Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
Nonton Bioskop


__ADS_3

**


Ya ampun aku terlambat bangun lagi gara gara mewek dengan film Turky Erkencikus itu ah aku tak tahu harus bagaimana padahal aku sudah janji sama ibu untuk pergi ke butik bareng ibu dan membantu ibu mendesain gaun pengantin untukku?


Apa yang harus aku lakukan sekarang?


Untuk sesaat aku terdiam sambil mengusap rambutku dan tanpa sadar seseorang telah berdiri tepat di hadapanku sambil mengulurkan tangannya dan membawaku ke dalam pelukannya.


Pria itu tak lain adalah Leonard,ia sedang menatapku dengan tatapan yang sebenarnya membuatku jadi kikuk karena tatapan matanya sangat intens membuatku tak bisa bernafas.


"Kamu kenapa sayang,bilang dong biar aku tahu apa yang kamu resahkan sekarang?"Tanya Leonard sambil mengeratkan pelukannya.


"Aku terlambat bangun,aku udaj hanji sama mama kalau hari ini aku akan menemani mama ke butik untuk mendesain gaun pengantin untukku Leo."Ucapku sambil mengangkat wajahku dan kutatap pria tampan bermata biru yang wajahnya sangat dekat sekali dengan wajahku.


"Tatap wajahku seperti ini terus sayang,aku akan menikmati keindahan karya Tuhan yang sangat indah ini."Ucap Leonard menggodaku.


"Ah Leo kamu bisa aja,aku kan jadi malu kalau di puji seperti itu."Jawabku tersipu malu.


"Jangan malu dengan calon suamimu sendiri Erlyen,kamu harus berani menatapku dan mulai belajar menjadi Nyonya Horowitz karena sebentar lagi kamu akan menjadi Nyonya muda di rumah kita ini sayang."Ucap Leonard lagi sambil tersenyum dan melabuhkan sebuah kecupan di kening Erlyen.


Erlywn hanya terdiam sambil tersenyum dalam hati dan tetap pada posisinya yang sekarang yaitu tetap dalam pelukan Leonard.


"Sayang,ayo kita ke rumah ibu sekaligus kita jenguk putri kesayanganku Kirana,sudah lama aku tak melihatnya rasanya rindu sekali aku padanya."Ucap Leonard sambil membelai rambut panjang Erlyen.


"Aku mandi dulu ya Leo?"Jawabku sambil berdiri dan melangkah ke arah kamar mandi.


"Baiklah jangan lama lama ya karena nanti jam satu siang aku ada meeting di kantor."Jawab Leonard mengingatkan aku agar jangan terlalu lama di kamar mandi.


Leonard sudah tahu kejelekanku kalau melihat air pasti waktu mandiku bertambah.


"Iya Leo khawatir amat sih."Jawabku sambil melangkah masuk ke dalam kamar mandiku itu.


Ritual pagiku pun berlangsung hingga setengah jam lebih membuat Leonard sudah tak tahan lagi dengan kelakuanku yang sangat lama itu.


"Sayang...kok lama amat sih,jangan lama lama sayang?"Ucapnya setengah berteriak.


"Iya bentar dikit lagi,aku kan harus melakukan semua ritual pagiku?"Jawabku masih dari dalam kamar mandi.


"Hmm,makhluk yang namanya perempuan memang susah sekali kalau masuk kamar mandi lamanya tiada duanya."Ucap Leonard pada dirinya sendiri yang sudah tak sabar menunggu diriku keluar dari kamar mandi.


"Ntar dulu sayang...!!"Jawabku dari dalam kamar mandi yang membuat ia pun hanya terdiam sambil meredam gejolak amarah dalam hatinya.


"Aku tahu kalau dia sangatlah dongkol tetapi aku sengaja tak mau tahu apa yang ada dalam hatinya,biarlah dia marah."Gumamku dalam hati.


Lima belas menit kemudian aku pun keluar dari dalam kamar mandi dengan santainya tanpa peduli dongkolnya Leonard padaku.


"Sayang kok lama banget sih mandinya aku bisa telat nih."Ucapnya tak bisa menahan gejolak amarah dalam hatinya.


