
Di dalam kelas kosong terlihat kalau mereka bertiga sedang mengobrol mengenai penampilan Shiraishi kali ini.
"Jadi.. yang diruang pencetakan kemarin itu adalah kamu ya, Shiraishi-San ?" tanya Ohta yang memastikan bahwa gadis yang ia lihat itu adalah Shiraishi.
"Iya, itu benar.. sebenarnya Shiraishi yang kalian kenal itu adalah diriku yang ideal yang membuatnya bekerja keras" balas Shiraishi sambil menundukkan kepalanya.
"Lalu.. Shiraishi yang kalian kenal sekarang ini adalah sosok yang asli.. biasa, membosankan dan penyendiri" lanjut Shiraishi sambil menitikkan air matanya.
"Tapi.. walaupun itu melelahkan aku ingin tetap bersinar seperti yang lainnya, dan bersenang senang seperti orang lain"
"Haha.. aku sangat bodoh bukan ?" tanya Shiraishi pada Tanaka dan Ohta yang saat ini sedang melihat Shiraishi menangis.
Tentu Tanaka yang melihat ini langsung menghela nafas lelah ketika melihat seorang gadis menangis tepat dihadapannya.
"Shiraishi-San.. kau itu terlalu sempurna kau tahu itu, kan ?" ucap Tanaka yang memulai percakapannya dengan Shiraishi.
Tentu Shiraishi dan Ohta yang mendengar ini segera melihat kearah Tanaka yang tiba tiba berbicara kepada Shiraishi.
"Kau tahu.. semua kerja keras yang kau lakukan itu tentu saja bukan untuk dirimu sendiri, bukan ? melainkan kamulah yang memberikan sesuatu untuk kehidupan orang lain"
"Kau tahu Shiraishi-San ? kau benar benar kebalikan dari diriku yang seorang pemalas ini, tidak memberikan usaha apapun dan hanya mengandalkan insting saja" ujar Tanaka pada Shiraishi hingga dirinya menatap Tanaka dengan pandangan tidak percaya.
"Aku pikir itu sungguh menakjubkan, namun.. setelah aku mengetahui semua ini aku mulai berpikir kalau aku benar benar sampah jadi aku berpikir kalau aku adalah manusia gagal" ucap Tanaka dengan nada putus asa sampai auranya pun terasa oleh Shiraishi dan Ohta.
"Su.. Sudah cukup Tanaka-Kun, jangan menyalahkan dirimu lebih dari ini" potong Shiraishi yang panik ketika mendengar ucapan Tanaka.
"Itu benar Tanaka.. lagipula itu juga merupakan kelebihanmu dalam segi positif" lanjut Ohta dengan wajah serius, namun ada rasa kagum pada sifatnya Tanaka saat ini.
Setelah itu langsung saja Ohta memberikan kata kata motivasi pada Shiraishi untuk membuat dirinya lebih percaya diri lagi.
Tentu setelah mendengar ini Shiraishi mulai merenung sambil berterima kasih pada Tanaka dan juga Ohta, namun sebelum mereka pergi tiba tiba saja Shiraishi memanggil mereka.
"Anu.. Tanaka-Kun, Ohta-Kun, bisakah kalian menjaga rahasia ini dari siapapun termasuk penampilanku ?" tanya Shiraishi pada mereka berdua.
"Hmm.. aku mengerti" balas Tanaka sambil menganggukkan kepalanya.
"Hmm.. lagian bila kami memberitahukan ini pun pasti tidak akan ada yang mempercayai kami" balas Ohta yang juga ikut menganggukkan kepalanya.
"Itu benar.. apalagi dengan wajahnya Ohta aku rasa itu sangat mustahil" ujar Tanaka sambil membahas wajahnya Ohta.
"Tapi aku sedikit lega.. bahkan Shiraishi yang terlihat bersinar memiliki kelemahan, karena jika ada sesuatu yang menyilaukan maka kami tidak akan bisa mendekatinya" jelas Tanaka lalu pergi meningalkan Shiraishi yang terdiam disana.
"Oii.. Tanaka, apa itu benar karena wajahku ?"
"Ehmm.."
***
Keesokan harinya terlihat kalau Shiraishi datang kekelas dengan penampilan modisnya, namun kali ini ada yang berbeda karena Shiraishi sedang menggunakan kacamata.
"Wahh.. Shiraishi-San menggunakan kacamata.." ucap Miyo yang kagum ketika melihat penampilan Shiraishi.
"Apa ada sesuatu yang baru ?" tanya Kich yang melihat penampilan Shiraishi kali ini.
"Sebenarnya aku tidak cocok memakai lensa.." balas Shiraishi sambil menggaruk pipinya karena malu.
"Jadi begitu.. kau tidak perlu memaksakan dirimu, Shiraishi" ucap Kich dengan nada khawatir.
Sedangkan dibangku terlihat kalau Tanaka dan juga Ohta sedang mengobrol mengenai kejadian kemarin.
