
Acara pun di mulai Mita semakin gugup saja Dia hanya menundukan wajahnya tak berani bertatap muka dengan siapa pun.
Setelah acara sambutan selesai Mita pun di panggil untuk naik ke panggung bersama calon tunangannya yang tidak di sebutkan namanya.
"Ma, mana calon aku ko belum datang ?" tanya Mita gugup.
"Tenang sayang Dia lagi ke toilet bentar," bisik Mamanya.
Tak lama kemudian suara riuh terdengar ternyata Adit sudah berada di belakang Mita.
"Kamu cantik banget," bisiknya membuat Mita kaget dan menoleh.
"Loh kamu ko di sini?" bisiknya, sambil melirik kedua orang tuanya yang sedang berbincang.
"Kenapa kamu gak suka?" tanya nya Mita pun menggeleng, kini mereka saling berhadapan.
Adit pun tersenyum dan mengeluarkan kotak perhiasan dari saku celananya.
"Apa maksud semua ini, apa aku sedang bermimpi?" gumannya menggelngkan kepalanya.
"Hey kamu kenapa?" tanya Adit menggenggam tangan Mita, membuat Dia tersadar kalo itu nyata.
"Ayo kita mulai acara tukar cincinnya," ujar Pa Ali, dan Mita pun menoleh kepada kedua orang tuanya seolah bertanya.
"Sayang kamu ko diem aja, gak seneng kalo Adit yang jadi tunangan kamu?" tanya Mamanya.
"Enggak ko Ma, Mita malah seneng banget kaya mimpi rasanya," ujarnya dan Mamanya pun tertawa kecil sambil menurup mulutnya.
Acara pun di mulai Adit memasangkan cicin itu di jari manis Mita begitu pun sebaliknya.
Tepuk tangan pun terdengar meriah, setelah itu mereka turun dari panggung dan duduk di kursi bersama orang tuannya.
Acara yang di hadiri beberapa artis ibukota pun terasa meriah.
"Gimana perasaan kamu," ucap Adit.
"Aku seneng banget, jujur aku tadi gugup banget," jawabnya.
"Syukurlah kalo begitu, semoga kita kuat menghadapi semua cobaan yang terjadi," ujarnya.
"Iya, aku juga berharap bisa melewati semuanya sampai kamu bisa menghalal kan ku," ujarnya.
Ifa da Zahra pun mengucapkan selamat pada mereka, mereka juga di dampingi pasangan musing -masing.
"Selamat Besti, kalian memang sangat serasi," Ujar Zahra tersenyum Mewakili mereka.
__ADS_1
"Makasih banyak ya, kalian selalu ada untukku semoga kalian cepat nyusul," jawabnya.
Setelah mengucap selamat mereka pun mengambil makanan.
Keluarga mereka pun sangat senang dengan semua ini, acara pun lumayan meriah Keluarga Adit pun semua hadir dari mulai orang tuanya terus kakak nya dan istrinya juga Nenek dan tante nya.
Acara pun berjalan lancar setelah acara selesai mereka pun mulai pamit satu persatu.
Begitu pun dengan Mita, Dia pulang bersama orang tuanya, sedangkan Yoga kembali ke asrama.
Adit pun ikut pulang bersama orang tuanya.
.
"Sayang aku mau juga seperti mereka," ucap Zahra memberi kode pada Sandy,kini mereka sedang dalam perjalanan pulang.
Namun Dia hanya tersenyum hambar, Sandy sudah beberapa hari ini terlihat murung membuat Zahra curiga.
"Kamu sakit, dari kemarin kamu diem saja saat aku ajak bicara," ucap Zahra.
"Tidak ada, Aku hanya sedikit lelah, " jawabnya, dan Zahra pun hanya mengangguk.
Tak lama kemudian Mereka pun sampai di kediaman Zahra, Sandy segera pergi setelah Zahra masuk ke dalam rumah.
Zahra pun masuk ke dalam kamar nya, Dia membersihkan diri dan segera merebahkan tubuhnya di kasur, Dia berselancar di Dunia maya, Dia membuka Ig nya dan membuat story di sana.
