
Kembali pada Tanaka yang saat ini sedang duduk dikamarnya, dan benar saja kalau ia menggunakan teleportasinya untuk kabur ke kamarnya sendiri.
Ia memilih untuk bersembunyi disini dan memilih untuk membuka Beginner Pack yang ia dapatkan dari sistemnya dengan kesal.
Terlihat kalau ditangannya terdapat sebuah kartu dengan pola lubang hitam dikedua sisinya.
[ Summoning Card (Random) : Sebuah Kartu yang memungkinkan Host memanggil makhluk hidup secara acak yang akan membantu host dimasa depan nanti
Apa Host ingin menggunakannya ?
Ya / Tidak ]
Tanaka yang melihat ini hanya bisa terdiam sembati mengkerutkan keningnya ketika melihat deskripsi Kartu yang ia lihat dari ponselnya itu.
"Mencurigakan.. kali ini apa yang direncanakan oleh pak tua itu.." gumam Tanaka yang sangat memikirkan kartu ini.
Tanaka yakin kalau dimasa depan nanti ia akan tertolong dengan kartu ini, namun ia juga merasa akan ada banyak masalah yang datang padanya nanti.
"Ha.. sepertinya tidak ada pilihan lain selain menggunakan saja.." gumam Tanaka yang tidak peduli dan mulai menekan ikon Ya pada ponselnya.
Tepat ketika Tanaka menekan ikon tersebut tiba tiba saja kartu itu mulai bercahaya terang hingga memenuhi seluruh kamarnya.
Melihat ini tentu Tanaka mulai menutup matanya ketika cahaya mulai menerangi kamarnya.
Disisi lain Asuna dan yang lainnya baru saja keluar dari apartemennya, tepat ketika mereka akan mencari Tanaka tiba tiba saja sebuah cahaya keluar dari apartemennya Tanaka.
"Ca.. Cahaya ?" gumam Kanzaki yang melihat cahaya muncul diapartemennya Tanaka.
"Itu pasti ulah Yuki-Kun.. ayo kita ke sana !" balas Ritsu yang mulai masuk kedalam apartemennya Tanaka dengan cepat.
"Ri.. Ritsu.. tunggu.." ucap Yada yang mencoba untuk mengejar Ritsu.
Namun pergerakannya sedikit kaku karena kegiatan yang dilakukannya kemarin malam, begitu juga Kanzaki dan Asuna.
"Ughh.. Yuki.. benar benar bermain kasar kemarin.." gumam Asuna dengan wajah memerah ketika berjalan ke apartemennya Tanaka.
"A.. Asuna-Senpai.. ini bukan waktunya memikirkan itu.." balas Kanzaki yang juga wajahnya mulai panas mengingat kejadian kemarin.
"Ka.. Kau benar.. kalau begitu ayo kita susul Ritsu" ajak Yada yang segera meninggalkan mereka dibelakang dengan wajah memerah.
"Tu.. Tunggu kami.."
***
Kamar Tanaka.
"Senpai !?" teriak Ritsu yang mencoba untuk menghalau sinarnya yang mengarah Tanaka menggunakan tubuhnya.
Terlihat kalau sinar dari cahaya itu masih terus bersinar hingga menutupi seluruh kamar Tanaka.
Bahkan Asuna dan yang lainnya yang baru saja sampai didepan kamarnya Tanaka dapat melihat cahaya yang sangat terang keluar dari pintu kamarnya.
Setelah cukup lama cahaya itu menerangi kamarnya Tanaka, tiba tiba saja cahaya itu mulai meredup.
Dan terlihat seorang maid berambut silver dikuncir dengan pita berwarna hijau disana sedang melayang tepat dimana kartu yang Tanaka gunakan sebelumnya.
Disisi lain Tanaka dan Ritsu yang melihat ini tentu terdiam melihat kalau seorang gadis yang seumuran mereka melayang didepan dihadapan mereka saat ini.
Secara perlahan gadis itu mulai turun secara perlahan dan mulai menapakan kakinya dilantai secara elegan.
Setelah mendarat gadis itu mulai membuka matanya dan melihat kearah Tanaka dengan mata berwarna silver sama seperti rambutnya.
Tepat ketika ia melihat Tanaka langsung saja gadis itu mulai bersujud pada Tanaka sambil mengatakan sesuatu yang membuat mereka berdua terkejut kali ini.
