Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#32


__ADS_3

Setelah makan siang bareng dengan Adit, Mita dan Mamanya pun kembali ke Butiq.


"Mama ko bisa kenal dengan Mamanya Adit?" ucap Mita, kini Mita sudah di dalam ruang kerja Mamanya.


"Papa sama Ayah nya Adit berteman sejak lama, jadi kita sudah seperti saudara," Ujarnya dan memang benar dulu saat Mita kecil, mereka sering makan malam bersama sebelum sibuk seperti sekarang.


"Oh pantas saja Mama terlihat akrab, tapi ko Mita gak tau ya ,keluarga kita kenal dengan keluarga nya Adit," karna setau Mita, Keluarga Adit belum pernah berkunjung.


"Dulu saat kamu kecil mereka sering ke rumah, namun setelah kita pindah rumah jadi jarang, apalagi kita sibuk dengan kerjaan masing -masing," jawabnya.


Mama Fatma pun membuat beberapa sketsa pakaian untuk pesanan langganannya.


"Oh pantas saja," Mita pun megingat saat di ajak makan malam oleh Adit,Ayahnya Adit begitu baik dan juga ramah.


"Ya begitu lah, apakah Mita bosan? Mita bantu tante Ami ambil bahan-bahan ini ya" ujar Mamanya menyerahkan catatan di buku kecil.


Mita pun keluar mencari tante Ami, setelah ketemu Mita membantu tante Ami memilih bahan di gudang bersama dua karyawannya.


"Nah ,Mita harus tau bahan-bahan ini kalo mau jadi desainer seperti Mamamu," ujar Tante Ami menunjukan beberapa lembar kain, juga jenis kain itu.


"Siap tante Mita akan coba mengingatnya," Ami pun tersenyum melihat keponakannya itu, Mita memang suka menggambar namun Dia tidak bercita-cita seperti Mamanya.


"Ya sudah ayo kita kembali, biar mereka yng bawa ke tempat jahit," Mereka pun keluar dari sana.


Ternyata sudah ada Papa nya."Mana Mama? Udah sore ayo pulang," ujar Pa Ali, karna sudah jam 4 sore.


"Bentar Mita panggilin," ujarnya, namun belum sempat Mita naik ke tangga Mama nya sudah akan turun, Mita pun mengurungkan niatnya dan menunggu saja di bawah.


"Nah itu Mama," ujarnya tersenyum.

__ADS_1


Mereka pun pamit kepada Ami, lantas segera pulang.


Kini mereka sudah di dalam mobil. "Tumben gak telat jemput nya?" ujar Mamanya karna biasanya mereka akan menunggu.


"Hehe Mama bisa aja, sekarang Papa tepat waktu masih ngomel juga," mereka pun tertawa, suasana di dalam mobil pun rami oleh candaan Papanya, hingga tak terasa sudah sampai di depan rumah.


"Mita langsung ke kamar ya gerah banget," ujarnya dan mereka pun mengangguk.


Mita pun masuk ke dalam kamarnya segera mandi, begitu pun dengan kedua orang tuanya.


"Pa, Mama tadi ketemu Kak Cici saat makan siang sama Adit juga," ujarnya.


"Bagus dong, gimana dengan Mita apakah mereka berbincang?"


"Sepertinya mereka masih canggung, tapi Mama liat seperti nya Adit menyukai Mita," Mama ingat tadi sempat memperhatikan Adit yang terus mencuri pandang pada anaknya itu.


"Sepertinya kita harus sering sering mengajak mereka jalan, biar mereka bisa dekat," ujarnya dan Mama pun mengangguk setuju.


"Kenapa gak di rumah Ifa aja ngaliwet nya biar gak repot, " Ujarnya.


"Ya gantian dong, masa tiap ada acara di sana terus, lagan kasian kan Teh Yani baru juga kembali dari kampung," ujarnya.


Malam pun tiba Adit dan keluarga sudah selesai makan liwet sekarang mereka sedang bersantai dengan keluarga tetangga nya itu.


Adit pun bertanya kepada Ifa tentang Mita.


"Fa sini deh gue mau tanya sesuatu sama loe,"


"Tanya apa?" tanya Ifa heran, karna biasanya Di yang bertanya duluan.

__ADS_1


Sekarang mereka duduk tak jauh dari orang tua mereka.


"Emang benar ya Mita mau kuliah di Turki?"


"Oh masalah itu? Gue juga kurang tau, karna itu baru rencana aja, kalo gak salah Mita daftar satu kampus sama gue," Karna memang benar Mita sudah mendaftar bareng dirinya.


"Gue juga berharap Dia bisa kuliah di sini saja biar gak jauh," jawabnya.


"Alah ngapain juga loe nanya-nanya bukannya kalian gak ada hubungan apa-apa? apa rencana loe, apa gak cukup bikin Dia kecewa,"


"Loe tuh ya bukannya bantu gue agar bisa balikan eh malah bikin gue kesel," ujarnya.


Ifa masih kesal setelah mendengar cerita ,kalo Mita hanya di manfaatkan saja oleh Adit.


"Gue bisa jelasin semua Fa, gue emang salah tapi gue nyesel, Mita juga punya cowok kan selain gue? trus salah mana coba gue apa Mita," Adit pun masih kesal karna Mita jalan dengan laki-laki lain.


"Cowok mana maksud loe?" tanya Ifa heran.


"Yang kemaren lah, siapa lagi? gue kesal tau semalem sama kalian malah cekikikan atau jangan-jangan loe udah tau kalo Mita punya pacar selain gue?"


Adit pun sudah curiga karna selama pacaran dengan nya Mita sering mendapat telpon dari orang misterius itu, Mita hanya bilang Aa saja gak jelas jawabnya.


"Haha pasti loe mikir yang kemarin pacarnya Mita, iya kan?" karna Dirinya pun berpikir seperti itu.


"Ko loe malah ketawa sih?"


"Loe salah paham Dit, cowok yang sama Mita itu Abang nya," ujar Ifa terkekeh.


"Apa?? loe yang bener fa ,jangan bikin gue penasaran?"

__ADS_1


"Emang bener ihh, gue juga baru tau kemarin karna selama ini Abang nya tinggal di Asrama"


Adit pun tersenyum, akhirnya apa yang di takutkan nya tidak terjadi, Dia berharap bisa mendapatkan hati Mita kembali.


__ADS_2