Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#73


__ADS_3

"Tolong lepasin aku pliss," ucap nya sudah mulai terisak.


Zahra memjamkan matanya takut terjadi sesuatu padanya.


"Sayang ini aku.. hey buka mata kamu," ucap yoga, ya laki-laki itu adalah Yoga saking panik nya Zahra Dia tidak bisa mengenali wangi tubuh nya.


Zahra pun membuka matanya, ternyata benar laki-laki itu Yoga, Zahra pun memeluk erat dan menghirup wangi vanila yang selalu di rindukannya.


"Aa tuh ngagetin aku aja, jantungku kaya nya mau copot," ujar nya namun Yoga hanya tersenyum.


Setelah menyalakan lampu mereka duduk bersebelahan di sofa.


"Sebenarnya ada apa Aa kemari?" tanya Zahra heran.


"Aku mau tanya sama kamu, apa kamu punya musuh di sini?" tanya Yoga membuat Zahra heran.


"Musuh apa, aku baru pertama kali kesini," jawabnya.


"Aa liat dari pertama kita ke sini ada yang selalu merhatiin kamu, apa itu fans kamu ya?"


"Aa jangan nakutin dong aku beneran takut," ujar nya.


"Besok kita lihat cctv yang ada di luar kamar, tapi kamu jangan kasih tahu yang lain ya takut nya mereka ikut panik," ujarnya, Zahra pun mengangguk.


"Aa jangan keluar temenin aku tidur aku beneran takut," ucapnya memeluk erat tangan Yoga.


"Ya udah Aa temenin kamu sampai tidur nanti Aa kembali ke kamar Aa," ujar nya, dan Zahra pun mengangguk.


Zahra merebahkan tubuhnya di sofa, dan kepala nya bersandar pada paha Yoga, Yoga dengan lembut mengusap kepala Zahra sampai terdengar nafas halus Zahra yang teratur.


"Cepat juga Dia tidur, mungkin kelelahan dari pagi jalan jalan." gumannya melirik jam sudah jam 12 malam.


Dia pun memindahkan kepala Zahra pelan dan Dia pun berdiri mengangkat tubuh Zahra dan memindahkannya ke kasur.


Setelah menyelimuti nya Dia kembali ke kamarnya Dia menyandarkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Dia masih berpikir siapa laki-laki yang di lihat nya tadi, kenapa Dia memperhatikan Zahra terus dari tadi.


Teringat pertemuan pertamanya dengan Zahra, membuat Yoga senyum-senyum sendiri.


~Flasback~


Hari itu Yoga mengantar atasannya, ke Bandara dimana hari itu juga Zahra akan berangkat ke Malaysia bersama kakaknya.

__ADS_1


Pertemuan singkat itu membuat Yoga terus kepikiran dengan wanita cantik yang tersenyum manis padanya.


Setelah dua tahun berlalu mereka pun di pertemukan kembali di sebuah taman raya.


Yoga tidak tahu kalo wanita itu sahabat adiknya, Dia mengajak Zahra berkenalan.


"Apa kamu tinggal di daerah sini?" tanya Yoga setelah mengetahui nama wanita itu.


"Tidak, aku sedang berkunjung di rumah nenek ku," jawabnya tersenyum.


Senyum yang selalu di rindukan Yoga, senyum yang menggetarkan hati nya.


"Dari mana asal mu, apa kau ingat kita pernah bertemu di Bandara?" tanya Yoga.


"Benarkan, maaf aku lupa, sebenarnya aku asli dari Bandung, namun aku kuliah di Malaysia sekarang aku cuti satu semester karna harus menjaga nenek ku yang sedang sakit," ujarnya.


"Kamu sendiri dari mana asalmu, aku sudah satu bulan di sini tapi tak pernah melihatmu?" tanya Zahra.


"Sama sepertimu mungkin saja kita bertetangga, " ujarnya membuat Zahra tersenyum.


"Aku sedang berkunjung ke rumah temanku, biasanya kalo aku cuti bekerja aku akan bermain di sini, tempat nya tenang membuat ku nyaman," lanjut nya membuat Zahra mengangguk.


