
"Saya benar benar tak menyangka akan bertemu dengan sahabat masa kecilku ini."Gumam Papa Jayadi sambil tersenyum dan merangkul pundak sang sahabat.
"Brownies! Selama ini kamu berkelana di mana saja?Kenapa baru sekarang kita bertemu?"Pertanyaan beruntun datang dari Papa Jayadi.
"Aku berkeliling dunia,mengejar karir,berbisnis bahkan sampai punya anak cucu masih terus saja berjalan dan berkeliling seluruh dunia ini."Ucap Pak Brown sambil tersenyum.
"Brownies kamu sangat menikmati hidupmu ya?Aku jadi ingin berlibur ke segitiga bermuda dan berselancar di pantainya sambil bersenda gurau bersama semua makhluk di bagian kutub utara sana."Celoteh Papa Jayadi sambil tersenyum sumringah.
"Kalau dadamu masih kuat silahkan berselancar bersama para paus biru di segitiga bermuda sana Jay...!!"Ucapan demi ucapan membuat kedua pria tua itu sangat bahagia.
"Eh...anakku sudah keluar dari rumah sakit loh ayo kita ke rumahku sekalian kita bernostalgia tentang kenangan masa masa kecil kita dan masa masa muda kita dulu Brownies."Ajak Papa Jayadi.
"Lain kali ya Jay,aku masih ada urusan yang sangat penting yang harus aku selesaikan sekarang dan ini sangat urgent."Ucap Tuan Brown sambil tersenyum dan melepaskan pelukannya dengan lembut.
"Ya sudah jangan lupa setelah selesaikan pekerjaanmu datang ke rumahku ya kita akan membahas liburan para lansia yang sangat mengasyikkan yakni perjalanan wisata ke segitiga bermuda dan kutub utara serta berkeliling juga di Petra dan timur tengah serta di mana pun yang akan membuat kita selalu bahagia dan tersenyum."Ucap Papa Jayadi sambil tersenyum penuh bahagia terpancar dari wajah tuanya yang masih terlihat tampan itu.
**
Setibanya di rumah mereka swmua duduk bersama di ruang keluarga sambil tukar pikiran apa yang sebenarnya terjadi pada Erlyen.
Tapi yang bersangkutan seakan terdiam membisu dan tak ingin bercerita tentang apa yang ia alami.
"Aku gak tahu apapun yang terjadi padaku tadi intinya ada orang bertopeng yang mendekati aku dan memberikan sebuah bingkisan entah apa isinya tapi saat aku buka aku tak tahu kalau itu adalah jebakan yang membuat tanganku terluka."Jawab Erlyen pada saat mereka semua menatap ke arah dirinya.
"Sayang kenapa kamu tak bisa diajak kerjasama sayang kan kita harus tahu siapa yang tega melakukan ini semua ke kamu,aku khawatirnya melebar ke kita semua nantinya. "Ucap Leonard sambil membelai rambut panjang Erlyen.
"Iya nak kamu sempat lihat wajah orang dibalik topeng itu atau tidak?"Tanya Papa Jayadi sambil menatap lembut wajah puteri kesayangannya itu.
__ADS_1
"Aku gak sempat melihat wajahnya,papa kan tertutup topeng emas itu Pap!!"Ujar Erlyen lagi.
"Ya udah kalau gak melihatnya kita harus selidiki ini Leo,aku tak ingin kita semua jadi korban aku tahu mungkin ada orang yang tak menyukai kerjasama kita dengan pak Brownies atau mungkin rival yang selama ini mengintai kita sehingga ini saatnya ia memiliki waktu untuk balaa dendam pada kita."Ucap Adrian sambil memegang kepalanya sendiri.
"Baiklah kita cari solusi bareng bareng ya?"Ucap Papa Jayadi lagi.
"Mama juga boleh kasih saran gak?"Tanya mama Elaine yang tiba tiba angkat bicara.
"Boleh dong mam!!"Ucap Adrian lagi.
"Bagaimana kalau kita cek cctv di tempat kejadian?"Ucapan mama Elaine membuat para pria itu sadar kalau sedari tadi mereka tidak sempat mengecek cctvnya.
