
"Malam Ayah, Bunda," sapa Mita mencium ke dua tangan calon mertuanya.
"Malam sayang ayo duduk," ucap Bunda Cici sedangkan Ayah Edi hanya mengangguk sambil tersenyum. Mita pun segera duduk di sebelah Adit.
Mereka pun memesan makan na, sambil menunggu makanan datang mereka pun berbincang hangat.
"Gimana kuliah kamu sayang?" tanya Bunda.
"Baik Bun, Mita sibuk di kantor sekarang bantu Kak Bayu selama Papa belum pulang," jawabnya.
"Gimana kabar paman kamu apa masih koma?" tanya Pa Edi, sedangkan Adit hanya diam menyimak.
"Sudah sadar, tapi kata Papa Paman lumpuh jadi gak bisa kemana-mana, mungkin satu atau dua minggu lagi Papa sama Mama pulang karna ada Kak Ibrahim dan Kak Kaenan yang menggatikan di perusahaan." jawabnya .
"Syukurlah kalo begitu, semoga anak -anak paman kamu bisa di andalkan ya," ucap Pa Edi dan Mita pun mengangguk.
Mita tau kalo Ibrahim orang nya baik dan pekerja keras, tapi kalo kaenan mana Dia tahu karna tiap ke sana jarang sekali bertemu.
Tak lama kemudian makanan pun datang. mereka makan dengan lahap.
"Ayo sayang makan yang banyak ya," Bunda Cici sangat perhatian sekali kepada Mita.
Jujur saja, Mita juga sangat semangat makan malam kali ini karna sudah berapa hari ini Dia cuma sedikit makan karna terlalu memikirkan pekerjaan.
"Pasti selama orang tua kamu gak ada tamu kesepian di rumah," ucap Bunda.
"Ya begitu lah Bun, tapi Mita sudah biasa lagian kan ada Bibi juga di rumah," ujarnya.
"Kalo kamu kesepian menginap saja di rumah, kami gak keberatan," ucap Pa Edi.
Mita pun melirik Adit yang terlihat biasa saja, ketika orang tuanya mengajak nya tinggal di rumahnya.
"apa kata orang kalo aku satu rumah sama Adit, kita kan belum menikah," batinnya.
Mita pun menggelengkan kepala, sambil mengunyah makanan nya.
"Kenapa? kamu jangan berpikir macam-macam, aku udah satu bulan ini gak tinggal di rumah, aku beli apartemant di dekat kampus," ucap Adit melihat Mita yang kebingungan.
__ADS_1
Mita pun tersenyum ternyata apa yang di pikirkannya terlalu buruk.
"Gimana sayang, mau kan?" tanya Bunda.
"Oke, besok Mita mulai menginap di rumah Bunda, maaf kalo nanti Mita ngerepotin Bunda terus," ujarnya.
"Gak papa sayang, Bunda malah seneng apalagi Icha jarang sekali main ke rumah setelah hamil, jadi Bunda kesepian di rumah,"
Setelah makan malam selesai Adit pun mengantar Mita pulang.
"Makasih ya sayang untuk makan malam nya, aku seneng banget," ucap Mita tersenyum.
"Iya sama-sama, maaf kalo belakangan ini kita jarang ketemu tapi kamu harus percaya sama aku, kalo aku kerja buat masa depan kita," jawabnya mengelus pipi Mita lembut.
Adit memang anak orang kaya, namun Dia memilih membuka usaha sendiri membuka bengkel dan menyediakan semua keperluan motor Sport, Dia bekerja sama dengan Komunitas pecinta motor.
"Ya sudah aku langsung pulang ya udah malem, kamu hati-hati di rumah I Love sayang," ucap nya mencium kening Mita.
"Hati-hati ya di jalan jangan ngebut," jawabnya menunduk tersipu malu.
Adit pun pergi mengendarai mobilnya meninggalkan rumah Mita, setelah melihat Adit pergi Dia pun segera masuk kedalam rumah.
