
Ke esokan hatinya Mita seperti biasa akan pergi kekantor, dia akan ke kampus sore hari saat pulang kerja, dia memilih kuliah malam karna siang hari dia sibuk dengan pekerjaannya.
"Pagi Mba Ata," ucap Mita tersenyum menyapa Agata yang juga baru sampai di kantor.
"Pagi juga, gimana kamu udah siap ikut metting bersama kita?" tanya nya.
"Aku gugup kaya nya Mba, nanti bantu aku ya Mba," ujarnya.
"Siap kamu tenang saja ya," ujarnya.
Mita pun masuk ke dalam ruangannya, dia mempersiapkan diri untuk bergabung dengan yang lainnya.
"Siapa sih sebenarnya wanita itu, baru juga kerja berapa bulan tapi seenak nya aja dia," ucap Menejer perusahaan yang bernama Dina.
"Iya bu, aku juga gak ngerti padahal aku juga udah 2 tahun kerja di sini tapi susah banget naik jabatan," bisik Ana dari Devisi keuangan.
"Kita cari tahu nanti, sekarang ayo kalian bubar," ucap Bu Dina.
Mereka pun mengundurkan diri, masuk ruangan masing-masing saat melihat pintu ruangan Mita terbuka.
"Semoga semua berjalan lancar," ucap Mita menyemangati dirinya.
Dia pun menghampiri Bayu yang ada di ruangannya.
"Pak ini udah aku siapin semua," ucap nya setelah di persilahkan masuk.
"Ya sudah ayo ikuti saya, kamu harus tahu para petinggi perusahaan dan juga rekan bisnis Papamu," ujarnya dan Mita pun mengangguk.
Selama ini dia tidak pernah main ke perusahaan Papanya itu jadi, tidak ada yang tahu siapa Mita sebenarnya hanya Bayu dan Agata saja yang tahu.
Mita pun mengikuti metting bersama yang lain nya, dia bersyukur semua berjalan lancar.
"Akhirnya semua berjalan lancar, lega rasanya," guman Mita mengusap dadanya, Kini Dia sedang berada di toilet mencuci muka.
Tiba-tiba masuk tiga orang wanita ke dalam toilet, terlihat wanita- wanita itu sudah dewasa dengan dandanan yang menor menurut Mita.
Mita hanya diam saja tak memperdulikan mereka.
"Enak banget anak baru bisa langsung dekat dengan petinggi perusahaan," ucap si A.
"Iya jangan-jangan ada apa-apa nya, mana mungkin lah masih magang bisa langsung punya jabatan tinggi," cibir si B.
"Mungkin aja, hari gini segala cara pasti akan orang lakukan," ucap si C.
Mita pun langsung keluar dan masuk ke dalam ruangan nya.
__ADS_1
"Gila ternyata wajah cantik gak menjamin mereka baik, kenapa Papa pekerjain mereka di sini kalo kerjanya gunjing orang," guman Mita kesal.
Jam makan siang pun tiba, Dia keluar kanto mencari makanan yang di inginkannya.
"Maaf, saya tidak sengaja," ucap salah satu karyawan yang baru saja masuk, dia tak sengaja menumpahkan kopi ke baju Mita.
"Gak papa Mba, saya juga ko yang salah gak liat-liat ayo saya ganti kopi nya," ucap Mita.
"Gak usah makasih saya bisa beli lagi nanti," ujarnya.
"Gak papa ayo," Mita pun menarik tangan wanita itu agar mengikutinya.
Sudah beberpa hari ini Mita sering memperhatikan wanita cantik itu, dia sering duduk sendiri di kantin tak ada yang menemani Wanita itu mengingatkannya pada dirinya dahulu yang sering memakai kacamata.
"Ayo kita sekalian makan, aku yang teraktir," ucap Mita, kini mereka sudah masuk ke restoran yang tak jauh dari perusahan.
"Gak usah, aku udah makan ko," ucapnya, namun Mita memesan banyak makanan untuk mereka.
"Udah Mba jangan nolak ya, aku gak suka penolakan, oyah kenalkan aku Mita karyawan baru di sini," ucap Mita mengulurkan tangan.
"Saya Melati, panggil saya Mba Mel sepertinya saya lebih tua dari kamu," ujarnya tersenyum.
