Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
"Permintaan Mama Elaine "


__ADS_3

Senja itu...


Aku dan Leonard suamiku tengah duduk sambil meminum teh kesukaan kami yaitu teh dari bunga Rosella yang meruakan teh herbal kaya akan banyak manfaatnya.


Dan tiba tiba...


drt...drtt.... ponselku berbunyi...


"Sayang angkat ponselmu...!!" Leonard berbicara padaku.


"Ah bukan ponselku sayang tapi ponselmu,"ah dengan tidak sadarnya aku menuduh padanya kalau ponselnya yang berdering.


"Kok aku sih sayang nih lihat pobselku tak berdering?"Ia pun memperlihatkan ponselnya padaku dan ternyata benar kalau ponselku yang berdering.


"Dari siapa sayang diangkat sayang mungkin ada penting."Ia pun menyuruhku untuk mengangkat ponselku itu.


"Iya sayang dari mama kok?"Jawabku sambil ku geser gambar ponsel warna hijau itu dan aku pun tersambung dengan mamaku mama Elaine.


"Hai mam,apa kabar?"Tanyaku pada mamaku.


"Puji Tuhan nak mama dan papa serta kak Adrian sehat selalu nak,apa kamu sibuk sayang?"Tanya mama padaku.


"Nggak kok mam,nggak sibuk cuma lagi minum teh aja sama Mas Leo."Jawabku sambil kulirik pada Leonard yang sedang tersenyum ke arahku.


"Nak mama boleg jemput Kirana sehari aja mama rindu pada cucu mama apa boleh sayang?"Tanya Mama Elaine lagi meminta persetujuan mama Elaine.


"Tentu boleh dong mam,kabari aja kalau mau datang ya mam?"Jawabku tanpa meminta persetujuan dari suamiku.


"Baiklah Nak,besok pagi mama jemput ya?"Ucap mama lagi.


"Iya mam nanti info info aja kalau mau datang."Jawabku lagi.


"Baiklah mama tutup dulu ponselnya nanti mama dan papa jemput cucu mama,mama sudah sangat merindukan cucu mama."Ucap mama Elaine lagi.


"Baiklah nak salam untuk suamimu nanti mama ke situ badu kita berbincang bincang juga soal hubungan kalian yang masih menggantung itu ya sayang?"Ucap mama mengingatkan aku lagi soal hubunganku dan Leonard.


"Iya mam,terima kasih sudah mengingatkan Erlyen."Jawabku lagi dan terdengar ponselku berbunyi klik...artinya mamaku sudah mematikan panggilannya padaku.


Aku pun melirik ke arah Leonard yang tengah asyik menatapku tak berkedip sedikitpun.


"Sayang,kenapa menatapku seperti itu sayang?"Tanyaku padanya.


"Apa salahnya aku menatap isteriku tersayang?"Jawabannya membuatku malu seketika.


"Sayang aku tadi ngobrol sama mama,dan mama besok pagi bersama papa akan datang ke rumah untuk menjemput baby Kirana menginap sama mama dan papa sehari atau dua hari begitu sayang,aku minta ijin ya suamiku?"Ucapanku benar benar membuat hati mas leonard jadi adem seketika sehingga ia yang awalnya tak setuju jadi setuju dengan perkataanku.


"Baiklah sayang tetapi jangan lama lama ya aku bakal sangat merindukan anakku tersayang."Ucap Leonard lagi.


"Iya paling lama dua hari aja kok suamiku."Ucapanku membuat Leonard memegang jantungnya yang sangat kencang saat itu.


"Suamiku kamu kenapa?"Tanyaku pada Leonard yang sedang meremas dada kirinya itu.


"Aku sangat bahagia sayang karena akhirnya kamu sendiri mengucapkan nama itu nama suamiku itu yang membuat aku sangat bahagia sayang jantungku seakan tak mau berhenti bergemuruh di dalam sana,coba kamu pegang dada ini biar jantungku perlahan lahan berkurang debarannya."Ucap Leonard sambil menggenggam tanganku dan membawanya kepada dada kirinya itu dan benar sàja setelah aku memegang dan mengelus dada bidang yang seperti kotak kotak itu sang empunya jantung merasa baikan dan merasa sangat nyaman dengan elusanku itu.


