Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#23


__ADS_3

Istanbul Turki.


Mita sudah sampai di Istanbul, mereka sampai jam 8 malam, waktu Indonesia dan turki selisih 4 jam lebih cepat Indonesia.


Sesampainya di Bandara,mereka langsung di jemput oleh supir.


Mereka langsung ke rumasakit menjenguk Ibu Aise atau Nenek nya Mita.


"Bagai mana kabar mu, bagai mana keadaan Ibu?" ucap Pa Ali memeluk Hasan adiknya.


"Kabar kami baik, Ibu masih di tangani oleh dokter," jawabnya melepas pelukan kakaknya itu.


Mita dan Yoga pun menyalami paman dan Bibi nya,tak lupa Fatma juga memeluk Ipek adik ipar nya itu.


"Sebaiknya kalian istirahat dulu karna Ibu belum bisa di jenguk, biar kami yang menjaga di sini," ujar Hasan.


Ali pun hanya bisa melihat dari kaca kamar Ibu nya, terlihat Ibunya terbaring lemah dengan selang infus di hidungnya.


Fatma pun mengelus pundak suaminya agar merasa tenang, Dia tau sejak tadi suaminya cemas.


"Kita istirahat dulu ya, kasian anak -anak kecapean," ucapnya melirik anak-anak yang duduk di kursi tunggu bersama adik iparnya Hasan dan Ipek.


Pa Ali pun mengangguk dan segera pamit kepada Hasan dan Ipek.


"Hasan ,Ipek ,Abi dan keluarga akan pulang dulu, mungkin besok kami kemari lagi, semoga keadaan Ibu bisa lebih baik," ujarnya.


"Itu lebih baik dari pada Abi di sini kasian mereka," jawabnya melirik Mita dan Yoga.


"Ya sudah kalo begitu Kita pamit ya kalo ada apa-apa cepet hubungi Abi," ujar nya dan Hasan pun mengangguk.


Abi dalam bahasa turki berati Kakak, maka Hasan pun begitu.


Mereka pun di antar ke rumah Ibu Aise, rumah yang begitu luas dengan taman dan kolam renang .


Mereka di sambut Ibrahim sedangkan Kaenan sedang tidak di rumah, mereka adalah putra Hasan dengan Ipek.


"Paman ,kalian sudah datang,silahlan masuk," ujar Ibrahim mempersilhkan mereka .


"Terimakasih Baim, Paman dan yang lain langsung masuk ke kamar ya," ujar Ali setelah bersalaman.


"Oh silahkan paman, kalo kalian lapar makanan sudah siap," ujarnya dan mereka pun menganguk.

__ADS_1


Mita pun segera membersihkan diri setelah sampai di rumah Nenek nya,sungguh Dia sangat lelah dan juga pegal seharian duduk di pesawat.


Keluarga mereka sangat harmonis,


Ali dan Hasan hanya dua bersaudara, Ayahnya sudah lama meninggal dunia,Hasan sudah menikah dengan Ipek dan mempunyai dua orang putra yaitu Ibrahim dan Kaenan,sejak suaminya meninggal Bu Aise sering sakit sakitan sehingga membuat Ali pulang pergi ke sana.


Mita dan yang lain pun berkumpul di ruang makan,Mita juga sudah terbiasa dengan makanan di sana.


"Baim,kenapa kamu tidak makan nak," ujar Pa Ali.


"Oh itu paman, Baim sudah kenyang," jawabnya sambil tersenyum.


"Bagaimana kabar Adikmu?" karna setaunya Kaenan anaknya sedikit bandel, dan juga sering membangkang.


"Begitulah, sekarang Dia lebih baik dan tidak sering berulah," ujarnya,mengingat beberapa hari yang lalu adiknya mabuk dan pulang malam.


Ibrahim berumur 27 sama seperti Yoga, Dia juga mendirikan perusahaan di bidang iklan.


Sedangkan Kaenan masih kuliah,malam ini kaenan sedang tidak ada di rumah.


