
Setelah lelah mengantar Kaenan jalan-jalan Mita pun merebahkan tubuhnya di atas kasur, sungguh lelah sekali hari ini.
"Baru satu hari Dia di sini bikin aku darah tinggi terus gimana nanti," gumannya.
Setelah membersihkan diri Mita pun langsung terlelap dalam tidurnya.
Keesokan harinya...
Mita terbangun seperti biasa, Mita pun menghampiri orang tuanya yang sedang sarapan.
"Pagi Ma, Pah," sapanya.
"Pagi juga sayang, ayo sarapan dulu," ujarnya.
"Mana Kak Kaenan, apa Dia belum bangun?"
"Sudah tadi Papa liat Dia sedang berlari di halaman belakang," ujar Pa Ali.
"Ohh, sepertinya Kak Keanan sering olah raga, di lihat dari badannya aja bagus," ucap Mita tak sengaja memuji sepupu nya itu.
"Kamu ada kelas hari ini?" tanya Mamanya.
"Iya Ma, emang kenapa?"
"Gak papa sayang kamu pasti mulai sibuk kan?"
"Ya begitu lah Ma, ya udah Mita berangkat ya," ujarnya menyalami tangan kedua orang tuanya.
"Iya kamu hati-hati bawa mobil nya," ujar Papa nya.
"Iya."
Mita pun berangkat Kuliah membawa mobil nya.
Tak berselang lama Kaenan pun datang menghampiri orang tua Mita.
"Pagi Bibi, Paman," sapa nya.
"Pagi juga nak, ayo sarapan," ucap Bu Fatma.
"Apa Bibi sengaja membuat sarapan ini untuk ku?" tanya Ken.
"Tentu saja Bibi takut lidah mu tidak sama dengan kami, jadi Bibi buat kan Menemen kesukaan kamu," ujarnya.
Menemen merupakan makanan khas turki yang terdiri dari tomat, telur, paprika yang di masak dengan berbagai macam bumbu dan rempah ada juga yang memakai bayam dan keju juga sosis.
"Terimakasih banyak Bibi, kau memang terbaik," ujar nya langsung melahap makanannya.
"Mana Mita apa sudah berangkat?"
"Baru saja Dia berangkat, apa kamu ada perlu dengan nya?" tanya Papa Mita.
__ADS_1
"Tidak, aku hanya kesepian saja berada di rumah," jawabnya.
"Kamu bisa ikut paman ke kantor, siapa tahu saja kamu tertarik bekerja di sini," ujarnya.
"Tentu saja, aku ingin tahu kantor paman,"
"Baiklah segera bersiap Paman tunggu di sini,"
Kaenan pun mengangguk, Dia pun pergi ke kamar nya untuk membersihkan diri setelah itu bersiap ikut dengan pamannya.
30 menit berlalu Ken pun menghampiri pamannya yang sedang membaca koran.
"Ayo paman aku sudah siap," ujarnya.
"Mari,"
Mereka pun berangkat ke kantor, di antar supir.
.
Sementara Mita sudah sampai di kampus dari tadi, Dia sudah memulai kelas nya.
"Minggu depan kita sudah mengadakan KKN, untuk tempat dan kelompok kalian bisa tanya ke wali kelas atau Dosen pembimbing kalian," ucap Pak Burhan.
"Baik pak." jawab mereka serempak.
"Baiklah cukup untuk hari ini selamat siang," sambung nya.
Setelah kepergian Dosen itu mereka riuh dan mulai meninggalkan kelas.
"Aku belum tahu, semoga saja kita bisa satu kelompok," ujarnya dan Vanya pun mengangguk.
Selama satu tahun ini mereka berteman dekat, bahkan Vanya tak segan-segan curhat kepada Mita.
Kini mereka sudah ada di kantin untuk mencari makan siang.
"Mit gue dah dapet nih nama-nama anggota di kelas kita tapi kebanyakan beda jurusan."
"Apa kita satu kelompok?" tanya Mita melihat nama-nama itu.
"Iya kita satu kelompok, lihat Angga juga satu kelompok dengan kita," ujar Vanya melihat nama Angga tertera di sana.
Terdapat 12 orang dalam satu kelompok yang rata-rata Mita tidak mengenal nya.
"Oke kalo begitu besok kita diskusikan antar kelompok bagaimana baik nya," ujar Mita dan Vanya pun mengangguk.
Setelah selesai makan mereka pun masuk ke dalam kelas.
.
Adit sendiri sama memikirkan KKN, yang akan di adakan serentak namun Dia galau karna tidak satu kelompok dengan Mita.
__ADS_1
"Loe kenapa sih Dit?" tanya Sandy.
"Mita satu kelompok sama Angga dan itu membuat gue kesal," ujarnya.
"Kamu tenang saja banyak wanita di grup Mita, jadi jangan berpikir macam-macam mereka tidak cuma berdua,"
"Iya tapi tetap saja aku tidak suka, kalo saja ada teman satu kelas gue yang satu kelompok sama Mita pasti gue dengan senang hati tukeran," ujarnya.
"Sudahlah kita juga cuma beda desa, kita bisa ketemu juga," seru Sandy.
Setelah lama berbincang Adit pun menemui teman satu kelompok nya, mereka berdiskusi untuk acara tersebut.
.
Sore hari nya Adit mengajak Mita bertemu sebelum pulang, kini mereka duduk di tamab belakang kampus.
"Kamu udah tahu gak kalo kita gak satu kelompok?" tanya Adit.
"Iya, emang kenapa sih?" tanya Mita heran, tidak biasa Adit bicara serius seperti itu.
"Aku hanya tidak suka saja kamu satu kelompok dengan Angga," jawab nya jujur, dan itu membuat Mita tersenyum gemas. Hanya karna itu Adit uring-uringan gak jelas.
"Apa kamu gak percaya sama aku?" tanya Mita memberikan keparcayaan kepadanya.
"Entah lah, aku takut kebersamaan kamu dengan nya membuat mu lupa dengan ku," lirih nya, Mita tak habis pikir dengan Adit kenapa jadi seperti itu.
"Sayang kita cuma berpisah sebentar lagian kalo mau ketemu kan bisa, tempat kita juga gak terlalu jauh,"
"Aku akan berusaha sabar tapi kamu janji jangan dekat-dekat dengan pria lain apalagi Angga," ujar nya dan Mita pun mengangguk.
"Apa kamu satu kelompol dengan Lisa?" tanya Mita tiba-tiba, karna yang Mita tahu Lisa satu kelas dengan Adit.
"Tidak, Dia satu kelompok dengan Sandy dan juga Vito, emang nya kenapa hmm?" tanya Adit. Menaikturunkan alis nya membuat Mita gemas.
"Aku cuma nanya aja," kilah nya.
Dalam hati Mita merasa senang karna ulat bulu itu tidak bisa dekat-dekat dengan Adit, kalo satu kelompok kan bisa gawat gak tahu deh gimana nanti nya.
"Kamu tenang aja hati aku hanya milikmu, jangan pernah berpikiran macam-macam ya," ucap Adit.
"Iya iya aku tahu ko, tapi aku juga kan harus jaga-jaga takut nya ada PHO,"
"PHO apa?"
"Perusak hubungan orang,"
"Kamu tuh ada-ada aja ya, ayo aku antar pulang," ucap Adit.
"Tapi aku bawa mobil, gimana dong?"
"Ya udah aku antar kamu pulang bawa mobil kamu, biar nanti Vito yang bawa mobil aku,"
__ADS_1
"Oke kalo gitu, "
Mereka pun pergi meninggalkan kampus yang masih lumayan ramai.