Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
"Aku Tak Peduli seburuk apa masa lalumu"


__ADS_3

Janganlah engkau bersedih hati karena aku sangat sakit bila melihat kembali derita yang kamu alami saat itu,aku merasa kamu yang sekatang harus tetap bahagia dan tetap semangat karena aku akan selalu menemanimu sampai kapanpun camkan baik baik perkataanku ini.


Aku hanya manusia biasa yang hanya bisa mengharapkan tang terbaik untuk masa depan kita dan kelak nanti aku pastikan kalau kita akan menjadi pasangan yang paling di iri sama banyak orang karena kita memang pantas bahagia.


Kita akan tunjukkan pada dunia kalau kita mampu melewati semua masa masa tersulit yang pernah kita alami.


Aku juga bukan manusia yang sempurna tanpa masa lalu yang kelam,aku juga bukan manusia yang kuat dalam menghadapi semua tantangan yang datang silih berganti,aku kuat karena ibuku selalu memberikan semangat dan motivasi untukku dan membuat aku menjadi pria yang kuat bukan pria rapuh yang tak memiliki masa depan sama sekali.


Sekarang kamu adalah bagian dari hidupku untuk,tetap semangat dan kita akan bersama sama mengarungi bahtera rumah tangga yang akan kita jalani nanti semoga saja Tuhan mengijinkan kita untuk menjadi pasangan yang sejati dan takkan goyah diterpa badai dan topan.


Leonard masih saja berhalusinasi tentang masa depan mereka.


Leonard merasa bahwa dirinya bersama dengan Erlyen akan mengarungi semua aral dan rintangan.


Suatu saat ketika kami sudah sah menjadi suami istri betapa bahagianya diriku ketika aku pulang kerja dan isteriku menyambutku dengan penuh kebahagiaan dan senyuman terukir dibibirnya,ia membawa tas kerjaku dan mengecup punggung tanganku dan aku juga mengecup keningnya bahkan kalau perlu aku akan mengecup bibirnya singkat dan aku akan menggendong anak kami yang sedang berlari lari sambil memanggil nama papa...dan mama...betapa bahagianya aku hidup sesempurna ini.


"Leonard Frederick apa yang kamu pikirkan?"Tanya Erlyen sambil menepuk pipiku dan membuat aku salah tingkah. Dan ini pertama kalinya aku salah tingkah ketika tertangkap basah sedang mengkhayal tentang kehidupan kami di masa depan nanti.


"Sayang maafkan aku,mengganggu khayalanmu."Ucap Erlyen sambil berdiri dan hendak pergi tetapi dengan cepat aku memeluk pinggangnya dan mengecup pipinya gemas.


"Kalau kamu pergi aku bisa mati karena hampa tanpa dirimu sayangku."Ucap Leonarf sambil kembali memghujani kening dan pipi Erlyen dengan kecupan kecupan hangat yang membuat bulu kuduk Erlyen merinding.


"Wajahmu memerah apa kamu malu isteriku?"Tanyaku padanya yang langsung membuatnya tersipu dan serta merta memeluk diriku dengan penuh cinta serta sesekali ia menggigit dadaku membuat sesuatu yang tersembunyi menyembul dan membuat aku tak tahan benar dengan keadaan seperti itu dan aku baru sadar kalau selama ini hanya Erlyen lah yang mampu membangkitkan gairahku tanpa berusaha merayuku dengan segala macam cara seperti wanita lain yang terlalu over akting denganku.


Ah Erlyen kamu menyiksaku,kamu membuatku tak tahan ingin segera masalah ini cepat selesai agar aku benar benar memiliki dirimu seutuhnya.


**


Brummm....sebuah gucci antik melayang dan hancur berantakan...


"Ada apa kalian kembali?Kenapa kalian tak membawa Leonard hidup hidup ke hadapan ku?Apa yang terjadi?"Tanya Gerald sambil melotot.


Semuany terdiam dan tak ada satu pun yang berani menjawab pertanyaan dan amarah dari Gerald.


"Mana Deny?"Tanya Gerald lagi lada anak buahnya yang masih selamat.


"Maaf tuan Deny tertangkap dan kami kabur saat polisi datang menyergap."Sahut Roy sambil menunduk.


"Kalian tahu siapa Leonard kan?Tahu gak Leonard gak akan pernah diam dan menonton saja ia akan mencari bahkan sampai dalam kubur pun ia akan menggalinya. Kalian harus tahu bahwa Leonard itu ssngat kejam,mulai hari ini kita bersembunyi dulu sampai semuanya aman terkendali karena aku tak ingin leonard menangkapku nanti siapa tang akan memberi makan anak dan isteriku?"Gerald berbicara dengan suara lantang dan menggema di dalam ruangan itu.


