Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#40


__ADS_3

Mita segera mandi dengan air hangat, Dia pun mengganti baju nya dengan setelan tidur.


Pintu kamar pun di ketuk dari luar,Mita pun membukanya dan terlihat Bibi di sana.


"Non makan malam sudah siap," ucap Bibi,Mita pun mengangguk mengikuti langkah Bibi menuju ruang makan.


"Aa ko kapan datang?" ujarnya melihat Yoga sudah duduk manis di sana.


"Beberapa menit yang lalu, Aa udah laper ayo cepat," Mita pun duduk di sebelah kakaknya, Dia pun mengambilkan nasi ke dalam piring kakaknya itu.


"Makan yang banyak biar cepat besar," ucap Yoga.


"Aa mah suka gitu sama Mita, orang udah besar juga," Mereka pun makan dengan lahap.


"Aa mau nginep di sini gak?" ucapnya.


"Gak ,nanti malam Aa kembali ke Asrama, kamu berani kan di rumah sendiri?"


"Aa tenang aja kan ada Bibi di rumah, lagian aku udah biasa di tinggal Mama dan papa keluar kota,"


"Syukurlah Aa jadi tenang dengarnya," Ucapnya, mereka kini sedang duduk di dekat kolam, Mita menyandarkan badannya di atas ayunan sedangkan Yoga duduk bersandar di kursi sambil bermain game.


Di tempat lain Adit sedang di acara lamaran kakaknya yang akan bertunangan dengan kakaknya Ifa.


"Gue kehujanan sampe basah kuyup," ujar Ifa.


"Sama Gue juga, kasihan Mita sampe kedinginan gue lupa bawa jas hujan," ucapnya.


"Gue sih aman, Rey selalu sedia jas hujan jadi gak kebasahan,"


"Eh Tante loe mana gak ikut Dia?"


"Ada, biarkan saja lah gue males liat mukanya yang so alim itu,"


"Bisa aja loe, tapi gue setuju sih hahaa.. " Ifa pun terbahak membuat orang-orang melihat ke arahnya, Dia pun membekap mulut nya.


"Loe sih bisa gak tuh bibir gak keras-keras kalo katawa,"


"Sorry Dit gue kelepasan," ucapnya.


Acara pun berjalan lancar, kini Adit sudah kembali kerumah nya, Dia segera masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Dia mengambil ponselnya menelpon Mita, panggilan pertama langsung di angkat.


" Hallo sayang lagi apa?" Ujarnya.


"Aku lagi diem aja, kamu udah pulang bukannya ada acara?" ucap Mita, Yoga pun mengangakat alisnya dan bertanya ,Siapa?


Adit pun mengubah panggilan saat mendengar suara laki-laki di sana.


"Dimana?" Tanya Adit sedikit kesal.


"Di rumah, dimana lagi,"


"Sama siapa? "


Belum sempat Mita menjawab Yoga sudah merebut ponselnya.


"Sama gue, kenalin gue abang nya," Yoga melambaikan tangan.


"Ehh, maaf A kirain siapa, kapan pulang?"


"Tadi sore,jangan berpikiran buruk pada Mita, Dia tidak pernah dekat dengan pria mana pun," ujarnya.


"Maaf A, jangan salah paham saya hanya takut saja katanya Mita sendirian di rumah,"


"Aa apaan ihh rese , pengan tau aja urusan orang bikin kesel tau," ucap Mita kesal sedangkan Yoga terbahak sambil mengacak-ngacak rambut Mita.


"Aa.... ihhhh,"


"Apa? mau marah sama Aa," Yoga pun masih terkekeh.


"Tau ahh sebel," jawabnya.


Tiba-tiba ponsel Yoga berderinga, Dia pun segera mengangkatnya.


"Aa harus kembali ke Asrama Mit, kamu hati-hati di rumah ya," ucap nya.


"Katanya mau nginep?"


"Nanti deh kapan-kapan, Aa berangkat ya asamualaikum,"


"Walaikum salam," Mita pun mengantar sampai depan gerbang, lantas menguncinya kembali, Dia segara masuk ke dalam rumah setelah mengecek semua pintu.

__ADS_1


Yoga mengendara motornya dengan kencang, namun saat akan berbelok ada seorang wanita yang akan menyerbrang, Dia pun segera mengerem motor nya dengan cepet.


"Kalo jalan liat-liat dong Teh, untung motor saya tidak kenapa-napa," ujarnya turun dari motor dan membuka helm nya.


Sedangkan wanita itu nampak diam, Dia sama kaget nya dengan Yoga.


"Maafkan saya Pak, tadi saya buru-buru," ucap nya menunduk.


"Suara itu kayanya gue kenal. Batin Yoga.


"Teteh nya gak papa kan atau ada yang luka?" ucap Yoga penasaran karna wanita itu hanya menunduk , Dia pun mendekati nya.


"Tidak ada Pak, maaf sekali lagi,"


"Anisa...?" ucap Yoga, wanita itu mengangkat wajahnya.


Wanita itu hanya diam saja tak menjawab, Dia berniat pergi dari sana, namun Yoga mencegah nya.


"Anisa.. tunggu kamu harus jelasin semua nya sama Aku," ujarnya menarik Anisa dan memeluk nya.


"Lepas Ga, lepasin aku... " ujarnya.


"Gak pokonya kamu harus jelasin dulu," Anisa pun terpaksa mengangguk agar Yoga mau melepaskannya.


"Ayo ikut aku," Yoga pun mengajak Anisa menaiki motornya, dengan ragu Anisa pun ikut.


Setelah beberapa menit mereka pun sampai di sebuah danau buatan, yang terlihat ramai dan juga terang dengan lampu-lampu di sekitarnya.


Mereka pun duduk di bangku yang agak jauh dari orang-orang.


"Ayo jelasin semuanya, setelah itu kamu boleh pergi," ucap Yoga melihat lurus ke danau, Anisa pun melirik nya dari samping lalu Dia pun berbicara.


"Maaf untuk semua yang aku lakuin sama kamu, aku pergi ninggalin kamu karna orang tuaku bangkrut, Ayahku jatuh sakit dan meninggal sedangkan Ibuku masuk rumaskit jiwa, aku tidak bisa berbuat apa-apa aku meminta bantuan Kakekku namun Kakek meminta syarat agar aku mau di jodohkan dengan Cucu temannya,"


"Aku ikut Kakek ke Surabaya dan kuliah di sana, saat aku lulus Ibuku meninggal tidak ada alasan lagi untukku bertahan, kakek selalu saja menekanku membuatku tidak berdaya hingga akhirnya kakek meninggal dan aku kembali ke sini karna pekerjaan," ujarnya mengeluarkan nafas lega, sedangkan Yoga menatapnya tanpa exspresi.


"Aku sudah jelaskan semuanya, dan sekarang aku boleh pergi?" tanya Anisa, Dia sudah berdiri dari duduknya.


"Tunggu," Dia pun memeluk Anisa dari belakang meresapi parpum yang di rindukannya.


"Jangan pergi lagi kumohon Anisa," ujarnya sendu.

__ADS_1


"Maafkan aku Yoga, sebentar lagi aku akan bertunangan dengan orang lain ku harap kamu bisa melupakan aku," ujarnya melepaskan pelukan Yoga, Anisa pun berari menyetop taxi yang lewat.


"Anisa maafkan aku ternyata hidupmu sangat rumit,maafkan aku telah salah paham padamu," gumannya.


__ADS_2