
Untuk semua waktu yang kau habiskan disampingku,Untuk semua kebahagiaan yang kau bawa ke dalam hidupku,Untuk semua mimpi yang kau wujudkan,Untuk semua cinta yang aku temukan di dalam dirimu.
Erlyen kembali menutup lembaran diary yang ia tuliskan untuk mengisi setiap lembaran kertas wangi dengan isi hatinya yang terdalam.
Erlyen sangat bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan atas anugerah terindah yang ia terima dalam hidupnya.
Erlyen merasa hidupnya sungguh sempurna di kelilingi orang orang yang mencintainya.
**
"Sayang,aku merindukan sahabatku.."Ucap Ditta di suatu pagi ketika Adrian menghampirinya sebelum mereka berdua berangkat ke kantor.
"Kamu merindukan Erlyen?"Adrian balik bertanya.
"Iya Sayang aku sangat merindukannya."Ucap Ditta sambil mengoleskan selai nenas pada lembaran roti itu.
"Sayang ini rotimu ayo cepat di makan biar kamu gak masuk angin."Ucap Ditta perhatian pada sang kekasih.
"Makasih ya sayang..."Ucap Adrian sambil menerima Lembaran roti yang diberikan oleh Ditta padanya.
"Kita juga harus ke rumah mama dan papa sore nanti karena kata mama Kirana lagi sakit dia sering menyebut nama Erlyen terus menerus."Ucap Adrian sambil mengoles lagi selai ke dalam lembaran roti berikutnya lagi.
"Baiklah nanti kabari aku ya kalau kamu akan pulang kerja biar aku jemput."Pinta Adrian pada Ditta sahabat Erlyen.
"Iya aku pasti kabari kamu sayang."Jawab Ditta sambil tersenyum.
Kemudian kedua sejoli itu pun meneguk susu coklat hangat yang sudah disiapkan Ditta itu.
"Selesai makan mereka berdua pun keluar rumah dan menuju ke arah mobil Sport yang terparkir indah di halaman rumah Adrian itu.
"Aku lupa tasku."Ucap Adrian sambil melangkah masuk lagi ke dalam rumahnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian Adrian pun kembali dari dalam rumah dan langsung masuk ke dalam mobilnya dan menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan perlahan lahan.
"Nanti pulangnya tunggu aku ya sayang?Kita sekalian jenguk adekku dulu aku rindu sekali ingin ngobrol dengannya."Ucap Adrian sambil menyetir dengan perlahan.
"Iya sayang,tapi aku punya usul mas bagaimana kalau kita ke sana pas makan siang aja biar kita makan siang bareng mereka berdua."Ucap Ditta pada Adrian.
"Ucapanmu boleh juga aku setuju itu ayo kamu hubungi Erlyen untuk mempersiapkan makan siang kita disana."Pinta Adrian sambil tersenyum pada Ditta dan tetap memegang setir mobilnya dengan aman.
"Sayang aku sudah mengirim pesan untuk Lyen dan dia belum membacanya."Ucap Ditta sambil tersenyum manja pada Pria di sampingnya yang sudah sah menjadi kekasihnya itu.
**
"Tuan Leonard yang terhormat saya mengharapkan kerja sama kita soal kapal pesiar itu segera di lakukan karena itu saya mengharapkan Tuan untuk datang ke tempat kami malam ini pukul Tujuh."Begitulah isi surat faksimili dari seorang pengusaha terkenal yang ingin bekerja sama dengan perusahaan milik Leonard.
"Baiklah kita akan memulai bisnis kita,aku harap Lyen juga mau ikut ke sana malam nanti."Ucap Leonard pada dirinya sendiri.
"Lyenku sayang sudah selesai siap belum?Ayo berangkat kerja sayang kamu tahu kan sedetik saja aku tak melihatmu di sampingku rasanya hampa sekali duniaku ini,aku harus selalu membawamu bersamaku dan nanti malam kamu ikut aku ke acara pertemuan dengan kolegaku ya?"Ucap Leonard sambil melingkarkan tangannya di pinggang Erlyen.