"Terima kasih sayang penawar debaran jantungku telah menunjukkan bahwa memang hanya akulah pemilik dirinya yang sebenarnya."Ucap Leonard asal asalan saja saking bahagianya.


"Suamiku kamu tak apa apa kan?"Tanyaku padanya sambil ku letakkan tanganku diatas keningnya.


"Iya tak apa apa sayang,kamu tahu kan kalau aku sangmencintaimu?"jawabnya membuat aku menundukkan kepalaku dan mengecup keningnya,sontak membuatnya kaget serta merta ia pun langsung membalas kecupanku dengan kecupan penuh rasa sayang dan bahagia yang selama ini ia pendam.


"Sayang?Suamiku?semua yang kamu sebut hari ini meninggalkan rasa haru plus rasa bahagia di hati terdalam isteriku sayangku sampai kapanpun kamu tetap menjadi pemilik hati ini."Gumam Leonard dalam hati.


"Sayang aku punya sebuah puisi sayang mau dengar?"Ucap Leonard pada Erlyen.


"Mau dong suamiku sayang puisi atau lagu nih sayang?"Tanyaku penasaran dengan lagu atau puisi itu.


"Ya sejenis itulah aku akan memberikan unyukmu sebuah puisi mirip lagu yang berjudul "Cintaku Suci Untukmu"


Awal pertemuan kita dulu,saat di pulau Dewata hati ini terasa sangat berbeda dari biasanya.


Hati ini menginginkan dirimu lebih dari sekedar teman tetapi apa yang aku tahu tentangmu sungguh membuat hati ini sangatlah sakit.


"Suamiku maaf aku protes sebenarnya ini puisi,lagu atau cerita sih sangat membingungkan."Umpat Erlyen pada Leonard.


"Sayangku kamu tinggal dengar aja jangan banyak protes."Jawab Leonard sambil tersenyum.


"Tapi...!!" Erlyen tak bisa meneruskan ucapannya karena bibirnya sudah dibungkam oleh bibir Leonard.


Erlyen berusaha melepaskan c*uma* itu tetapi tak di lepaskan oleh Leonard.


Setelah merasa oksigen pada diri mereka berkurang barulah mereka berhenti dan menghirup udara banyak banyak.


"Cukup suamiku...aku tak...kuat lagi..."Ucap Erlyen terbata namun tak di gubris oleh Leonard justru Leonard semakin memperdalam ciumannya dan yang seperti kalian tahu bahwa Leonard tak pernah puas dengan b*b** Erlyen yang terlihat sangat menggemaskan itu.


"Leo kamu sayang aku kan?"Tanya Erlyen setelah melepaskan ciuman itu.


"Iya aku sangat sayang padamu Erlyen Suherman."Ucap Leonard sambil tersenyum dan menggendong Erlyen ke arah balkon untuk melihat taman bunga di bawah sana.


"Sungguh indah suasana seperti ini sangat jarang terjadi karena kesibukan aku yang sangat padat aku harap kamu mau menungguku di rumah bersama putri kecil kita."Ucap Leonard sambil tersenyum.


Kedua insan itu pun menikmati indahnya alam semesta ciptaan Tuhan dengan rasa syukur,bahagia dan terima kasih.


"Sayang aku benar benar sudah mengantuk mataku sudah gak bisa terbuka lagi,ayo tidur biar besok kamu bisa bangun pagi dan bisa bekerja."Ucap Erlyen dan ia pun menuntun Leonard untuk kembali ke dalam kamar.


"Sayang,kapan aku bisa tidur di kamar ini?"Tanya Leonard pada Erlyen.


"Kalau kita sudah sah menjadi suami isteri suamiku,dan juga aku masih trauma dengan keadaanku di masa lalu,kadang masa masa itu selalu menghantuiku dan membuatku takut menghadapi masa depan nanti."Ucapan Erlyen membuat hati Leonard trenyuh.