"Oh ide yang brilian itu mamaku sayang!!"Ucap Adrian langsung memeluk mama Elaine dan mengecup pipi wanita setengan abad itu dengan manja.
"Bagaimana kalau kita cek sekarang?"Ujar Leonard pada Adrian.
"Serahkan padaku aku pastikan semua akan segera terungkap."Ucap Adrian pada Leonard.
"Kamu kok keringat Leo?"Ujar Erlyen yang duduk tepat di sebelah mama Elaine.
"Iya aku lagi berpikir bagaimana caranya agar si pelaku cepat ditangkap."Jawab Leonard.
"Aku sepertinya mencurigai mantan suami kamu dek,"ucap Adrian lagi.
"Mana mungkin?"Ucap Erlyen lagi.
"Bisa jadi ini semua berhubungan dengan mantan suamimu Albert dia juga seorang mafia kelas kakap loh Dek jangan salah menilai seseorang,jangan pikir dia baik dan pernah menjadi suamimu serta jangan pikir karena dia lupa ingatan terus dia tidak akan melakukan hal itu padamu."Ucap Adrian lagi.
__ADS_1
"Iya benar siapa tahu kalau dia pura pura lupa ingatan dan mau menghancurkan kamu Nak!!"Sambung Papa Jayadi pula.
"Iya juga sih tapi kita tidak boleh berprasangka tanpa ada bukti Papa?Erlyen menimpali sambil tersenyum manja pada sang papa.
"Iya Nak kita memang harus mencari tahu dulu penyebabnya dulu baru kita bertindak Nak papa juga tahu kok maksud kamu Nak,terima kasih atas idenya ya Nak?"Ucap Papa Jayadi memuji putri semata wayangnya itu.
"Baiklah bagaimana Papa dan mama bawa dulu Erlyen ke rumah saja dulu untuk beristirahat dan bisa papa dan mama pantau keadaannya Nak Leo?"Ucap Mama Elaine pada Leonard.
"Tenang aja Papa dan mama Leo bisa kok jagain Erlyen,Erlyen itu separuh hidupku dan separuh nafasku aku akan selalu menjaganya dan melindunginya agar dia selalu terhindar dari bahaya."Ucap Leonard menolak secara halus karena emang yang dia inginkan adalah dirinya bisa fokus menjaga wanitanya ssbaik mungkin dan tidak merepotkan kedua prang tua itu.
"Satu malam aja lah Leo please!"Ucap Erlyen tiba tiba.
"Baiklah kalau begitu malam ini kita nginap di rumah papa dan mama ya?Kamu tahu sendiri kan aku gak bisa jauh jauh darimu Lyen aku merasa ada yang hilang jika tak melihatmu sedetik pun juga Lyen pahamilah aku Lyen?"Ucap Leonard memelas.
"Iya iya aku paham Leo kita akan menginap si rumah papa dan mama aku juga sudah kangen banget sama Kirana."Ucap Erlyen yang saat itu matanya sudah berkaca kaca tanda ia sangat merindukan bayi kecilnya itu.
"Iya aku juga merindukan bayi kita Lyen,ayo berkemas biar kita berangkat sekarang bareng papa dan mama serta Mas Broo Adrian."Ucap Leonard sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Papa,mama dan juga Broo Adrian aku ke dalam dulu ya buat beres beres barang bawaan kami."Ucap Leonard pada mereka semua..
"Iya nak jangan lama lama ya soalnya Kirana sudah mama tinggalin dari sore tadi mungkin dia sudah mencari mama."Ujar Mama Elaine pada Leonard.
"Iya ma tenanglah!!"Timpal Erlyen.
Leonard pun masuk ke ruangan di mana ruangan itu khusus untuk lemari pakaian dan perlengkapan pribadi mereka berdua,walaupun Erlyen tidak sekamar dengannya tetapi semua keperluan mereka berada di ruang khusus itu.
***
__ADS_1
To be continued
guys jangan lupa like,komentar dan vote ya terima kasih 🥰🙏