
Akhirnya Presdir tampan itu pun datang juga,mereka memasuki lobi hitrl dan menuju ballroom dimana semua mata tertuju pada Leonard dan wanita di sampingnya itu.
Ia begitu anggun berjalan berdampingan dengan Leonard.
"Leo,aku gugup...!!"Ucap Erlyen sambil menarik lengan baju Leonard.
"Santai sayang aku selalu bersamamu."Jawab Leonard dan mereka berdua pun di persilahkan untuk mengambil minuman.
Ketika hendak mengambil minuman,Leonard menggenggam erat tangan Erlyen sambil berkata "Minuman disini tak ada yang cocok untuk ibu menyusui sayang kamu minum yang lain saja ya mungkin minuman sari buah atau salad buah biar asi kamu tidak mempengaruhi anakku."
Leonard pun mengantarkan aku ke bagian salad buah dan semua buah buahan ada disana.
Ketika kami sampai di sana,ada seorang wanita yang tampaknya sedang ober acting melihat ketampanan Leonard.
Tapi Leonard tak memperdulikan sekitarnya bahkan ia lebih senang mengecup pipi Erlyen berulang ulang sampai wanita itu pun muak dan lergi dari hadapan mereka berdua.
"Aku akan buktikan padamu kalau aku tak main main dengan janjiku padamu bahwa kamulah satu satunya yang menghiasi hatiku."Ucap Leonard sambil mengecup kening Erlyen lagi.
"Kamu tahu gak kalau aku tak bisa tanpamu,kapanpun itu dan selama ini aku bertahan tanpamu karena aku tahu waktunya akan datang."Ucap Leonard lagi sambil tersenyum lebar dan kembali menghujani pipi Erlyen dengan kecupan manis itu.
"Leo bukannya kita datang mengikuti pesta kenapa kita berdua disini sandirian apa kita datang untuk kencan?"Tanyaku pada Leonard.
"Nikmati aja sayangku."Ucap Leonard sambil berbisik padaku.
"Leo...ayo kita kembali ke ruangan itu aku pengen makan salad buah lagi."Ucapku manja sambil bergelayut di lengan pria yang perlahan lahan telah membuatku lupa siapa diriku sebenarnya.
"Ayo sayang dan jangan pernah pergi tanpa sepengetahuanku janji ya sayang?"Ucap Leonard seakan takut aku hilang dalam ruang pesta yang sangat terang benderang itu.
"Tenang aja Leo aku takkan pernah melepaskan genggaman tangan ini."Jawabku dengan nada manja membuat Leonard mengecup lagi keningku ini.
Akhirnya kami pun keluar dari ruangan itu menuju ke tempat salad buah.
Tetapi tak jadi mengambil salad buah itu karena Leonard seperti mencurigai sesuatu sehingga ia melarang Erlyen untuk mengambil salad buah itu lagi.
"Kita akan makan di toko buah yang paling mahal demi kamu dan anakku Kirana."Ucap Leonard sambil merengkuh pinggangku dan kami berjalan bak putri dan pangeran yang membuat banyak mata hawa yang menatap iri pada kami berdua.
"Lihatlah si wanita itu sangat cantik dan elegan apa ia kekasihnya?"Bisik bisik para wanita yang hadir di party itu.
"Ah,wanita itu biasa saja apanya yang cantil lihat saja wajahnya biasaa saja bahkan pembantu di rumahku lebih cantik dari dirinya."Sambung wanita yang satunya lagi.
Banyak sekali bisikan bisikan yang bikin telinga Erlyen panas tetapi ia tak membalas siapapun biarkanlah mereka membicarakan aku karena mereka tak mampu bersaing denganku.
Aku makin merapatkan tubuhku pada Leonard yang merupakan bintang malam itu yang sangat menjadi sorotan publik kala itu.
Leonard sudah mengepalkan tangannya tetapi Erlyen menggenggam erat tangan Leonard dan menggeleng gelengkan kepalanya sambil berbisik "Tidak baik dan tidak sopan berbuat masalah di pesta,ingatlah Baby Kirana menunggu kepulangan kita dalam keadaan aman dan terkendali."