"Iya sayang aku akan menunggu samlai kamu siap aku takkan memaksamu karena aku tahu paksaan itu tidak bagus untuk psikologismu sayang,aku ingin kamu memberikan padaku apa yang menjadi hakku secara sukarela tanpa paksaan dan benar benar suka sama suka demi kebaikan kita dimasa depan nanti sayangku."Ucap Leonard sambil tersenyum lebar dan mengecup kenibg Erlyen.


Mereka berdua pun masuk ke kamar masing masing dan melepaskan semua beban dalam hati dalam mimpi yang indah.


**


Pagi telah datang,matahari sudah menunjukkan keperkasaannya pada dunia bahwa hanya ia lah yang mampu memberikan kehangatan pada pagi hingga sore hari.


"Sayang kamu dimana?"Panggil Leonard saat mendapati lamar Erlyen sudah rapi dan hanya boks bayi kosong yang ada di dalam kamar itu.


"Oo iya paling paling mereka lagi berolahraga di sekitar rumah ini."Gumam Leonard sambil meraih handuk dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.


Byurrrr....hari yang segar dan sangat indah...


Erlyen mendorong stroler bayi ke arah taman bunga dan mereka berdua benar benar menikmati segarnya embun pagi sampai baby Kirana bersin bersin mungkin karena terlalau segar dan dingin.


Baby Kirana kembali bersin membuat Erlyen pun akhirnya berhenti berjalan jalan dan mereka beristirahat sejenak di sebuah gazebo di taman itu yang membuat baby Kirana tidak lagi bersin bersin.


Ketika sedang asyik bercerita tentang peri ajaib pada Baby Kirana tiba tiba Erlyen melihat seekor ular yang melintasi bunga bunga itu dengan cepatnya.


Karena panik Erlyen hampir saja berteriak untung saja saat itu Leonard sedang berjalan menuju ke arah mereka dan ia juga melihat ular itu dan dengan sigap ia langsung membungkam mulut Erlyen dan membiarkan ular itu berlalu tanpa mendengar suara yang berisik dari Erlyen.


"Tenang sayang...kalau kamu berisik ular itu akan kemari dan apa yang akan terjadi bila ia menggigit anakku?"Ucap Leonard menakuti Erlyen yang keringatnya sebesar biji jagung.


"Suamiku ayo kita pulang aku takut ular itu datang lagi."Ucap Erlyen sambil membenamkan wajahnya tepat pada dada kekar milik Leonard.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa?"Ucap Leonard sambil membelai rambut Erlyen dan berbisik padanya "Sudahlah sayang apa kamu merindukan otot dadaku ini sayang?udah mulai mesum ya?Belajar dari mana sayang?"Ucapan Leonard tidak mempan dan justru Erlyen semakin mempererat pelukannya dan dengan gemas ia langsung menggigit dada Leonard pelan pelan tetapi mampu membuat bulu kuduk Leonard merinding.


"Ah isteriku kamu mulai nakal ya awas saja kalau kamu mengulanginya lagi aku takkan membiarkan kamu lolos begitu saja tanpa balasan dari aku."Ucap Leonard sambil menahan sesuatu yang sedang bergejolak dalam dirinya.


"Kamu jahil sekali suamiku berani beraninya memeluk aku tanpa sepengetahuanku awas saja aku akan menggigitmu sampai kamu berteriak minta ampun."Ucap Erlyen manja.


"Sayang ayo ke depan mungkin saja mama sudah datang."Ucap Erlyen sambik tersenyum dan menarik tangan Leonard.


Leonard pun menggendong baby Kirana dalam dekapannya dan sekali swkali mengecupnya dengan penuh rasa cinta yang seutuhnya bagaikan seorang ayah pada pitri kecilnya.


Leonard menggendong baby Kirana dan Erlyen mendorong stroler bayinya mengikuti Leonard dan Baby Kirana.


**


"Selamat pagi Nak,maaf mama baru datang tadinya ada macet di depan jalan sana jadi masih antri dulu."Ucap Mama Elaine sambil tersenyum.


"Mana papa mam?"Tanya Erlyen sambil mencium punggung tangan mamanya.