"Baik Boss sesuai perintah."Sahut Roy sambil membubarkan pasukannya dari hadapan Bossnya.


"Sialan kenapa aku selalu gagal dalam menangani Leonard?Apa sih kelebihannya sampai sampai bukan aku yang membekuknya tapi justeru dialah yang maju selangkah di depanku?Sialannnnn....!!"Umpat Gerald sambil memukul mukul meja di hadapannya.


Lain halnya dengan Leonard ia masih bermanja manja dengan sang wanita pemilik hatinya sambil sesekali ia tersenyum dan mengecup Erlyen berulang ulang sampai Erlyen mendorongnya agar menjauh darinya.


"Sayang...boleh aku bilang sesuatu?"Tanua Erlyen pada Leonard.."Iya dong apa itu mengenai shopping atau jalan jalan?"Tebak Leonard pada Erlyen.


"Ah gak seru deh kalau kamu sudah tahu maksudnya?"Ucap Erlyen sambil menggeleng gelengkan kepalany heran dengan tebakan Leonard.


"Aku ingin kita berburu diskon di Mall terbesar di kota ini aku tahu pasti banyak banget yang akan aku beli."Ucap Erlyen merajuk manja.


"Apapun itu ayolah aku temani lagian hafi ini aku tak ada kegiatan apapun sehingga aku bisa menemani kesayanganku berbelanja."Jawab Leonard sambil tersenyum.


"Aku ganti baju dulu ya?"Ucap Erlyen sambil berlalu dari hadapan Leonard.


Sstelah beberapa menit kemudian Wrlyen keluar dari kamar dan menemui Leonard sambil berbisik di telinganya.


"Bagaimana penampilanku suamiku?"Tanya erlyen sambil lenggal lenggok di hadapan Leonard.


"Sangat sempurna sayang aku suka itu dan aku harap hanya aku yang bisa menikmati kecantikan kamu sayangku aku tak rela bila kamu mengumbar kecantikan kamu pada semua orang. Aku tak sanggup dan takkan kubiarkan siapapun menatap wajah isteriku tersayang karena hanya dia milikku dan hanya aku miliknya."Sambung Leonard panjang.


**


Sesampainya di Mall terbesar itu tanpa sengaja mereka bertemu dengan Dokter Fransisco Jhonatan adik dari Albert Jhonatan bersama mamanya ibu maureen Jhonatan.


Dokter Fransisco sangat kaget ketika melihat Erlyen yang penampilannya sangat sederhana tetapi memukau bagi yang melihatnya.


"Mama lihat lihat saja dulu ya,Sisco mau terima telepon dulu dari seorang teman."Ucap Fransisco sambil tersenyum dan pergi dari hadapan mamanya.


Dengan cekatan ia pun berhasil mendapat Erlyen yang sementara berbelanja di bagian pakaian wanita dan terlihat sedang memilih milih mana yang cocok dengannya.


Ketika hendak mengukur sebuah baju pada kulitnya apakah serasi atau tidak tiba tiba sebuah tangan kekar langsung meraih baju otu dan berkata "Sangat cocok dan sangat elegan kalau anda yang memakainya."Ucap Dokter Fransisco sambil tersenyum ramah pada Erlyen.


"Terima kasih ya tapi maaf aku tak mengenalimu."Jawab Erlyen dan hendak melangkah pergi tetapi di tahan oleh Sisco.


"Iya kamu benar benar berbeda Nona Erlyen,kamu sudah melupakan aku dan menganggap aku hanya sebuah ilusi saja tetapi aku tak pernah berniat melupakan kamu setelah kejadian setahun yang lalu saat kamu membawa sepasang suami istri ke rumah sakit akibat kecelakaan dan aku masih mengenangmu sampai saat ini dan asal kamu tahu aku jatuh cinta pada pandangan pertama asal kamu tahu itu Erlyen."Ucap Dokter muda itu tanpa berpikir panjang kalau Leonard sedang mendengar pengakuan dari Dokter Sisco pada Erlyen.


"Maaf aku tak mengingat apapun tentang anda,maaf ya?"Ucap Erlyen sambil melangkah hendak meninggalkan Doktee Sisco tetapi Sisco tak membiarkan ia peegi begitu saja tanpa ia keluarkan kata kata ampuh yang bikin hari Erlyen sakit.