○○●●
Dan tiba tiba pintu terbuka dan masuklah seorang pria asli pribumi yang sangat tampan dan dialah Adrian Bonaventura Jayadi kakak sulung semata wayangnya Erlyen yang tampak sangatlah tampan dengan balutan jas warna navy di padu dengan kemeja putih dan sangat tampan mengalahkan Leonard kenapa ia mengalahkan Leonard?Karena Leonard sudah ada yang memiliki sedangkan Adrian masuk tanpa ada yang mendampinginya.
Semua mata tertuju pada Adrian yang sangat tampan itu dan semua mata kaget melihat apa yang dilakukan oleh Adrian.
Adrian mendekati Leonard dan Erlyen sambil menjabata tanga Leonard dan memeluk Leonard sambil berbisik "Jagalah adik perempuanku satu satunya ini dengan baik dan tolong jangan pernah sakiti dia seperti pria di masa lalunya."
"Aku tahu apa yang harus aku lakukan Kakak ipar...!!"Jawab Leonard sambil tersenyum dan mengecup Erlyen di hadapan Adrian.
Setelah melepaskan kecupannya ia juga melepaskan tangannya membiarkan kakak beradik itu melepas rasa haru dan rasa rindu yang terpendam.
"Maafkan Erlyen Kak...!!"Ucap Erlyen dan nyaris air mata bening itu lolos kw pipi mulusnya unting saja Adrian langsung menahan dengan jarinya.
"Jangan sayang jangan lakukan itu..!!"Ucap Adrian sambil mengecup kening Erlyen dan itu membuat para tamu undangan menjadi geram karena sikap Erlyen yang mendapat perhatian dari dua pria tàmpan sekaligus.
"Dasar murahan kenapa harus dia?"Ucap wanita yang dari tadi mengagumi ketampanan Adrian.
"Siapa pria itu?Kenapa mereka berdua sama sama mengecup wanita yang sama?Aku jadi penasaran dan ingin ku labrak wanita itu."Kedua wanita itu mengepalkan tangan mereka tanda mereka sudah sampai pada level emosi tingkat tinggi.
Tiba tiba muncul lagi seorang pria berkharisma dan berwibawa dan disampingnya ada seorang wanita yang sudah berusia sekitar 50an tahun lebih yang masih terlihat elegan dan sangat cantik.
__ADS_1
Mereka menyapa semua tamu undangan dan mereka juga mampir ke Adrian dan Leonard serta Erlyen berada di bagian samping barisan paling depan itu dan mereka terlihat saling memeluk dan mengecup satu sama lain membuat oara netizen berbisik bisik.
"Siapa mereka?Ada hubungan wanita itu sama Tuan Besar dan nyonya besar?"Semua pertanyaan menghantui para tamu undangan yang tidak tahu menahu soal hubungan mereka.
"Anakku kamu berhutang penjelasan pada mama dan papa."Ucap Mama Elaine sambil memindahkan poni Erlyen yang tersiram ke bagian depan wajahnya.
"Semakin kamu tumbuh besar kemiripan itu sudah 100% dan mama inginsehari saja kamu menemani mama dan bercerita tentang pengalaman hidup kita masing masing,sungguh mama sangat merindukan kamu Nak."Mama Elaine memeluk dan mengecup lagi kening Erlyen membuat hati Pak Jayadi bergemuruh karena ia sudah tidak bisa menahan rasa rindu yang selama ini ia tahan.
"Anakku apa papa bisa berbicara denganmu empat mata?"Ucap Papa Jayadi alias Tuan Besar pada Erlyen.
"Boleh papa kan Erlyen putri Papa."Jawaban Erlyen mengagetkan beberapa wanita yang duduk tak jauh dari Jayadi Family.
"Oo jadi itu putri misterius yang pernah kita dengar ya?Kisah mereka sangat unik dan aku juga terharu mendengar penuturan Nyonya Elaine atas apa yang mereka alami dan sampai mereka kehilangan putri tercinta mereka selama Delapan belas tahun lalu dan baru saka bertemu lagi."Wanita yang tahu soal hubungan Erlyen dan Ibu Elaine menceritakan apa yang pernah ia dengar itu pada wanita wanita sosialita di samping mereka itu.