"Senang berkenalan dengan Mba Mel, kenapa Mba gak gabung makan siang dengan yang lain?" tanya Mita.
"Saya tidak punya teman," ucap Melati.
"Kita bisa berteman sekarang, sepertinya kita cocok," ujar Mita tersenyum.
Mereka pun makan dengan lahap, di iringi canda tawa.
"Makasih Mita teraktirannya," ucap Melati.
"Iya Mba sama-sama, besok kita makan siang bareng lagi yah," ajak Mita dan Melati pun mengangguk.
Mereka pun sampai di perusahaan, namun saat Mita akan meninggalkan Melati dia mendengar kegaduhan dari ruangan Devisi tersebut.
"Ada apa sebenarnya?" guman Mita, mendekati pintu yang tak tertutup rapat.
"Saya gak mau tahu, selesaikan tugas ini sampe selesai kalo perlu kamu lembur," ucap Bu Dina sang menejer, dia meletakan satu tumpuk berkas di atas meja kerja Melati.
"Baik bu," jawab Melati, sambil menunduk.
"Ya sudah, kerja yang rajin saya harus kembali keruangan saya," ucap nya.
Mita pun langsung pergi dari sana, meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Gila galak bener tuh Bu Menejer, untung aja gue gak masuk ke devisi itu, bisa tambah stres gue." batinnya.
"Dari mana kamu?" tanya Bayu yang sudah ada di ruanganya.
"Kakak ih bikin kaget aja, ada apa?" tanya Mita menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Ini ada yang harus kamu tandangani, tapi baca dulu yang teliti," ujar Bayu.
Mita pun membaca berkas-berkas itu, sesuai apa yang Bayu katakan.
"Ini gak salah nominal nya ko banyak banget?" tanya Mita heran.
"Mana coba aku liat," Bayu pun meneliti nya dan benar saja apa yang Mita katakan.
"Nanti aku suruh mereka memperbaikinya, pasti ini kesalahan dari devisi keuangan," ucap Bayu.
"Sudahlah tidak usah di permasalahkan biar aku saja yang perbaiki," ucap Mita, Dia tidak mau ada keributan apalagi nanti Melati yang akan di salahkan.
"Baiklah, aku harus kembali ke ruanganku," ucap nya dan Mita pun mengangguk.
"Kamu lihat kan Pa Bayu baru saja keluar dari ruangan karyawan baru itu, pasti mereka ada apa-apa," ucap Bu Dina melihat Bayu melewati ruangan nya. .
"Bisa jadi Bu, wanita itu menggoda Pak Bayu agar bisa naik jabatan dengan cepat," ucap Ana.
"Kamu awasi terus kalo ada yang mencurigakan langsung kasih tahu saya," ucapnya dan Ana pun mengangguk.
Ruang kerja Mita sama dengan devisi keuangan, dia sengaja ingin tahu karyawan Papanya bagaimana bila bekerja, sedangkan Agata satu lantai dengan Bayu dan juga Papa nya di lantai paling atas.
Waktu pum cepat berlalu, Mita keluar dari ruangannya namun saat melewati ruang kerja Melati, dia melihat Melati masih bekerja seorang diri.
"Mba Mel ko belum pulang?" tanya Mita langsung masuk saat melihat pintu terbuka.
"Iya, Aku masih banyak kerjaan kamu duluan aja," ucapnya.
Bukannya pergi Mita malah duduk di kursi, memperhatikan Melati yang masih sibuk bekerja.
"Apa Mba sering lembur kaya gini?" tanya Mita dan Melati pun mengangguk.
"Gajih nya pasti doble ya Mba kalo lembur kaya gini?" ujar Nya sambil tersenyum.
"Gajih mah tetap aja Mit, aku kan cuma ngerjain tugasnya Bu Dina jadi dia yang dapet bonus bukan saya,"
"Masa sih? ko bisa gitu," ucap Mita, dia tidak habis pikir dengan Bu Dina yang selalu membuat susah orang.
"Aku bisa apa, di sini aku gak punya teman Mit mana ada yang percaya sama aku, biasa lah mereka semu memandang kasta, uang segalanya gak ada yang berteman dengan tulus jaman sekarang." ucap nya sendu.
__ADS_1
"Sabar ya Mba, Ayo pulang aku anter deh biar cepet,"
Mita pun membantu mengerjakan tugas yang menumpuk, mereka pulang bersama.