"Aku tahu Erlyen kamu adalah isteri dari kakak aku Albert tetapi bukan berarti kami menjadi besar kepala dan melupakan orang orang yang pernah menjadi bagian dari hidupmu,aku tahu kamu sengaja mendekati Kak Albert karena Kak albert kaya dan punya segalanya kan sampai akhirnya Kak Albert menghilang dan kamu berleha leha dengan pria lain hidup bersama pria lain yang lebih kaya lagi untuk memuaskan hasratmu yang doyan akan kekayaan pria pria yang kamu dekati itu ya kan?Mudah di tebak wanita seperti apa anda itu?"Ucap Sisco lagi karena ia menganggap Erlyen bakal diam saja dengan semua tuduhannya itu.


"Jaga mulutmu ya kalau kamu tak tahu seluk beluknya jangan asal berbicara tanpa fakta,aku tahu sebenarnya kamu juga paham tentang keadaanku saat itu yang terpuruk dan benar benar hancur akibat ulah pria bejat seperti kakakmu yang bekerja sama dengan sepupumu untuk menghancurkan masa depanku dan kalian semua akan menerima akibat dari itu semua,mungkin belum saatnya kalian untuk mendapatkan karma yang seharusnya kalian terima."Ucapan Erlyen membuat Leonard hanya diam di balik baju baju itu dan ia menunggu saja sampai kapan ia baru akan bergabung ketika Erlyen sudah tidak kuat menanggung semua tuduhan tuduhan yang menyakitkan hatinya itu.


Ia pun hanya mendengar saja tanpa mau ikut campur urusan Erlyen dan pria itu.


Aku jadi pendengar setia saja kira kira apa yang akan pria itu bicarakan lagi pada isteriku.


Tiba tiba muncul ibu Maureen dari arah belakang Dokter Sisco sambil tersenyum dan berkata "Nak ayolah kita harus ke butiknya ibu Elaine...!!"Ajak ibu Maureen tapintak di gubris oleh Sisco.


"Mama pasti tahu kan siapa wanita di depanku ini?"Ucap Sisco sambil menunjukkan jarinya pada Ibu Maureen.


Ibu maureen menoleh dan melihat dengan mata terbuka lebar.


"Apa yang kamu lakukan di sini perempuan ular?"Ucap Ibu Maureen sambil menonjok bahu Erlyen.


"Siapa yang anda maksud ular?Bukankah anda ularnya?Kacang lupa kulitnya?Unyung saja aku menolong kalian kalau tidak mungkin sudah jadi almarhum karena gak ada yang melihat kalian saat itu."Ucap Erlyen membuat ibu Maureen menggemeretakkan giginya.


"Kamu...!!"Ucapannya tak di teruskan karena ia tak bisa menahan emosi yang ada dalam hatinya itu.


"Ada apa Bu Maureen apa salahku padamu sampai anda sangat membenci aku?Aku itu korban keganasan anak sulungmu yang bejat itu aku diperkosanya dalam keadaan tersiksa aku tak terima semua yang anakmu lakukan padaku tetapi aku bisa apa aku hanyalah gadis miskin yang tak punya apa apa dan tak punya siapa siapa untuk membantuku anda tahu kan dengan kekuasaan yang anda miliki anda sering kali menindasku,saat aku mengandunga cucumu pun anda masih saja menghina bahkan menyiksaku Bu Maureen apa salahku sampai anda tega begitu padaku nyonya?Jawab pertanyaanku sekarang?Apa salahku sampai anda tega menyiksaku saat aku hamil muda dan nyaris keguguran karena ulahmu nyonya besar?"Ucap Erlyen sambil menatap wajah Ibu Maureen.


"Apa kamu sudah mendengar semua penderitaan yang aku alami dulu saat hidup bersama kakakmu Dokter Sisco?Apa kamu juga mau menyakiti aku sepwrti yang kakak dan ibumu lakukan ke aku?Jawaaaaaaabbbbb....!!"Teriak Erlyen saat itu membuat beberapa orang pelanggan menoleh ke arah mereka tetapi Leonard menghalau mereka dan pergi dari temoat dimana Erlyen dan Ibu maureen serta Sisco berbicara.


"Aku salah karena aku mau saja diajak oleh Albert mengikuti meeting itu andai aku tak menerima ajakan itu mungkin aku tak tersakiti oleh ulah anakmu itu nyonya Maureen."Ucap Erlyen lagi.