"Sakuya Izayoi, siap melayani anda Yuki-Sama.."
***
Supreme Realm.
"Ahh.. Kami-Sama.. melakukannya lagi.." gumam Lucy yang menghela nafas melihat Tanaka didalam layar saat ini.
"Ahahaha.. aku benar benar lupa soal itu.." balas Kami-Sama yang menggaruk kepalanya dengan malu mengingat ia lupa mengirimkan Beginner Pack untuk para anggota yang ada di Sistem Grup Chat nya.
"Kami-Sama.. anda benar benar memanjakan penerusmu kau tahu.." gumam Aeris yang lelah melihat ini.
"Tenang saja.. tenang saja.. aku melakukan ini untuk kebaikannya kok.." balas Kami-Sama yang mulai meminum tehnya, begitu juga dengan Irene yang mengabaikan kedua adiknya saat ini.
__ADS_1
"Ha.. biarkan saja.. aku yakin Kami-Sama memiliki suatu alasan melakukan ini, kan ?" ucap Irene yang mulai bertanya pada Kami-Sama.
Sedangkan Lucy dan Aeris yang mendengar ini tentu mereka mulai menoleh kearah Kami-Sama yang melihat Tanaka sedang diceramahi oleh Asuna dan yang lainnya.
"Ahh.. aku melakukan ini sebab misi selanjutnya akan cukup sulit bagi para anggota Tanaka-Kun nantinya, makanya aku mengirim Beginner Pack setelah misi kedua diketiga diluncurkan" sahut Kami-Sama dengan serius sambil melanjuti minumnya.
"Hmm ? anggota ? aku kira Kami-Sama ingin membuat Tanaka-Kun untuk menambah haremnya lagi.." ujar Aeris sambil memegang dagunya.
"PFFFTTT !!?"
Tentu Kami-Sama yang sedang minum tehnya mulai menyemburkan tehnya hingga ia batuk batuk mendengar ini.
"...."
Disisi lain Irene, Lucy dan Aeris yang melihat ini seketika terdiam dan mulai menatap Kami-Sama dengan wajah datar mereka.
"Uhukk.. Uhukk.. su.. sudah kuduga dari putriku.. kau mewarisi kepintaran ibu mu.." balas Kami-Sama dengan gugup sambil membersihkan bekas semburan yang ia lakukan sebelumnya.
"Ara~ sepertinya ada yang sedang membicarakanku disini.." gumam seorang wanita yang tiba tiba berbicara ketika ia duduk disebelah Irene saat ini.
Terlihat seorang wanita dewasa berambut panjang berwarna merah muda dengan gaun berwarna sama seperti rambutnya dengan senyum lembut ketika berbicara pada mereka.
Tentu ia tidak lain adalah istri Kami-Sama dan juga ibu dari ketiga Dewi yaitu Fortune, sang Dewi Cinta dan Keselamatan.
"Fo.. Fortune-Sama !?" teriak Irene yang kaget melihat ibunya datang secara tiba tiba tepat disampingnya.
Bukan Irene saja yang terkejut, bahkan Kami-Sama dan yang lainnya pun juga sama terkejutnya dengan Irene.
"Sa.. Sayang.. se.. sedang apa kamu disini ?" tanya Kami-Sama dengan panik melihat istrinya sedang duduk sambil memakan biskuit yang Tanaka gunakan sebagai sesembahan untuk mereka.
"Ara~ tentu saja untuk melihat murid yang aku didik saat ini" balas Fortune dengan senyum manisnya ketika melihat Tanaka masih diceramahi sambil ditatap oleh maid barunya.
"...."
Mendengar informasi ini tentu mereka terdiam begitu juga Kami-Sama yang tiba tiba menjatuhkan gelasnya hingga pecah ketika mendengar ini.
"EHHH !! IBU JANGAN JANGAN KAU !?" teriak Lucy yang mulai membuka mulutnya ketika mendengar ini.
Namun bukan sebuah balasan yang mereka dapat, justru Fortune hanya memasang senyum lembut pada mereka lalu melihat kearah Tanaka saat ini.
'Ria- tidak Tanaka.. kahh.. aku ingin tahu ekspresi apa yang dia pasang ketika melihatku nanti'
***
Original World.