Di sisi lain Adit yang masih belum bisa memejamkan matanya melihat ponselnya ternyata chat nya sudah di baca oleh Mita namun tidak ada balasan.


Adit pun memejamkan matanya, tak lamu Dia pun terlelap.


Pagi harinya seperti biasa Adit sudah sampai di sekolah, hari ini adalah di umumkannya kelulusan, para siswa berbondong ke sekolah mencari tau apakah mereka lulus atau tidak.


Terpampang jelas di dindin 20 besar, peraih nilai terbaik taun ini,tertera nama Mita di urutan pertama di susul Zaki yang kedua dan Adit di urutan ke tiga dengan nilai beda tipis.


Adit pun tersenyum melihat nama Mita, Dia bangga sekali karna Mita selalu menjadi yang terbaik.


Dia pun masuk ke dalam kelas menghampiri teman-temannya.


"Hay bro," ujar Adit menyapa Zaki dan Sandy.


"Gimana kabar loe bro udah baikan," bisik Sandy dan Zaki hanya mengangguk masih asyik dengan ponselnya.


"Lumayan lah, meskipun masih ada sedikit kesal," jawabnya.


"Gimana kalo kita party rayaain kelulusan kita gimana Kie menurut loe?" usul Sandy, sambil menaik tirunkan alisnya.


"Gue sih terserah kalian aja, sekalian juga ada yang mau gue sampein sama kalian," ujar Zaki, Dia belum cerita kalo akan kuliah di luar negri.

__ADS_1


"Oke, kondisikan aja tempatnya kita makan-makan aja lah, ajak para cewek-cewek," ujar Sandy .


"Jangan lupa kabarin Vito,kemarin gue liat cewek nya beda lagi apa udah putus ya sama yang kemaren," ujar Zaki.


"Mana gue tau, semenjak gak satu kelas Dia jarang gabung sama kita-kita," ujarnya dan mereka pun mengangguk.


Ifa dan Zahra baru saja datang ke sekolah, mereka langsung melihat mading.


"Mita pasti seneng banget kalo liat ini," ujar Zahra.


"Ya pasti lah, gue udah yakin kalo Mita akan menjadi siswa terbaik taun ini," jawab Ifa, karna sudah biasa setiap tahun Mita selalu menjadi juara kelas.


"Apa Mita ada hubungi loe Fot, gue ko agak khawatir ya sejak kemarin ponselnya tidak aktip," karna Zahra belum menelpon nya pagi ini.


"Mita baik-baik saja, semalam Dia chat gue katanya Neneknya yang di Turki sakit,jadi mereka ke sana semua," ujarnya dan zahra pun mengangguk,mereka pun masuk ke kantin mencari makan.


"Kalian di sini? Mana Mita?" ujar Vito yang baru saja datang.


"Ngapin loe nanyain Mita? pacar loe mana ntar marah lagi kalo loe gabung sama kita," ucap Zahra, karna mereka tau kalo pacar Vito sangat cemburuan.


"Kalian tenang aja, kita udah putus," jawabnya sendu.


"Wah serius loe?" tanya Ifa antusias, Ifa tau kalo pacar Vito cuma memfaatkannya saja.


"Seneng banget loe liat gue galau," jawabnya meninpuk tangan Ifa pelan.


"Eh apa-apaan nih?" ujar Zaki yang baru saja datang dengan yang lain.


"Ini nih s Vito lagi galau, gue yang jadi sasaran," ujar Ifa mengadu.


"Loe galau kenapa?" ucap Sandy yang baru saja duduk di samping Zahra.


"Tau lah," jawabnya cemberut.


"Galau, Dia lagi patahati," seru Ifa tersenyum puas.


"Apa jangan -jangan loe selingkuh dan ketahuan iya?" ujar Zaki, karna kemarin melihat Dia dengan cewek lain.


"Enak aja, gak lah itu cuma salah paham, emang Dia nya aja yang gak jelas, orang gue jalan sama Nia adik gue di bilang selingkuh," jawabnya.


Dan mereka pun malah terbahak, bukanya simpati membuat Vito semakin kesal.

__ADS_1


__ADS_2