Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
Menjelajah


__ADS_3

Pagi pagi sekali sekitar pukul 5 pagi Erlyen merasakan tubuhnya sangat berat,entah apa yang terjadi ia tak tahu rasanya berat sekali matanya.


Rasanya ingin tidur lagi. Ketika ia mengerjapkan matanya yang pertama kali ia lihat adalah pria tampan netra biru yang selama ini selalu bersmanya di setiap waktu di kala susah dan senang.


Erlyen pun menatap wajah itu dan dengan lembut ia pun mengelus rahang dan wajah pria itu.


"Aku sudah nyaman berada di dekatmu dan aku harap ini akan terus berlanjut sampai kita menua bersama."Ucap Erlyen sambil menunduk dan mengecup kening Leonard.


Leonard merasakan sebuah kecupan panjang di keningnya,lantas ia tak langsung bangun tetapi ia masih saja sengaja memejamkan matanya agar ia tahi seberapa besar cinta Erlyen pada dirinya.


Leonard masih memejamkan matanya dan tiba tiba ia merasakan getaran yang sangat dalam pada dirinya dan jantungnya berdetak lebih cepat dari awalnya karena Erlyen mengecup keningnya dan melanjutkan mengecup ke bibirnya dengan sangat lembut.


"Maafkan aku yang mencuri ciumanmu."Ucap Erlyen sambil menyelimuti Leonard dan kemudian ia pun bangkit berdiri dan menuju ke tenda tempat dapur mereka untuk memasak sarapan pagi.


Leonard yang merasakan ciuman itu pun bangun dan memegang pipinya serta keningnya.


"Ah bahagianya aku apabila aku benar benar mengalami dengan penuh kesadaranku."Gumam Leonard dan langsung ia pun bangun dari tidurnya dan berjalan menuju ke tenda dimana Erlyen sedang memasak sarapan untuk mereka.


Ia pun melangkah ke arah tenda dimana Adrian berada ternyata Adrian tak ada di dalam tendanya.


"Dimana dia?"Tanya hati Leonard.


Ketika ia akan melewati tenda Ditta ia melihat sepatu Adrian terletak di depan tenda Ditta,ia pun melangkah mendekati tenda itu dan mencoba melihat melalui lubang angin kecil itu dan apa yang ia lihat sungguh sangat menakjubkan.


"Oo,rupanya kalian berdua juga sudah saling jatuh cinta ya?Aku harap kita semua masing masing memiliki pasangan sehingga Adrian tidak lagi ikut campur tangan dengan urusan adiknya."Gumam Leonard dalam hati.


Ya ini merupakan suatu keajaiban dari Tuhan,aku harap kedepannya Adrian tifak lagi mencampuri urusan pribadi adiknya karena aku tak ingin hubungan kami menjadi belenggu bagiku.


Leonard pun melangkah memasuki tenda dimana Erlyen sedang memasak untuk sarapan pagi mereka.


Dengan penuh mesra ia langsung memeluk erat tubuh ramping Erlyen dan seketika Erlyen pun kaget dan berbalik.

__ADS_1


"Leo,kamu mengagetkan aku saja aku harus masak secepatnya biar kita bisa menikmati indahnya sunrise."Ucap Erlyen sambil mencoba melepaskan pelukan dari pria tampan itu.


"Kamu mandi saja dulu kan bagus sayamg biar aku bisa fokus memasak please Leonard jahil amat sih?"Ucap Erlyen memelas.


"Jahilnya sama kamu dong sayang... I love you sayang."Ucap Leonard dan langsung mengecup kening Erlyen dengan penuh kasih sayang.


"Sayang sudah cukup,aku mau lanjut masak dulu keburu siang kita tidak bisa melihat matahari terbit dari ufuk timur sayang."Ucap Erlyen manja.


"Baiklah sayang aku mandi dulu ya?"Ucap Leonard mengalah dan melepaskan pelukannya kemudian melangkah pergi meninggalkan Erlyen memasak sarapan mereka.