"Ohh iya Tanaka, waktu itu bagaimana kau bisa tahu kalau orang itu adalah Shiraishi ? aku saja tidak mengetahuinya kalau itu adalah dia" tanya Ohta yang penasaran tentang bagaimana Tanaka mengetahui sosok asli Shiraishi.
"Hmm.. aku langsung tahu dalam sekali lihat kalau orang itu adalah Shiraishi" balas Tanaka yang menyandarkan tangannya sambil menoleh kearah Shiraishi yang saat ini sedang mengobrol dengan temannya.
"Meskipun penampilan bisa berubah tapi ukuran dada jelas tidak bisa" jelas Tanaka sambil menatap dadanya Shiraishi ketika mereka berdua sedang mengobrol.
"...."
Seketika Ohta terdiam ketika mendengar jawaban Tanaka dan langsung saja ia menyarankan sesuatu padanya dengan serius.
"Tanaka.. kau jangan pernah mengatakan itu tepat dihadapannya"
__ADS_1
"Tidak akan"
"Bagus"
***
Setelah beberapa jam Tanaka bersekolah terlihat kalau dia saat ini sedang disupermarket bersama Ohta untuk membeli cairan pembersih pipa.
Terlihat kalau mereka saat ini sedang mengambil troli belanjaan disana.
"Jadi apa kau sudah memikirkan untuk membeli apa saja disini, Tanaka ?" tanya Ohta yang melihat Tanaka membawa troli saat ini.
"Yahh .. aku sudah memikirkan apa saja yang aku beli hari ini, yaitu cairan Pembersih Pipa dan bahan bahan untuk membuat Pancake" balas Tanaka sambil mendorong trolinya ke stand telur.
"Ohh.. aku tidak menyangka kalau kamu akan membeli bahan untuk membuat Pancake, apa kau bisa memasak ?" tanya Ohta yang mulai mengikutinya tepat disampingnya.
"Yahh.. aku bisa memasak" balas Tanaka sambil melihat lihat telurnya.
"Sebenarnya ketika adikku belum pulang dari rumah aku diam diam memasak untuk diriku sendiri dan itu terus berlanjut lebih dari 8 tahun lamanya" lanjut Tanaka sambil memasukkan 1 pack telur kedalam trolinya.
"Lumayan lama juga.. hmm.. sepertinya kau tidak tertarik dengan diskon itu" ucap Ohta yang melihat Tanaka tidak tertarik dengan diskon telur itu.
"Yahh.. lagipula disana tertulis 'lebih dari 1000 yen' itu hanya membuatku mengeluarkan banyak duit untuk membeli telur telur ini" balas Tanaka sambil menguap dan mulai melanjutkan belanja.
"Ohh.. kau cukup cekatan juga Tanaka" balas Ohta sambil mengikuti Tanaka tepat disampingnya.
Tanpa Tanaka sadari kalau ia telah membuat ibu ibu yang ada dibelakangnya terkejut hingga malu ketika mendengar perkataannya dan mulai menyimpan sebagian telur yang meraka ambil kembali ketempatnya.
***
"Sepertinya kau sudah membeli semuanya yahh, Tanaka" ucap Ohta yang melihat Tanaka membawa semua belanjaannya.
"Tapi.. kenapa kamu membeli bubuk Tiramisu dan juga bubuk Green Tea ?" tanya Ohta yang melihat bubuk bubuk itu masuk kedalam kantong belanjaannya.
"Tentu saja untuk toping pancakenya, jika kau mau aku bisa memberikan resep pancakenya padamu" balas Tanaka sambil mengeluarkan ponselnya lalu segera mengirim resepnya pada Ohta.
"Ehh !? benarkah !? terima kasih Tanaka, kau benar benar teman yang baik !?" ucap Ohta dengan senang lalu segera mengeluarkan ponselnya.
***
"Aku pulang" sahut Tanaka yang masuk kedalam huniannya dengan nada lesu.
"Selamat datang, apa kau membeli apa yang aku minta ?" tanya Rino sambil menatap kearah Tanaka dengan tajam.
Mendengar ini langsung saja Tanaka memberikan kantong belanjaannya yang berisi cairan Pembersih Pipa pada Rino dan meletakkannya diatas meja yang ada didepannya.
"Aku sudah membelinya, jadi jangan ganggu aku oke ?" balas Tanaka yang pergi kearah dapur sambil membawa kantong belanjaannya.
Sedangkan Rino yang melihat kakaknya pergi kedapur hanya menghiraukannya saja sambil menonton acaranya dengan senang karena Tanaka tidak salah membeli.
Tentu Tanaka melakukan ini agar ia tidak mengulangi adegan atau kejadian yang Tanaka lakukan ketika ia salah beli di animenya.
***
30 menit telah berlalu terlihat kalau Rino saat ini sedang meregangkan badannya untuk menyiapkan makan malam mereka.
Namun tiba tiba saja Rino mencium aroma wangi dari arah dapur hingga ia menoleh kearah bau tersebut.
Langsung saja Rino segera pergi kearah dapur dan melihat kalau Tanaka sedang memasak Pancake Souffle terlihat kalau dimeja makan terdapat 2 piring dengan pancake disana dengan toping disebelah piring itu.
