
Hampir 2 jam mengudara, Akhirnya mereka sampai di sana dengan selamat.
"Akhirnya sampai juga." ucap Mita merentangkan tangannya.
Mereka langsung di sambut oleh mobil dari hotel, Mita baru tahu kalo Papanya mempunyai Hotel di Bali itu pun Yoga yang memberi tahunya saat di perjalanan tadi.
Hanya 20 menit mereka sudah sampai di sebuah hotel yang lumayan mewah.
Kini mereka berjalan bersama, Bayu dan Ifa yang bertugas mengambil kunci di resepsionis.
"Kamu gak papa kan?" tanya Adit yang berada di samping nya.
"Gak papa ko, emang aku kenapa?" Mita pun malah balik tanya.
"Dari tadi diem aja," tanya Adit heran.
"Ohh kirain apaan, aku cuma sedikit pusing. Kamu satu kamar sama siapa?" tanya Mita.
"Aku satu kamar sama Sandy, biar Vito sama Rey, Abang kamu pasti lah sama Kak Bayu," ujarnya.
"Oh gitu, aku mau satu kamar sama Zahra," ucap nya melirik Zahra yang berjalan di belakang nya bersama Yoga.
"Pasti mau kepo kan ayo ngaku?" ujar Adit gemas melihat Mita yang nampak masih bingung.
"Ih apaan, enggak lah aku cuma mau tahu aja cerita nya gimana?" Kilahnya.
"Itu sama aja sayang," Adit pun mencapit hidung nya karna gemas.
"Udah ahh, ayo masuk kamar tuh Ifa udah dapet kuncinya," Ajak Mita, karna Dia mulai lelah.
"Aku sih oke-oke aja apalagi satu kamar sama kamu," Ujar nya menggoda sambil mengerlingkan sebelah matanya.
"Issst... apaan sihh, udah sana tuh sama Sandy," ucap Mita berlari mengejar Ifa yang berjalan di depannya.
"Fot mana kuncinya?" tanya Mita.
"Nih, eh bukannya kita satu kamar? " ujar Ifa heran.
"Gue sama Zahra ya tidurnya," ucap Mita memelas.
"Ah pasti loe mau kepoin Dia, iya kan?" Selidik Ifa.
__ADS_1
"Iya he.. he..," jawabnya sambil cengengesan.
"Loe gak kepoin Dia juga Fa, biasanya kalian kan sama?" tanya Adit.
"Gak lah ngapain juga, gue kan udah tahu,"
"Jadi cuma gue nih yang gak tahu tega banget kalian," ucap Mita merajuk.
"Cuma gue yang tahu, itu pun tadi padi Zahra keceplosan ngomong le gue, ya udah gue sekalian aja minta penjelasan," ucapnya panjang lebar.
"Oh pantas saja, gue kira loe tahu tadi lama terus nyembunyiin ini dari gue," Ifa pun menggelengkan kepala.
Mereka pun naik lift menuju lantai 9 dimana kamar mereka berada.
"Ka Mel satu kamar sama Ifa yah, kalian udah kenal kan?" ucap Mita dan Melati pun mengangguk sambil tersenyum.
Mita sudah mengenalkan Melati dengan Ifa beberapa bulan lalu, jadi mereka sudah dekat.
Semalam Mita yang maksa Melati ikut, karna masih tersisa satu tiket lagi, Melati pun terpaksa mengiakan karna tidak enak dengan Mita yang selalu membantunya.
Namun Melati masih belum tahu kalo Mita anak pemilik perusahaan, Dia hanya tahu Mita berteman dekat dengan Bayu jadi pantas saja kalo mereka di ajak liburan bersama.
Setelah menemukan kamar mereka pun berpisah dan masuk kamar masing-masing, termasuk Mita.
"Loe pasti tahu alesan gue marah sama loe," jawabnya pura-pura ngambek.
"Gue minta maaf, gue cuma gak mau sampe Sandy tahu kalo gue pacaran sama kakak loe, tadi juga gue merasa gak nyaman," ucap nya jujur.
