Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#72


__ADS_3

Setelah mengantar kepergian Bayu dan Melati ke Loby mereka memutuskan untuk jalan-jalan ke pantai.


Mungkin bagi Mita ini bukan yang pertama karna kemarin Dia sudah kesana bersama Adit namun bagi mereka ini sangat menyenangkan apalagi bagi Ifa yang baru pertama kali ke sana.


Mereka pun asyik bermain pasir dan bermain air, suasana lumayan ramai sore itu karna hari libur.


"Jangan terlalu jauh ya main air nya aku tunggu di sana bareng mereka," ucap Adit menunjuk ke arah Yoga dan yang lain yang sedang berbincang di sana.


"Iya, lagian aku kan bukan anak kecil ada Ifa sama Zahra juga yang jagain aku," jawabnya.


Adit pun menghampiri mereka yang tak jauh dari sana, sedangkan Sandy sedari tadi memperhatikan Zahra yang sedang tertawa bersama mereka.


Miris memang bahkan Dia harus menahan sabar melihat Yoga yang selalu bersikap manis padanya, bahkan tak segan-segan mencium tangan Zahra di hadapan mereka.


Dan itu pun tak lepas dari pengawasan Adit, Dia juga merasa kasihan dengannya, Dia pun melirik ke arah Yoga yang baik-baik saja, Dia yakin Yoga tidak tahu kalo Sandy mantan nya Zahra.


Sedangkan Rey, dari tadi hanya diam saja melihat Ifa yang nampak cuek pada nya bahkan saat makan bersama pun merasa terasa canggung.


Hari pun sudah mulai sore dan mulai menguning, terlihat matahari yang akan tenggelam.


Setelah menyaksikan matahari tenggelam mereka pun kembali ke kamar, untung saja hari ini Mita membawa jaket jadi Dia tidak perlu meminjam kemeja Adit.


Mereka masuk kamar masing-masing Mita memutuskan pindah ke kamar Ifa, Dia merasa kasihan dengan sahabatnya itu.


Malam ini mereka bertiga berada di kamar Ifa, mereka berniat menghibur sahabatnya itu.


"Gimana kalo kita main di gazabo yang dekat kolam itu," ujar Mita mengajak sahabatnya.


"Main apa?" tanya Zahra.


"Main botol, itu loh yang dulu kita sering mainin waktu SMA," ucap Mita.


"dare or truth," ucap mereka barengan.


Dare or truth adalah permainan bagi siapa saja yang tidak bisa menjawab jujur maka mereka akan di berikan tantangan oleh teman- temannya.


"Oke gue udah ajak Adit, tuh Dia udah sampe duluan," ucap Mita menunjuk ke sebelah kolam.


Rupanya mereka sudah berkumpul di sana, saat Adit mengatakan ingin bermain permainan tersebut.


Mita dan sahabatnya pun menghampiri mereka.


"Gimana udah siap?" tanya Mita.


"Udah nih aku udah bawa botolnya," ucap Adit, mereka pun duduk membuat lingkaran dengan botol yang berada di tengah.

__ADS_1


Namun Sandy malah berdiri saja tak ingin ikut bermain permainan itu.


"Duduk dong loe malah berdiri terus apa gak pegel," ucap Vito.


"Gue gak ikutan ya, gue liatin aja dari sini," ucap nya.


"Kenapa loe takut gue jebak pertanyaan yang gak bisa loe jawab," ucap Ifa membuat yang lain geleng-geleng kepala.


Mita dan Ifa tak pernah ingin berbaikan dengan Sandy semenjak kejadian itu, Ifa selalu saja kesal saat melihat nya, apalagi suasana hati nya yang sekarang sedang berantakan.


"Mam pus loe!!" seru Vito.


"Gue gak takut cuma males aja," kilah nya apalagi melihat wajah Zahra yang biasa saja membuat nya semakin tak keruan.


"Ayolah ini cuma permainan kapan lagi kita bisa kaya gini," ujar Yoga menengahi.


