Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#57


__ADS_3

"Sandy ngapain loe disini?" tanya Mita.


"Mita.. ko loe bisa ada di sini sama siapa?" tanya Sandy, Dia gelagapan melihat Mita ada di sana.


"Jawab gue, jangan banyak alesan loe?" tanya Mita ketus, Dia masih kesal kepada Sandy karna menyakiti sahabtnya.


"Gue. .. anu.. itu gue," Sandy pun tidak bisa menjawab.


"Bro liat siapa yang menang," ucap seorang laki-laki berjaket hitam menepak pundak Sandy yang ternyata itu Irwan teman satu kampus mereka


Mita pun menengok ke arah arena balap dan memencingkan matanya saat Adit turun dari motor besar nya dan Mita tak habis pikir ternyata Adit dan Angga yang menjadi peserta balapan, Dia juga melihat Lisa dan geng nya.


"Adit, Angga, apa sebenarnya yang terjadi? dan Lisa juga ada di sini." gumannya.


Mita pun menyusul Sandy yang menghampiri mereka, Dia ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya.


"Selamat Bro loe emang terbaik," ucap Irwan, dan Adit pun tersenyum.


Sedangkan Mita hanya memperhatikan mereka tanpa bersuara.


"Dengan kemenangan gue kali ini, loe jangan pernah usik Mita lagi dan jangan dekat- dekat lagi dengan Mita," ucap Adit.


"Gue gak pernah usik hidup Dia, kita hanya berteman dan loe tahu itu, gue bukan pria pengecut yang menghalakan segara cara agar bisa di cintai wanita, gue pria sejati yang akan selalu nepatin janji, gue siap keluar dari kampus jika itu perlu," ucap Angga.


Angga sangat berbeda dengan penampilannya yang tanpa kacamata, Dia terlihat lebih dewasa.


"Bagus kalo loe tahu diri," ucap Adit.


Mita tak habis pikir dengan Adit kenapa juga harus taruhan balap motor segala, membahayakan saja kalo celaka siapa yang rugi pikirnya.


Mita pun pergi dari sana, dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Gimana, apa yang kamu lihat?" tanya Yoga menyalakan mobilnya.


"Apa yang Aa tahu tentang mereka, apa cuma Mita aja yang gak tahu kalo Adit suka balapan liar?" tanya Mita berkaca-kaca.


"Sudahlah jangan menangis, nanti Aa jelaskan di rumah," ujarnya.


Mita pun malah terisak Dia merasa kesal dengan Kakak nya itu.


"Tunggu bentar ya, Aa beli cemilan dulu," ujarnya berhenti di depan mini market.


Mita pun hanya diam, dan tak menjawab.


Yoga pun masuk ke dalam dan membeli beberapa cemilan kesukaan adiknya itu.

__ADS_1


Namun saat akan kelur Dia berpapasan dengan Anisa dan seorang Pria.


"Maaf saya tidak sengaja," ucap Anisa.


"Tidak apa-apa Mba, mas maaf saya yang salah," ucap Yoga dan laki-laki itu hanya mengangguk.


Sedangkan Anisa terus menatap Yoga yang tersenyum sambil memunguti barang-barang nya , itu samua tak luput dari pengawasan Mita hingga Dia pun berniat membantu kakaknya itu.


"Aa gak papa?" tanya Mita keluar dari mobil membantu kakaknya itu.


"Gak papa sayang, ayo masuk diluar dingin," ucap Yoga, Dia sengaja memanggil Mita sayang di depan Anisa.


Sedangkan Anisa menatap nya sendu, seolah tak rela Yoga dengan wanita lain.


"Ayo masuk malah bengong," ucap Pria itu menarik Anisa ke dalam minimarket.


Mita membantu Yoga membawa barang-barang nya ke dalam mobil,Mereka pun segera pulang kerumah.


"Aa tunggu," ujar Mita setelah meletakan belanjaannya di dapur.


"Ada apa?" tanya Yoga yang sudah naik ke tangga.


"Jelasin dulu yang tadi ihh," ujarnya mengusul Yoga ikut naik ke tangga.


