Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#87


__ADS_3

Mita kini sudah berada di atas pesawat hari ini mereka akan berlibur ke Korea selatan selama satu minggu ke depan.


"Sayang kalo lelah tidur aja," ujar Mita melihat suami nya.


"Gak papa ko lagian sebentar lagi kita mendarat,"ujar nya.


Tadi mereka sempat pamitan ke orang tua Adit lanjut ke rumah Mita bertemu dengan Mama dan Papa nya.


Akhir nya mereka pun sampai di sana dengan selamat, Mereka pun langsung menuju hotel.


Jarak dari Jakarta menuju Korea hanya beberapa jam saja setelah 2 kali transit akhir nya mereka sampai.


"Apa kamu lapar?" tanya Adit.Namun Mita menggelengkan kepala nya yang sedikit pusing.


Mita memang sudah biasa naik pesawat namun baru kali ini Dia merasa kan jet lag.


"Kamu masih pusing?" Mita pun mengangguk.


"Sini aku pijitin biar agak mendingan," Mita pun merebahkan tubuh nya dan menyimpan kepala nya di paha Adit.


Adit pun memijat pundak dan kepala Mita dengan pelan, membuat Mita tertidur di paha Adit.


"Kamu tuh aneh-aneh saja ya sayang, bukannya senang-senang malah tepar gini," ujar nya.


Setelah menunggu satu jam akhir nya Mita membuka mata nya, Dia melihat Adit pun tertidur bersama nya.


Mita pun bangun dan duduk di sebelah Adit, waktu sudah menunjukan jam 8 malam pantas saja Mita merasa lapar ternyata sudah malam.


"Sayang bangun, aku laper." ujar nya.


Adit pun membuka matanya, mendengar rengekan istri kecil nya itu.


"Ya sudah ayo bersiap kita makan di luar," ujar nya.


Mita pun masuk ke dalam kamar mandi segera membersihkan tubuh nya, setelah selesai kini giliran Adit yang mandi.


Mereka pun keluar dari hotel mencari Restoran halal yang ada di sana.


"Seru ya tempat nya rame, "


"Iya kamu tahu dari mana tempat ini sayang?"


"Rekomendasi dari Zahra katanya Dia udah dua kali berlibur kesini,"


"Pantas saja dari Kuala lumpur kan cuma satu kali transit," ujar nya.

__ADS_1


"Ya begitu lah, sayang aku mau makan di sana saja,"


"Ya udah ayo,"


Ternyata cukup mudah mencari makanan halal di sana, Mita dan Adit pun segera masuk ke kedai tersebut dan segera memesan makan malam mereka.


Komunikasi nya pun tidak sulit karna Mita menguasai bahasa mandarin, jadi tidak tetalu sulit mengartikan nya.


Setelah selesai makan mereka melanjutkan untuk jalan-jalan menelusuri tempat itu.


"Baru kali ini ya kita bisa jalan berdua kaya gini, biasa nya kan kalo mau liburan pasti deh ada aja yang pangen ikut," ucap Mita mengerat kan genggaman tangan nya.


"Iya tumben mereka gak pengen ikut biasa nya selalu sibuk ngerecokin,"


"Mungkin karna sekarang kita udah nikah kali, jadi mereka memberi kebebasan untuk kita," ujar nya.


"Emang kalo dulu kenapa, sama aja kan,"


"Ya beda lah, kita kan sekarang bisa tidur satu kamar gak kaya dulu, mungkin dulu mereka takut kalo kita satu kamar gitu,"


"Ahh mereka mah mikir nya terlalu jauh sayang, mana berani aku masuk kamar kamu sebelum halal," Mita pun hanya tersenyum.


"Udah malem sayang kita balik ke hotel yah, besok kita jalan-jalan lagi," ujar nya, melirik jam jangan nya sudah pukul 11 malam.


" Ya udah yuk,"


***


Keesokan hari nya Mita sudah bangun lebih dulu Dia segera membersihkan diri dan berdiri di depan jendela.


Pemandangan nya cukup indah, Mita menatap bangunan di sana sambil menyisir rambut panjang nya yang sedikit lembab karna Mita baru saja keramas.