Sandy pun merasa tidak enak dan tak mau membuat Yoga curiga, Dia pun terpaksa ikut permainan dan duduk di sebelah Vito.


"Ayo mulai siapa yang mau main duluan," ucap Mita.


"Oke gue duluan dari pada kalian lama," ucap Vito memutar botolnya dan... ternyata botol mengarah ke Zahra.


" Yeahh.. Zahra, Dore or truth?" tanya mereka kompak.


"Loe pilih jujur atau tantangan?" tanya Vito.


"Jujur deh, gue gak mau loe nyuruh gue yang aneh-aneh," ujarnya.


"Berapa kali Loe sama Aa ciuman?" tanya Vito tersenyum, sedangkan Zahra melotot tak percaya.


Sedangkan Yoga juga sama memerah wajah nya, walau pun mereka dekat tapi Yoga belum pernah mencium bibir nya.


"Belum pernah," ucap Zahra seraya memejamkan matanya, Dia sangat malu mengatakan itu namun itu lah kenyataan nya.


"Wahh serius loe?" tanya mereka tak percaya sedangkan Zahra hanya mengangguk saja.


"Hebat banget Abang loe Mit, bisa jagain pacar nya sampe segitu nya," ucap Vito.


Sedangkan Sandy menatap Zahra dengan hangat setidak nya Zahra selalu menjaga diri nya dari dulu bahkan dengannya pun Zahra tidak pernah berciuman.


"Oke lanjut," ucap Mita dan Zahra yang memutar botol nya.


Botol pun berputar dan mengarah kepada Ifa.


"Ah ko gue sih, oke gue pilih truth," jawabnya pasrah.

__ADS_1


"Siapa cinta pertama loe?" tanya Zahra.


"Kalian kan udah tau ihh, tanya yang lain," jawabnya.


"Loe mending milih dare aja Fa kalo gak bisa jawab," ucap Yoga.


"Oke apa tantangannya?" tanya Ifa.


"Loe harus nyebur ke kolam renang tanpa baju," ucap Vito sambil terbahak.


"Gila enak aja loe, gak mau lah," ujarnya membuat mereka terbahak.


"Oke-oke kita mulai lagi ya gak usah ribut ini cuma permainan," ucap Adit.


Sekarang botol mengarah ke Sandy, Ifa pun melangkan pertanyaan padanya.


"Loe jujur apa tantangan?" tanya Ifa.


"Mending jujur deh loe, loe tau gimana Ifa kalo lagi kesal," bisik Vito.


"Oke gue pilih jujur," jawabnya, Ifa pun melirik ke arah Zahra.


"Pilih selingkuh atau di selingkuhi," ucap Ifa.


"Selingkuh," jawabnya.


Sandy pun melirik ke arah Zahra, namun Zahra cuek saja dengan jawabannya.


"Oke loe emang hebat, oke lanjut." seru Ifa.


Mereka pun terus memutar botol hingga pertanyaan -pertanyaan konyol terlontar dari mulut mereka dan sesekali mereka terbahak menertawakan jawaban yang kadang tidak sesuai.


Setelah selesai bermain mereka kembali ke kamar masing-masing.


"Ra loe tidur bareng kita aja ya gue gak mau loe kesepian sendiri di kamar," ajak Mita.


"Gue gak papa kok, mending loe cepetan susul Ifa kayannya Dia masih sedih deh," ujarnya.


Mita pun tak bisa berbuat apa-apa Dia meninggalkan Zahra di depan kamarnya.


Namun saat Zahra akan masuk tangannya di tarik seseorang yang memakai topi masuk ke kamar nya, Zahra tak bisa melihat wajah nya karna tidak jelas karna di kamar hanya lampu tidur saja yang menyala.


Zahra ketakutan Dia hanya diam saja setelah pintu kamar tertutup sempurna, sungguh Dia tidak bisa berbuat apa-apa, dan sebenarnya siapa orang ini pikirnya.


Berani-berani nya masuk ke kamar nya, kenapa Dia tahu kalo di kamar itu Zahra tidur sendiri.

__ADS_1


__ADS_2