"Oo jadi mereka itu memiliki hubungan darah yang sangat erat alias anak dan ohu kandung yang hilang kontak selama Delapan belas tahun silam dan baru saja bertemu dan mengalami banyak masalah di hadapan mereka tetapi akhirnya mereka bisa kembali bersama sama walaupun aku melihat sepertinya si gadis itu telah mengecewakan kedua orang tuanya dan itu terlihat sangat jelas dari mata Tuan Besar.
"Huss janganlah mengumbar masalah orang di party ini biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka dengan cara mereka sendiri."
○○○●●●○○○
"Maukah kamu berdansa denganku?"Leonard membisiki telinga Erlyen dengan wangi nafas mintnya yang membuat Erlyen terbuai sesaat sebelum mereka berdansa bersama.
"Aku mau sayang...!!"Jawab Erlyen sambil menggandeng tangan Leonard dan mereka pun mulai melantai bersama.
Awalnya Leonard mengira Erlyen tak tahu berdansa tetapi perkiraan Leonard salah besar ternyata Erlyen bisa melantai dengan sempurna bahkan Erlyen kuga menyisipkan sedikit tarian balet ke dalam dansa mereka sehingga mereka berdua terlihat sangatlah anggun dan elegan serta menjadi pusat tontonan para kaum hawa dan kaum adam yang tertegun menatap betapa indahnya tarian Erlyen dan Leonard.
Tarian yang sangat indah,tarian yang sangat kompak mereka adalah pasangan serasi dan sangat cocok.
Puji beberapa orang yang sementara menonton persembahan dari Leonard dan Erlyen di arena dansa itu.
**
"Terima kasih sayang kamu sudah membuat hari hariku indah dan malam ini adalah malam terindah yang aku miliki untuk pertama kali dalam hidupku aku mencintaimu kekasihku."Bisik Leonard yang benar benar bucin banget dengan Erlyen.
Aku tak tahu apa kelebihanku sampai sampai Leonard bucin banget ma aku.
"Nak,papa boleh bicara sebentar?"Tiba tiba Papa Jayadi bersuara lagi karena melihat putrinya sudah lupa dengan ajakannya tadi.
"Eh Papa maaf Erlyen lupa maafkan Erlyen ya Papa?"UcapErlyen sambil memeluk papanya yang otomatis membuat semua wanita sosialita ith terkejut bukan main.
"Jadi ini putri Tuan Besar?Kenapa kehadirannya disembunyikan?Ada apa dengan putrinya itu?Apa dia hanya anak pungut saja ataukah?"Semua pertanyaan keluar begitu saja dari mulut ibu ibu rempong itu yang membuat mereka sendiri yang semakin penasaran dengan apa yang baru saja mereka lihat dengan mata kepala sendiri.
"Tuan Jayadi dan Nyonya Elàine memiliki seorang putri?ah aku tak percaya."ucap seorang wanita sosialita yang tampilannya paling glamour di acara tersebut.
Dengan memamerkan beberapa kalung yang menjuntai di lehernya dan juga beberapa buah cincin di jari jari tangannya ia bahkan memakai anting paling banyak di telinganya,entah itu manusia atau alien wanita itu benar benar sangat menor penampilannya.
Namanya Bu Megi,seorang wanita sosialita yang selalu merasa dirinya paling sempurna di antara kalangan sosialita atau teman bergaulnya.
"Tuh lihat ibu Elaine,tampilannya sangat elegan walau hanya memakai swbuah kalung mutiara dan juga sebuah anting mutiara kecil tapi senada dengan pakaiannya apa kamu tak malu memakai berbagai jenis emas pada dirimu?"Ucap Ibu Mateus yang juga merupakan sahabat dari ibu Elaine.
"Eh aku gak perduli selagi tidak mengganggu orang lain."Jawab Bu megi ketus.