"Sakuya Izayoi.. salam kenal semuanya.. mulai hari ini saya akan menjadi pelayan pribadinya Yuki-Sama, mohon bantuannya" ucap Sakuya yang membungkukkan badannya pada mereka berlima.
Terlihat kalau Sakuya saat ini sedang duduk dihadapan Tanaka dan yang lainnya.
Dimana Tanaka yang berada ditengah sedangkan Asuna dan Ritsu tepat disebelah mereka sambil mencubit pinggangnya.
'Sakuya.. kahh..' batin Tanaka yang melihat maid cantik didepannya saat ini, bahkan ia mengabaikan rasa sakit yang disebabkan oleh mereka berdua saat ini.
Benar gadis ini berasal dari Gensokyo (Tanah Ilusi atau Tanah Fantasi) bisa dibilang kalau Gensokyo atau Touhou Project ini merupakan permainan aksi dan tembak menembak.
Bukan hanya itu saja bahkan permainan ini sudah diproduksi pada tahun 1996 didunia Tanaka dulu.
Dimana permainan ini memiliki budayanya yang samar-samar menyerupai budaya Jepang feodal, dengan banyak elemen cerita rakyat didalamnya.
"Nee.. Yuki-Kun.. bukankah nama maid itu merupakan salah satu dari permainan yang kau buat 3 bulan yang lalu ?" tanya Asuna yang berbisik pada Tanaka.
Tepat seperti yang Asuna katakan, kalau sebenarnya Tanaka membuat game Gensokyo garapan Team Shanghai Alice didunia ini.
Tujuan Tanaka membuat game ini tentu saja untuk mencari penghasilan tambahan karena uang yang ia hasilkan dari Undertale sebelumnya kurang cukup untuk masa depannya nanti.
Dan disinilah Tanaka mulai memperkenalkan /membuat game terkenal didunianya dulu yaitu Gensokyo ke dunia ini.
Siapa yang mengira hanya dalam waktu 1 minggu saja sejak perilisan game ini ternyata ia sudah membuat seluruh dunia ricuh tidak karuan.
Karena sudah 2 tahun semenjak Dazai atau Tanaka tidak muncul kepermukaan, sekalinya ia muncul justru malah membuat orang orang didunia ini terkejut hingga mereka gila akan informasi tentang Dazai ini.
Dan penghasilan Tanaka kali ini tidak main, sebab permainan yang ia buat kali ini dapat meraup keuntungan yang sangat fantastis yaitu 3 kali lipat penghasilan dari game Undertale dan itu masih mengalir pada kartu kreditnya.
Tentu Tanaka yang melihat penghasilannya ini hanya bisa meminta maaf pada pembuat permainan ini dikehidupan sebelumnya saja.
Gensokyo adalah tanah fiksi tempat seluruh seri Touhou berlangsung.
__ADS_1
Gensokyo pada awalnya merupakan wilayah Jepang yang sunyi dan angker sejak berabad-abad yang lalu.
Youkai yang tinggal di sana mulai meneror tanah sekitarnya, dan dengan demikian, manusia heroik yang kuat dikirim untuk mengusir dan memusnahkan mereka.
Pertarungan antara manusia dan youkai berlanjut hingga tahun 1884 M, ketika Gensokyo ditutup dari dunia yang semakin ilmiah dan skeptis ini dengan penciptaan Perbatasan Hakurei.
Sejak saat itu hanya ada sedikit kontak antara masyarakat tersebut.
Saat ini satu-satunya gerbang yang diketahui antara Gensokyo dan dunia ini adalah Kuil Hakurei yang berdiri terisolasi di sepanjang perbatasan di pegunungan jauh di timur.
Gensokyo dihuni terutama oleh youkai, tetapi populasi manusia dan kelinci yang layak juga tinggal di sana.
Beberapa penghuninya pergi ke sana untuk bersembunyi, melarikan diri, mencari perlindungan ketika tidak ada orang dan tempat lain yang mau menerima mereka.
Banyak dari mereka hanya menyukai kegelapan alam.
Reimu Hakurei adalah Karakter Utama dari seri Touhou Project ini, Ia telah muncul di semua game utama dan di hampir setiap game dalam seri ini.
Sebagai satu-satunya gadis di Kuil Hakurei, dia biasanya dipanggil (atau menyebutnya sendiri) untuk menyelidiki kejadian aneh di seluruh Gensokyo.