"Papa masih parkir mobilnya...!!"Ujar mama sambil tersenyum dan menerima jabat tangan dari Leonard.


"Mam,ayo masuk dulu kita sarapan bareng dulu baru deh mama sama papa pupang bersama Kirana."Ajak Leonard sambil mempersilahkan mama mertuanya masuk dalam rumah.


Ketika selesai parkir Papa Jayadi pun masuk ke dalam rumah.


"Selamat pagi anak anakku sayang...dan cucu papa..."Ucapan selamat Papa Jayadi di balas oleh Erlyen dan Leonard.


Mereka kemudian bersalaman dan masuk ke dalam rumah.


"Langsung ke ruang makan ya papa dan mama?"Ucap Erlyen sambil mempersilahkan Papa dan mama duduk dan ia pun mengambil piring untuk mereka semua.


Ketika sedang asyik mempersiapkan sarapan untuk mereka tiba tiba Kak Adrian masuk langsung nyelonong saja dan duduk tepat disamping Leonard.


"Maaf kalau aku ceroboh."Ucap Adrian pada semua orang yang sedang asyik dengan makanannya.


"Eh Kakakku sudah datang?"Sapa Erlyen sambil tersenyum dan memberikan piring untuk Adrian.


"Kakak mau makan apa?"Tanya Erlyen pada Adrian.


"Apa aja deh yang penting bisa mengenyangkan perut kakak."Jawab Adrian sambil tersenyum.


"Saudara iparku maafkan aku ya?"Ucap Adrian sambil menyendok makanan dalam mulutnya.


"Iya gak apa apa kok ayo kita makan selagi hangat."Ajak Leonard pada Adrian dansemua orang yang berada di situ.


Mereka pun makan bersama dan tak ada seorang pun yang berbicara sampai mereka semua selesai makan dan saat selesai makan Erlyen beranjak ke arah kulkas dan mengambil pana cotta untuk dessert mereka.


Saat makan pana cotta Leonard kaget karena rasanya sama persis buatan ibu Johana di Johannesburg.


"Sayang kamu yang bikin pana cottanya?"Tanya Leonard sambil tersenyum.


"Iya sayang ayo makan..."Erlyen mempersilahkan mereka semua untuk menikmati pana cotta buatannya dari semalam.


"Rasanya sangat pas dan enak mama seperti mengingat seseorang yang pernah membuat untuk mama saat sakit dulu tetapi siapa ya sapupu jauh mama yang membuatnya iya betul sepupu jauh mama.


Entah dimana dirinya sekarang mama sunghuh merindukannya."Ungkap perasaan Mama Elàine pada anak anak dan menantunya serta suaminya itu.


"Memang di mana sepupu mama sekarang?"Tanya Adrian pada Mama Elaine.


"Entah dimana mama tak tahu karena mama dan tantemu itu loss kontak saat kamu baru berusia Lima tahun nak dan sepupu mama itu mempunyai seorang bayi yang sangat tampan juga kalian seumuran hanya beda bulan saja sayang."Ucap Mama Elaine sambil menghapus air mata yang tiba tiba menggenang di pipinya.


"Mama sangat merindukannya?"Tanya Erlyen tiba tiba.


"Iya dia sepupu jauh mama yang paling baik dan perhatian,"Jawab mama Elaine sambil tersenyun tipis.


"Siapa nama sepupu mama?"Tanya Leonard pula.


"Wajahnya ada tahi lalat di pipinya dan dia seorang wanita yang sangat tegar,kuat dan sangat anggun serta cantik dan baik hati."Sambung mama Elaine lagi.


"Papa juga sudah mengingatnya bukannya mama pernah bilang kalau ia di Johannesburg?"Ucapan papa mengagetkan Erlyen.


"Masa mam?apa aku pernah bertemu dengannya?"Ucap Erlyen sambil membulatkan matanya.


"Sepertinya iya...!!"Jawab Erlyen sambil membuka ponselnya dan ia pun memcari di gallery sebuah foto saat ia berada di Johannesburg beberapa bulan lalu.


"Mungkinkah ini yang mama maksud?"Tanya Erlyen penasaran sambil menunjukkan foto itu pada mama Elaine.


