Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
"Kemping bersama"


__ADS_3

Hari ini,entah mengapa hatiku sangat bahagia,entah apa yang membuatku begitu sangat bahagia yang aku tahu aku baru saja mendengar isi hati Leonard padaku.


Tetapi aku harus mengujinya lagi karena aku tak mau dianggap gampangan,aku ingin semua hubungan kami banyak aral dan rintangan agar suatu hari kelak ia tak semena mena padaku. Oleh karena itu aku ingin mengujinya lagi agar ia tahu betapa aku sangat mahal untuk di dekati oleh pria.


Dengan hati hati ia bangun dari tidurnya dan melihat ke kamar sebelah ternyata pria netra biru itu sudah bangun terlebih dahulu,ia pun langsung masuk kamar mandi membersihkan diri.


Selesai membersihkan dirinya ia pun pergi ke dapur menyiapkan sarapan untuk mereka berdua,ketika menuang susu hangat di gelas tiba tiba seekor kucing peliharaannya melompat ke atas meja membuatnya kaget dan ia pun berteriak histeris membuat Leonard benar benar kaget dan segera berlari ke dapur mendapati Erlyen sementara terduduk di lantai sambil menutup matanya dan memegang dadanya.


"Ada apa sayang...??"Tanya Leonard sambil menggendong Erlyen dan membawanya duduk di kursi sofa yang berada tak jauh dari tempat Erlyen jatuh.


"Sayang...kamu kenapa?"Tanya Leonard dengan raut panik.


Erlyen pun menceritakan yang sebenarnya pada Leonard dan Leonard pun ingin mencari kucing manis tetapi di cegah oleh Erlyen.


"Please Leo,jangan itu kucing kesayanganku jangan apa apain dia Leo...please!!"Erlyen memelas meminta belas kasihan dari pria yang sudah bucin banget sama Erlyen itu.


Erlyen kemudian berusaha bangun dan memeluk pinggang pria itu dan menakjubkan pria itu tak lagi marah pada kucing kecil itu.


"Baiklah,aku mengerti perasaanmu sayang,aku juga tak mungkin membunuh kucing manis,kucing kesayangannya wanita yang aku cintai itu tidak mungkin Erlyenku."Ucap Leonard sambil membalikkan tubuhnya dan memeluk erat tubuh wanita di hadapannya dan mengecup kening Erlyen dengan penuh kasih sayang yang mendalam.


"Sayang,kita kemping yuk berdua aja gak apa apa,cari kesejukan di puncak dan kita refreshing disana."Ujar Leonard pada Erlyen.


"Boleh gak kita ajak Ditta dan Kak Adrian biar kita punya teman yang bisa kita ajak bercanda."Usul Erlyen lagi.


"Boleh,kalau kamu mau."Ucap Leonard sambil memberikan ponselnya pada Erlyen.


"Untuk apa?"


"Menghubungi sahabatmu dan kakakmu."Jawab Leonard sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Baiklah...!!"Erlyen pun menelepon Kak Adrian dan Ditta.


Kak Adrian setuju,Ditta pun demikian.


Mereka berdua pun mulai mengemas barang barang bawaan mereka.


Leonard sangat sibuj membawa kompor dan segala kebutuhan mereka.


"Sayang...andai kita bawa Kirana?"Ucap Leonard memecah kesunyian.


"Itu bukan kemping namanya tapi menjaga anak."Jawab Erlyen pada Leonard membuat Leonard tertawa terbahak bahak.


"Sayang,kamu serius mau bawa Kiran?"Tanya Erlyen dengan sengaja.


"Nggak deh sayang,nanti sakit gimana kasihan anakku kalau sampai sakit di puncak sana."Jawab Leonard sambil kembali mengecup bibir Erlyen perlahan kemudian melepaskannya lagi.