"Kamu jangan asal karang kata kata ya Erlyen kamu itu gadis miskin tak mungkinlah aku mau menerima kamu menjadi anak mantu aku,apa yang mau aku banggakan saat aku bertemu sahabat dan kerabatku?Dan lagi asal kamu tahu saja jika Albert itu sudah memiliki tunangan dan sudah mau menikah tetapi gara gara kamu semuanya hancur berantakan dan semua itu ulah kamu perempuan miskin. Sudah miskin tetapi gak tahu menempatkan diri sok sok an dekati anakku untuk mencari muka dan cari perhatian. Kamu pikir aku tak tahu cara kamu itu?Aku bisa menilai siapa kamu apakah kamu gadis baik baik atau hanya memanfaatkan kekayaan anakku saja,aku tahu siapa kamu sebenarnya?Kedua orang tuamu bangkrut dan kembali melarat di tanah kelahirannya ini dan merintis usaha baru namun selalu gagal aku tahu siapa kamu sebenarnya kamu itu bukan siapa siapa bagi aku dan anak aku asal kamu tahu saja setelah Albert keluar dari penjara nanti aku akan bikin pesta besar yang akan menggemparkan kota ini aku akan tunjukkan kalau aku bisa membeli kota ini untuk anak anakku kamu paham itu wanita miskin.

__ADS_1


Dan kamu juga siap siap untuk kehilangan anakmu karena itu adalah darah daging dari Albert aku akan mengurus semuanya agar pengacara keluargaku mengurus hak asuh anak itu."Ucapan wanita itu membuat Erlyen mengepalkan tangannya.


"Saat aku melahirkan apakah kamu ada ?Dan apakah kamu pernah merawatku?Itu semua ada buktinya aku takan pernah membiarkan orang lain mengambil anakku dan asal anda tahu nyonya kalian takkan pernah bisa mengambil anakku begitu saja kita akan perkarakan hak asuh anakku sampai dunia internasional pun aku takkan pernah memberikan anakku pada anda camkan itu baik baik."Ucapam Erlyen membuat wanita tua itu menghentakkan kakinya di lantai dan mengancam akan menghajar Erlyen.


"Kamu akan menyesal semua perbuatanmu hari ini Erlyen kamu itu tidak lebih dari seonggok sampah masa lalu dari anakku Albert Jhonatan. Kamu gak sadar kalau kamu itu janda anak satu mana ada pria baik baik yang akan menikahimu apalagi kamu sudah memiliki seorang anak itu mustahil dan aku akan memblokir semua akses pekerjaan untukmu dan kamu takkan bisa bekerja dimanapun juga kamu pikir kamu berhadapan dengan siapa hah?Dan asal kamu tahu saja kami tidak pernah bangkrut kami hanya mengalihkan isu agar kekayaan kami terselamatkan bukan seperti isu yang kamu dengar karena suamiku dan anak anakku tak sebodoh yang kamu pikir."Ucap Ibu Maureen sambil meludahi Erlyen dan untung saja Erlyen mundur sehingga ludah itu tak sampai mengenai wajah Erlyen.


Tiba tiba Leonard muncul dari belakang Erlyen dan langsung memeluk pinggang Erlyen sambil berkata "Tak ada seorang pun yang berani menyakiti isteriku dan aku akan menghancurkan orang orang sombong seperti anda yang mengandalkan kekayaan keluarga anda dan asal anda tahu ya aku adalah suami dari wanita yang kalian hina ini,dan asal kalian tahu seburuk apapun masa lalunya aku tetap mencintainya karena aku juga sudah tahu siapa pembohong besar yang sudah berani menghancurkan wanitaku dan aku takkan pernah membiarkan kalian menghakimi wanitaku,aku akan hancurkan apapun yang kalian miliki dan catat nama aku dalam ingatanmu "Aku adalah Presdir Maybach Corps aku akan melayani kalian ketika masalah itu muncul di pengadilan nanti."Ucap Leonard sambil menggandeng tangan Erlyen dan mengecup kening Erlyen di hadapan Sisco dan Ibu Maureen.


"Ayo kita pulang sayang anakku pasti sudah menangis mencari ibunya."Ucap Leonard sambil berbisik padaku.


Aku pun berjalan berdampingan dengan Leonard pria bermata biru yang terlihat sangat tampan itu.


Pria yang akhirnya aku tahu ia adalah sepupu jauhku dan kami memang terlihat sangat cocok satu sama lain dan aku yakin kebahagiaan akan menghampiriku dan kami akan menkadi keluarga yang paling berbahagia di jagat raya ini.


"Sayang apapun yang kamu katakan hari ini aku tak perduli aku sangat mencintaimu dan menyayangimu sampai kapanpun jangan pernah perduli dengan ucapan orang orang karena yang menjalani kehidupan ini adalah kita bukan mereka. Anggap saja angin lalu dan fokus untuk masa depan kita dan anak anak kita nanti."Ucap Leonard menghibur Erlyen.