"Kamu dapat fotonya dari mana sayang?Ini benaran tante kamu sayang kenapa kamu tidak memberitahu pada mama kalau kamu disana bertemu tante kamj?"Tanya Mama Elaine langsung menangis lagi membuat papa Jayadi juga ikut merasa sedih karena ia tahu benar benar keadaan mereka saat muda dulu.


"Ceritanya panjang Mam."Jawab Erlyen sambil tersenyum lebar dan menatap wajah pria di sampingnya dan langsung ia memeluk erat tubuh pria di sampingnya yang merupakan sepupu jauhnya itu.


"Jadi kita masih bersaudara?"Leonard membelalakkan matanya dan ia pun memeluk papa Jayadi dan mencium punggung tangan mama Elaine dan memeluk erat tubuh Adrian serta mengecup kening Erlyen dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang.


"Akhirnya aku tidak salah memilih istero karena kita masih saudara artinya kita bisa melanjutkan hubungan kita agar tidak putus dan hubungan ini semakin membaik."Ungkap Leonard sambil tersenyum.


"Mari kita rayakan pesta ini dan aku juga akan memgundang papa dan mama untuk datang ikut serta acara kita disini,keluarga kita makin kuat saja kalau seperti ini."Ucap Leonard lagi dan ia kemudian memeluk erat pria setengah abad lebih yang duduk tepat di belakangnya itu dan ia juga sudah tahu kalau kedua orang tua Erlyen lah yang menyelamatkan mamanya saat rapuh dulu akibat dihujat dan dihina oleh teman temannya pada waktu itu.


"Tante akhirnya kita bisa bertemu dan aku akan memberitahu papa dan mama soal pertemuan kita yang tidak di sengaja ini dan aku berharap agar Erlyen bisa secepatnya menikah denganku."Ucap Leonard tanpa malu malu lagi.


"Papa dan mama setuju tetapi ada permintaan dari papa dan mama."Ucap Mama dan papa saling bertatap mata.


"Iya papa dan mama mau minta apa?"Tanya Leonard pada mama Elaine.


"Papa dan mama hanya minta agar kalian hidup rukun dan saling menyayangi satu sama lain dan juga setia sampai menua bersama mama dan papa tak menginginkan apapun dari kalian nak,kami hanya meminta agar kalian selalu hidup berdampingan dengan damai dan selalu saling terbuka satu sama lain dan mama juga minta untuk nak Leo agar tidak mengungkit masa lalunya Nak Erlyen seperti apa karena mama tidak ingin melihatnya terpuruk seperti baru baru ini ia hadapi."Ucap Mama dan Papa bergantian.


"Mama dan Papa serta Kak Adrian tenang saja Leo akan selalu menjaga dan menyayangi adek dengan sepenuh hati dan akan selalu menjaganya dan menyayangi dirinya dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang. "Ucapan Leonard membuat hati Papa dan Mama menghangat dan mereka pun saling peluk pelukan.


Akhirnya keluarga kami pun kembali bersatu walaupun dengan kerabat jauh,tapi setidaknya hubungan darah diantara kami tidak sampai putus.


Papa dan mama kemudian pamit pulang dan mereka membawa serta Baby kirana ke rumah utama milik Tuan Besar alias Tuan Jayadi.


Mansion utama itu sangatlah luas dan mewah...


Di sebelah kiri kanan ada mansion kecil kecilan untuk anak anak mereka dan juga untul saudara saudara mereka yang membutuhkan pertolongan.


Adrian pun ikut pamit pada Erlyen dan Leonard.


"Kakak juga pamit ya?Ada meeting dengan klien baru yang mau memakai kakak sebagai konsultan untuk perusahaan baru mereka."Ucap Adrian sambil memeluk dan mengecup Kening Erlyen dan ia juga memeluk Leonard sambil berbisik "Awas jangan bocor dulu ya,tahan tahan dulu nanti juga kalian akan menikmati juga kok."Ucapan Adrian sontak membuat Leonard tertawa terbahak bahak.


"Tenang aja Kak aku pastikan kalau dalam waktu yang pendek adek akan mengandung lagi anakku."Ucap Leonard sambil menoyor kepala Adrian.


