
Dunia itu sangat kecil dan apapun yang sudah kita lupakan entah benda atau manusia suatu saat pasti kita akan menemukannya lagi.
Leonard masih saja mondar mandir di depan ruang IGD sambil terus memanjatkan doa pada Yang Kuasa.
Apa salahku sampai aku mendapatkan masalah ini.
Ssbenarnya hari ini aku harus bahagia karena kontrak kerja selama bertahun tahun si setujui hari ini.
Tetapi kenapa ada saja hal hal aneh yang menimpa diriku,kenapa ada saja orang yang ingin melukaiku melalui orang orang kesayanganku?
Siapa dalang dibalik semua ini?
Leonard berjalan mondar mandir dan ia pun mengambil ponselnya dan mulai menelepon seseorang.
Percakapan di ponsel
Leo :"Siang Bro,bisa datang ke rumah sakit Harapan Bangsa sekarang?"
Adrian :"Ada apa Leo?Siapa yang sakit?"
Leo :"Datang aja dulu baru tahu siapa yang sakit!!"
Adrian :"Baiklah Leo aku segera menuju ke situ sekrang."
Leo :"Cepat ya jangan lama lama!"
Adrian :"Iya gak lama kok!"
Ponsel di tutup berbarengan....
**
Dalam ruang meeting itu Adrian segera menutup meeting dan segera berlari ke lift dan turu di basement tepat dekat dengan mobilnya.
Adrian merasa ada sesuatu yang hilang,ia merasa jantungnya sangat berdegup kencang karena berita yang di dengarnya tadi dari Leonard.
"Bagaimana ini bisa terjadi padaku?Apakah adikku mengalami masalah serius?Ah bukan aku yang terlalu berhalusinasi."Gumam Adrian pada dirinya sendiri.
Dengan kecepatan tinggi ia menerobos lalu lintas yang lumayan padat itu.
Ia pun lupa Memberi tahu kekasihnya kalau ia takkan menjemputnya pulang bareng nanti.
Yang ada di kepalanya saat ini adalah secepatnya menemui Leonard dan melihat siapa yang dimaksud Leonard.
Sesampainya di Rumah sakit ia pun memarkirkan mobilnya dan berlari masuk ke IGD dan bertanya pada suster suster di ruangan gawat darurat itu sambil terengah engah.
"Permisi Suster apa ada pasien yang baru masuk atas nama Leonard?"Ucap Adrian karena ia tak tahu sebenarnya siapa yang masuk Rumah sakit.
Leonard yang kebetulan berada di balik layar triage langsung menyembulkan kepalanya dan melihat Adrian.
"Bro aku disini!"Sapa Adriab sambil menarika tangan Adrian dan masuk ke ruang triage itu.
"Ada apa bro hatiku tak tenang setelah aku mendengar berita tadi bro."Ucap Adrian pada Leonard.
"Lyen sakit,ceritanya belum jelas kenapa tiba tiba tangannya berdarah dan sangat banyak."Ucap Leonard sambil menggandeng tangan Adrian menuju ruang dimana Erlyen di rawat.
Disana terlihat Dokter dan Suster sedang berusaha menekan nekan jarinya menggunakan kapas yang sudah dibasahi normal salin agar darahnya berhenti mengucur keluar.
__ADS_1
Akhirnya benar benar darah itu berhenti mengucur keluar dari jari jari Erlyen.
"Bagaimana Dokter dan suster apakah Calon isteriku mengalami pendarahan?"Tanya Leonard yang wajahnya belepotan dengan darah juga karena tangan Erlyen mengenai wajahnya tadi.
"Bersihkan dulu wajah anda tuan!"Ucap seorang perawat sambil memberikan kapas bulat yang diberi Normal Salin pada Leonard.
"Makasih Suster!"Ucap Leonard sambil menerima kapas bulat itu dan mulai membersihkan wajahnya dengan kapas bulat itu.
"Ada apa ini?"Tanya Adrian tak saar sambil duduk di tepi bed tempat tidurnya Erlyen.
"Kamu kenapa Dek?"Tanya Adrian sambik membelai rambut Erlyen.
Ruang IGD sore itu dijaga oleh bodyguard milik Tuan Broto dan juga Leonard.
Adrian melirik ke arah bagan jendela dan melihat betapa banyak bodyguard yang berdiri dan berjejer serta mondar mandir di sekitaran IGD itu.
"Biarkan dia istirahat sejenak ntar baru diajak ngobrol ya karena itu reaksi obatnya akan bekerja sehingga lukanya akan cepat mengering Tuan!!"Ucap seorang Dokter dan mempersilahkan Adrian dan Leonard keluar dari ruangan itu.
Setelah Adrian dan Leonard keluar,Dokter pun mulai memeriksa jari tangan Erlyen.
"Syukurlah nadi kamu aman dan setelah ini kamu bisa pulang nak."Ucap Dokter itu sambil tersenyum ramah pada Erlyen.
"Terima kasih Dokter!"Ucap Erlyen pada sang Dokter.
"Ini resepnya tokong di tebus ya?"Ucap Dokter lagi.
Ketika Erlyen hendak bangun tiba tiba pintu ruang triage terbuka dan masuklah Mama Elaine.
