
Adit pun masuk ke dalam kelas dan mengikuti kelas seperti biasa,Setelah selesai Dia pergi dari kelas menuju taman belakang kampus Dia duduk di sana menyandarkan dirinya di kursi taman.
Adit pun mengingat beberapa bulan lalu, Saat Dia akan tertabrak mobil dan Lisa yang menolong nya, itu yang membuat wanita itu besar kepala dan selalu menekan Adit.
"Kalo tau gini lebih baik gue gak di tolong," gumannya.
"Hay bro loe di sini?" sapa Sandy dan Vito baru saja datang.
"Iya, kalian dari mana?" tanya Adit.
"Dari kelas lah, loe juga bukannya ada kelas?"
"Udah selesai lagi nunggu kelas berikut nya satu jam lagi," jawabnya.
"Gimana hubungan loe sama Mita?" tanya Sandy.
"Baik-baik saja emang harus gimana?" jawab Adit.
"Loe harus hati-hati sama Andi kaya nya Dia merencanakan sesuatu deh sama kalian," ujar Vito.
"Maksud loe apa?" ucap Adit dan Sandy pun hanya mengangkat bahu acuh.
"Gue satu kelas sama Dia, kami satu jurusan sama-sama Di Manajemen," ucap Vito.
"Oke, makasih buat info nya gue akan lebih hati-hati," jawab Adit.
Mereka pun berbincang hingga tak terasa Adit pun harus masuk kelas lagi.
"Gue duluan ya ada kelas lagi," ujarnya, dan mereka pun mengangguk.
Di tempat lain Mita sudah tergelatak di atas lantai di ruang tersebut hingga seorang OB masuk ke dalam untuk membersihkan ruangan tersebut.
__ADS_1
"Ya Tuhan, apa ini orang beneran," ujar laki-laki tua itu bergetar. menatap tubuh Mita.
"Tolong... tolong," teriaknya setelah menyalakan lampu, Dia pun segera meminta pertolongan.
Beberapa satpam pun datang membantu juga Dosen yang ada, Mita pun segera di angkat menuju ambulan yang baru saja datang.
Mereka membawanya jalan belakang karena tidak mau ada wartawan yang tau itu akan mencemarkan nama baik kampus.
Mita langsung di bawa ke rumasakit terdekat untuk di berikan perwatan. tak lupa pihak Kampus pun menghubungi orang tua Mita, Mereka pun bergegas pulang dari luar kota.
.
"Demit kemana kok gak kelihatan?" tanya Ifa yang baru saja sampai.
"Gak tau, gue juga belum liat Dia," jawab Zahra.
"Kemarin Dia bilang suruh nunggu di kantin jam segini, apa Dia belum selesai kelas ya," ujar Ifa.
Mereka pun meninggalkan kantin setelah membayar meskipun makananya tidak sampai habis.
Mita masih di tangani Dokter, tak ada yang menunggu di sana orang tua Mita juga belum datang.
Satu jam kemudian orang tua Mita pun datang, mereka berlari mencari ruang rawat Mita.
Mereka pun sampai di sana sudah ada dokter yang memeriksa.
"Bagaimana anak saya dokter?" tanya Bu Fatma, untung saja pihak kasus membawa Mita cepat ke rumasakit dan meminta pasilitas VIp.
"Sudah membaik, Dia sedang istirahat, jangan Khawatir semua baik-baik saja Dia cuma syok, sepertinya Dia takut gelap jadi panik dan akhirnya pingsan," ucap Dokter menjelaskan.
"Memang anak saya sedikit pobia gelap, apakah Dia baik-baik Saja?" ucap Pa Ali.
__ADS_1
"Baik cuma butuh istirahat saja, kalo begitu saya tinggal dulu ya sebentar lagi juga Dia sadar," Mereka pun mengangguk dan Dokter pun pergi bersama suster.
Bu Fatma pun duduk di sebelah Mita, sedangkan Pa Ali duduk di Sopa dengan leptop di pangkuannya, Karna masih ada pekerjaan yang belum selesai.
"Sayang bangun nak, ini Mama," ucap nya mengelus tangan Mita.
Tak berselang lama Mita pun mengerjapkan matanya melihat ruangan yang bernuansa putih Mita mengingat apa yang terjadi , Dia pun melirik kanan kiri sudah ada orang tuanya di sana.
"Mama.., "
"Sayang kamu sudah sadar nak? mana yang sakit?" tanya Mama panik.
"Gak ada yang sakit ko Ma, Mama sama Papa kapan pulang, bukanya kalian pulangnya besok?"
"Mama sama Papa pulang lebih cepat takutnya kamu kenapa-napa sayang," ujar Mama mengelus rambut Mita.
"Cerita sama Papa apa yang terjadi," ujar Pa Ali.
Mita pun menceritakan semua nya, membuat orang tuanya kesal kenapa anak nya jadi bodoh begini.
"Nanti Papa yang akan cari tau siapa yang sudah mengunci kamu disana, kamu istirahat saja ya sama Mama, Papa pergi ke kampus kamu dulu," ucap pa Ali meninggalkan mereka berdua.
"Sudah jangan banyak pikiran, kamu istirahat ya sayang," ucapnya Mita pun memejamkan matanya mungkin pengaruh obat Dia jadi mengantuk.
.
Pa Ali sampai di Kampus, mereka membuka Cctv yang ada. namun saat Mita masuk ke dalam ruangan itu tidak ada dalam Cctv hanya terlihat hitam saja.
"Kami akan mencari tahu, Pa Ali tenang ya, maafkan kelalaian kami semua," ucap pemilik kampus.
Pa Ali pun pamit, setelah berdiskusi dengan mereka.
__ADS_1