
Mereka pun berjalan bersama mengitari toko supenir dan oleh-oleh khas Bali.
"Ini lucu banget," ucap Mita menyentuh guci keramik yang terlihat tidak terlalu besar.
"Iya loe gak bosen apa ngoleksi yang kaya gituan," ucap Ifa.
Karna Mita sudah punya banyak di rumah, hadiah atau oleh-oleh dari orang tuanya yang sering ke luar kota bahkan ke luar negri.
"Hehe.. udah candu tahu, ayo Mba Mel beli aja yang mana Mba suka biar nanti aku yang bayar,"
"Gak usah, aku bisa bayar sendiri kok lagian duit kamu abis kalo terus bayarin aku," ucap nya terkekeh sambil memilih barang yang di suka.
Sedangkan Ifa dan Zahra saling melirik sambil mengerutkan dahi, apa bokap Mita gak sekaya dulu gitu pikirnya.
"Gak usah kaya gitu nanti gua jelasin," bisiknya di belakang mereka.
Setelah selesai berbelanja mereka kembali ke kamar, untuk membersihkan diri karna cuaca begitu terik siang ini.
"Loe belum jelasin ke gue ya masalah tadi," ucap Zahra seraya meletakan ponselnya di meja dan Dia pun duduk di sofa bersama Mita setelah membersihkan diri.
Mita yang sedang bermain ponsel pun menatap Zahra bingung.
"Masalah apa?" tanya Mita.
"Itu loh yang tadi soal Mba Mel, apa Dia gak tahu kalo loe orang kaya dan anak pemilik perusahan?" tanya Zahra heran.
"Iya Dia gak tahu apa-apa soal gue, Dia cuma tahu kalo gue kerja di sana sebagai saudaranya kak Bayu gitu," jawab Mita membuat Zahra melongo.
"Loe gak salah kan, kenapa loe gak jujur aja sih nanti Dia minder loh saat tahu loe siapa," ujarnya.
"Justru itu gue mau Dia nyaman sama gue dan anggap gue temen, kasian di kantor Dia tak punya teman semua menjauhi nya karna Dia jenius dan ini tugas gue lindungi Dia dari orang-orang jahat yang ada di Kantor bokap gue , ya meskipun dengan sedikit berbohong," jawabnya.
"Kalo gitu alasannya sih gue bisa apa, semoga saja setelah loe jujur Dia gak marah dan kecewa sama loe, yang gue liat Dia orang nya baik dan perhatian meskipun ini pertama kali nya gue ketemu tapi rasanya gue kaya punya kakak cewek tau gak,"
__ADS_1
"Iya gue juga begitu, Dia begitu lembut dan juga dewasa coba aja kalo belum punya pacar pasti Dia cocok sama Kak Bayu," ujar Mita.
"Udah lah ngapain juga mikirin jodoh orang, kita gak tahu kan kedepannya kaya gimana siapa tahu aja mereka jodoh yang belum ketemu," ucap Zahra.
"Ra gimana perasaan loe saat ketemu Sandy kemarin, gue lupa mau tanya itu," ujarnya hati-hati takut Zahra marah dan tersinggung, namun Mita salah ternyata respon Zahra berbeda.
Zahra malah tertawa mendengar pertanyaan konyol dari Mita.
"Ko loe malah tertawa sih, apa loe seneng ketemu Dia lagi," tanya Mita kesal.
"Bukan gitu, loe tahu itu cinta monyet gue belum mengerti cinta waktu itu apalagi usia kita waktu itu masih kecil bisa di bilang labil lah, gue sadar emang yang Sandy lakuin dulu itu emang salah tapi kalo inget kelakuan gue yang terlalu manja itu yang membuat nya tak nyaman," ucap Zahra.
"Loe gak sedih gitu waktu itu, kaya nya selama ini loe malah semakin bahagia,"
"Ya seperti yang loe liat, gue baik-baik aja dari pertama pergi dari sini, gue yakin Tuhan akan kirimkan jodoh gue suatu saat nanti," ucap nya.
"Loe jangan tanya perasaan gue waktu itu gimana, pasti lah semua wanita kalo liat laki nya selingkuh pasti sakit apalagi terlihat di depan mata, begitu pun gue sempat gue berpikir untuk bunuh diri namun gue urungkan saat mengingat orang tua gue dan kalian, gue yakin di balik semua itu pasti akan ada hikmahnya,"
"Zahra loe berubah sekarang gak cengeng lagi kaya dulu loe bener-bener dewasa saat ini, pantas saja Aa bucin banget sama loe," ucap Mita.
"Bisa aja loe, gue cuma bercermin dari masa lalu gue gak mau kehilangan orang yang gue sayang karna terlalu tertekan dan tak nyaman di samping gue,"
"Zahra hik.. hik.. " Mita pun memeluk sahabatnya itu.
"Udah gak usah nangis, lagian apa nya yang sedih sih aneh banget sih loe," ucap Zahra terkekeh.
"Loe mah gitu ih sebel gue denger nya," ucap Mita meraih bantal sofa dan memukul Zahra pelan.
"Habis nya loe baper banget sih gue juga yang ngerasain tapi gak gitu-gitu amat," ujarnya terkekeh.
"Tau ah, gue baper tahu malah sampe sekarang gue masih ada sedikit kesal kalo ketemu Sandy ya walau pun itu udah lama," ucap nya jujur, Dia terlalu baper sehingga belum bisa seperti dulu dengan Sandy, masih ada kecanggungan diantara mereka saat bertemu.
"Udahlah lupain aja gue juga biasa aja ko, kalo perasaan Dia ke gue itu mah terserah Dia yang penting gue gak pernah membenci Dia atau pun dendam sama Dia," ucap Zahra.
__ADS_1
"Udah ahh jangan bahas lagi mendingan kita keluar cari makan siang gue laper," ucap Zahra.
"Emang dari dulu kalo masalah makan pasti deh gak berubah," ucap Mita tersenyum.
"Itu mah gak bisa di ubah, udah kebiasaan malah sekarang kalo gue ada masalah apapun suka lupa kalo udah makan banyak,"
Mereka pun berjalan keluar kamar menghampiri yang lain yang sedang berenang di kolam renang yang ada di sana.
"Sini sayang duduk," ajak Yoga melambaykan tangannya ke arah mereka.
Mita pun menjebikan bibirnya ternyata Zahra yang di panggil bukan Dia.
"Sekarang udah punya pacar lupa ya sama aku," ucap Mita pura-pura merajuk.
"Aduh maaf bebz, aku memang sengaja rebut Dia dari kamu," ucap Zahra terbahak sambil memeluk Yoga.
"Ihh nyebelin banget," ujar nya tak lama Mita pun ikut terkekeh karna Zahra menggelitik nya.
"Dah ya jangan marah lagi, nih peluk Abang kamu sebelum aku larang," ucap Zahra dan Yoga pun hanya geleng-geleng kepala melihat nya.
"Loh Kak Bayu mana?" tanya Mita tak melihat Bayu diantara mereka.
"Lagi siap-siap kan mau balik sekarang," ujar Yoga yang satu kamar dengannya.
"Emang jam berapa sih pulang nya cepet banget,"
"Jam 3 katanya, satu jam lagi berarti," ujar Yoga yang masih asyik dengan minumananya.
Yoga sudah selesai berenang, tinggal Adit dan yang masih asyik di sana.
Mita hanya memperhatikan mereka dari tempat duduk nya bersama Ifa, sedangkan Zahra duduk di samping Yoga.
Mereka bercanda sambil memperhatikan mereka, sedangkan Melati ikut bersiap karna akan kembali sore ini.
__ADS_1