Baru juga akan turun dari mobil, ponselnya sudah berdering, tertera nama Adit di sama,Mita pun segera mengangkatnya.
[ hallo.. ]
[sayang kamu dimana aku di depan rumah ko kamu udah gak ada?] terdengar suara Adit di sebrang sana.
[Maaf sayang, aku ada metting jadi harus berangkat pagi, maaf aku lupa ngasih tau, aku udah sampe di kantor.]
[Ya sudah kalo gitu, kamu hati-hati ya jangan lupa nanti pulang nya aku jemput, ]
[Iya kamu juga hati-hati ]
Setelah itu Mita pun mematikan ponselnya dan segera ke luar dari mobil.
"Aku harus cepat, pasti Kak Bayu sudah menunggu di dalam, " gumannya.
__ADS_1
Mita pun segera masuk lift dan bergegas ke ruang kerja Bayu .
Tanpa mengetuk pintu Dia, langsung saja masuk ke dalam,ternyata Sudah ada Bayu di sana memijat kepala nya.
"Maaf aku kira Kakak belum datang,"
"Tidak apa-apa, ayo duduk."
Mereka pun duduk di sofa, sambil melijat rekaman cctv yang petugas serahkan kemarin.
"Ternyata benar dugaan kamu, Melati selama ini di peralat mereka selama 2 tahun ini Dia yang mengerjakan semua tugas Dewi , dan salah nya kami tidak tahu itu," Ucap Bayu.
"Kasian Mba Melati pasti Dia sangat sedih apalagi Bu Dewi kemarin memarahinya di depan banyak orang." ujar Mita mengingat kemarin saat Melati diam saja di permalukan begitu.
"Mungkin saja Melati sudah biasa di perlalukan begitu makannya Dia tidak heran dan Dia juga sepertinya sudah paham dalam situasi begitu. bahkan untuk membela diri pun Dia tak bisa," ucap Bayu.
Selama ini Bayu sangat percaya dengan kinerja Dewi yang menurut nya cerdas dan cekatan, tapi ternyata itu salah setelah kedatangan Melati Dewi menjadi lupa diri karna iri dengan kecerdasan Melati.
"Aku benar- benar menyesal telah mempercaya nya, dan aku jug harus minta maaf pada Melati atas semua yang aku tuduhkan padanya selama ini," ucap Bayu lesu.
Selama ini Bayu hanya memandangnya sebelah mata, apalagi melihat penampilah Melati yang terbilang Cupu itu membuatnya tidak ingin berlama-lama ada di dekat nya.
Namun setelah Melati dekat dengan Mita, Dia merasakan ketulusan dari Melati yang nampak polos dan apa adanya itu.
"Nanti saja Kakak minta maaf nya kalo Mba Mel, udah kembali aku selamam Dia minta izin cuti 3 hari kedepan karna ada urusan mendadak di kampung nya Semarang," jawab Mita.
"Apa izin, kamu kok baru bilang sekarang?"
"Ya kan baru kemarin bilang nya, aku juga lupa ngasih tau yang penting Dia terbukti tidak bersalah kan , udah jangan marah-marah terus nanti cepat tua loh."
"Ah kamu ini bisa saja,"
"Ya sudah Mita langsung pamit ya, banyak kerjaan juga." jawabnya, dan Bayu pun menganguk.
Setelah Mita keluar Bayu pun menyandarkan punggung nya di sofa, Dia mengingat senyum manis Melati beberapa hari yang lalu saat Mita mengajaknya makan siang bareng Dia tak sengaja melihat Melati membuka kacamata nya.
Ternyata di balik kacamata tebal nya, Melati memiliki wajah yang cantik dan juga ayu.
__ADS_1
"Apa aku sudah gila, kenapa aku terus memikirkannya, ahh mungkin ini cuma rasa bersalahku saja yang kemarin tak sengaja membentaknya," guman Bayu mengusap wajahnya kasar.
Dia pun pindah ke kursi kerja nya segera bekerja untuk menghilangkan rasa bersalahnya kepada Melati.