"Jangan nyolot Bu Megi...aku hanya memberitahumu saja soal penampilanmu yang norak itu."Ucap Bu Mateus kesal.
"Alu heran dengan Bu Elaine kenapa dia memiliki seorang putri tapi disembunyikan dari kita padahal kita kan selalu sama sama?"Tanya Bu Megi seakan melupakan perdebatan mereka tadi.
"Ya mana ku tahu itu kan privacy orang...aku gak bisa sampai pada ranah itu karena itu ranahnya Bu Elaine aku tak mungkin bertanya tanya dan kepo soal masalah pribadinya?"Jawab Bu Mateus sambil tersenyum sinis.
"Ya kok kita berdebat sih?"Umpat Bu Megi sambil berjalan lenggak lenggok ke arah minuman untuk mengambil segelas cocktail dan menghabiskannya dengan sekali teguk.
**
"Papa maafkan Erlyen karena telah melakukan banyak kesalahan dan membuat malu papa dan mama..!!"Ucap Erlyen sambil menunduk dan hendak berlutut di hadapan kaki Tuan Jayadi namun dengan secepat kilat Tuan Jayadi meraih tangan anaknya itu.
"Cukup Nak,cukup anakku papa tak pernah marah melihatmu seperti sekarang yang berlalu biarkan berlalu karena yang sudah lalu takkan kembali,jadikan yang sudah lalu sebagai kenangan dan pelajaran dan ambil positifnya serta buang negatifnya agar kamu bisa kembali menjadi gadis yang ceriandan bahagia seperti aaat pertama kali papa bertemu denganmu anakku. Maafkan papa dan mama yang tak mencarimu saat kamu menderita dan menyalahkan diri sendiri dengan perbuatanmu yang salah dan membuatnu nyaris kehilangan arah.
Papa sangat menyesal karena belum memberikan kasih sayang papa dan mama seutuhnya padamh anakku,papa harap kamu mau memaafkan papa dan mama atas apa yang pernah kami lakukan padamu nak,"ucap Papa Jayadi lagi sambil mengecup kening putrinya itu dengan sangat lama.
__ADS_1
"Maafkan mama juga sayang,mama sudah salah besar karena memperlakukan kamu seperti itu mama tak bisa menilai mana yang baik dan buruk bagi keadaan psikismu saat itu untuk itu maafkan mama sayang,mama belum bisa menjadi seorang ibu yang baik bagimu nak."Ucap mama Elaine dengan oenuh penyesalan.
"Sudahlah mama dan papa Erlyen tidak pernah membenci papa dan mama Erlyen sangat bahagia akhirnya keluarga yang dulu hilang kini bersatu lagi dan marilah kita menatap masa depan dengan penuh kebahagiaan,Erlyen bersyukur telah menjadi bagian dari papa dan mama dan Erlyen sangat bahagia saat ini dan Erlyen semantara ini lagi mengalami masalah hati."ucap Erlyen sambil mengurai pelukannya.
"Ayo kita kembali ke tempat partynya dan kita akan mendengar seseprang yang akan memberikan sepatah dua kata untuk acara ini."Ucap Mama Elaine sambil menggandeng sang anak dengan penuh kasih sayang.
"Mam..!!"Panggil Erlyen lirih.
"Iya nak ada apa?"Tanya mama Elaine lagi.
"Mam,apa mama setuju Erlyen menikah secara sah dengan Leonard pria yang tadu mama temui bersama Erlyen itu?"Tanya Erlyen pada mama Elaine.
"Apapun pilihan anak mama,mama yakin semuanya akan baik baik saja dan harapan mama paling besar yaitu semoga menantu mama bisa menerima keadaan anak mama yang mengalami trauma masa lalu yang kelam."Ucap mama yang tiba tiba menguak kembali luka yang sementara Erlyen usahakan untuk melupakannya.
"Mam,ayo kita lihat papa akan berbicara di depan sana."Ajak Erlyen sambil menarik tangan wanita setengah abad lebih itu untuk mengikutinya duduk di barisan paling depan.
