Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#56


__ADS_3

Mita belajar bisnis di kantor Ayahnya, Dia berusaha keras agar bisa menjadi pembisnis yang hebat sepeti Ayahnya beberapa bulan telah Mita lewati dengan bekerja keras di bekerja di kantor, meskipun jadwal kuliahnya padat tapi Mita berusaha mengejar waktu, bahkan kuliah bisa sampai malam karna terlalu sibuk di kantor.


Sedangkan hubungannya dengan Adit baik-baik saja, walau pun jarang bertemu Adit juga sama sibuk nya mengurus bengkel nya .


"Bagaimana apa kamu sudah mengerti?" tanya Bayu, selama di kantor Mita di awasi langsung oleh Bayu dan di bantu Agata sekertaris nya.


"Lumayan, tapi Mita masih ragu kalo harus ikut metting bersama yang lainnya," ucap Mita.


"Semangat dan kamu juga harus percaya diri, kamu termasuk orang yang mudah di ajari jangan menyerah," ucap Agata menyemangati.


"Baiklah terimakasih banyak," ucap Mita.


Waktu pulang pun tiba, Mita seperti biasa mengendarai mobil nya karna Adit sibuk tidak bisa menjemput nya.


Sesampainya di rumah, Mita kaget karna pintu sudah terbuka, Dia pun segera berlari masuk ke dalam rumah.


"Bibi.. bibi ada apa? " teriak Mita.


"Ada apa Non, ko teriak-teriak?" tanya Bibi keluar dari dapur.


"Kenapa pintu di biarkan terbuka?" tanya Mita.


"Ohh itu Den Yoga tadi mungkin lupa nutup," jawab Bibi.


"A Yoga pulang, kapan pulang? ko gak kasih tahu Mita?" tanya Mita heran.


"Tadi siang Non, Dia sama dua temannya mereka di taman belakang," ucap Bibi.


Mita pun bergegas ke taman belakang, ternyata benar mereka sedang berbincang hangat.


"Mita sini, ayo gabung," ajak Yoga melambaykan tangan nya.


Mita pun menghampiri mereka, Dia tidak percaya diri karna belum mandi dan masih memakai satelan kantor.


"Aa kapan pulang ko gak ngasih kabar dulu?" tanya Mita mencium tangan kakaknya itu.


"Maaf Aa lupa, " ucap nya sambil ngengaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Kenalkan ini teman-teman Aa, Rian dan juga Rizal," ucap Yoga.


"Salam kenal kak saya Mita, senang bertemu dengan kalian," ucap Mita mengulurkan tangan sambil tersenyum.


Mereka pun menyambut tangan Mita sambil tersenyum.


"Ya sudah kalian lanjutkan, Aku permisi ke kamar dulu," ucap Mita dan Mereka pun mengangguk, Dia pun meninggalkan mereka.


"Adikmu cantik juga, coba kau beritahu aku dari dulu sudah pasti Dia akan menjadi pacarku saat ini," Ucap Rizal terkekeh.

__ADS_1


"Ahh bisa saja kau Bang, mana bisa begitu mungkin Dia akan menjadi jodohku," timpal Rian yang sama terpesona nya dengan kecantikan Mita.


"Sudah-sudah jangan berebut, adik ku sudah punya pacar jadi kalian jangan bertengkar ya," ucap Yoga.


Mita pun masuk kedalam kamarnya, Dia membersihkan diri setelah itu menyelesaikan tugas kampus nya.


"Kepalaku kaya mau pecah, ngerjain ini itu pantas saja Aa gak mau saat Papa mau nyerahin perusahaan padanya ternyata begini rasanya," ujarnya membenarkan kacamatanya.


Tok.. tok.. tok..


Suara ketukan terdengar. "Mit, ini Aa," ucap Yoga di depan pintu.


"Iya masuk aja, gak di kunci ko," jawab Mita.


Yoga pun masuk ke kamar nya, dan duduk di sopa.


"Teman Aa udah pada pulang?" tanya Mita.


"Udah baru aja, kamu sih lama katanya mau gabung eh malah gak jadi." ucapnya.


