
Erlyen pun kembali ke mansion mewah Leonard,sebelumnya ia tak lupa mengunjungi anak perempuan semata wayangnya di rumah kedua orang tuanya.
Sesampainya di rumah ternyata Baby Kirana dan sang ibu tak berada di rumah sehingga ia pun bertanya pada Adrian kakaknya via chat.
"Kak! Kirana sama mama kemana ya sekarang aku dirumah tapi gak.ada siapa pun di rumah!"Tulis Erlyen dan segera ia mengirimkannya ke Adrian.
"Hai Dek apa kabarmu?Long time no see!Kakak lagi di Jepang sekarang ada urusan bisnis coba me butik mama saja mungkin lagi di butik."Balas Kak Adrian via chat whatsapp nya.
"O gitu ya baiklah Erlyen langsung ke butik aja ya Kak,btw selamat bekerja semoga sukses selalu!"
"Iya Dek hati hati di jalan ya Dek?"Balas Adrian lagi.
☆☆☆☆☆
Erlyen pun menggunakan gojek ke butik mamanya.
Sesampainya dì halaman butik ia melihat ada sebuah mobil yang tak asing berada di parkiran butik mama Elaine.
Ia pun segera turun dari Gojek dan membayarnya,lalu ia berjalan dengan langkah perlahan dan mendekati ke arah pintu utama tetapi ia tak langsung masuk ia masih melihat dari celah pintu ternyata di sana ia melihat Kirana sedang di gendong oleh mama Elaine dan di kursi sofa itu duduklah Mama ya Albert dan juga isteri Albert.
Sepertinya mereka sedang memesan gaun di butik mama Elaine.
Erlyen hanya diam dan tanpa melakukan sebuah gerakan yang aneh.
Ia hanya terdiam dan melihat apa yang terjadi di dalam ruangan itu.
Tiba tiba Kirana minta diturunkan agar ia boleh bermain bebas dengan boneka boneka miliknya yang tergeletak di lantai.
Mama Elaine pun menurunkan Kirana dari gendongannya dan membiarkan bayi kecil itu merangkak dan bermain do sekitar ruangan itu.
Mata mama Albert menatap tajam ke arah bayi itu dan berkata"Bu,ini anak ibu kah?"Tanya Mama Albert pada Mama Elaine.
"Oo itu cucu saya Bu,baru berusia 1 tahun lebih Delapan bulan."Ucap Mama Elaine tanpa rasa curiga.
__ADS_1
Begitu pun demikian Mama Albert juga tak tahu kalau Kirana adalah cucunya juga.
"Cantiknya!"Puji Mama Albert pada Kirana.
Kirana pun tertawa dan ngoceh ngoceh dengan mama Albert dan wanita di sampingnya itu alias isteri dari Albert.
"Hei Nak,kapan kamu bisa memberikan ibu cucu?Ibu sudah tidak sabar ingin menimang cucu sekarang."Ucap Mama Albert pada wanita disampingnya yang bernama Mila itu.
"Sabar ya Mam,nanti juga akan tiba waktunya saya untuk hamil."Jawab Mila sambil mencubit gemas Baby Kirana.
"Uhhh sayang kamu sangat menggemaskan!"Ucap Mila sambil mengecup pipi Kirana.
"Iya benar sekali bayi ini sangat menggemaskan,wajahnya mirip seseorang tapi ibu lupa siapa?"Ucap Mama Albert sambil mencoba mengingat ingat dengan mengernyitkan keningnya tapi tetap saja ia tak mengingatnya.
"Ah sudahlah mungkin orangnya sangat pelit sampai sampai wajah dan namanya saja aku lupa."Ucap Mama Albert pada Mila.
"Jeng,pesananku yang tadi aja ya gaun warna silver metalik dan berumbai panjang semata kaki,samain juga dengan menantuku Jeng."Ucap Mama Albert lagi.
"Dua minggu lagi kami kembali kesini untuk mengambilnya."Mama Albert membuat janji untuk pengambilan gaun gaun mereka berdua.
"Baiklah Jeng,nanti saya kabari ya kalau sudah selesai."Ucap Mama Elaine lagi dan memberikan nota untuk kedua pelanggannya itu.