"Terima kasih sayang atas dukungan dan kasih sayang yang sangat banyak untukku aku tak tahu harus berkata apa?Aku hanya bisa pasrah semoga Tuhan membalas semua kebaikan yang kamu lakukan padaku selama ini."Ucap Erlyen lagi dan mereka berdua pun hendak pergi tetapi Erlyen berkata "Sayang maafkan aku tapi aku harus kembali ke dalam mall sana karena aku ingin membeli baju untuk Kirana anakku."Ucap Erlyen lagi.


"What Anakku?anakku juga sayang jangan pernah melupakan aku karena aku adalah ayahnya aku sudah menganggapnya anak kandungku dan aku takkan pernah membiarkan anakku tumbuh dan berkembang tanpa sosok seorang ayah."Ucap Leonard pada Erlyen.


"Terima kasih suamiku kamu mau menerimaku apa adanya bukan ada apanya aku memang miskin seperti yang dikatakan oleh ibu maureen ibu dari Mas Albert tetapi aku kaya akan kebaikan hati dan kamu juga merasakannya ya kan?"Ucap Erlyen membanggakan dirinya membuat Leonard tersenyum dan mendaratkan satu kecupan pada kening Erlyen lagi.


"Cukup sayang...!!"Ucap Erlyen menjauhkan keningnya dari jangkauan hidung dan bibir Leonard.


"Ayolah kita pulang pasti mama sudah mengantar baby Kirana,aku sudah tak sabar ingin segera memeluk anakku."Ucap Leonard dengan menekan pada kata anakku.


"Iya tapi sayang aku kan belum puas belanja?Kita balik lagi dulu lah entar baru pulang lagian Baby Kirana kan sama neneknya pasti dia gak bakalan nangis deh."Ucap Erlyen lagi karena ia berubah pikiran.


"Ya sudah kalau begitu tapi awas saja kalau anakku menangis aku akan menghukummu."Ujar Lèonard lagi.


"Siap Tuan Leonard...yang sombong tapi bo'ong...!!"Erlyen berkata sambil menjauh dari Leonard.


**


"Anakku sayang tidurlah paman akan menjagamu,mimpilah yang indah,jadilah anak baik,patuh pada kedua orang tua dan keluarga dan jadilah anak yang berbakti paman sangay menyayangimu."Adrian sedari tadi menggendong baby Kirana sambil bernyanyi lagu pada bayi itu tetapi sang bayi tak mau tidur ia masih menatap wajah Adrian dan sesekali ia menggenggam jari Adrian dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


"Jangan sayang tangan paman penuh dosa, kamu haus ya?paman buatin susu untuk kamu ya?"Berkata sambil berlalu menuju ke dapur dan mencari cari susu yang di maksud.


"Mama,mana susu Kirana Mam?"Teriak Adrian pada mama Elaine.


"Cucuku menangis ya sini sayang biar oma bikinin susu kamu,"Ucap mama Elaine sambil menerima botol susu baby Kirana dari Adrian dan mulai membuat susu untuk bayi cantik dan menggemaskan itu.


"Kamu sangat cantik sayang kamu persis ibumu saat bayi dulu."Ucap Oma Elaine sambil tersenyum dan mulai mencampur susu buat sang cucu.


Akhirnya selesai juga susunya dibuatkan sama mama Elaine.


"Sayang kita ke butik dulu ya ada pelanggan mama yang mau mengambil pesanannya."Ucap Mama Elaine sambil tersenyum dan mereka pun pergi ke butik Erlyen_Elaine yang letaknya sekitar Dua kilo meter dari rumah utama.


Sesampainya mereka di butik Adrian masih memarkir mobilnya kemudian menggendong Baby kirana memasuki butik itu.


Semua karyawan kaget melihat kedatangan Adrian sambil menggendong seorang bayi cantik yang sangat menggemaskan itu.


"Hai Jenk,maaf baru sampai sudah lama menunggu?"Tanya Mama Elaine sambil meletakkan botol susu milik cucunya di atas meja.


"Belum lama Jenk,nih baru saja sampai juga kok."Ucap Ibu Maureen sambil tersenyum dan memegang pipi baby kirana.


bayi siapa ini?"Tanya Bu Maureen pada mama Elaine.


"Oo,ini cucuku...!!"Jawab mama Elaine sambil menggendong baby Kirana karena Adrian sementara menerima telepon dari papanya.


