
Mita berdiri pada saat akan melangkah Adit mencekal lagi pergelangan tangannya, Mita pun menoleh.
"Lepas, kita gak ada hubungan apa-apa," ujar Mita tegas, namun Adit masih tidak melepaskannya.
"Gue tau Mit, loe kaya gini karna udah punya pacar baru iya kan, jawab?" ujarnya sedikit emosi.
"Apa maksud kamu? Aku gak kaya gitu ya," ucap Mita sama emosi nya.
Adit pun memperlihatkan poto nya dengan seorang laki-laki, dan Mita pun langsung bisa mengenalinya.
"Udah cukup Dit, jangan pernah ganggu gue lagi, terserah loe mau bilang apa gue gak peduli," Mita pun melepaskan tangan Adit dengan kasar dan pergi dari sana.
Mita pun pergi ke taman belakang, Dia menangis sejadi-jadinya, sungguh sakit perasaan nya, namun Mita bertekad akan melupakan Adit.
"Ayo Mita kamu pasti bisa," gumannya seraya mengepalkan tangannya.
Di sisi lain Adit tidak bisa menahan emosi nya, Dia meninju tembok sampai tangannya berdarah.
"Mita, loe baner-benar buat gue kacau, setelah gue menyadari perasaan gue ke loe, dan loe malah kaya gini," teriaknya, membuat Sandy yang baru saja datang terlonjat kaget.
"Dit loe gak papa kan?" ujar Sandy melihat Adit yang berantakan, tak lupa darah menetes dari buku-buku tangannya.
"Tinggalin gue sendiri," ujarnya tanpa menoleh,Adit masih sangat kesal karna Mita tidak mau mendengarkan perkataannya.
Sandy pun mengerti, Dia pun meninggalkan Adit sendiri di sana.
Hari pun sudah mulai siang, Mita ketiduran di taman belakang sekolah karna terlalu lama menangis.
"Ya Tuhan jam berapa ini?" gumannya saat merasakan cahaya matahari menyilaukan matanya.
Mita pun melihat jam tangannya ternyata sudah jam 1 siang,Mita pun segera berdiri dan meninggalkan tempat itu menuju kelasnya,namun sebelum nya Dia menelpon kakaknya agar menemputnya.
"Mita loe dari mana aja sih? Kirain loe pulang duluan," ujar Ifa merasa heran, karna tidak biasanya Mita seperti itu.
"Gue duluan fot, gue ada urusan bye," ujarnya mengambil tas nya dan meninggalkan Ifa yang masih bengong.
"Kenapa sih Mita aneh banget," gumannya sambil menggelengkan kepala.
__ADS_1
Di sisi lain Yoga baru saja dari rumah temannya, Dia langsung menjemput adik kesayangannya itu.
Mita menunggu di depan gerbang, setelah 15 menit menunggu Yoga pun akhirnya datang,Mita pun masuk ke dalam mobil dan segera memakai sabuk pegaman nya.
"Aa dari mana? ko lama banget bukannya udah jalan ya pas Mita telpon," ucap Mita, melihat Yoga yang masih memakai baju yang sama.
"Maaf, Aa habis dari rumah temen mungpung ada waktu jadi sekalian aja mampir eh malah lupa waktu," seru nya sambil cengengesan.
"Temen apa temen nih?" Ledek Mita.
"Ya temen lah kan cowok, kamu tuh aneh-aneh aja deh," jawabnya, dan Mita pun mengenggukan kepalanya.
"Ya siapa tau, soalnya dari dulu Mita gak pernah lihat Aa dekat dengan cewek," Mita pun mengingat-ngingat hanya ada satu gadis yang pernah di bawanya main kerumah waktu Yoga masih SMA, Dan Mita saat itu masih SD.
"Udah jangan ledek Aa terus, sekarang Aa tanya kamu kenapa ko kaya habis nangis gitu?" ucapnya,Yoga baru sadar kalo Muta sedikit sebab.
"Ahh ini, Mita tadi ketiduran di taman belakang sekolah," ujarnya, sambil membuka kacamatanya.
Semakin terlihat jelas kalo Mita tidak baik-baik saja.
"Gak mau cerita nih sama Aa?" Yoga sudah tau kalo Mita tidak akan pernah menyimpan rahasia apapun padanya termasuk hubungannya dengan Adit yang baru berjalan beberapa minggu.
Kini mereka sampai di depan Rumasakit , Mita pun segera keluar dari mobil serta membenarkan matanya.
"Mit kamu udah siap? " Ujar Yoga.
Mita pun mengangguk, kini mereka sudah sampai di ruangan dokter karna Yoga sudah mendaftarkan nya terlebih dulu.
"Ayo silahkan duduk, saya sudah mendengar dari kakak anda ?" Ucap Dokter itu melihat Mita yang membenarkan kacamatanya,Yoga ingin Mita melepas kacamatanya agar tidak lagi di sebut cupu.
Mereka pun duduk di hadapan dokter itu,Mita semakin gugup saat berhadapan dengan Dokter itu.
"Gak usah tegang gitu mari periksa," Ucap Dokter itu, Mita pun mengangguk.
Setelah pemeriksaan selesai Mita pun duduk kembali di samping kakaknya.
"Gimana hasilnya dok? " tanya Yoga.
__ADS_1
"Semua nya baik, minus nya juga baru sedikit kalo tidak pake kacamata juga bisa, asal sering periksa kalo ada keluhan, nanti bisa pake lensa, "Jelasnya, membuat Mita tersenyum senang, dan Yoga juga bersyukur sekali.
Mereka pun selesai dan kini di perjalanan pulang.
"Udah tenang kan sekarang, buang aja tuh kacamata bikin sakit mata orang yang liat, "Ujar Yoga terkekeh namun Mita hanya cemberut.
"Udah jangan manyun gitu, nanti Aa beliin es crem mau gak? " Mita pun semakin kesal.
"Emang nya aku anak kecil apa? A mampir ke salon bentar ya Mita mau potong rambut,"Ujarnya, dan Yoga pun mengangguk.
Mereka pun sampai, Mita segera masuk ke salon langganan Mama nya.
"Soree Miss, "Ujar nya menyapa pemilik salon.
"Yey ke sini cantik, sama siapa? " Ujar Jo dengan gaya nya yang gemulai.
"Sama Aa, tapi nunggu di mobil mis Mita pengen potong rambut,"Ujar Mita.
"Oke yey tunggu di sini eyke panggil vira dulu biar yey nyaman oke, "Ujarnya memenggil pegawai nya karna Mita tidak suka kalo Jo yang memotong rambutnya.
Setelah beberapa saat Mita pun akhirnya selesai, meskipun sedikit tidak rela.
Mita dulu masih dengan kacamatanya, sekarang Mita lebih cantik tanpa kacamatanya.
Mita pun sangat puas dengan hasilnya Dia merasa berbeda dengan rambut begitu.
Mita pun masuk ke dalam mobil ,Yoga yang sedang memainkan ponsel nya pun menoleh dan terlihat kaget.
"Mit, ini beneran kamu? "Yoga pun terus menatap adiknya itu yang agak berbeda.
"Iya lah siapa lagi? " Ujarnya sambil tersenyum.
"Ya Tuhan dek, kamu cantik banget sumpah, "Ujarnya dan Mita pun tersipu malu.
__ADS_1
"Udah ayo pulang, Udah sore nanti Mama marah, "Ucap nya, mereka pun bergegas pulang.