Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#46


__ADS_3

Mita heran melihat gelagat Ifa yang terlihat kesal dari pagi, kini Ifa dan Mita berada di sebuah Cafe sedangkan Zahra sudah pulang duluan.


"Kamu kenapa sih Fot? muka loe asem banget?" tanya Mita.


"Gue lagi kesel sama seseorang, rasanya tangan gue masih gatal ingin menghajar Dia," ujarnya.


"Cerita dong sama gue, kita masih sahabat kan gak boleh ada rahasia Fot, lagian loe kesal sama siapa pagi-pagi," ujarnya.


"Lo janji ya jangan cerita sama siapa-siapa," ujarnya .


"Oke gue janji, eh tapi masalah nya apa dulu kan harus jelas," Mita pun mengacungkan jari kelingking nya.


Ifa pun bercerita kejadian tadi pagi sebelum sampai di taman kota.


~Flasback~


Ifa berjalan dari rumah nya seperti biasa, namun saat akan berbelok di jalan raya Dia tak sengaja melihat Sandi di depan Minimarket dengan seorang wanita.


Jiwa kepo Ifa pun meronta, Dia mendekati mereka dengan Sandi yang memunggungi nya.


Terdengar jelas percakapan mereka di telinga Ifa.


"Ini terakhir kali nya kamu ke rumah aku, jangan sampai Zahra curiga, kamu tau kan bagaimana Dia," ucap Sandy.


"Kamu tenang aja sayang bukannya Dia tanu nya aku sepupu kamu," jawab wanita itu membuat Ifa kaget dan menutup mulutnya, Dia pun mengktipkan Vidio di ponselnya agar terekam jelas.


"sayang?" Batin Ifa.


"Kita harus jaga-jaga aja jangan sampai dia tahu kalo kita pacaran, kalo bukan karna Dia orang kaya udah aku putusin dari dulu, Dia terlalu manja," ucap Sandy.


"Kamu jangan khawatir bukannya Dia lagi di taman kota sama teman-temannya gak mungkin lah Dia kesini, lagian kapan sih kamu ada waktu buat aku?"


"Aku sibuk Kuliah kamu tau kan, jangan pernah salah sangka, selama aku bersama Zahra kamu juga bukannya tau," ucapnya.


"Dasar brengsek loe Sandy, so dewasa tapi ini apa?" Batin Ifa.


Ifa pun bertepuk tangan setelah memasukan ponselnya ke saku jaketnya.


Prok.. prok.. prok..

__ADS_1


Suara tepuk tangan terdengar, replek mereka pun menoleh dan Sandy


sangat kaget melihat Ifa ada di sana.


"Ifa... "


"Hebat loe San, brengseng emang loe, gue gak nyangka loe itu picik dan bermuka dua, bisa-bisa nya loe selingkuh di belakang sahabat gue, mana kata-kata manis loe yang so romantis di depan kita semuanya cuma bulsit," ucapnya sambil tersenyum mengejek.


"Ini gak seperti yang loe kira, Dia bukan siapa-siapa gue loe tau kan gue sama Zahra saling cinta," ujarnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Loe mau ngeles gitu, cowok tuh sama aja cinta maksud loe iya Zahra cinta sama loe dan loe apa ini? Dia terlalu bodoh udah cinta sama loe," ucap nya mendekati Sandy sedangkan wanita itu ketakutan melihat Ifa murka.


"Gue ingetin sama loe, jangan pernah buat Zahra kecawa tapi mana janji loe semua bohong, ini tanda kekecewaan gue,"


plak..


Satu tamparan mendarat di pipi kiri Sandy, Ifa benar-benar tidak bisa menahan emosinya.


"Putusin Zahra, dan loe bisa bebas bersama wanit lain, Jangan pernah berharap Dia bisa maafin loe," ucapnya meninggalkan mereka.


"Ifa.. Ifa... tunggu," teriak Sandy namun Ifa berlari jauh dari sana.


~Flasback off~


Ifa pun mengirimkan Vidio itu ke ponsel Mita.