"Ditta kok belum bangun bangun ya apa yang dia lakukan semalam sampai pagi segar seperti ini ia belum juga bangun."Ucap Erlyen pada dirinya sendiri.


"Ah sudahlah mungkin dia lagi kecapaian karena perjalanan kemarin...baiklah Erlyen semangat ya kamu harus secepatnya memasak agar selesai sebelum.matahari terbit."Erlyen memberi sugesti pada dirinya sendiri dan ia pun melanjutkan masaknya.


**


Erlyen sedang asyik bergumul dengan alat alat masak ia tak tahu kalau sedari tafi Leonard masih saja menatapnya dengan penuh pesona,Leonard melihat lihainya Erlyen saat memasak.


"Wanita idaman aku banget,aku sayang kamu sepenuh hati dan hidupku hanya untuk mencintai dan memilikimu selamanya. Marilah kita membuat perjanjian kalau kita akan menua bersama dan hidup bahagia bersama selamanya."Ucap Leonard dengan suara lantang.


"Sayang tak bisakah aku dibiarkan menatap pujaan hatiku memasak?Aku tak ingin melewatkan moment moment seperti ini tanpa melihatnya kamu tahu gak kalau aku sangat mencintaimu?"Leonard balik bertanya membuat lidah Erlyen kelu dan tak bisa berkata kata lagi.


Erlyen pun membiarkan Leonard menatapnya karena kalaupun disuruh pergi pasti kembali mengintai dari lubang angin tenda itu.


"Sayang kok diam aja sih?"Tanya Leonard pada Erlyen.


"Udahlah sayang aku lagi malas berdebat sama kamu sayang. "Jawab Erlyen lagi membuat Leonard tertawa penuh kemenangan.


"Kok ketawa sih?"Erlyen menatap curiga dan tanpa sadar pisau dapur yang sementara ia pegang mengiris luka tangannya.


"Aduh...perih...!!"Erlyen setengah berteriak membuat Leonard langsung mwlompat dan menerjang masuk ke dalam tenda dan meraih tangan mungil yang jari telunjuknya teriris pisau itu.

__ADS_1


"Sayang sakit banget ya tahan ya aku akan mengobatinya. "Ucap Leonard sambio mengeluarkan serbuk untuk memyembuhkan luka dari dalam saku celananya.


Dengan cekatan ia pun menaburkan obat serbuk itu pada luka tersebut.


Butuh lima menit untuk kering dan toba tiba luka itu pun mengering dengan sendirinya dan Leonard langsung memeluk Erlyen penuh kerinduan.


"Sayang kamu lihat obat ini apa yang kamu tahu tentang obat ini?"Tanya Leonard pada Erlyen tapi Erlyen hanya menatapanya saja tanpa berkedip sedikitpun.


**


Akhirnya mereka berempat menuju ke puncak gunung dan mereka membawa serta makanan yang akan mereka makan di sana.


Leonard dan Adrian membawa ransel berisi makanan yang sudah di masak oleh Erlyen.


Sedangkan Erlyen dan Ditta membawa air untuk mereka minum.


Walaupun berat mereka tetap saja membawanya.


Setelah berjalan sekitar Dua puluh mwnit mereka pun tiba diatas puncak gunung itu dan unting saja mereka cepat sehingga mereka bisa menikmati indahnya sunrisw pagi itu langsung dengan mata kepala mereka sendiri.


Ditta bersandar pada dada Adrian sedangkan Erlyen duduk sambil bersandar di dada Leonard.


Sungguh sangat indah mereka pun menggunakan tripod untuk menjadi fotografer untuk diri mereka sendiri,dan hasil jepretannya subgguh sangat menakjubkan mata yang memandang.


Mereka berempat kemudian makan bersama dan foto foto kemudian menjelajah lagi hutan diatas gunung itu dengan penuh rasa bahagia.


"Kak Adrian kapan mau melamar Ditta Kak?adek udah gak sabar pengen punya kakak ipar."Ucap Erlyen tiba tiba dan suaranya menggema ditengah hutan diatas gunung itu.


******


Tbc

__ADS_1


to be continued


bersambung ya guys...


__ADS_2