Kemampuan spiritual Reimu sangat terbatas. (Dalam Sangat Responsif terhadap Doa, dia tidak dapat secara langsung melukai musuh sama sekali)
Namun, seiring berjalannya waktu, dia mengembangkan kemampuannya, menjadi mampu memanipulasi Bola Hakurei Yin-Yang, jimat khusus, dan kekuatan spiritualnya sendiri untuk bertarung. lebih efektif.
Suatu saat antara Mystic Square dan Perwujudan Setan Merah, dia menyadari kemampuan untuk terbang di bawah yurisdiksinya sendiri (Sebelumnya, dia mengandalkan Genjii, kura-kura familiarnya, untuk terbang).
Reimu biasanya digambarkan sebagai orang yang santai, ingin tahu, patuh, dan optimis terkadang terlalu berlebihan.
Kepribadiannya tampak simpatik terhadap banyak individu. ada beberapa karakter yang tetap menjadi saingannya setelah pertemuan pertama. Kuilnya telah menjadi tempat yang cukup populer bagi beberapa penduduk Gensokyo.
Seperti itulah Deskripsi game yang Tanaka masukkan kedalam permainan yang ia buat disini.
Bahkan ia membuat karakter pada permainan ini dibuat bergaya Anime, Imut, namun ada kesan Cool nya agar permainan yang dibuatnya laku keras didunia ini.
Bukan Reimu saja yang ia gambar ulang (Rewrite) bahkan Marisa Kirisame, Flandre Scarlet, Yukari Yakumo, Remilia Scarlet, Byakura Hijiri dan masih banyak lagi Tanaka Rewrite termasuk Sakuya Izayoi.
"Ahh.. kau benar mengenai ini.." balas Tanaka sambil melihat Sakuya yang saat ini sedang menatap mereka dengan bingung.
Sakuya Izayoi adalah Kepala Pembantu (Maid) di Rumah Iblis Merah (Scarlet Mansion).
Dia bekerja untuk majikannya yaitu Remilia Scarlet dan merupakan satu-satunya manusia yang bekerja dan tinggal di dalam mansion tersebut.
Dia memiliki kekuatan untuk memanipulasi ruang dan waktu.
Ia dikenal dapat menempatkan pisau di udara dan melanjutkan waktu sesuka hatinya, bahkan pisaunya dapat terbang menuju targetnya dan mulai menghabisinya.
Menghentikan waktu juga merupakan cara praktis untuk melakukan pekerjaan pembantu yang jumlahnya sangat besar dalam waktu singkat.
Karena hampir semua orang yang tinggal dan bekerja di mansion adalah pelayan, maka menjadi kepala pelayan dari mereka semua berarti hampir tidak ada orang yang memiliki otoritas lebih tinggi di dalam mansion selain Sakuya.
Tentu Tanaka yang mengingat semua informasinya hanya bisa terdiam ketika melihat Sakuya saat ini.
Mereka yang mendengar ini hanya bisa terdiam sambil menatap Sakuya yang sedang duduk dengan wajah tenangnya saat ini.
"Sakuya.. benar ?" tanya Tanaka dengan wajah serius.
"Benar.. Yuki-Sama" balas Sakuya yang juga menjawab pertanyaan ini dengan serius, sedangkan Asuna dan Ritsu semakin mengeras cubitan mereka pada Tanaka.
"Bi.. Bisakah kau membereskan semua kekacauan in-"
Belum juga Tanaka menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja ruangan yang sedikit berantakan dan banyak debu itu mulai rapi dan bersih mengkilap.
Terlihat Televisi yang ada sedikit debu mulai bersih seperti baru, bukan itu saja bahkan piring, meja, sofa yang mereka duduki pun terlihat bersih dan baru.
Sedangkan Sakuya sendiri saat ini sedang berdiri dibelakang sofa yang ia duduki sebelumnya.
Setelah ia mengerjakan semua tugasnya langsung saja Sakuya mulai membungkukkan badannya pada Tanaka dan yang lainnya.
"Semua tugas sudah saya selesaikan, Yuki-Sama.."
"...."
Tentu mereka yang melihat ini hanya bisa terdiam, disisi lain Tanaka justru menatap Sakuya dengan berbinar.
"KAU DITERIMA !!"
"YUKI-KUN / YUKI-SENPAI !!"
__ADS_1