Mereka pun berjalan bersama dan Yoga mengajak Mita duduk di balkon kamarnya.


~Flasback~


Beberapa hari yang lalu Yoga bersama teman-temannya tak sengaja lewat ke tempat balapan tadi, Dia tak sengaja melihat Adit ada di sana.


"Kamu tau dari mana kalo di sini sering ada balapan liar?" tanya Yoga kepada Rian temannya.


"Sudah lama, biasanya mereka mengadakan taruhan sejumlah uang atau hanya untuk menguji nyali saja," jawab Rian, mereka berhenti agak jauh dari kerumunan.


Tak sengaja Yoga melihat sekilas Adit ada di sana, Dia yang penasaran pun mendekati kerumunan.


"Kita undur minggu depan, Angga tidak bisa hadir malam ini," ucap Sandy.


"Baiklah, kalo begitu aku pulang duluan," ucap Adit.


"Tapi Bos, ini masih sore apa bos gak mau coba motor gue baru dimodifikasi," ucap Salah satu peserta.


"Baiklah kalo begitu, siapa yang mau melawanku malam ini?" ujar Adit.


"Lawan gue Dit, udah lama gue gak ikut main," ucap Sandy.

__ADS_1


Dan mereka pun melajukan motornya, Yoga yang penasaran pun bertanya kepada seorang pria di sana.


"Mas balapan liar ini apa sering terjadi di sini ?" tanya Yoga hati-hati.


"Iya Mas, udah lama tapi kita hanya seru-seruan saja biasalah anak muda cuma mau ngetes motor saja, cuma minggu depan ada acara taruhan Bos kami dengan teman kampusnya dengar-denger sih mamperebutkan cewek," ucapnya.


"Oh begitu ya, apa Adit bos kalian?" tanya Yoga.


"Iya Dia bos di bengkel tempat kami bekerja," jawabnya.


Setelah bertanya Yoga pun segera pergi meninggalkan tempat itu.


Flasback off~


"Oh jadi gitu ceritanya?" tanya Mita.


"Kamu bilangin sama Dia, jangan lagi balapan liar gak jelas kaya gitu gak baik apalagi kalo sampai ada patroli bisa bahaya," ucap Yoga.


"Iya nanti Mita coba bilang ke Dia, yang tadi siapa? kayanya Mita pernah liat?" tanya Mita.


"Yang Mana?"


"Itu cewek tadi, kalo gak salah Dia Dokter yang nangani Mamanya Ka Rey, Iya Mita ingat sekarang,"


Dia ingat saat mengantar Ifa menjenguk Mama nya Rey , Anisa yang menjadi dokter pribadinya.


"Rey siapa?" tanya Yoga.


"Itu pacarnya Ifa, Tahu kan temen aku yang cerewet itu loh," ujarnya, dan Yoga pun mengangguk.


"Apa Aa kenal dengan dokter Anisa?" tanya Mita.


"Iya," jawab Yoga malas.


"Apa wanita itu yang membuat Aa patah hati?" tanya Mita, dan Yoga pun hanya terdiam.


"Masih banyak wanita lain di dunia ini A, jangan menyerah mungkin Dia bukan jodoh Aa," ucap nya.


"Iya Aa juga tahu, Aa udah lupain Dia ko Aa masih menunggu wanita manis yang tak sengaja menabrak Aa di bandara," ucap nya tersenyum.


"Aa tahu namanya siapa?" tanya Mita, dan Yoga pun menggelengkan kepalanya.


"Ahh dasar, jangan terlalu berharap A siapa tahu wanita itu sudah menikah," Ucap Mita.


"Aa sih berharap nya belum, dan berharap bisa bertemu lagi suatu saat nanti karna hanya Dia yang mampu menggetarkan hati Aa," ucap nya.

__ADS_1


"Mita berdo'a semoga Aa bisa menemukan wanita yang baik dan bisa nerima Aa apa adanya," ucap Mita.


"Makasih ya, kamu adik kakak yang terbaik semoga kamu juga bisa selalu bahagia dengan Adit," ucap nya mengelus kepala Mita yang bersandar di dadanya.


__ADS_2