Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
"Ulang Tahun Kirana"


__ADS_3

Dan semuanya telah selesai,dandanan Baby Kiran yang sangat cantik dan menggemaskan itu menarik perhatian Leonard dan Adrian.


"Kamu cantik sekali sayang,harum dan memggemaskan,paman pengen cium terus nih,"Ucap Adrian sambil mengecup pipi baby Kirana.


"Adrian...!!"Panggil Papa Jayadi.


"Iya Pah...ada apa?"


"Bagaimana persiapan party ulang tahun cucu papi?"Tanya Papa Jayadi.


"Sudah rampung semua dan tinggal menunggu perintah dari papa dan mama saja."Ucap Adrian sembari melangkah sambil menggendong Baby Kirana.


"Sini Papa gendong cucu papa dulu."Papa Jayadi mengulurkan tangannya dan meraih Baby Kirana dari tangan Adrian.


"Cucuku sayang hari ini adalah hari bahagia kamu dan kita semua,Kakek harap kamu cepat besar,jadi anak pintar dan berbakti pada oang tua dan selalu menjadi kebanggaan keluarga,dan jadilah anak yang takut akan Tuhan."Ucap Papa Jayadi sambil mengecup Kirana.


**


Tepat jam Empat sore,semua keluarga telah berkumpul di ballroom mansion utama dan mereka hanya mengundang sahabat dan kenalan terdekat saja.


Saat tiup lilin tiba tiba mama Elaine menangis dan pingsan ia kembali teringat pada masa lalunya dimana putrinya hilang dan ia tak pernah memberikan kasih sayang yang cukup pada putrinya itu.


Paman David yang melihat kejadian itu tahu apa yang dialami oleh Kakaknya ia pun segera memapah sang kakak untuk dusuk di sofa dan mengurut kakinya serta mengoles minyak kayu putih pada hidung sang kakak.


Leonard yang melihat itu pun sudah mengerti dan dengan berat hati ia pun menarik tangan Erlyen dan membawanya ke luar ruangan dan mengecup kening Erlyen.


"Sayang aku boleh tanya kamu sesuatu?"Tanya Leonard pada Erlyen.


"Boleh sayang ada apa?"Tanya Erlyen serius.


"Sebenarnya hatiku sangat berat tetapi melihat mama kamu selalu saja pingsan aku akhirnya mengalah dan tak ingin masalah ini menjadi ruwet,akhirnya aku putuskan anakku Kirana boleh di asuh oleh Mama Elaine dan Papa Jayadi biar bagaimanapun juga mereka adalah kakek dan neneknya dan biar Kirana menjadi obyek kerinduan mereka pada masa bayi dan masa pertumbuhan kamu saat itu."Ucap Leonard sambil memeluk erat tubuh wanita di depannya itu.

__ADS_1


"Tapi Leo aku tak bisa pisah dari anakku sendiri aku terlalu sayang padanya,please Leo apakah tak ada cara lain?"Tanya Erlyen pada Leonard yang masih mendekap erat tubuhnya.


"Sayang kita akan selalu dekat dengannya tetapi kamu harus pentingkan juga kesehatan mama kamu sayang,ingatlah karena trauma itu ia sering kesakitan.aku juga tak rela anakku diambil oleh orang tetapi setelah aku pikir pikir yang mengambil Kirana bukan orang lain tetapi ibu kandungmu jadinya aku tak terlalu khawatir dan aku pasrahkan kalau kita juga jangam egois pada mereka,biarkan mereka melewati masa tua mereka dengan penuh kebahagiaan."Ucap Leonard lagi.


"Baiklah sayang aku mau,ayo kita kembali agar kita bisa membicarakan apa yang kita rembuk tadi bersama papa dan mama."Ucap Erlyen sambil menarik tangan Leonard.


Mereka berdua pun sudah bertekad bulat dan menghampiri papa jayadi yang sementara mengoles minyak pada tangan dan kaki mama Elaine.


"Papa kita boleh bicara sebentar?"Ucap Erlyen sambil menarik tangan sang papa untuk mengikuti mereka ke luar ruangan.


"Iya nak ada apa ini?"Tanya Papa Jayadi sambil melangkah bersama Erlyen dan Leonard.


