aku akan menggigitmu setiap hari..."Jawab Erlyen sambil bersiap siap mau menerkam lagi.
"Sayang aku boleh bilang sesuatu?"Ucap Erlyen tiba tiba duduk tepat di hadapan Leonard.
"Iya boleh mau bilang apa?"Tanya Leonard penasaran.
"Aku mau bilang sekaligus minta ijin,apa boleh aku sendirian ke mall sambil naik busway dan menikmati kesendirianku sayang?"Ucapan Erlyen membuat kernyit dahi Leonard.
"Apa kamu yakin sayang?"Tanya Leonard sambil mengangkat alis mata bagian kirinya.
"Percayalah padaku aku pasti bisa kok sayang..."Ucap Erlyen penuh keyakinan.
"Iya yakin banget."Jawab Erlyen sambil tersenyum dan tiba tiba melabuhkan sebuah ciuman di pipi Leonard.
"Baiklah aku ijinkan tapi jangan sampai sore ya karena aku tak bisa kalau tak ada kamu di sisiku sepanjang hari."Ucap Leonard sambil memeluk erat tubuh Erlyen dan mengecup kening wanita yang sangat membuat hatinya berbunga bunga setiap saat itu.
^_^ ☆☆☆☆^_^☆☆☆☆
Setelah berpamitan Erlyen pun berangkat menuju ke arah halte busway untuk menunggu busway.
Ketika busway datang ia pun langsung beranjak meninggalkan halte dan masuk ke dalam busway itu.
Ia pun mendapatkan tempat duduk tepat di dekat jendela.
Tak berapa lama naiklah juga seorang pria tampan bertubuh atletis dan berwajah garang tapi sangat tampan.
Pria itu menatap sekelilingnya dan matanya menatap dengan intens wajah Erlyen yang sementara duduk dengan santai dan menatap ke arah luar jendela sambil sesekali tersenyum dengan bahagia.
"Hmm,akhirnya aku bisa menikmati kesendirianku ini tanpa adanya bodyguard bayangan dan pengawasan dari Leonard."Gumam Erlyen dalam hati.
__ADS_1
Erlyen akhirnya mengambil sebuah pensil dan sebuah buku kecil dimana ia akan memulai kembali menulis novel yang ia sukai sejak dulu.
Ia sangat berbakat dalam menulis dan melukis serta membuat desain desain gaun gaun yang sangat cantik.
Ketika sedang asyik ia tak sadar kalau sepasang mata sedang menatapnya dengan sangat intens.
Ia tak merasa kikuk karena ia tak menyadari tatapan mata itu.
Ia pun menyandarkan kepalanya di sandaran kursi dan mulai menulis apa yang ia pikirkan.
Tak berapa lama busway yang ia tumpangi mendadak sopirnya menginjak rem sehingga membuat semua penumpang berteriak termasuk Erlyen,ia pun kaget bukan main karena baru pertama kali mengalami hal itu.
Dan ia juga panik karena pensilnya yang dipakai untuk menulis dan menggambar hilang entah dimana.
Ia pun memperbaiki duduknya dan mencari di bawah kolong kursi tapi tak kunjung ia temukan sampai akhirnya ia dibuat kaget oleh sebuah suara bariton yang sangat maskulin.
"Apakah ini milikmu?"Ucap Pria tampan itu sambil menyodorkan pensil dan pena itu pada Erlyen.
"Eh iya betul itu pensil dan penaku,terima kasih ya?"Ucap Erlyen sambil mengulurkan tangan untuk menerima pensil dan penanya itu tapi langsung di tepis oleh pria itu.
"Eits tidak sekarang tapi setelah kamu memperkenalkan dirimu dulu."Ucap Pria itu sambil menatap dengan dalam wajah Erlyen.
"Kok bisa kayak gitu?"Ucap Erlyen terbata.
"Iya aku mau seperti itu."
"Baiklah namaku Erlyen,apa sudah cukup?"Ucap Erlyen lagi pada pria itu.
"Nama yang cantik,boleh aku minta nomor ponsel kamu?"Tanya Pria itu lagi.
"Maaf aku tak bisa memberikan sembarang nomor kontakku pada orang lain."Jawab Erlyen lagi sambil tersenyum.
"Aku harap kamu tak keberatan untuk mengembalikan yang bukan milikmu."Ucap Erlyen sambil tersenyum.
"Baiklah ini pena dan pensilmu,aku harap di lain waktu kita bisa bertemu lagi dan semoga saja kita berjodoh."Ucap pria itu sambil tersenyum dan tatapan matanya sangat dalam pada Erlyen.
^_^^_^_^♡♡♡♡♡♡^_^_^_^_^☆☆☆☆☆
To be continued guys
__ADS_1
Jangan lupa like komentar dan vote ya guys terima kasih...🥰🙏