Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
Pelukan Hangat


__ADS_3

Apa yang terjadi pada Erlyen dan Ditta saat mereka melihat siluet Albert di balik kaca transparan itu?


Keduanya lari terengah engah menuju ke arah di mana Adrian dan Leonard berada.


Erlyen memeluk erat tubuh Leonard sambil berkata,"Leo,aku melihatnya lagi."Ucapan Erlyen seakan tercekat di lehernya sehingga ia mengucapkan kalimatnya dengan tidak beraturan dan ambigu bagi Leonard.


"Ada apa sayang?"Tanya Leonard pada kedua sahabat itu.


"Aku melihat siluet Albert dan isterinya itu Leo."Jawab Erlyen sambil menyembunyikan kepalanya di bawah ketiak Leonard.


"Trus?Kenapa kamu harus takut sayang kan ada aku dan bang Adrian di sini!"Ucap Leonard sambil menenangkan Erlyen yang seperti trauma dengan nama Albert.


"Iya juga sih,tapi tetap saja aku takut dengan pria itu karena dialah masa depanku hancur berantakan."Ucap Erlyen terbata.


"Kamu tidak akan hancur karena aku selalu berada di sampingmu sekarang dan selamanya Lyen."Ucap Leonard sambil merengkuh pundak Erlyen dan memeluknya dengan penuh kehangatan.


"Jangan berkecil hati Dek,lupakan semua kenangan pahit yang menimpamu dulu Dek,jalan masih panjang dan kakak yakin kamu pasti bisa melewati semua lika liku kehidupan ini dengan baik dan akan mendapatkan kebahagiaan."Ucap Adrian sambil tersenyum dan melangkahkan kakinya mendekati Erlyen dan Leonard,ia pun memeluk Erlyen dan Leonard.


"Eits jangan lupakan aku ya?"Seru Ditta sambil tersenyum dan mendekati Erlyen,Adrian dan Leonard.


Adrian pun merangkul Ditta dan juga Erlyen serta Leonard sambil tersenyum bahagia dan penuh rasa syukur.


"Mau pesan apa?"Tiba tiba seorang pelayan kafe bertanya pada ke empat orang itu.


"O iya minta menunya ya?"Jawab Adrian sambil mengurai pelukannya dan menerima menu yang di sodorkan oleh Pelayan itu.


"Terima kasih!" Adrian mengambil buku menu tersebut dan melihat menu apa saja yang akan mereka pesan.


Leonard pun mengurai pelukannya dari Erlyen dan Ditta.

__ADS_1


"Ayo dilihat mau pesan apa?"Ucap Adrian sambil menyodorkan buku menu itu pada Erlyen dan Ditta.


"Aku samain saja dengan pesanan Kak Adrian..!"Ucap Erlyen sambil tersenyum.


"Eh,mbak samain aja semuanya ya?dan minumnya Lemon Grass empat ya?"Ucap Erlyen sambil tersenyum dan memberikan buku daftar menu tersebut kepada pelayan itu.


"Baiklah di tunggu ya?"Ucap Pelayan itu dan berlalu pergi.


**


Di sudut Kafe terlihat sepasang suami isteri sedang duduk sambil menatap penuh rasa tidak suka pada ke empat orang yang tak lain dan tak bukan adalah Erlyen dan saudara saudaranya.


"Suamiku,kenapa kita seperti oramg bodoh yang duduk menunggu berjam jam disini Mas?Aku udah capek duduk disini tanpa hasil,aku berharap wanita itu mau memberi tahu kita mengenai anaknya."Ucap Wanita itu pada Pria disampingnya yang tak lain dan tak bukan adalah Albert.


"Kamu bisa tenang gak sih kan kita harus berpikir dengan tenang sebelum melakukan suatu aksi agar yang kita lakukan tidak salah sasaran."Ucap Albert sangat yakin dan percaya diri.


"Kita harus ikuti mereka dan cari tahu alamat rumah mereka agar kita bisa mencari tahu tentang keberadaan anakku."Ucap Albert dengan nada berbisik.


"Waktu itu aku memang bilang seperti itu karena aku memang tidak ingin kita berdebat terlalu lama soal hak asuh anakku."Ucap Albery lagi.