"Jahil juga anak ini."Ucap Adrian sambil mengepalkan tangannya dan menunjukkan pada Leonard.


"Mau ini?"Ucap Adrian dan langsung di tantang oleh Leonard "Mau ini juga?"Sambar Leonard pula.


Dan ketika mereka berdua sedang aduh jotos tiba tiba Erlyen muncul sambil berteriak teriak membuat kedua pria itu kaget dan berhenti adu jotos.


Erlyen sengaja pingsan dan nyaris jatuh untung saja langsung di dekap oleh Leonard yang berlari dengan cepat.


"Sayang kamu kenapa?"TanyabLeonard sambil memegang pipi Erlyen.


"Adek ada apa? Bangun Dek jsngan seperti ini."Ucap Adrian sambil menepuk nepuk pipi Erlyen dengan lembut.


"Aku tidak apa apa kok?Itu hsnya akting aku biar kakak dan Mas Leo berhenti berkelahi."Ucapan Erlyen membuat Leonad tersenyum.

__ADS_1


"Kita tidak berkelahi kok hanya kita mengadu kekuatan saja Dek jangan berprasangka buruk dulu."Ucap Adrian sambil tersenyum.


"Aku pamit ya adik iparku?Ingat pesan ku tadi aku tak ingin kalian tidak meluangkan waktu untuk Kirana."Ucap Adrian lagi.


Leonard mengepalkan tangannya sambil berbisik dari jarak jauh katanya "Ipar yang menyebalkan kenapa kau tak kawin kawin saja biar tak suka mengurus rumah tangga orang."Ucapannya membuat Erlyen tertawa cekikikan.


"Ada apa suamiku?"Tanya Erlyen sambil memeluk pinggang Leonard.


"Sayang aku tak menyangka ternyata kamu adalah sepupu jauhku dan aku sangat bersyukur karena dipertemukan dengan orang tua seperti papa dan mama kamu aku sangat bersyukur dan berterima kasih atas hubungan kita ini."Ucap Leonard sambil tersenyum dan mendaratkan sebuah kecupan hangat pada bibir Erlyen.


"Akhirnya kamu telah menjadi milikku seutuhnya aku takntahu perasaanku ini sangat memlengaruhi pdikologisku yang sangat berbahagia ini."Ucap Leonard sambil mengecup bertubi tubi wajah dan bahkan seluruh wajah Erlyen.


"Leo...pelan pelan geli tahu...!!"


Ucapan Erlyen tak digubris oleh Leonard justru ia semakin menjadi jadi mengecup dan menghisap setiap sudut wajah Erlyen dengan penuh semangat.


"Sayang maafkan aku tapi aku pria normal yang menginginkan ini lebih dari sekedar ciuman kamu pasti tahu apa yang aku mau sekarang."Ucap Leonard padaErlyen yang hanta tersenyum saja.


"Kenapa kamu senyum senyum saja sayangku?"Tanya Leonard sambil mengecup pipi Erlyen dengan penuh semangat.


Tiba tiba ponsel Leonard berdering dan ia pun membiarkan saja ponselnya berdering.


"Angkat ponselmu sayang aku tak pergi kemana mana kok sayang?"Ucap Erlyen memapah Leonard dan meraih ponsel Leonard dan ia pun memberikannya pada Leonard.


"Angga ada apa ia meneleponku apa dia gak sayang dirinya lagi?tanggung nih lagi asyik asyik sama isteriku malah diganggu lagi sama si pria setengah jadi itu awas saja kalau ketemu."Ucap Leonard sambil menekan gambar ponsel berwarna hijau pada ponselnya itu.


"Bagaimana Angga apa yang membuatmu meneleponku bertubi tubi seperti ini?"Tanya Leonard sambil duduk di sisi ranjang.