"Nak pelan pelan dong...!!" Maaf ya anakku terlalu bersemangat untuk melihat papanya."Ucap mama pada seorang wanita sosialita yang merupakan temannya itu.
"Eh Elaine kenapa anak perempuan secantik ini kau sembunyikan?"Tanya Bu Megi tanpa menyaring kalimatnya dulu.
"Maafkan Megi,Elaine kami tak bermaksud ingin mencampuri masalah rumah tanggamu Elaine."Sambung Bu Mateus lagi sambil tersenyum ramah.
"Iya gak apa apa nanti kalau aku sudah siap akan aku ceritakan ya?"Ucap mama Elaine sambil mengelus rambut Erlyen yang tergerai panjang itu.
"Iya gak apa apa kami gak akan memaksamu El...!!"Sambung ibu Mateus lagi.
"Makasih atas pengertiannya ya teman temanku."Ucap Mama Elaine lagi.
"Nah mam,mana Leo kok gak kelihatan ya?"Ucap Erlyen sambil melirik ke liro dan ke kanan tempat ia duduk dan ternyata ia melihat pria yang sudah mencuri hatinya itu sedang ngobrol dengan pria yang sangat menyayanginya yakni Adrian.
"Mam,tuh Kak Adrian sama Leo."Tunjuk Erlyen sambil tersenyum.
"Mata yang bagus nak,"puji mama Elàine pada Erlyen.
"Sayang apa mama boleh meminta sesuatu dari mu?"Tanya mama Elaine lagi sambil mengubah duduknya.
"Iya boleh mama mau minta apapun Erlyen kasih."Ucap Erlyen lagi sambil matanya masih menatap ke arah kedua orang pria tampan itu.
"Apapun itu apa kamu mau berikan pada mama?"Tanya Mama Elaine memastikan lagi.
"Iya mam."
"Kalau mama meminta baby Kirana apa kamu mau berikan pada mama?"Tanya Mama Elaine sambil menggenggam erat tangan Erlyen.
"Mam kalau baby Kiran,Erlyen gak tahu harus jawab apa karena untuk saat ini Leo sudah menganggapnya sebagai anak kandungnya mam,Leo sangat menyayangi baby Kirana dan ia juga akan memasukkan nama baby Kirana ke dalam kartu keluarganya saat kami telah sah menjadi suami isteri nanti dan bahkan Kirana ia anggap sebagai anak sulungnya Mam anak yang akan menerima semua haknya sebagai seorang pewaris dari marga horowitz."ucap Erlyen sambil menatap wajah sang mama.
"Tapi kalau mama rindu boleh kok mama bawa ke rumah beberapa hari nanti Erlyen jemput lagi."Ujar Erlyen lagi membuat hati mamanya menjadi hangat lagi.
"Itu kan cucu mama,mana mungkin Erlyen melarang mama mengasuh dan merawat cucu mama sendiri iya kan mam?"Ucap Erlyen lagi membuat mama Elaine tersenyum senang.
"Baiklah besok malam mama dan papa jemput cucu mama ya?"Ucap Mama Elaine yang sudah tidak sabar ingin melihat cucu perempuannya itu.
"Baiklah Mam,"ujar Erlyen sambil berjalan ke arah salad buah tetapi tak jadi ia ambil karena mengingat kejadian awal tadi mereka datang.
**
Pesta pun selesai dan terlihat aroma kebahagiaan terpancar dari wajah Erlyen yang saat itu tengah berada di tengah tengah keluarganya.
Adrian dan Leonard pun terlihat sangat akrab ya ini adalah awal yang baik bagi hubungan Erlyen dan Leonard.
Erlyen merasa bersyukur pada Tuhan karena disaat ia putus asa dan tak ada solusi Tuhan menolongnya dengan caranya sendiri dan membuatnya kembali berkumpul dengan orang orang tercintanya.
Nikmat apa yang kau dustakan ketika melihat semua anggota keluarga yang terpecah belah kembali menjadi sebuah keluarga yang bahagia dan akrab.
"Party malam ini membuat aku sangat bahagia...!!
To be continued
__ADS_1
Bersambung ya guys...