Mama Elaine pun membawa Kirana duduk berhadapan dengan ibu Maureen ibunya Albert.


Untungnya mereka tidak saling kenal ya?Kalau tidak apa yang akan terjadi saat mereka tahu ternyata anak anak mereka bermasalah.


"Adrian pun kembali dan duduk di samping mama Elaine dan mengambil alih Kirana dalam gendongannya dan mengecup bayi itu berulang ulang sambil tertawa.


"Kamu sangat menggemaskan sayang,"Ucap Adrian sambil mencubit pipi Kirana.


Tiba tiba Dokter Sisco masuk, dan pertama kali ia lihat adalah bayi dalam gendongan Adrian sambil tersenyum dan berkata "Boleh aku gendong?"


"Maaf anakku tak mau kalau tangannya belum di cuci."Jawab Adrian sambil tersenyum dan akhirnya Sisco mengakah dan pergi ke wastafel untuk mencuci tangannya dan mengeringkannya dan kemudian menghampiri Adrian "Boleh aku gendong bayinya sangat lucu dan menggemaskan aku suka bayi."Sisco berkata sambil menggendong baby Kirana dan tanpa sadar Adrian mengabadikan momen itu.


"Jenk makasih ya gaunnya sangat cocok di badanku semoga aku balik lagi kesininya Jenk,kamu memang paling hebat."Ucap ibu Maureen memuji hasol rancangan mama Elaine.


Untung saja mereka tidak saling kenal kalau tidak bisa bisa mereka saling tonjok dan entah apa yang akan terjadi pada Mama Elaine yang sangat membenci orang yang semena mena terhadap anak anaknya.


**


Di tempat lain Kedua sejoli itu sedang memadu kasih entah sudah berapa jam mereka masih saja bernyanyi dan bersenda gurau.


"Sayang aku capek pengen bobo sejenak."Ucap Erlyen sambil menarik paha Leonard dan tanpa perintah Erlyen sudah mendengkur dengan lembutnya diatas paha sang suami.


"Capek banget ya sayang sampai sampai kamu mendengkur padahal baru saja 2 menit kamu memejamkan matamu."Ucap Leonard sambil tersenyum dan mengecup cepat dan lembut bibir Erlyen yang terlihat sangat merah dan menggemaskan itu.


Bibir kamu saja sangat manis,aku jadi mabuk kepayang ingin terus mengecup bibir indahmu sayang.


Leonard pun kembali menyandarkan tubuhnya di batang pohon akasia itu dan mereka berduapun tertidur sambil berpelukan di area bungalow itu.


Jujur saja saat ini aku sangat bahagia dan hanya ingin kamulah pendampingku yang sesungguhnya.


Leonard masih saja membuka matanya saat ia merasakan Erlyen bergerak dan berbalik serta memeluk pinggangnya membuat ia tak tahan untuk memeluk wanita yang sedang tertidur dslam pelukannya itu.


**


Ia pun mengucek ngucek matanya dan mengecek ponselnya mungkin ada pessn penting yang harus ia lihat.


Tetapi tiba tiba ia melihat notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya dan ternyata dari Kak Adrian yang sempat memotret Sisco saat menggendong Baby Kirana dan di bawah foto itu ia tulis "Pelanggan Setia butik mama Elaine _Erlyen sedang menggendong baby Kirana ponakan cantikku."


"Tidaaaakkkk tidaaaak mungkin aku tam mau mereka mengambilnya tidaakkkk pokoknya tidakkkk akan terjadi hal itu."Erlyen berteriak histeris sambil menutup matanya membuat Leonard bingung dengan apa yang terjadi pada Erlyen.


"Kamu kenapa sayang ada apa?bilang padaku apa yang terjadi padamu? kenapa kamu berteriak histeris seperti itu sayang katakanlah padaku apa yang harus aku buat?"Ucap Leonard sambil memeluk erat tubuh wanita kesayangannya itu.


"Mereka sayang,mereka..."Ucap Erlyen sambil menahan tangis dan air mata yang telah membanjiri wajah cantiknya dan pipi mulus itu penuh dengan air mata.


"Sayang kamu kenapa apa yang terjadu sayang?"Tanya Leonard sambil menangkup dagu Erlyen menggunakan kedua tangannya.


"Sayang coba lihat ini."Erlyen menyodorkan ponselnya dan Leonard membuka wattshap dan membacanya.