Tiba-tiba tangan hangat memeluk perut nya yang hanya terbalut kaos topis dan juga hot pant di atas paha membuat kali mulus nya terlihat ****.


"Kamu wangi banget sih," ujar Adit mencium leher Mita.


"Ngagetin aja ihh, ayo mandi kita cari sarapan," ucap nya membalikan badan.


"Mandi bareng yukk," ucap Adit memelas.


"Gak mau aku kan udah mandi," Mita pun mendelikan matanya."udah mandi sendiri sana aku tunggu sambil siap-siap."


"Sayang aku liat kamu tadi udah sholat apa kamu udah selesai," tanya Adit.


"Hah..," Mita pun cengo harus menjawab apa."Itu emm iya," jawab nya gugup.

__ADS_1


Mita kira Adit tidak melihat nya, jeli banget ternyata mata nya.


Adit pun masuk kedalam kamar mandi, namun cuma mencuci muka dan gosok gigi.


"Lohh sayang kamu kok balik lagi sih?" tanya Mita heran, untung saja Mita belum membuka pakaian nya.


Niat nya Mita ingin mengganti baju nya dengan Dres, namun setelah Adit keluar Dia mengurungkan nya.


Di sana tidak ada kamar ganti jadi susah kalo mau ganti baju karna toilet nya di pake sama Adit.


Adit sengaja memilih penginapan yang tak terlalu besar, Dia hanya ingin menciptakan kehangatan bersama Mita.


Mita pun sama tak perlu mewah yang penting nyaman.


"Sayang aku udah nunggu loh dari kemarin-kemarin kamu gak kasian sama aku?" ucap nya memelas.


Mita pun merasa tidak enak Dia pun mendekatkan diri nya kehadapan Adit dan mengalungkan tangan nya di leher.


"Ayo aku sudah siap menjadi istrimu seutuh nya," ujar nya sambil menunduk menahan malu.


Pasti pipi nya sudah merona seperti tomat, Adit tersenyum melihat keberanian istri nya itu.


Adit pun mencium lembut bibir nya, dan terus ******* nya setelah kehabisan nafas mereka pun berhenti.


Ciuman yang awal nya lembut kini menuntut, Adit membawa Mita menuju ranjang Dia membaringkan Mita di sana.


Dan Kalian bisa lanjutin sendiri yah maaf adegan ini aku skip🙏🙏😁.


Jam 12 siang Mita membuka mata nya karna perut nya mulai keroncongan, ternyata begini rasa nya di perawani.


Badannya sakit semua apalagi bagian inti nya lumayan perih, ternyata Adit meminta lebih saat pelepasan pertama sehingga Mita mau tak mau melayani nya untuk yang kedua kali.


Mita pun melihat diri nya masih polos dan hanya tertutup selimut begitu juga dengan Adit, Dia menutup wajah nya dengan tangan karna malu seluruh tubuh nya di lihat oleh Adit.


"Sayang bangun aku leper," ujar nya karna benar saja perut nya sudah mulai keroncongan.


Adit pun menatap Mita sambil tersenyum, Dia hanya menunduk tak berani menatap wajah tampan suami nya itu.


"Kenapa hmm pipi kamu ko merah gini, apa kamu sakit?" goda nya namun Mita malah menyembunyikan wajah nya di dada Adit.


"Kamu mau godain aku lagi hmm, apa dua ronde belum cukup bagaimana kalo kita coba lagi sepertinya aku sangat ketagihan," Mita pun melototkan mata nya sambil menggeleng.


"Benar kata Vito ternyata rasanya gimana gitu pantas saja Dia gak bisa berhenti," tambahnya.


"Vito kan belum menikah," Mita pun malah salah pokus.

__ADS_1


"Ya begitu lah sayang pergaulan zaman sekarang, untung saja aku bisa jaga diri agar bisa jagain kamu hingga halal, ternyata semua terbayar sudah kamu yang pertama untukku begitu juga aku yang pertama untuk mu,"


Mita pun tersenyum sambil mengangkat tangan nya, Dia berusaha bangun namun rasanya sakit sekali.


__ADS_2