"Maaf deh sayang,"ucapku sambil berlalu dari hadapannya dan masuk ke kamarku untul berganti pakaian.


Leonard pun masuk kamar mandi dan melakukan ritualnya. SebenarnyaLwonard bisa masuk kamar mandi di lantai satu tetapi hari ini keran di lantai satu lagi bermasalah makanya ia menungguku sampai selesai mandi.


Ia pun mengguyur tubuhnya menggunakan shower air hangat yang sangat menyegarkan itu membuat ia pun terlena dalam kamar mandi itu hingga setengah jam pula.


Aku pun tak tahan lagi menunggu dirinya dan langsung saja ku gedor gedor pintu kamar mandinya sambil ku panggil namanya "Leo,lama amat sih?"


"Sabarlah sayang...emang enak menunggu itu."Ucapnya seakan dendamnya terbalaskan.

__ADS_1


"Awas aja...!!"Ucapku sambil mencibir.


Ia pun terlihat tersenyum penuh kemenangan.


"Cewek cantik aku minta maaf ya membuat dirimu menunggu lama."Ucapnya penuh rasa gembira dan merangkulku dalam pelukannya.


Aku pun hanya tersenyum sinis membuatnya sangat gemas dengan kelakuanku itu.


"Iya gak apa apa deh."Ucapku sambil ku cubit perutnya dan ia pun meringis karena cubitanku tak main main.


"Bagaimana Papa Kirana apa dirimu baik baik saja?Apa rasanya ngilu dan nyut nyutan?"Tanyaku sambil ku cium rahangnya yang membuatnya tak bisa memarahiku tapi langsung dikecupnya keningku dengan rasa cinta yang amat dalam.


Aku merasakan kasih sayang dan cinta Leonard yang sangat dalam padaku yang membuat aku takut kehilangannya.


Aku benar benar ingin menikmati masa masa romantisnya kami tetapi aku harus tetap jaga image agar tidak terlihat gampangan.


"Sayang aku kasih tahu kamu ya,jika suatu saat aku memarahi kamu tolong ingatkan aku dengan mengecup rahangku swpwrti tadi agar aku melupakan amarahku karena kalau aku marah kamu pasti tahu bagaimana dahsyatnya amarahku itu."Ucap Leonard sambil menggandeng melepaskan pelukannya dan menatap wajahku dengan penuh kasih sayang.


"Aku selalu mencintaimu sampai kapanpun,untuk itu apapun yang terjadi di dalam hubungan kita kedepannya tolong ingatkan aku selalu agar ticak gegabah atau lupa diri dan lancang memukulmu."Ucapnya lagi sambil kembali mengecup keningku.


"Ayo sayang kita harus berangkat!!"Ucapku sambil ku dorong dirinya dan aku pun terlepas dari pelukannya.


"Tunggu aku di depan ya sayang?"Ucapnya sambil masuk ke ruang gantinya dan mulai berganti pakaian.


**


Lima menit kemudian kami berdua pun sudah berada di dalam mobil dan segera berangkat ke rumah mama Elaine dan Papa Jayadi.


Aku benar benar sudah tak tahan rinduku lagi pada puteri kecilku Kirana aku ingin secepatnya sampai di rumah papa dan mama agar aku bisa memeluknya.


Aku sudah tak tahan rindu dan segera keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah papa dan mama sambil ku panggil panggil nama anakku.


"Kirana...!!"Ucapku beberapa kali sambil memasuki ruang demi ruang.


Dari arah kamar datanglah Papa dan mama sambil menggendong Baby Kirana.


"Anakku...!!"Seru papa Jayadi sambil memeluk aku dengan penuh rasa rindu padaku.


"Papa maafkan Erlyen lama tak memjenguk papa dan mama."Ucap Erlyen sambil mengecup pipi pria tua itu dengan penuh kasih sayang dan tak lupa ia pun mendaratkan kecupan di pipi sang mama dan sang anak.


"Tak apa apa nak,papa dan mama gak marah kok nak,pas ada kesempatan baru datang berkunjung tak apa apa sayang."Ucap Papa Jayadi sambil membelai rambutku yang panjang.


"Selamat pagi Papa dan Mama serta anakku sayang...!!"Ucap Leonard yang baru saja tiba itu.