"Loe liat sendiri gimana Cewek murahan itu nempel terus sama Sandy, gue kesel tau kenapa sih harus ada perselingkuhan kalo Rey kaya gitu gue langsung putusin gak ada ampun," ucap nya kesal.


"Sabar Fot kok jadi bawa-bawa kak Rey sih siapa yang selingkuhi loe, gak bakal berani Dia, lagian gak semua laki-laki itu sama," ucapnya.


"Ya kan seumpamanya Mit, gue cuma takut aja kalo dah kaya gini, bisa-bisa nya tuh si Sandy mendua mending kalo cantik tu cewek beda jauh lah sama Zahra, udah kurus hitam lagi,"


"Parno loe mah, lagian masalah Zahra kita jangan terlalu ikut campur, biarin Dia tau sendiri, jangan gitu sama anak orang loe mah kalo menghina gak kira-kira," ucapnya.


Meski pun Dia kesal tapi Dia juga tidak tega melihat Zahra menangis.


"Trus rencana loe gimana?" ucapnya.


"Rencana apa?" tanya Mita.

__ADS_1


"Bukannya loe mau pindah kuliah?"


"Oh masalah itu, iya gue kuliah bareng Adit sekarang, ya mudah-mudahan semua berjalan lancar dan gue bisa betah di sana," jawabnya, Mita senang bisa bersama Adit namun Dia juga sedikit was-was karna ada Lisa di sana.


"Semoga saja Adit bisa jagain loe di sana,maafin gue yang gak bisa jagain loe selama ini sampe-sampe gue gak tau ada orang yang berniat nyelakain loe, " sesalnya.


"Sudahlah semua sudah terjadi, jangan menyalahkan dirimu musibah mana ada yang tau," ujar Mita.


"Tapi gue penasaran kenapa mereka sampe kepikiran bikin loe kaya gitu?"


"Gue gak tau Fot, selama kita kuliah kan gak ada yang mencurigakan, mana gue tau kalo ada orang yang udah ngincer gue," ucapnya.


"Untung aja ada yang nemuin loe kalo gak gue gak tau loe bakal kaya apa, gue gak bisa bayangin," ujarnya.


"Setelah gue lelah teriak gue kehabisan nafas karna gelap dan gue gak ingat apa-apa lagi,"


"Terus gimana sama orang yang udah jahatin loe apa udah ketemu?"


"Udah, tapi gue gak nyalahin Dia kok wajar aja kalo di dasari cemburu semua bisa orang lakukan meskipun di luar akal sehat dan membahayakan nyawa orang lain,"


"Loe gak tuntut Dia Mit?" Mita pun menggeleng.


"Harusnya loe kasih perhitungan sama mereka, biar kapok semoga ini gak terjadi sama yang lainnya,"


"Gue serahin aja sama Papa terserah mau gimana, tapi gue minta jangan sampai mereka di keluarkan dari kampus kasian mereka,"


"Kalo gue jadi loe, udah gue tuntut mereka enak aja udah bikin orang celaka eh malah bisa keliaran bebas di luar sana," kesalnya, terbuat dari apa sih hati Mita itu sehingga mau memaafkan orang yang jahat padanya Pikir Ifa.


"Gue yakin mereka akan berubah, dan bisa mereka jadikan pelajaran di kemudian hari,"


"Gue harap sih gitu, tapi hati mana ada yang tau," ujarnya.


"loe mah propoktor Fot, bukannya dukung malah ngomporin yang enggak-enggak," ujar Adit yang baru saja datang.


"Nyamber aja loe, kesel banget gue," ujar Ifa, dan Adit hanya terkekeh Dia mencium kening Mita dan duduk di sebelah nya.


"Sayang kamu ko tau aku di sini?" tanya Mita karna Dia tidak memberi tahu Dia dimana.


"Felling aja, biasanya kalo kalian keluar pagi kan suka nonggkrong dulu di sini dari dulu," ujarnya dan Mita pun tersenyum.

__ADS_1


"Mit gue balik ya kasian ponakan gue nelponin gue terus minta di ajak main," Ucap Ifa, dan Mereka pun mengangguk.


Ifa pun meninggalkan mereka, Dia sengaja memesan taxi agar lebih cepat.


__ADS_2