"Salah kamu suamiku aku tak mau lagi melihat kamu mengejar wanita itu aku tak mau berbagi apa yang menjadi hak ku dengan wanita lain tolonglah Suamiku janganlah mengejar wanita itu lagi biarkanlah dia hidup dengan tenang dan kita pun demikian harus menata hidup kita dengan baik."Ucap Wanita itu sambil meneteskan air mata bening di kedua belah pipinya itu.


"Kamu nangis isteriku?"Tanya Albert memastikan keadaan Wanitanya itu.


"Iya aku menangis karena kamu sangat antusias memcari tahu keberadaan anakmu padahal kamu sendiri yang bilang kalau kamu sudah bahagia hidup tanpa wanita itu dan anaknya dan lagi satu hal yang membuat aku percaya padamu adalah kamu mengatakan kalau anak itu bukan anakmu."Jawaban wanita itu membuat hati Albert bergetar seketika.


Sebenarnya ia masih mengharapkan kehadiran Erlyen dan anaknya itu,ia juga tak tahu anaknya perempuan atau laki laki dan sebenarnya hati kecilnya sangat menyesal dengan kejadian yang menimpa dirinya dan juga rumah tangganya tapi mau bagaimana semua itu karena desakan orang tuanya karena mereka menginginkan pertambangan emas yang dimiliki oleh keluarga dari isteri Albert yang sekarang.


Isteri Albert adalah orang suku pedalaman yamg sangat kaya raya di negaranya dan mereka mempunyai tambang emas dan batu bara yang besar sehingga Pak Jhonatan dan Isterinya menginginkan kekayaan itu jatuh pada Albert dengan mengorbankan Erlyen dan anaknya alias cucu mereka.

__ADS_1


**


Mereka sedang menikmati makanan yang disajikan diatas meja itu,Erlyen terlihat sangat menikmati makanannya.


"Sayang bukannya kamu asam lambung ya kenapa makan yang pedas?"Tanya Ditta pada Adrian.


"Nggak aku gak asam lambung kok aku sehat jiwa raga dan tak pernah mengalami sakit penyakit seperti asam lambung dkk."Jawab Adrian sambil mengunyah makanannya.


"Aduh adikku sayang...!"Ucap Adrian sambil membersihkan sudut bibirnya Erlyen yang berlepotan dengan saus sambal.


"Terima kasih Broo sudah memperhatikan calon isteriku yang sangat aku kasihi ini."Ucap Leonard sambil tersenyum dan meraih lagi tissu itu dan membersihkan lagi saus di sudut bibir Erlyen yang sebenarnya sudah dibersihkan oleh Adrian tadi.


"Kan udah aku bersihkan broo kenapa kamu membersihkannya lagi?kamu gak percaya ya sama aku?"Tanya Adrian sambil mengepalkan tangannya.


"Aku percaya sama kamu tapi aku lebih berhak atas dirinya jangan kamu kira aku gak bisa memperhatikan adikmu broo aku hajar kamu nanti."Ucap Leonard bercanda dan mengepalkan tangannya juga di depan Adrian yang juga tidak mau kalah dengan Leonard.


"Sudahlah cukup!!"Ucap Erlyen tiba tiba dengan nada lembutnya.


"Ditt,ayo kita pergi biar mereka berdua duel disini aja."Ajak Erlyen sambil menggandeng tangan Ditta dan siap pergi dari kedua orang pria itu.


"Kita hanya bercanda sayang...!!"Ucap Leonard sambil tersenyum dan dengan sigap langsung meraih puncak kepala Erlyen dan mengecupnya dengan penuh kasih sayang.


"Sayang jangan kemana mana biar kita sama sama disini dulu sambil memantau target kita."Ucap Leonard sambil tersenyum dan kembali dengan gemas mengacak acak rambut Erlyen.


"Kalian cepat nikah sudah biar aku segera menikah juga dengan adikmu Broo,jangan sengaja mengulur waktu kalian karena sejujurnya aku sudah tak sanggup menggantung hubungan kami."Ucap Leonard sambil menunjuk dada Adrian.


"Sabar broo aku masih menunggu ibu mertuaku habis operasi baru kita akan segera menikah,sabar lah bro jangan buru buru."Ucap Adrian sambil mendelik dan membuat Leonard gemas ingin meninjunya.


**

__ADS_1


TBC


__ADS_2