__ADS_1


"Kamu sangat berlebihan sayang,mereka tak tahu kalau Kirana adalah anakmu lagian kalau mereka mengenal baby Kirana adalah anakmu tak mungkin Kak Adrian tinggal diam lah kamu mengerti kan maksud aku?Tenang saja merwka hanya menggendong tanpa tahu siapa Kirana sebenarnya."Leonard berkata penuh bijaksana dan kembali menghujani ciuman ciuman manis di kening dan pipi Erlyen yang terlihat mulai tenang tenang saja.


"Baiklah Mas tetapi aku tak mau kehilangan anakku satu satunya aku snagat mencintai anakku."Erlyen memelas dan menggigit tangan Leonard.


Leonard terlihat santai dalam menghadapi Erlyen yang rada stres itu.


"Tenanglah sayangku aku takkan pernah membiarkan kamu dipisahkan dari anakmu aku takkan pernah bisa membiarkan anak aku diambil orang dan lagi mereka tak mengenal Baby Kirana jadi kamu tenang saja semua akan baik baik saja isteri tercintaku."Leonard tersenyum penuh arti.


Aku yang telah memenangkan pertandingan ini, akulah pemenangnya dan takkan kubiarkan siapapun menyakiti hatinya dan bahkan dirinya lagi.


Leonard menyeringai karena ia tahu apa yang akan ia lakukan.


Dengan cepat kilat ia menelepon seseorang dan ia pastikan orang itu membeli saham saham Jhonatan corps untuk ia memulai aksinya.


Pemenang takkan pernah kalah dan pemenang yang pintar akan selalu memenangkan pertandingan ini meskipun sulit untuk di takhklukan karena ia sudah membaca situasi yang sebenarnya dan dari situlah ia akan memulai semua aksinya yang paling spektakuler.


"Sayang aku akan menghiburmu dengan sebuah lagu yang akan aku nyanyikan untukmu apakah kamu mau mendengarkannya?"Ucap Leonard pada Erlyen.


"Aku malas sayang aku ingin memelukmu saja sayang."Ucap Erlyen sambil memeluk erat tubuh pria di sampingnya itu.


Ia pun membenamkan kepalanya dalam pelukan Leonard yang tampak tenang tenang saja itu.


**


Ayo kita pulang ke rumah paman yakin kamu pasti lelah hari ini dan kita akan pulang biar kamu bisa tidur dengan nyenyak di boksmu.


Adrian pun masuk ke dalam mobil dan membawa beberapa gaun hasil rancangan mama Elaine dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil dan mereka pun meninggalkan butik menuju ke rumah.


"Nak,kita singgah sebentar di toko kue ya?Mama sudah pesan kuenya dari dua hari yang lalu semoga saja pemilik tokonya ada ya?"Mama Elaine berharap.


Ketika mereka turun dari mobil Bu Lena pemilik toko kue itu menegur bayi cantik itu dan tersenyum padanya sambil berkata "Mirip banget sama Baby kirana ya?"Ucap Bu Lena sambil memegang tangan Baby Kirana.


"Namanya juga Kirana Bu,ini cucu saya namanya Kirana."Ucap Mama Elaine sambil menyebut nama Baby kirana.


"Iya kah kok bisa sama ya Bu,iya nama bayi jaman sekarang namanya banyak yang sama Bu,anak sulung putriku ini Bu,cucu pertamaku makanya senang banget aku kemana mana bawa bayi."Ucap Mama Elaine sambil tersenyum.


Ketika mereka sedang asyik bercerita tiba tiba datanglah Ditta yang baru saja pulang dari kerjanya di maybach corps sambil memberi salam pada ibu Lena.


"Salve Bu, bagaimana keadaan toko ibu hari ini?"Tanya Ditta sambil melangkah masuk ke dalam toko.


"Eh Baby Kirana?"Ucap Ditta berusaha meraih Baby Kirana dari tangan Adrian.


"Kamu mengenalnya?"Tanya Adrian pada Ditta.


"Iya aku mengenalnya ini anaknya sahabatku Erlyen nih antingnya aku sama Erlyen yang beli."Ucap Ditta blak blakkan.


"O ya kamu sahabat sama adikku Erlyen sejak kapan?"Tanya Adrian penuh selidik.


"Sejak kuliah dulu dan bahkan ruko kecil ini pemberian Erlyen untuk ibuku karena ia menganggap ibu adalah ibunya kita."Ucap Ditta lagi.


"O begitu ceritanya ya?Ayo kita foto bareng biar aku kirim ke Erlyen."Ajak Adrian dan Langsung mereka di foto oleh Ibu Lena dan Mama Elaine tersenyum melihat kalau Adrian dan Ditta sangatlah cocok.