"Kami pamit ya Jeng,nanti di infokan saja lewat whatsapp."Ujar Mama Albert sambil mengambil tasnya dan mereka tak lupa mengecup pipinya Kirana dengan gemas.
"Da da baby cantik?!"Ucap Mila sambil berlalu dan pergi keluar dari ruangan itu.
Ketika melihat kedua orang itu keluar dari ruangan butik itu, Erlyen pun keluar dari persembunyiannya dan melangkah masuk ke dalam ruangan itu.
Ketika masuk ke dalam rumah ia disambut oleh mama Elaine dengan wajah yang sangat bahagia dan penuh kegembiraan.
Baby Kirana juga demikian sangat gembiranya,bayi perempuan itu merangkak dengan cepatnya dan memeluk kaki Erlyen dan dengan secepat kilat Erlyen pun menggendong Kirana dan memeluk serta mengecupnya berulang ulang.
"Kiran,Mama rindu, sangat rindu Kiran."Ucap Erlyen sambil memeluk erat bayi kecilnya itu dan mengecupnya lagi berulang ulang.
__ADS_1
Erlyen pun mengecup pipi mama Elaine dan memeluk erat tubuh wanita itu.
"Mama,Lyen rindu banget mam,beberap hari terakhir ini Lyen pengen datang tapi keadaan lagi kacau dan Leonard tak mengijinkan Lyen untuk keluar rumah."Ucap Erlyen sambil tersenyum dan kembali mengecup pipi wanita setengah baya itu.
"Bagaimana keadaan papa mam?"Tanya Erlyen pada Mama Elaine.
"Papamu lagi di kantornya. Kamu mau berkunjung ke sana Nak?"Tanya Mama Elaine pada Erlyen.
"Iya Mam,Lyen makan siang sama papa di kantornya ya,sekarang Lyen ganti pakaian dulu."Ucap Erlyen langsung berjalan ke kamar mandi dan berganti pakaian yang rapi dan keluar dari kamar ganti itu sudah dalam keadaan yang sangat rapi dan cantik.
"Mam,ada mobil yang nganggur mam?"Tanya Erlyen lagi pada Mama Elaine.
"Ada yang Tesla lagi nganggur kamu yang hati hati ya di jalan,jangan ngebut nak."Ucap Mama Elaine pada Erlyen lagi.
"Baiklah mam tenang aja,semua akan baik baik saja,Erlyen berangkat ya Mam,bye bye Kiran mama jenguk opa dulu ya?"Ucap Erlyen sambil mengecup pipi bayi gemoy itu dan keluar dari ruangan itu menuju ke parkiran mobil milik mamanya dan langsung masuk ke dalam mobil Tesla warna hitam itu dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
Beberapa menit kemudian ia telah tiba di gedung tinggi milik papanya itu dan ia pun memarkirkan mobilnya di tempat parkir.
Ketika hendak masuk ke lift ia tak sengaja melihat pria itu sedang berjalan dengan beberapa orang anakbuahnya.
Pria yang bernama Reagan itu baru saja mendapat tanda tangan kontrak dari perusahaan Papa Jayadi,dan terlihat jelas senyum kemenangan di bibir seksinya itu.
Erlyen pun berjalan seolah tak melihat pria itu,ia pun pergi melewati pria itu dan anakbuahnya.
Ketika ia sudah lewat siluetnya tak sengaja dilihat oleh Reagan sehingga dengan secepat kilat Reagan langsung berlari ke arah lift dimana Erlyen masuk tetapi liftnya sudah tertutup.
"Ah,mungkinkah dia bekerja di perusahaan ini?Ataukah aku salah melihat orang lain?"Gumam Reagan sambil mengusap matanya berharap itu hanya ilusinya semata.
"Maaf Tuan pintu keluarnya disana,"ucap sekertarisnya Reagan sambil mempersilahkan Reagan untuk kembali melewati jalan keluar yang sebenarnya.
☆♡☆♡☆♡♡☆♡☆♡☆♡☆♡
To be continued guys 💙
__ADS_1