"Tuan aku ada kabar kalau orang orang yang telah menuduh kita itu telah tertangkap dan seperti dugaan anda Tuan itu adalah perbuatan sahabat anda tuan Gerald dalang dibalik semua ini tetapo saat anakbuahnya ditangkap mereka tak mau memberitahu siapa itu Gerald bahkan saat mereka tengah terdesak tiba tiba seseorang menembak pria itu dan seketika bukti jadi hilang jadi tuan untuk sementara jangan pernah membiarkan Non Erlyen pergi kemana mana tanpa perlindungan karena Gerald masih bwrafa di wilayah ini dan berniat menghancurkan anda Tuan."Cerita Angga lagi.


"Baiklah aku sudah mengerti dan hari ini aku ada jadwal apa saja?"Tanya Lwonard pada Angga.


"Hari ini hari minggu Tuan kita tidak ada agenda apapun Tuan,tapi Tuan punya jadwal ke Gereja untuk mengaku dosa dosa Tuan yang sangat banyak itu?"Ucap Angga sambil tertawa terbahak bahak dan membuat Leonard tersenyum juga.


"Iya juga benar katamu aku harus ke Gereja dulu sudah lama aku tak ke Gereja aku sangat merindukan Tuhanku."Ucap Leonard sambil menutup ponselnya dan ia pun mengecup Erlyen sambil membisikkan sesuatu di telinga wanita kesayangannya itu.


"Baiklah suamiku kita ke Gereja dulu."Ucap Erlyen sambil berlalu ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya dan ia pun keluar dan berganti pakaian dengan pakaian yang sangat elegan dan terhormat.


"Kamu cantik sekali sayang."Ucap Leonard sambil mendekati Erlyen dan melepaskan ikat rambut milik Erlyen.


"Aku tak ingin semua orang melihat leher jenjang milik isteriku,cukup aku saja yang melihatnya karena hanya aku yang berhak melihatnya."Ucap Leonard membuat Erlyen mencibirnyabdan berkata "Narsis amat sih suamiku ini?"


"Iya aku memang tak mau ada yang mencuri curi perhatian isteriku selain aku."Jawab Leonard sambil menunjukkan wajah datar dan coolnya itu.


"Terima kasih suamiku sayang atas perhatian dan cintanya yang sangat besar kepadaku sampai sampai tak mau ada semut yang menggigitku juga."Ucap Erlyen dongkol karena setiap gerak geriknya diperhatikan oleh Leonard.


"Ayo berangkat sayang."Ucap Leonard sambil masuk ke dalam Mobilnya dan ia melihat Erlyen beluk masuk ke dalam mobil.


"O iya aku lupa aku sudah memanjakan kamu dan seterusnya aku harus memanjakan kamu."Ucap Leonard sambil keluar dari mobil dan membuka pintu mobil untul sang princes.


"Silahkan duduk Tuan Putriku..!!"Leonard mempersilahkan Erlyen untuk masuk ke dalam mobil dan ia juga masuk ke dalam mobil kemudian ia memakaikan seatbelt pada pinggang Erlyen sambil mencuri sebuah ciuman tepat di bibir Erlyen.


"Dasar mesum...!!"Erlyen mencubit pinggang Leonard.


"Aku mesum sama isteriksaja."jawabnya sambil tersenyum dan ia pun menghidupkan mesin mobilnya dan mereka berdua pun menikmati perjalanan ke Gereja dengan hiburan lagu rohani.


"Sayang kita sudah sampai...!!"


"Ayo sayang...!!"


Erlyen masih terpukau dengan Gereja di hadapannya itu sehingga ia tak mendengar ucapan Leonard.


"Sayang kamu menghayal apa?"Tanya Leonard sambil menarik tangannya dan membawa Erlyen ke dalam Gereja di mana banyak umat yang sudah masuk Gereja dan menunggu kapan akan dimulainya acara perayaan Ekaristi.


Selama perayaan Ekaristi Leonard sangat khusyuk dalam berdoa ia pun selalu mengikuti tata perayaan tanpa ada satupun yang ia lupa.


"Ya Tuhan aku hanya ingin meminta berkatMu padaku dan Erlyen calon isteriku semoga kami selalu menjadi teladan bagi keluarga Katolik lainnya."Ucapan doa yang sama yang dipanjatkan oleh Erlyen pada Tuhan.