Benar saja itu juga yang Zahra pikirkan kala itu, di kelilingi hamparan sawah membuat nya melupakan segala kepenatan nya selama berada di kota.


"Aku hanya seorang prajurit," jawabnya.


Saat itu Zahra tidak tahu kalo Yoga adalah seorang TNI, Dia menyangka kalo Yoga seorang karyawan biasa.


~ flasback off~


Lama kelamaan mereka dekat dan menjalin hubungan, namun jarak dan waktu yang harus memisahkan mereka.


Biasanya Zahra akan liburan di rumah nenek nya, dan menemui pacar nya itu tanpa sepengetahuan Mita dan Ifa.


Saat kemarin pulang pun Yoga yang menjemput nya di Bandara.


Zahra sangat senang saat mengetahui Yoga mempunyai adik perempuan yang nyatanya sahabatnya sendiri, itu pun Zahra baru tahu kemarin saat tak sengaja Yoga melihat poto Mita di rumah nya.


Lantas Yoga pun mengatakan kalo Mita adalah adik kandung nya yang selama ini sering di ceritakan nya.


***


Keesokan harinya, mereka berkumpul di ruang makan, setelah itu mereka jalan-jalan bahkan Zahra mengajak mereka menaiki jet ski.

__ADS_1


"Ayo naik biar Adit yang bawa, kita balapan," ucap Zahra mengajak Mita namun Dia malah menggeleng.


"Aku takut," jawabnya membuat Ifa terbahak.


"Yang benar aja, loe tinggal duduk aja Mit nanti pegangan sama Adit," ujar Ifa menyemangati.


Mita pun mengangguk, meski pun Dia takut tapi Dia tidak mau melewatkan kebersamaan ini.


Mita akhirnya naik bersama Adit, Rey dan Ifa, Sandy dan Vito, terakhir Zahra dan Yoga.


"Sayang pegangan, gak usah takut kan ada aku di sini," ujar Adit mulai melajukannya pelan.


Lama kelamaan Mita pun bisa mengontrol rasa takut nya, Dia pun menikmati saat -saat menegangkan itu.


"Gimana masih takut?" tanya Adit.


"Enggak," jawab Mita.


Adit pun melajukannya sedikit kencang, menyusul yang lainnya yang sudah agak jauh.


Setelah puas bermain mereka pun kembqli ke hotel, karna hari ini rencana nya Vito dan Rey akan pulang duluan karna mereka harus kembali bekerja begitu juga dengan Ifa.


Mita pun masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya, setelah itu gantian dengan Ifa.


"Katanya loe udah batalin pemotretan ko malah gini jadi nya," ucap Mita merasa kecewa, melihat Ifa keluar dari kamar mandi, Ifa sudah rapih memakai baju nya.


"Maaf gue baru ingat kalo gue sudah tanda tangan kontrak untuk hari dan tanggal itu, kamu jangan sedih dong kan ada Zahra yang nemenin loe," ucap nya sendu, Ifa gak tega melihat sahabatnya itu.


"Baiklah tapi nanti kalo ada waktu kamu jangan nolak kalo aku ajak jalan," ujar nya dan Ifa pun mengangguk.


Zahra pun masuk ke dalam kamar setelah di bukakan oleh Mita.


"Loe beneran mau balik sekarang Fot?" tanya Zahra menenteng sebuah paper bag di tangannya.


"Iya jadi, maaf ya gue gak bisa di sini sampe selesai," ujarnya.


" Gak papa nanti kita bisa rencanain lagi kapan-kapan, nih buat loe khusus dari gue," ujar nya memberikan papaerbag itu padanya.


"Makasih banyak, tapi ini apaan?" tanya Ifa heran.


"Udah nanti aja loe buka di rumah, gua sama Mita juga udah masukin oleh-oleh buat keluarga loe di koper sorry kita lupa bilang tadi,"


" Kalian kenapa repot-repot sih, lagian keluarga gue juga gak perlu oleh-oleh kali," ucap nya tersenyum seraya memeluk kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


Mita beruntung mempunyai sahabat yang baik dan perhatian seperti mereka.


__ADS_2