"Sebenarnya apa yang terjadi padanya kenapa Dia jadi misteius begini?" guman Zahra.
Setelah itu Dia pun terlelap karna sudah mulai tengah malam.
.
Pagi hari nya Mita sudah bangun Dia memeriksa jari manisnya yang tersemat cincin pertunangannya.
"Ternyata bukan mimpi," gumanya menciumi cincin itu , Dia segera mandi dan bersiap hari minggu biasanya Dia akan olah raga bersama Ifa, lari pagi ke taman kota atau ikut ngegym bersama Zahra.
Setelah Itu Dia keluar kamar menuju dapur, Dia melihat Mamanya sedang membuatkan kopi untuk Papanya.
"Pagi sayang kamu sudah bangun?" tanya Mamanya dan Mita pun mengangguk.
"Ayo sarapan dulu Bibi tadi bikin nasi goreng, kamu mau? "
"Engga ah, Mita sarapan nanti saja sambil jalan mau olah raga dulu sama Ifa dan Zahra." ujarnya dan Mamanya pun tersenyum.
"Ya sudah hati-hati di jalan," ucapnya, Mita pun mencium tangan Mamanya dan segera pamit.
__ADS_1
"Pagi Ma," ucap Pa Ali duduk di kursi makan.
"Pagi juga," jawab Mama Fatma, meletakan kopi di meja depan suaminya.
"Mana Mita, tumben apa belum bangun?"
"Udah pergi, tadi katanya mau olah raga sama Ifa dan Zahra," ujarnya dan Pa Ali pun mengangguk.
"Papa udah daftarin Mita di kampus yang sama dengan Adit, Semoga saja Adit bisa menjaga calon istrinya itu,"
"Baguslah kalo begitu, semoga saja," Jawabnya.
"Bagaimana dengan orang yang jahatin Mita waktu itu, apa sudah ketemu," tambahnya.
"Sudah mereka adalah kakak kelas Mita, alias seniornya mereka bilang sirik kepada Icha apalagi salah satu dari mereka mantan pacar Romi, Dia sakit hati karna di permainkan oleh Romi yang terpesona dengan Mita."
"Terus langkah apa yang di ambil pemilik kampus?" selidik bu Fatma.
"Mereka di beri peringatan saja, karna Papa tidak mau mengambil jalur hukum kasian mereka masih muda," ujarnya dan Mama pun setuju.
"Semoga kedepannya tidak akan terjadi lagi hal seperti ini,"
"Iya Papa juga berharap begitu, dan Papa sudah beri tahu pihak kampus kalo Mita sudah bertunangan dengan Adit agar tidak ada lagi yang mengganggu hubungan mereka," ujarnya.
Di sisi lain Mita sudah sampai di taman kota bersama Zahra mereka menunggu Ifa yang belum datang.
"Kemana sih Dia, apa jangan-jangan masih tidur lagi," ucap Zahra.
"Gak mungkin lah orang tadi masih bisa bales WA gue, mungkin masih di jalan," Ucap Mita meneguk minuman dalam botol.
"Mit hebat loe Acara pertunangan loe masuk dalam berita nih," ucap nya menunjukan berita seputar bisnis di ponselnya .
"Mana gue liat," Mita pun membaca berita yang Zahra maksud, benar saja poto dirinya dan Adit terpampang jelas dengan judul, Pertunangan mewah Anak Sultan dengan Anak pengusaha terkenal.
"Bisa aja wartawan memberikan judul seperti itu," ujar Mita.
"Tentu saja, gue juga nanti harus begitu pas tunangan gue sama Sandy biar mereka pada tau," ucap nya terkekeh.
"Bisa aja loe, eh itu Ifa," ucap Mita menunjuk Ifa yang agak jauh dari sana.
"Ifa loe ko lama banget, dari mana aja?" tanya Zahra.
"Oh itu tadi ada urusan bentar," jawabny dengan wajah jutek nya.
"Loe kenapa sih gak kaya biasanya, apa lagi ada masalah sama Rey?" tanya Mita dan Ifa hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Udahlah kalian kenapa sih, ayo kita cari makan gue laper," ucap zahra.
Mereka pun berjalan mengitari beberapa stan jajanan yang ada di sana.