"Kamu adalah canduku,kam tahu kan kenapa kamu bisa jadi canduku sekarang aku mencari canduku sejak lama loh Lyen?Gadia kecil yang menolongku saat itu,gadis yang penuh semangat penuh keceriaan,tetapi kenapa saat aku kehilangan gadisku itu aku merasa bersalah dan sakit hati selama bertahun tahun,aku akan memperbaiki semuanya hanya untukmu Erlyenku."Leonard mengenang masa masa kecil yang lernah mereka lalui bersama di Melbourne Australia.


"Leo,bukankah gadis kecil yang kamu maksud tadi sudah meninggal?"Ucap Erlyen tiba tiba dan membuat degup jantung Leonard tiba tiba.


"Jangan mengada ada Erlyen,aku tahh siapa kamu,tolong jangan mengelabui otak dan pikiranku karena aku tak mungkin salah menilai orang yang aku cintai dan aku sayangi."Tegas Leonard dengan suara baritonnya dan itu membuat bulu kuduk Erlyen berdiri seketika.


"Lyen,apa kamu tak memiliki sedikitpun cinta untukku?jawab lyen aku ingin mendengarnya."Ucap Leonard tiba tiba karena ia ingin mengetahui isi hati wanita yang telah membuatnya seperti pria gila itu.


"Apa kamu akan melepaskan aku setelah mengetahui isi hatiku?"Tanya Erlyen memancing amarah Leonard yang selalu tersembunyi dengan rapat karena Leonard takkan pernah marah pada wanita kesayangannya itu.


"Sayang apapun yang kamu katakan aku akan menerimanya di dalam hati,tetapi bukan berarti aku akan melepaskan kamu itu tak ada dalam kamusnya Leonard Frederick jadi tolonglah pria malang ini agar jangan sampai ia semakin malang."Ucap Leonard membuat Erlyen tersenyum.


"Hmm,benar benar pantang menyerah betul nih pria."Gumam Erlyen dalam hati.


Ketika mereka sedang asyik berceŕita tiba tiba ponsel Erlyen berdering sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel Erlyen.


"Sayang,jemput aku di rumah ya?"Ucap Ditta via SMS.


"Iya nanti abangku menjemputmu."Balas Erlyen pada Ditta Via SMS pula.


"Ada apa sayang?"Tanya Leonard sambil memeluk erat tubuh wanita kesayangannya itu.


"Tolong jangan pernah kau tinggalkan aku Lyen aku akan sangat bersedih bahkan aku bisa mati gantung diri kalau seperti ini terus."Ucap Leonard sambil melabuhkan lagi sebuah kecupan mesra di bibir Erlyen.

__ADS_1


"I love you sayangku..!!"Ucap Leonard tanpa beban sedikitpun.


"Maafkan aku ya Leo karena membuatmu menunggu dan selalu menunggu."Ucap Erlyen sambil menatap manik mata pria netra biru di hadapannya itu.


"Aku akan menunggu sampai kamu siap menerima aku dalam hati dan hidupmu bahkan masa depanmu sayang."Ucap Leonard balas menatap manik mata krcoklatan milik wanita kesayangannya itu.


**


Mereka berempat pun telah sampai di Villa milik Leonard di pinggir hutan dekat puncak gunung.


Adrian sesekali menggenggam erat tangan Ditta,sedangkan Leonard sesekali menggendong Erlyen karena kecapaian.


"Masih sanggup gak?"Tanya Leonard pada Erlyen dan Ditta.


"Masih dong Boss."Jawab Erlyen sambil memegang tangan Leonard.


Satu jam kemudian mereka berempat telah sampai di puncak gunung itu,karena sudah sore mereka langsung membuat tenda untuk bermalam.


Malam itu terlihat sangat indah karena langit cerah dan bintang bintang bersinar di malam itu,menghiasi langut biru,bulan pun tak kalah cantiknya menemani bintang bintang yang bertaburan di atas langit malam itu.