"Maaf Mita banyak tugas dari kampus belum lagi dari kantor bikin pusing,"


"Makanya Aa malas, pas di suruh nerusin perusahaan sama Papa," jawabnya.


"Terus siapa yang nanti nerusin Mita kan cewek A masa mimpin perusahaan," ujarnya.


"Aa katanya punya pacar ko belum pernah di bawa ke sini?" tanya Mita, Dia penasaran sekali.


"Nanti ajalah kalo udah resmi, Aa gak mau salah pilih, Aa gak papa ko kalo mau di. langkahi biar kamu dulu nikahnya " jawabnya.


"Aku juga belum mau nikah ko, ya setidaknya nunggu lulus dulu lah biar gak pusing apa lagi nanti kalo punya anak," ujarnya, Mita membayangkan kalo Dia menikah sekarang dan masih kuliah takutnya Dia hamil sebelum lulus.


"Kamu belum makan malam kan, ayo makan dulu jangan kerja terus," ucap Yoga.


"Aa sendiri udah makan?" tanya Mita membereskan leptopnya.


"Belum, gimana kalo kita makan di luar aja, udah lama kita gak jalan bareng," ucap Yoga.


"Baiklah Ayo," Mita pun memakai jaket nya dan mengikuti Yoga yang jalan duluan .


Yoga mengemudikan mobil dan Mita duduk di sebelahnya.


Mereka pun jalan-jalan sambil melihat keramaian malam di taman kota.


"Kita makan seafood aja ya," ucap Yoga dan Mita pun mengangguk.


Mereka sampai di restoran Jepang ,setelah memesan makanan mereka pun duduk.

__ADS_1


"Gimana kabar Adit?" tanya Yoga.


"Baik, tumben Aa nanyain Dia?" tanya Mita.


"Hubungan kalian baik-baik saja kan?" tanya Yoga.


"Baik lah emang kenapa ko nanya nya gitu sih A?" tanya Mita.


"Gak Papa cuma tanya aja," ucap nya.


"Kenapa sih Aa mah gak jelas tau," ucapnya.


"Aa cuma gak mau adik kesayangan Aa di sakitin sama cowok yang sama," ujarnya.


"Adit baik ko, Aa tenang saja ya gak usah khawatir," ucapnya.


"O iya ngomong-ngomong kamu ko tadi pulang nya gak di antar sama Dia, emang Dia kemana?"


Pelayan pu datang membawa makanan untuk mereka.


"Aa kenapa sih gak biasanya banyak nanya kaya gitu, Dia sibuk lah A gk mungkin kan jagain aku 24 jam," ucap Mita sambil mengunyah.


"Ya bisa aja kan Dia bohong," ucap Yoga.


"Sebenarnya apa yang Aa tahu tentang Adit, kenapa Aa seolah gak suka sama Dia?" tanya Mita heran.


"Jangan di pikirkan habiskan makanan kamu, Aa mau ajak kamu ke suatu tempat," ujar Yoga.


"Baiklah,"


Mereka pun menghabiskan makan malam nya, setelah itu mereka pergi dari sana.


"Sebenarnya kita mau kemana sih A, udah malam tau," ujarnya melirik jam tangan nya sudah jam 11 malam.


"Ikut aja cuma bentar ko," jawabnya.


"Baiklah," Mita pun hanya diam selama perjalanan namun Dia juga penasaran mau di bawa kemana Dia.


"Ko kesini sih A, mau ngapain? bukanya ini tempat balapan liar?" tanya Mita melihat sekerumun orang di pinggir jalan.


"Iya, kamu bisa lihat mungkin saja ada yang kamu kenal di antara mereka," ucap Yoga.


"Maksud Aa apa, dari tadi ngomong nya gak jelas," ucap Mita keluar dari mobil tak lupa memakai masker nya, sedangkan Yoga menunggu saja di dalam mobil yang tak jauh dari sana.


Dia meneliti orang-orang yang ada di sana, ternyata benar apa yang Yoga katakan.


"Apa yang mereka lakukan? kenapa bisa ada di sini, sebenarnya apa yang terjadi?" batinnya.

__ADS_1


__ADS_2