
Adit pun menghampiri pedagang sorabi dan memesan 10 biji untuk dirinya dan teman-teman nya itu pun harus mengantri dengan warga lain nya.
"Masih lama ya bu?" tanya Adit pegal berdiri di sana.
"Bentar lagi A, gini aja Aa nya tunggunaja di rumah nanti suami saya antarkan," ujar Ibu itu.
"Baiklah bu, saya tinggal di rumah Pak Ruslan," jawab Adit menunjuk tempat mereka.
"Iya A nanti di antarkan kan saja kasian kalo harus nunggu lama," ucap Ibu itu ramah.
Jujur saja Adit juga sudah pegal berdiri terus, tidak ada tempat duduk di sana.
Adit pun beranjak dari sana, kembali lagi bergabung dengan yang lain.
Dilihat teman-temannya masih pada tidur, para wanita pun seperti nya masih pulas terlihat dari pintu kamar masih tertutup rapat.
.
Di tempat lain Mita juga sudah bangun mendengar berisik para tetangga yang akan berangkat ke ladang.
"Pagi sekali mereka bangun, padahal ini masih gelap," guman Mita.
Mita pun ke belakang untuk membasuh muka, terlihat teman-temannya masih pulas.
Terdengar suara ketukan dari pintu belakang, Mita pun mengusap wajah nya dengan handuk kecil berjalan membuka pintu.
"Pagi neng maaf mengganggu, baru bangun ya?" tanya Bu Rt.
"Iya bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya Mita.
"Ini ibu bawakan sarapan untuk kalian, maklum di kampung ada nya cuma beginian," ucap Bu Rt.
"Gak papa bu terimakasih banyak, ayo masuk dulu." ucap Mita mengambil nampan yang di bawanya.
"Ibu langsung pulang aja soal nya ada pekerjaan di rumah." ujar nya.
"Bu bentar saya mau tanya,"
"Iya Neng tanya apa?" jawabnya.
"Apa di sini ada yang jualan bubur?" tanya Mita.
"Tidak ada Neng, kalo ada yang jualan juga jarang ada yang beli, di kampung sebelah kalo mau nanti biar anak ibu yang antar ke sana," usul nya.
"Apa tidak merepotkan?" tanya Mita.
"Tidak apa-apa, Neng tunggu aja di pinggir jalan nanti anak Ibu ke sana,"
"Baiklah kalo begitu terimakasih banyak,"
"Iya Neng sama-sama, Ibu pamit ya,"
__ADS_1
"Iya bu terimakasih sekali lagi," ucap Mita melihat Ibu Rt sudah berjalan menjauhi nya.
"Siapa Mit?" tanya Vanya yang tiba-tiba ada di belakang nya.
"Ihh Vanya ngagetin aja tahu, nih bawa ke depan gue mau beli bubur dulu sebantar ke desa sebelah," ucap Mita.
Ternyata di atas nampan itu terdapat goreng singkong dan juga mendoan.
"Dari siapa nih?" tanya Vanya heran.
"Dari bu Rt, kalo kamu laper makan aja duluan jangan tunggu yang lain," ujar nya.
Nampan pun di letakan di atas meja yangada di ruang tamu oleh Vanya.
"Gue titip bubur nya ya jangan pake sambel," ujar nya.
"Oke gue berangkat sekarang ya,"
Mita pun berjalan melewati dua rumah dan tiba lah di jalan dimana Dia di suruh menunggu di sana, Mita pun membenarkan jaket nya karna masih pagi terasa dingin.
"Neng yang KKN di sini ya?" tanya seorang pemuda sudah duduk di atas motor.
"Iya maaf, apa Aa anak nya bu Rt?" tanya Mita.
"Iya kenalkan saya Deden, panggil saya A Deden," ucap nya mengulurkan tangan.
"Oh iya saya Mita, maaf ya merepot kan pagi-pagi udah di suruh anter saya," ucap Mita.
Mita pun naik motor metik itu, seperti nya baru pikir Mita.
"Pegangan Neng jalan nya jelek takut nya jatuh," ucap Deden.
Mita pun terpaksa memegang jaket yang di pakai Deden karna takut terjatuh.
Hanya sebentar mereka pun sampai di tempat bubur yang lumayan ramai itu.
Mita pun memesan 12 porsi untuk mereka, karna Deden tidak mau saat di tawari.
.
"Dari mana loe dit?" tanya Vito.
Adit pun menoleh dan mematikan kompor Dia ingin menyeduh kopi bersama yang lain setelah itu duduk di karpet.
"Beli sarapan tapi masih ngantri," jawab Adit duduk di sebelah nya sambil mengecek ponselnya yang tidak ada sinyal.
"Loe beli sarapan apa?" tanya Vito.
Belum sempat Adit menjawab sudah ada bapak-bapak yang menantarkan dua piring surabi dan satu kresek gorengan.
"Permisi A ini pesanan nya maaf ya lama," ucap Bapak itu tidak enak.
__ADS_1
"Mari masuk pak, tidak apa-apa teman saya masih pada tidur," ucap Adit mengambil piring tersebut di bantu Vito.
"Berapa semua nya?" tanya Adit mengambil dompet nya di atas meja.
"40 ribu A total nya," jawab bapak itu.
Adit pun menyerahkan uang pas padanya.
"Terimakasih Pak," ucap nya.
"Iya A sama-sama bapak langsung pamit ya," ucap Bapak itu.
Setelah kepergian Bapak itu Adit pun dan Vito pun mulai sarapan, terserah lah teman-temannya mau sarapan atau tidak.
Tiba-tiba Sandi dan yang lain nya bangun, langsung meminta sarapan kepada Adit.
"Wihh enak nih beli dari mana?" tanya tanya Kiki teman nya yang beda Fakultas.
"Beli di depan sana, ayo sarapan bersama gue sengaja beli banyak," ujarnya.
Mereka pun makan sambil berbincang hangat tak lupa satu gelas kopi yang mereka buat sendiri.
"San loe ko gak makan?" tanya Vito heran.
"Gue gak suka yang gituan, apa gak ada makanan lain yang di jual di sini?" tanya Sandy.
"Ada yang jual bubur di sebelah nya itu pun kalo ada, soalnya kata ibu-ibu kalo agak siang mah suka habis,"
"Oke kalo gitu gue kesana bentar ya, mudah-mudahan masih ada," ucap nya Sandy pun berjalan ke tempat pedagang bubur yang masih ramai.
Dia pun memesan satu porsi untuknya.
"Maaf A harus nunggu lama, Ibu layanin dulu s Neng yang pesan banyak." ucap Ibu itu dan Sandy pun mengangguk.
"Mita loe di sini juga?" tanya Sandy melihat Mita berdiri tak jauh dari nya.
"Iya San, ini lagi beli bubur buat anak-anak," jawabnya.
"Gue duluan dah dapet nih," ujarnya.
Sandy pun hanya mengangguk melihat Mita naik motor bersama seorang laki-laki.
"Siapa laki-laki itu?" batin nya.
Sandy pun kembali ke rumah dan bergabung dengan yang lain setelah mendapat kan bubur tersebut.
"Kalian udah mandi mau kemana?" tanya Sandy melihat Adit dan Vito sudah mandi dan rapih.
"Bukannya kita harus kumpul di balai desa, ini hari pertama kita di sini jangan bikin Dosen kita marah San, setidaknya kita harus datang tepat waktu," ujar Vito.
Sandy pun menghabiskan makanan nya dan bergantian mandi dengan yang lain.
__ADS_1
Jam 10 pagi mereka sampai di balai desa, mereka berjalan kali menuju kesana.