Tak lupa banyak Rasi bintang berhamburan diatas langit malam itu,mereka seakan mengerti bahwa ada empat pasang makhluk yang sedang menantikan kehadiran mereka menghiasi malam indah itu.


"Mau kopi?"Tawar Erlyen sambil memberikan dua cangkir kopi pada Kak Adrian dan Leonard yang sedang menyalakan api unggun untuk mereka karena udara di puncak benar benar suhunya dibawah nol derajat.


"Kalian gak minum kopi?"Tanya Adrian memecah kesunyian.


"Aku gak suka kopi Kak..!!"Jawab Erlyen sambil duduk di samping Adrian dan berada di tengah tengah Leonard dan Adrian.


Mereka berempat pun menikmati malam itu sambil duduk melingkari api unggun yang sudah menyala itu.


Api unggun itu sungguh sangat mempesona karena mereka berada tepat di titik tertinggi gunung itu.


Sesekali Erlyen memainkan beberapa melodi dan menyanyikan beberapa lagu sesuai permintaan sahabatnya Ditta dan juga Leonard dan Kak Adrian.


"Sayang suara kamu sangat merdu,boleh aku minta sebuah lagu lagi?"Tanya Leonard pada Erlyen.


"Love is the answer,lagunya Natalie Taylor sayang aku suka banget lagu dan caranya bernyanyi aku harap kamu juga bisa memahami dan menghayati arti dari lagu itu sehingga feel dalam lagu itu dapat banget dan bisa menghipnotis yang mendengarnya."Ucap Leonard panjang lebar soal lagu yang di mintanya itu.


"Baiklah aku akan menyanyikan lagunya ya?"Ucap Erlyen sambil mencari lagu tersebut dari internet.


☆Love is the answer☆


I know what it's like


I know how it feels


Let the pain break you down


Now you gotta give it time to heal


Don't worry now


Even though the fear is real


Just hold on


If you're looking for a sign


Something to carry you back into the light


Love is the answer


Love is the answer


When you're ready, start again


I'll be here waiting reaching out my hands


Love is the answer

__ADS_1


Love is the answer


I know it's a struggle


I know it's a fight


Not to end every day feeling like you've been living a lie


It's time to be free


It's time to find peace by the water


And just hold on


If you're looking for a sign


Something to carry you back into the light


Love is the answer


Love is the answer


When you're ready, start again


I'll be here waiting reaching out my hands


Love is the answer


Love is the answer


Love is the answer


Love is the answer


If you're looking for a sign


Something to carry you back into the light


Love is the answer


Love is the answer


When you're ready, start again


I'll be here waiting reaching out my hands


Love is the answer


Love is the answer


Just hold on


Just hold on


Selesai menyanyikan lagu Love is the answer ia mendapatkan tepuk tangan dari sang kakak,sahabat dan kekasih hatinya itu dan malam itu mereka sangat bahagia menikmati indahnya malam diatas puncak gunung indah itu.


Sementara mereka bercerita tentang kehidupan yang mereka jalani,asyik banget sampai lupa makan malam dan nyaris tidak mau makan juga.


"Dek bangun makan dulu."Ucap Adrian sambil mengusap kepala Erlyen,tetapi yang bersangkutan tidak mau bangun malah berdiri dan masuk lagi ke dalam ruangan anak anak...


Mereka mendirikan empat buah tenda dan tenda tenda itu sejajar serta tendanya Erlyen dan Ditta berada di tengah tengah tenda Adrian dan Leonard.


Malam telah menguasai sepenuhnya alam semesta ini,terlihat Erlyen meringkuk kedinginan seperti bayi baru lahir di dalam tenda miliknya.


Adrian dengan cekatan menyelimuti adik perempuan semata wayangnya itu dan ia pun menggendong dan menidurkan Erlyen di dalam tenda itu,tak lupa ia pula menggendong Ditta yang merupakan calon isterinya di masa depan...


To be continued


Bersambung ya guys...☆☆

__ADS_1


__ADS_2