"Begini papa,kita sudah sepakat untuk memberikan Kirana pada papa dan mama,kita juga sudah berpikir semuanya dan Erlyen dan Leo yakin papa dan mama pasti akan menjaga Kiran seperti anak sendiri,sebenarnya Erlyen berat berpisah dengan Kiran tapi di sisi lain Erlyen juga tak tega kalau melihat mama seperti ini terus."Ucap Erlyen sambil memegang tangan papanya dengan erat.


"Maaf Nak tapi papa gak mau pisahkan cucu papa dari ibunya,papa yakin lambat laun mama pasti akan menerima kenyataan kalau Erlyen sudah besar dan memiliki kehidupan sendiri dan papa akan mencari psikiater untuk mendampingi mama kamu."Ucap Pap Jayadi yang tak tega bila harus memisahkan anak dan ibu.


"Tidak papa,please aku tahu mama tertekan untuk itu Erlyen harap papa mau menerima saran dari Erlyen dan Leo,lagian kalau ada saat senggang Erlyen dan Leo pasti mengunjungi papa dan mama ya kan Leo?"Ucap Erlyen sambil tersenyum.


"Baiklah kalau begitu papa akan mengatakan hal ini pada mama kamu."Ucap Pria tua itu dan pergi dari hadapan kedua insan itu.


"Sayang gak apa apa kan kita berikan Kirana pada papa dan mama kamu?"Tanya Leonard yang merasa wanitanya mengalami goncangan hati.


"Iya sayang gak apa apa,ayo kita lanjut ke dalam untuk tiup lilin bersama para tamu."Ajak Erlyen sambil menarik tangan Leonard dan mereka berdua pun kembali masuk ke dalam ballroom.


**


Papa Jayadi membantu sang isteri untuk bangun dan ia pun membisikkan sesuatu ke telinga wanita kesayangannya itu.


Ketika mendengar ucapan sang suami mam Elaine langsung bangun dari tidurnya dan memeluk erat pria yang sudah Tiga puluh Empat tahun menemaninya itu.


"Suamiku apa yang kamu katakan tadi real dari Erlyen putri kita?"Tanya Mama Elàine pada papa Jayadi.

__ADS_1


Pria itu hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.


Seketika mama Elaine pun bergembira dan dengan hati yang ceria ia pun memeluk erat sang suami dan mengecup sang suami berulang kali.


"Ayo ma,mesum banget sih kan Adrian cemburu?"Ucap Adrian sambil tersenyum pada kedua orang tua itu.


"Iya nak kamu kapan bawa pasangan kamu kesini,"Tanya Mama Elaine oada Adrian.


"Doain ya ma Pa,semoga dalam waktu yang dekat Adrian bawa anak mantu papa dan mama."Ucap Adrian sambil tersenyum .


Mereka pun kembali ke ballroom dan memgikuti acara ulang tahun dengan penuh sukacita.


"Selamat ulang tahun ya sayang?"Ucap Erlyen sambil memeluk dan mengecup pipi Kirana dengan lembutnya.


Leonard pun demikian mengecup kening dan pipi sang bayi dengan penuh kasih sayang.


Setelah acara selesai mereka semua pun mengadakan acara bebas yaitu acara di mana ada berbagai macam tarian antara para orang tua dan muda mudi,Adrian tak mau kalah ia dengan segera meraih tangan Ditta dan membawanya melantai disaksikan oleh semua orang yang hadir.


Adrian menatap wajah gadis di depannya itu sambil tersenyum dan tanpa aba aba ia mengecup kening Ditta.


Mata gadis itu seketika membulat karena kaget diperlakukan oleh pria yang sangat tampan seperti Adrian.


Pria yang di sukai oleh semua wanita yang melihatnya,pria yang sempat mencuri perhatiannya beberapa bulan terakhir ini.


Ah betapa bahagianya Ditta tak ada duanya.


"Akhirnya aku mendapatkan apa yang menjadi impianku,kakak sahabat aku menjadi kekasihku."Gumam Ditta dalam hati.


To be continued


Bersambung ya guys.

__ADS_1


__ADS_2