"Kamu sangat menggemaskan sayang,dari dulu hingga sekarang aku selalu ingin melihatmu seperti ini yakni bahagia bersamaku."Ucap Leonard lagi.
"Terima kasih Tuan Leonard Frederick Horowitz aku menyayangimu."Jawab Erlyen sambil membalas mengecup pipi Leonard.
"Sayang ayo berangkat."Pinta Leonard pada Erlyen.
"Eh Ponselku di kamar sayang tunggu aku ambil dulu ya?"Ucap Erlyen sambil berlalu dari hadapan Leonard.
Karena terburu buru akhirnya ia pun terjatuh dan sikunya berdarah namun karena buru buru ia tak merasakan sakitnya itu.
Dengan perlahan membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil ia juga belum menyadari kalau darah di siku nya mulai menetes sedikit dan mengenai kursi mobil.
Ketika Leonard hendak membantu memasang seat belt pada Erlyen betapa kagetnya karena melihat tetesan darah itu.
__ADS_1
"Lyen kamu gak apa apa kan?Kamu kenapa sayang?Siku kamu kena apa sayang?"Ujar Leonard sambil mengelus luka lecet di siku Erlyen dengan tissue.
"Ayo kita kembali ke dalam aku harus membersihkan luka ini dan merawatnya aku tak mau kalau sampai infeksi."Ucap Leonard sambil melepaskan seat beltnya dan turun dari mobil serta membukakan pintu mobil untuk sang kekasih pujaan hatinya.
"Leo!! Nanti kamu bisa telat hari ini kan ada meeting dengan klien penting Leo?"Tolak Erlyen halus tetapi tak di gubris sama sekali oleh Leonard.
Pria itu langsung menggendong wanitanya dan membawanya masuk kembali ke dalam mansionnya itu.
"Kamu tahu tidak aku sakit hati kalau melihatmu terluka baik secara fisik maupun bathin aku tak tega melihat kamu terluka sedikitpun,kamu itu bagaikan duri yang selalu menyakitiku dengan segala tingkahmu yang membuat luka pada diriku,tolong janganlah membuatku khawatir lagi sayang."Ucap Leonard sambil mendudukkan Erlyen di atas sofa dan mulai mencari kotak P3K untuk melakukan perawatan pada siku Erlyen.
"Tunggu sebentar ya sayangku."Ucap Leonard dan melangkah pergi meninggalkan Erlyen.
Tak lama kemudian ia kembali membawa kotak P3K dan mulai melakukan pembersihan pada luka lecet pada siku Erlyen.
"Perih sayang tahan ya?"Ucap Leonard sambil memberikan obat merah pada luka lecet itu dan membalutnya dengan perban.
"Tahukah kamu sayang aku tak ingin sesuatu hal.yang buruk mengenai kamu aku tak mau aku hanya ingin bahagia bersama kamu selamanya. Dan andai aku di kasih kesempatan sama Tuhan untuk hidup di kehidupan selanjutnya aku hanya ingin bersama kamu sayangku mengarungi bahtera rumah tangga kita memiliki banyak anak anak yang lucu dan itu sangat membuatku bahagia."Ucap Leonard lagi dan saat itu pula ia sudah selesai membalut luka di siku milik Erlyen.
"Sayang...tetaplah tegar di sampingku sampai selama lamanya amin!!"Ucap Leonard sambil pergi dan menyimpan kembali kotak P3K di tempatnya.
"Ayo sayang kita berangkat!!"Ajak Leonard sambil memapah Erlyen agar bisa berjalan tanpa ada yang menyentuh tangannya itu.
"Leo aku bisa jalan sendiri kok lagian yang sakit bukan kakiku tapi siku aku sayang...!!"Ujar Erlyen mencoba melepaskan tangan Leonard tetapi tak dibiarkan oleh Leonard justru ia semakin mengeratkan genggaman tangannya dengan lembut dan penuh rasa cinta.
"Sayang tetaplah disampingku selamanya ya?"Ucap Erlyen tiba tiba membuka suara dengan nada lembut selembut angin bertiup sepoi sepoi basah.
**
To be continued guys
Jangan lupa like komen dan vote ya
__ADS_1
Terima kasih🙏🥰