
Kini Mita sudah kembali lagi ke rumah dan kuliah lagi seperti biasa, namun Dia memutuskan untuk tidak ke Kantor.
"Pah Mita gak usah ke kantot dulu kan?" Tanya nya di sela-sela sarapan.
"Gak usah sayang kamu fokus aja sama kuliah kamu yang tinggal sebentar lagi, masalah kantor biar Papa dan Bayu yang urus," jawabnya.
"Makasih banyak Pah," ucap nya memeluk Ayahnya.
"Udah-udah habisin makannya ko malah pada baper gitu, " ucap Mamanya.
"Oh iya, Mama dengar Yoga bawa pacar kemarin bener gak?" tanya Bu Fatma.
"Iya Ma, Aa juga bikin Mita kaget masa datang-datang bilang bawa pacar yang ternyata Zahra Mah," ujarnya.
"Zahra siapa maksud kamu?" tanya Papa.
"Zahra temen aku itu loh yang dulu sering nginep di sini,"
"Ya Tuhan, Mama kira siapa tapi Mama seneng banget denger nya Zahra anak yang baik semoga saja mereka berjodoh," ujarnya.
"Iya Papa juga berharap begitu," jawabnya.
"Oh iya katanya Kaenan mau berlibur ke sini," ujar Papa nya tiba-tiba.
"Sama Ibrahim juga Pah?" tanya Mama.
"Enggak, cuma Kaenan aja Dia kan belum pernah main ke rumah kita,"
"Oh gitu yah, kapan Dia datang biar nanti Pak Supri yang jemput," ucap Mamanya.
"Nanti sore, kalo bisa Mita yah yang jemput Kaenan kan manja mana mau di jemput supir,"
"Ya udah Mita mau ya sayang jemput sepupu kamu,"
"Iya Ma, kasih tau aja nanti waktu nya biar Mita gak terlalu lama nunggu di Bandara nya."
"Makasih sayang, kamu memang terbaik," ucap Papanya.
Setelah sarapan Dia berangkat kuliah mengendarai mobil nya, di awal semester ini Dia lebih semangat.
Saat sampai di Kampus Dia bertemu dengan sepupu nya yang baru saja masuk kuliah.
"Loh Mia kamu kuliah di sini?" tanya Mita.
"Ah kakak senang bertemu denganmu," bukannya menjawab Mia malah memeluk seppu nya itu.
"Kamu bukannya kuliah di Belanda sama Ayah kamu?" tanya Mita heran.
Mia satu tahun lebih muda dari nya, Dia adalah anak dari tante Ami adik nya Bu Fatma, namun Mia di bawa oleh Ayah nya yang berkebangsaan Belanda saat masih SMA.
"Mia gak betah Kak, Papa nikah lagi dan aku gak nyaman tinggal sama mereka,"
"Kapan kamu kembali dari sana kenapa gak ngasih kabar sama Kakak?"
"Minggu lalu, kata Mama Kakak lagi liburan jadi aku gak mau ganggu liburan Kakak sama yang lain," jawabnya.
__ADS_1
"Kamu memang anak yang baik masih manis seperti dulu," ucap Mita terkekeh.
"Ih apaan sih Kakak ini, aku udah dewasa Kak liat badan ku aja lebih tinggi dari Kakak," jawabnya sambil cemberut.
Mereka pun berpisah karna ada kelas masing-masing.
Setelah pulang dari Kampus Mita akan bergegas pergi ke Bandara.
"Sayang kamu kok buru-buru mau kemana?" tanya Adit heran.
"Kamu masih ada kelas gak?" tanya Mita.
"Ada emang kenapa, tadi jam nya di undur Dosen nya ada perlu dulu jadi mulai nya bentar lagi,"
"Oh kirain gak ada, ya udah aku pulang duluan ya,"
"Ya udah kamu hati-hati ya,"
"Kakak tunggu, aku ikut pulang," teriak Mia tiba-tiba.
Mereka yang sedang berbincang pun langsung menoleh.
"Hadeh anak ini lagi, apaan sih teriak-teriak?" tanya Mita.Sedangkan Mia hanya cengengesan.
"Numpang dong Kak rumah kita kan searah," ucap nya.
"Mia kuliah di sini juga?" tanya Adit heran.