Posenya seperti ini,"Ditta duduk sambil memangku baby Kirana sedangkan Adrian berdiri di belakang Ditta dan Baby Kirana."


"Wah potret yang bagus aku suka."Ucap Ditta pada Adrian dan refleks Adrian memegang erat tangannya.


"Terima kasih ya kamu mau menjaga adik perempuanku satu satunya dan aku yakin kamu pasti merindukannya juga ya kan ayo kita ke rumah mereka?"Ajak Adrian sambil memegang erat tangan gadis otu dan membawanya ke mobil.


"Lepaskan aku dulu mas,aku belum berganti pakaian dan belum makan juga."Ucap Ditta sambil tersenyum bahagia dan berbisik dalam hatinya "Akhirnya aku bisa berkenalan dengan kakakmu Erlyen sahabatku aku juga merindukan dirimu."Ucap Ditta dalam hati.


"Mas siapa namanya biar kalau ketemu di jalan kita bisa saling sapa."Ucap Ditta sambil menjabat tangan Adrian.


"Nama aku Adrian..."Sambil menjabat tangan Ditta dan mereka berduapun saling senyum.


"Ditta..."Jawab Ditta sambil tersenyum bahagia dsn menjabat uluran tangan Adrian.


"Aku sahabatnya Erlyen,Erlyen pernah tinggal bersamaku dan ibu di rumsh kontrakan kami tak jauh dari ruko ini."Ucap Ditta sambil merapikan rambut Kirana yang terlihat sudah mulai panjang itu.


"Sayang rambutmu sudah mulai panjang ya aunty senang kalau rambut Kiran panjang biar szma seperti mama Erlyen,rambut mama Kiran panjang dan lembut dan mamanya Kiran itu cantik bak bidadari. Anak Erlyen sudah sebesar ini sedsngkan aku masih jomblo ngenes seperti ini."Ucapan Ditta tak disaring sehingga Adrian tersenyum dan berkata...


"Masa gadis secantik kamu belum ada yang memiliki?"Tanya Adrian sambil tersenyum.


"Mas kita vc Erlyen saja ya?"Ucap Ditta sambil menekan video call nya ke nomor sahabatnya itu.


Tak lama kemudian...


Long time no see....


Long time no see juga...


"Hai Lyen apa yang kamu lakukan?"


"Kamu juga ngapain sama kakak aku diditu?"


"Awas aja kamu kalau sampai kakakku jatuh cinta sama kamu Ditt,aku taknsegan segan untuk menikahkan kamu szma kakakku loh Ditt?"


"Kamu juga ngapain sama Bossku Lyen?"


"Aku emang sudah sama bossmu sejak kecil dulu kok Ditt kamunaja yang ketinggalan informasi."


"Kamu curang Lyen kamu tidak memberitahuku soal hubunganmu dan bossku."


"Kirana mana,kok bisa sampai di tanganmu anakku itu atau jangan jangan kamu sudah lama kenalan sama Mas Adrian sehingga kalian bisa ketemu sekarang ini."Ucap Erlyen pada Ditta.


"Sembarangan kamu ya Dek,hari ini kakak baru tahu kalau kamu punya sahabat secantik Ditta Dek kenapa gak bilang dari dulu?"


"Ya nggak apalah dari pada nggak saling kenal sama sekali apa hendak dikata?"


"Sudah ya Ditt sampai jumpa di reuni nanti ya?"Ucap Erlyen sambil menutup ponselnya dan ia pun menatap wajah Pria tampan yang sedang asyik bermain ponselnya...


bye bye...


"Sayang bantu aku perbaiki lemari yuk,tuh bajunya pada berantakan semua gara gara kamu sayang."Ajak Erlyen pada Leonard yang sedang berdiri di hadapannya dan ia pun menggelitik Leonard dan mereka berdua bukannya melipat pakaian tetapi justru mereka saling berpelukan seperti teletubies saja.


"Sayang apa kamu ingin tahu keinginan terbesarku selama ini?"Tanya Leonard sambil membalikkan tubuhnya da berhadapan langsung dengannya dan segera ia eratkan pelukannya.


"Sayang aku ingin kita punya anak yang banyak yaitu perempuan 5 laki laki pun lima agar mereka membuat rumah kita jadi segar dan ramai Dek,dan itu semua sudah aku pikirkan dan aku akan berusaha semampuku agar anak anakku tidak ada satupun yang bersedih hati karena aku takkan pernah membiarkan mereka di perlakukan seperti itu."Ucap Leonard sambil tersenyum pada sang isteri yang sedang tersenyum simpul padanya itu

__ADS_1


__ADS_2