Zahra pun bercerita pertemuan nya dengan Yoga 3 tahun yang lalu hingga bisa pacaran jarak jauh sampe sekarang.
"Gue terharu banget denger nya, maafin gue juga ya loe pantas bahagia Ra, gue yakin Aa pasti setia sama loe," ujarnya memeluk sahabatnya itu.
"Makasih adik ipar loe emang terbaik," ucap Zahra terbahak.
Dia tidak menyangka sahabat nya ini akan menjadi saudara nya, Dia sangat bahagia bisa ada di antara mereka.
"Ya udah istirahat sana, loe pasti pusing kan," ucap Zahra dan Mita pun mengangguk .
Mita pun merebahkan tubuhnya, Dia sungguh pusing karna perjalanan udara tadi.
Setelah melihat Mita tidur Zahra pun bergegas mandi membersihkan diri.
__ADS_1
Di kamar lain Adit sedang duduk berbincang dengan Sandy, mereka juga sedang membicarakan Zahra yang tiba-tiba datanf dan mengaku pacaran dengan Yoga.
"Apa loe gak curiga, jangan-jangan mereka cuma pura-pura pacaran gue yakin Zahra masih sayang sama gue dan itu cara Dia balas dendam ke gue," ucap Sandy.
"Gue gak tahu apa-apa, Loe liat kan Mita juga sama syok nya kaya loe apalagi gue yang gak dekat sama Kak Yoga, Dia tuh gak seasyik yang kita lihat malah suka bikin gue darah tinggi nyebelin tahu," ujarnya mengingat pertemuan nya kemarin.
Untung saja ada Zahra, kalo enggak pasti akan jadi bumerang bagi nya karna dimana ada Mita pasti Yoga akan menggangu nya.
"Gue akan cari cara supaya gue bisa ngobrol berdua dengan Zahra dan tugas loe bantuin gue cari cara,"
"Oke loe tenang aja, tapi kalo Zahra udah gak mau sama loe, loe harus lupain Dia biarin Dia bahagia dengan pilihannya," ucap Adit.
Sandy pun hanya mengangguk pasrah, Dia yakin kalo Zahra hanya pura-pura, Dia berharap Zahra bisa jadi milik nya lagi.
Tak terasa waktu pun berlalu, sudah jam 4 sore Adit pun mengajak Mita keluar melihat ke pantai Sanur yang tak jauh dari sana.
Mereka tidak memilih pantai Kuta karna pasti di hari libur begini akan sesak dengan pengunjung.
"Tempat nya indah banget ya apalagi kalo liat matahari terbenam," ujar Mita.
Kini mereka berjalan di sisi pantai sambil bermain pasir.
"Apa kamu belum pernah kemari?" tanya Adit.
"Belum, dulu aku cuma ke pantai pandewa saja tidak mampir kemari dan ternyata di sini tempat nya sama indah nya," ujar Mita berbinar.
"Gimana tadi sama Zahra apa Dia cerita semuanya sama kamu?"
"Iya aku udah tahu semua nya, semoga saja mereka berjodoh ya," ucap Mita berharap agar sahabatnya dan Abangnya itu bisa bersama dalam ikatan pernikahan.
"Do'akan saja semoga yang kita harapkan terkabul," ujarnya.
"Yang lain pada kemana kok gak ada yang ikut kita ke sini?" tanya Mita heran melihat kiri kanan tak ada satu pun dari rombongannya yang ikut ke sana.
Sedangkan Zahra tadi Dia lihat sedang tertidur nyenyak sehingga Dia tidak tega membangun kan nya.
"Mereka mungkin lagi istirahat, kalo Sandy tadi mau cari makan katanya," ucap Adit mengingat saat akan keluar dari kamar.
"Apa kamu juga ingin makan sekarang?"
"Boleh, tapi nanti kesini lagi ya," pintannya memelas.
__ADS_1
"Baiklah apa pun mau kamu," ujarnya tersenyum mengusap pucuk kepala Mita.