Adit sudah pernah bertemu dengan Mia di acara pertunanangan nya waktu itu, Mia datang bersama Ami ibunya.
Mita mengenalkan semua anggota keluarga nya termasuk yang ada di Turki, waktu itu tidak bisa datang hanya mengucapkan selamat dari vidio.
"Ya udah sayang aku pergi dulu yah," ucal Mita.
"Iya, kalian hati-hati bawa mobilnya," ucap Adit mengantar sampai tempat parkir.
Setelah melihat mobil Mita pergi Adit pun kembali masuk ke dalam kelas.
Sedangkan Mita melajukan mobil nya menuju bandara.
"Kak ko kita ke sini sih, ini kan bukan jalan pulang," tanya Mia.
"Maaf Mia, Kakak tadi lupa kasih tahu kamu kalo Kakak harus ke Bandara jemput Kak Kaenan," ujarnya.
"Siapa kak Kaenan?" tanya Mia bingung.
"Itu loh sepupu kakak yang dari Turki, katanya mau liburan di sini," ucap nya.
"Ohh gitu ,"
Tak lama kemudian mereka pun sampai di sana, mereka masuk ke ruang tunggu untung saja Kaenan belum datang.
Tak sampai lima menit menunggu Kaenan pun datang, Dia yang sudah pasih berbahasa indonesia pun dengan mudah berkomunikasi.
"Mita.. " sapa nya, Mita dan Mia yang sedang asyik berbincang pun langsung menegok.
__ADS_1
"Kak Kaenan, maaf kirain belum sampe," ujar nya sambil cengengesan.
"Kamu tuh ya niat jemput gak sih?" tanya Ken mencapit hidung nya gemas.
"Aduh kakak ini jahat banget ihh sakit tahu," ucap nya mengecutkan bibirnya.
"Udah jangan marah nanti kakak cium kalo kaya gitu terus," candanya.
"Kak kenalin ini sepupu aku Mia," ucap nya.
"Ken," ujarnya tanpa menyambut tangan tangan Mia yang terulur.
Mia pun kesal dengan pria yang ada di hadapan nya itu.
"Ya elah cuma jabat tangan aja gak mau, kalo gak ganteng gue getok pala loe," batin Mia kesal.
Sedangkan Mita hanya terkekeh, Dia sangat tahu Kaenan adalah orang yang angkuh.
"Ayo kita cari makan Kakak lapar," ujarnya meninggalkan mereka.
"Kakak sepupu mu itu nyebelin banget sih." gerutu Mia.
"Iya makannya aku rada males kalo harus berurusan sama Dia," ujarnya.
"Mita cepetan lelet amat, dimana mobil kamu?" ujar nya bingung.
"Makanya jangan so tahu pake jalan duluan, ayo ikut kita bikin kesel aja tahu gak," ucap Mita.
Kaenan pun mendorong koper nya mengikuti mereka.
Setelah sampai di parkiran Ken memasukan koper nya ke dalam mobil dan duduk di belakang pengemudi, mereka langsung pergi menuju Restoran yang tak terlalu jauh dari sana.
Mobil pun berhenti di depan Restoran Turki, Mita gak mau kena marah karna makanan nya gak sesuai selera Kaenan.
"Kakak aku naik taxi aja ya udah sore nanti Mama nyariin," ucap Mia.
"Kamu gak ikut makan dulu bareng kita?" tanya Mita.
"Enggak kak lain kali aja," ujar nya.
Mia pun turun dan segera naik taxi yang kebetulan lewat.
"Teman mu tidak ikut kita makan?" tanya Kaenan yang sedari tadi asyik dengan ponselnya.
"Enggak, lagi ada urusan katanya." ujar Mita.
Mereka pun turun, namun Kaenan tidak mau mau masuk ke dalam Restoran itu.
"Loh kenapa bukanya ini Resto yang menyajikan makanan Turki?" tanya Mita heran.
"Siapa yang cari makanan Turki, aku mau masakan indonesia," jawabnya.
"Ya Tuhan kenapa kakak tidak bilang dari tadi," ucap nya kesal.
"Ya kan kamu nya gak nanya," jawabnya.
__ADS_1
"Sabar sabar." batinnya.
"Ya udah kita makan di sana aja ya, banyak masakan indonesia di sana," Ajak Mita menarik tangan sepupunya itu.