"Sayang..apa yang kamu minta dalam doamu tadi?"Bisik Erlyen pada Leonard.


"Kepo amat sih isteriku ini...??"


"Iya maaf..."


**


Selesai perayaan Misa mereka berdua pun peegi ke bagian sekretariat untuk bertanya kapan ada kursus nikah?


Karena mereka berdua juga harus segera menikah.


"Bulan depan sudah boleh mendaftar untuk ikut kursus nikahnya."Jawab petugas di sekretariat paroki itu.


"Baiklah kami pamit ya terimankasih atas informasinya."Ucap Erlyen dan Leonard bersamaan.


Mereka berdua pun kembali ke mobil dan meluncur ke sebuah restoran mewah untuk makan siang.


"Sayang kamu pengen makan apa?"


"Aku makan ayam geprek aja sayang gak usah yang ribet ribet yang..!!


"Iya deh samain aja biar aku gak pengen makananmu.."hahaha...


"Rakus...!!"


"Aku suka gayamu seperti itu isteriku menggemaskan dan rasanya aku ingin menciumi kamu bertubi tubi lagi.


"Baru saja pulang Gereja sudah mesum lagi...!!"Ucap Erlyen lagi.


"Iya kan sama isteriku sendiri aku gak malu kok kecuali sama isteri orang lain itu lain lagi ceritanya."Jawab Leonard lagi.


"Sayang kenapa kamu terlalu cantik,makan apa aja kamu selama ini dan lagi ibumu makan apa saat ngidam dulu?"Tanya Leonard pada Erlyen lagi.


"Eits aku tuh cantik seperti mama aku tahu,kan kamu lihat sendiri betapa anggunnya ibuku tadi pagi saat ke rumah tentu saja anaknya ikutan cantik dong seperti ibunya."Jawab Erlyen sambil tersenyum.


"Sayang kok makanan kita lama amat sih?"tanya Erlyen yang sudah tidak tahan lagi dengan suara keroncong dalam perutnya itu.


"Sabar dong sayangku..."Ucap Leonard lagi sambil mengedipkan matanya pada Erlyen.


"Sayang jujurlah sama aku sebelum kamu jadian sama Albert kamu pacaran sama siapa sih?"Tanya Leonard pada Erlyen.


"Aku gak pernah pacaran sayang,aku tuh korban mabuknya Albert sayang jujur kih aku gak bohong sama kamu dan juga aku dan Albert itu tidak pernah pacaran sama sekali semua terjadi begitu saja ketika aku sudah dinodainya aku tak tahu harus bagaimana saat itu aku benar benar terpuruk dengan keadaanku ditambah lagi saat itu aku belum mengenal orang tua kandungku yaitu mama dan papaku yang sekarang. Asal kamu tahu saja Sayang aku gak pernah punya pengalaman dalam berpacaran atau apa itu dan saat kita bertemu di pulau dewata itu kamu tahu aku pertama kalinya jatuh cinta aku merasa kalau aku jatuh cinta sama kamu sayang tapi aku tak bisa mengungkapakan kalau aku jatuh cinta sama kamu.


Aku merasa aman dan nyaman saat berada di dekatmu tetapi aku sangat benci dengan temanmu pria setengah jadi itu.


"Maksudmu Angga ya?"Tanya Leonard pada Erlyen.


"Iya pria kemayu temanmu itu sayang...??"Ucap Erlyen membuat Leonard tertawa terbahak bahak karema mengingat ucapan Erlyen soal pria kemayu dan setengah jadi itu.


"Kamu benar benar lucu sekali sayangku aku gemas sekali pengen ciuk kamu berulang ulang."Ucap Leonard pada Erlyen.


Lama perbincangan mereka tak sadar kalau makanan telah terhidang diatas meja dan mereka dipersilahkan untuk segera makan selagi hangat.


"Sayang bukannya kamu lapar? Ayo makan dulu nanti kita lanjutkan ceritanya di rumah ya?"Ucap Leonard sambil menyendokkan makanan ke dalam piring Erlyen dan menyuruhnya untuk segera makan.

__ADS_1


To be continued


Bersambung ya guys....


__ADS_2