Mereka pun saling berpelukan dan melepaskan rindu.


**


Mama dan Erlyen serta baby Kirana pun sudah sampai di Butik mama Elaine karena hari ini mama Elaine dan Erlyen akan mendesain gaun pengantin untuk Erlyen sehingga para pria tak usah ikut ke butik.


Leonard pun sudah tiba di kantor begitu pula Papa Jayadi pun demikian.


Masing masing dari mereka pun sudah beraktivitas dengan baik.


Erlyen dan mama Elaine mulai membuat desain mewah untuk gaun Erlyen.


"Mam,jangan berat berat ya Mam?"Ucap Erlyen pada sang mama.

__ADS_1


"Iya nak mama tahu...!!"Jawab mama Elaine sambil tersenyum.


Sedangkan Baby Kirana asyik bermain dengan seorang karyawan butik mama Elaine,mereka terlihat sangat akrab dan Kirana pun tidak sembarang menangis.


**


Pukul Dua siang,Leonard datang dan menjemput Erlyen.


"Sayang ayo nonton Drama China kesukaanku Sayang hari ini tayang perdsna di bioskop sayang."Ucap Erlyen manja.


"Iya sayang tapi aku harus ganti pakaian dulu dengan pakaian santai biar aku jangan kayak seorang bodyguard ya g selalu berada di samping seorang gadis cantik."Jawab Leonard sambil tersenyum.


"Baiklah kita ke mall ya?"Jawabku sambil berpamitan dengan mamaku dan baby Kirana.


Kami pun berpelukan seperti Teletubies yang tak mau melepaskan satu sama lainnya.


"Nak,jangan nakal ya kasihan nenekmu bisa sakit karena kenakalanmu sayang."Ucap Erlyen sambil mengecup pipi Kirana dan Pipi sang Ibu.


"Mama,Ayo ikut Erlyen dan Leo Ma, nanti Erlyen dan Leo antar ke rumah baru kita ke bioskop untuk nonton filmnya."Erlyen menawarkan jasa pada mama Elaine.


"Gak sayang mama masih menunggu papamu dan abangmu ke sini jemput mama dan Kirana."Tolak mama Elaine secara halus.


"Baiklah mam kita pamit ya?"Ucap Leo ard sambil mencium tangan mama Elaine dan Erlyen pun demikian.


**


"Sayang,kamu beli makanan ringan ya aku beli tiketnya."Ucap Erlyen pada Leonard.


"Baiklah sayang...!!"Sahut Leonard sambil berjalan menuju ke tempat di mana orang menjual snack atau makanan ringan untuk mereka makan di dalam bioskop nanti.


Selepas kepergian Leonard Erlyen pun mangantri membeli tiket masuk dan memilih beberapa film yang akan mereka tonton.


Akhirnya ia pun mendapatkan film Once we get married yang sangat ia idam idamkan itu.


Erlyen pun membeli tiketnya dan membayar harga tiket itu kemudian pergi ke arah di mana Leonard masih membeli makanan ringan.


"Sayang,aku merasa banyak orang melihatku dengan tatapan aneh."Ucap Leonard sambil menatap dirinya yang lupa mengganti pakaiannya itu.


"Ah sayang nanti kita terlambat nih kurang Dua puluh menit lagi filmnya di mulai sayang."Ucap Erlyen sambil bergelayut manja di lengan pria tampan itu.


Akhirnya Erlyen lun setuju untuk pergi ke mall terdekat unyuk membeli stelan kasual untuk Leonard pakai.


Mereka pun pergi ke mall terdekat dengan letak bioskop itu sehingga tidak memakan waktu lama hanya butuh Sepuluh menit saja untuk membeli dan mengganti pakaian Leonard.


**


"Sayang...Filmnya bagus kan?"Ucapku sambil ku sandarkan kepalaku di bahu Leonard dan kita benar benar menonton film itu hingga selesai.


Sesekali Leonard mengecup pipi Erlyen dengan penuh kasih sayang dan membisikkan kata kata mesra di telinga sang kekasih membuat mereka larut dalam kehangatan yang hakiki.


**


To be continued guys


Jangan lupa like komentar dan vote ya guys?


Terima kasih!!♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2