Mama Elaine langsung memeluk Erlyen dengan penuh kasih sayang.
"Mama ngapain minta maaf kan mama gak ada salah sama Erlyen?"Ucap Erlyen sambil mengusap pundak mama Elaine.
"Mama minta maaf karena mama gak pernah ada buat kamu nak?"Ucap Mama Elaine sambil terus membelai rambut sang anak.
"Tidak apa apa mam kan Erlyen udah mau nikah,Erlyen bukan anak kecil lagi Mam,Leo pasti menjaga Lyen baik baik."Ucap Erlyen pada mama Elaine.
"Cerita dulu sama mama kenapa Lyen bisa masuk IGD?Siapa yang melukaimu nak?"Tanya Mama Elaine beruntun.
"Mama tanya Lyen kayak interogasi Lyen aja emang Lyen tersangka apa mam?"Ucap Erlyen membantah pertanyaan sang mama.
"Mama bukannya interogasi tapi mama hanya cemas memikirkan kamu nak?"Ucap Mama Elaine lagi.
"Iya iya Lyen tau."Ucap Erlyen lagi.
"Terus mana Kirana?"Tanya Erlyen mengalihkan pembicaraan.
Ketika sedang asyik bercerita tiba tiba pintu terbuka dan masuklah Papa Jayadi dan langsung memeluk sang anak dengan penuh rasa rindu.
"Ceritakan pada Papa apa yang terjadi padamu nak?"Ucap Papa Jayadi lembut.
"Nanti aja Papa nanti aja dirumah."Ucap Erlyen pada Papa Jayadi.
"Baiklah nak nanti aja di rumah ya?"Ucap Papa jayadi pada Erlyen.
**
Sedang asyik bercerita pintu terbuka dan masuklah seorang perawat membawa sebuah nierbeken untuk melepas infus di tangan Erlyen.
__ADS_1
"Peemisi saya mau lepas Infusnya dulu ya Dek biar kamu bisa pulang."Ucap Perawat itu sambil mulai melepaskan infus dari tangan Erlyen.
"Adeknya tarik nafas panjang ya biar saya cabut jarum infusnya."Pinta sang perawat dan diikuti tarikan nafas panjang Erlyen.
Setelah di lepas Masuklah Adrian dan Leonard ke dalam ruangan itu.
Mereka pun keluar dari ruangan itu dan menuju ke tempat parkir.
Ketika melewati koridor rumah sakit itu mata tua Pak Jayadi melihat sekilas seseorang yang sangat ia kenal dan ia pun menghentikan langkahnya dan berusaha melihat ke arah pria tua yang usianya sebaya dengannya itu.
"Browniesss!!"Seru Pak Jayadi tiba tiba dan mengagetkan semua orang disekitar koridor rumah sakit itu termasuk mama Elaine,Leonard,Adrian serta Erlyen.
"Jay...apa benar kamu Jay?"Ucap Pak Brown sambil berjalan mendekati pria tua yang usianya sebaya dengannya itu.
"Akhirnya hari ini kebahagiaan meliputi kita berdua ya?"Ucap Papa Jayadi sambil menerima pelukan dari sahabatnya itu.
"Kepalamu sudah ada landasan helikopter ya Brownies?"Ucap Papa Jayadi dengan guyonan klasiknya itu.
"Kamu juga makin ramping aja Jay?"Balaa Pak Brownies pada Papa Jayadi.
"Apa yang kamu lakukan disini?"Tanya Pak Brown pada Papa Jayadi.
"Aku kesini menjenguk putriku yang lagi sakit."Jawab Papa Jayadi.
"Putrimu?Sejak kapan kamu punya puteri bukannya putrimu hilang setelah lahir ya?"Tanya Pria tua itu pada Papa Jayadi.
"Aku sudah menemukannya lagi."Jawab Papa Jayadi pada Pak Brown.
"Ceritanya panjang nanti aku ceritakan ya?"Sambung Papa Jayadi lagi.
"Baiklah Sob..."Ucap Pak Brown lagi.
Tiba tiba datanglah Leonard menghampiri Papa Jayadi dan mengajak Pria setengah abad lebih itu untuk mempercepat langkahnya.
"Ayolah Papa semua sudah menunggu di mobil."Ajak Leonard sambil tersenyum.
"Eh Tuan Leo,apa Tuan mengenal pria tua ini?"Tanya Pak Brown pada Leonard.
"O ya perkenalkan ini Papanya isteriku alias papa mertuaku"Ucap Leonard sambil tersenyum.
"Jadi Tuan Leonard dan anda Jay ada hubungan kekerabatan?"Ucap Pak Brown dengan mata membulat.
"Seperti yang kamu lihat Brownies?"Ucap Papa Jayadi lagi membuat Leonard kaget bukan main.
"Jadi Papa Jayadi dan Pak Brown saling kenal?"Tanya Leonard pada Pak Jayadi.
"Iya kami bersahabat sejak kecil bahkan sampai selamanya."Ucap kedua pria tua itu bersamaan dan sangat kompak.
"Nak Leo artinya kerja sama kita tetap terjalin selamanya dong."Ucap Pak Brown sambil tersenyum.
*******
To be continued guys
Jangan lupa like komentar dan vote ya guys?
Terima kasih💪🙏🥰
__ADS_1