
Setelah mandi, Mita pun menghampiri orang tuanya di dalam kamar,Dia pun mengetuk pintu kamar, Dia ingin meminta Izin keluar malam ini.
"Ada apa sayang? ayo masuk, sekalian papa mau bicara," ujar Bu Fatma membuka pintu kamar.
Mita pun mengangguk dan duduk di sopa sebelah Papanya. "Sayang nanti kalo ada waktu kamu ikut ya makan malam bersama kami, Kita di ajak makan malam sama teman lama Papa,"
"Boleh tapi jangan malam sekarang ya, Mita ada acara sama teman-teman katanya mau makan-makan,"
"Kamu tenang saja, nanti kapan-kapan gak sekarang ko, Papa juga banyak kerjaan kalo sekarang," jawabnya.
Karna malam ini Papanya akan menyelasaikan pekerjaannya yang sempat tertunda,Papa terpaksa harus lembur di ruang kerjanya malam ini.
"Baiklah,terserah Papa aja, Mita di izinin keluarkan malam ini?"
"Boleh, asal jangan terlalu malam pulang nya, emang dimana makan-makan nya biar Papa yang antar,"
"Gak mau ihh masa diantar, Mita di jemput oleh Zahra dan Ifa, Papa tenang aja ya gak usah khawatir,"
"Ya sudah kalo begitu, kamu hati-hati ya," Mita pun tersenyum sambil memeluk Mamanya.
"Makasih Ma, Pa, Mita sayang kalian," Papa dan Mamanya pun tersenyum sambil mengusap kepala Mita dengan sayang, Mita pun meninggalkan kedua orang tuanya.
"Anak kita sudah besar ya Ma, Papa masih ingat Mita teriak-teriak minta di gendong kalo Papa pulang kerja sambil memeluk boneka nya," ujar Papanya teringat Mita yang berumur 4 taun berlari memeluk kakinya, setiap hari seperti itu hingga berumur 8 tahun Mita masih cengeng dan manja.
"Iya Pak, gadis kecil kita sekarang sudah dewasa," jawab Mama.
Terdengar Bel berbunyi, Bibi pun segera membuka nya benar saja kalo teman-teman Mita sudah datang.
"Masuk dulu Non, Bibi panggil Non Mita nya dulu," ujarnya, dan mereka pun mengangguk dan menunggu Mita di ruang tamu.
__ADS_1
Bu Fatma pun keluar dari kamar nya, menghampiri Ifa dan Zahra.
"Sayang, kalian sudah datang nak," ujarnya memeluk mereka satu persatu tak lupa memberikan paper bag pada mereka.
"Apa ini tan?" ujar Ifa melihat nya heran.
"Oh itu oleh-oleh dari Turki, maaf cuma sedikit soalnya kami tidak jalan-jalan dulu," ujarnya sedangkan mereka tersenyum senang.
"Makasih banyak tan," ucap mereka barengan.
Tak lama kemudian Mita pun datang, Dia sudah siap berangkat.
"Kami pamit ya Ma," ucap Mita mencium tangan Mamanya di ikuti sahabatnya.
"Hati-hati di jalan, jangan terlalu malam pulang ny," ujarnya mengantar mereka sampai depan pintu, Mita pun mengangguk.
Mobil pun jalan meninggalkan halaman rumah Mita.
"Mau tanya apa?" ucap nya heran, karna tak biasanya Zahra bicara serius seperti itu.
"Cowok yang tadi siapa? apa itu pacar loe? Atau emang dari dulu loe udah punya pacar sebelum sama Adit iya?" Zahra pun bertanya bertubi-tubi membuat Mita bingung.
"Kalo nanya tuh satu-satu dong, gue kan bingung jawabnya," ujar Mita, sedangkan Ifa hanya menepuk jidat.
"Oke loe jawab yang mana aja deh terserah," ujarnya, melirik Ifa dari spion.
"Yang tadi Abang gue, kakak kandung gue puas kalian,"
"Whatt?? " teriak mereka dan Zahra pun mengerem mobil mendadak untung saja jalanan tidak sedang ramai.
__ADS_1
"Aduh pala gue, sakit tau Ra kira-kira dong loe," ujar Mita mengusap jidat nya.
"Sorry-sorry gue gak sengaja, lagian loe tuh bikin kita kaget tau gak?" ucap Zahra sambil melajukan lagi mobilnya.
"Fot loe juga gak kenal sama Aa nya Mita ini, bukanya loe temenan dari dulu sama Dia," ujarnya heran.
"Mana gue tau lah, gue kan cuma tau Mita punya kakak laki-laki tapi gak pernah ketemu, cuma liat potonya doang itu pun yang ada di ruang tamu nya Mita, kan beda banget sama yang tadi," ujarnya.
Karna poto yang terpajang saat Mita masih kecil, telihat Yoga juga masih kurus tidak seperti sekarang tinggi dan berotot.
"Emang bener, Aa kan dulu di Asrama di jakarta jarang pulang, trus pindah tugas ke Aceh baru juga satu minggu lebih lah tinggal di Bandung," jawabnya, karna yang Mita ingat Yoga cuma pulang hari raya saja itu pun tidak lama.
"Oh gitu ya, pantas saja kirain pacar loe Mit ganteng banget tau gak kayo opa-opa korea tau gak loe," ujar Zahra tersenyum.
"Udah gak usah muji-muji, kedengeran Sandy tau rasa loe," seru Ifa dan Mita pun mengangguk setuju.
Tak terasa mereka pun sampai di depan rumah Vito, dan langsung di sambut oleh satpam yang berjaga di depan.
Gerbang pun terbuka, dan Mobil pun masuk, sudah ada motor Zaki dan juga Sandy di sana, namun tak terlihat motor Adit.
Mereka pun masuk ke dalam rumah setelah mengucap salam, di rumah Vito terlihat sepi tidak ada siapa-siapa di sana hanya ada Artnya saja.
Mereka pun di antar ke belakang rumah, yang ternyata sudah ada Sandy dan Zaki yang sedang memasang peralatan BBQ, mereka pun berjalan menghampirinya seraya menyerahkan beberpa kantong keresek besar kepada Vito yang baru saja datang dari dapur.
"Kalian udah datang," seru Vito, dan mereka pun mengangguk.
Mereka pun mempersiapkan semuanya di bantu Art nya Vito.
"Ini udah semua kan? gimana kalo kita mulai bakar," ucap Sandy.
__ADS_1
"Oke, mulai aja lah gue siapin yang lain," ucap Vito, membawa nampan minuman.
Sedangakan Adit ketiduran, Dia baru saja terbangun sesudah magrib, Dia pun segera mandi dan bersiap hingga Dia pun harus terlambat.