"Ohh.. Rino apa kau sudah selesai menonton TV ? kalau begitu sini dan cobalah pancake ini" sahut Tanaka yang mengajak Rino untuk mencoba pancake buatannya.
"Onii-Chan.. apa semua ini kamu yang buat ?" tanya Rino yang melihat pancake buatan kakaknya dengan mata berbinar.
"Ya.. cobalah" balas Tanaka dengan singkat sambil menaruh 2 pancake terakhirnya dimeja makan.
Mendengar ini langsung saja Rino duduk dimeja makan sambil mencoba pancake buatannya, ketika Rino menyentuh pancakenya dengan sendok terlihat kalau pancake itu sangat kenyal hanya dengan sentuhan kecil oleh Rino.
Melihat ini Rino hanya bisa menegukkan ludahnya ketika melihat betapa kenyalnya pancake ini dan langsung saja ia memotong pancake lembut itu dan mulai memasukkannya kedalam mulut.
Merasakan ini langsung saja ia mulai melebarkan matanya tidak percaya, ketika ia memakan pancake ini Rino merasa kalau dirinya sedang berada diatas Pancake Souffle ini sambil merasakan kelembutannya.
__ADS_1
Rasa manis mulai menyerap dimulutnya hingga Rino ingin memakannya lagi dan lagi, langsung saja ia menghabiskan pancake yang ada dipiringnya.
Namun karena terlalu bersemangat untuk memakan pancake itu tiba tiba saja ia melihat kalau pancake yang ada didepannya sudah habis tanpa ia sadari.
Melihat ini langsung saja melihat kakaknya yang baru saja mau memakan pancakenya dengan taburan Green Tea diatasnya.
Namun sebelum Tanaka memasukkan pancakenya tiba tiba saja ia berhenti dan mulai melihat Rino yang telah menghabiskan pancake yang ia berikan sebelumnya.
"Mau tambah ?" tanya Tanaka yang melihat Rino sedang memperhatikan dirinya sebelum memakan pancakenya.
Tentu Rino yang mendengar ini seketika wajahnya memerah malu karena kakaknya mengetahui niat yang sebenarnya, langsung saja ia menundukkan kepalanya sambil mendorong piringnya kearah Tanaka.
"Y.. Ya a.. aku mohon" gumam Rino yang malu ketika melihat kakaknya sedang menatapnya.
Melihat ini Tanaka hanya bisa tersenyum sambil memberikan pancakenya yang ia buat secara lebih untuk adiknya, tentu ia sengaja membuat lebih karena ia merasa adiknya akan memakan pancake buatannya dengan rakus.
Sedangkan Rino yang menerima ini langsung menatap pancakenya dengan mata berbinar sambil menambahkan bubuk Tiramisu ketika melihat kakaknya menambahkan bubuk itu diatas pancakenya.
Langsung saja ia memakan pancake itu dengan perasaan senang karena dapat memakan pancake buatan kakaknya, setelah menghabiskannya langsung saja ia berterima kasih pada kakaknya.
"Terima kasih untuk Pancakenya, Onii-Chan" sahut Rino dengan wajah memerah ketika melihat kakaknya sedang menonton dirinya makan.
"Hmm.. sama sama kalau begitu kau cuci piringnya aku masih belum memakannya" balas Tanaka lalu melanjutkan makan pancakenya yang sempat tertunda.
Sedangkan Rino yang mendengar ini segera mengambil piringnya dan mulai mencuci dengan perasaan bahagia, tentu Tanaka yang melihat ini hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya saja tanpa Rino sadari.
***
Setelah Tanaka memakan pancakenya langsung saja ia pergi kekamarnya dan mulai menaruh ponselnya diatas meja lalu mulai tiduran diatas kasur dengan tenang.
Namun tiba tiba saja ia mengingat sesuatu kalau anggota grup chatnya tidak pernah berbicara setelah mendapatkan salinan anime dan komik darinya.
Langsung saja ia mengambil ponselnya dan mulai membuka grup chatnya, namun sebelum membuka grup chatnya tiba tiba saja seseorang mulai melakukan pembicaraan disana setelah 4 hari mereka tidak membuka grup chatnya.
{ Lala : Hai Tanaka.. maaf aku tidak bisa menghubungimu }
{ Lazybones : Santai saja Lala-San, lagipula aku juga ada kesibukan disini jadi aku jarang membuka grup chat ini }
{ Lazybones : Lalu bagaimana caranya kau mengganti namamu Lala-San ? aku bingung mencari opsinya dimana }
{ Lala : Ahh.. itu ada dipojok kanan atas ada gambar profil mengenai dirimu, nanti kau tinggal tekan saja gambar itu }
{ Lazybones : Ahh.. aku menemukannya.. }
[ Admin Lazybones telah mengganti namanya menjadi Tanaka ]
{ Tanaka : Akhirnya.. terima kasih Lala-San kau sudah membantuku }
{ Lala : Hahaha tidak apa apa.. justru akulah yang seharusnya berterima kasih padamu karena telah mengirimkan salinan itu padaku }
{ Tanaka : Ya kau benar.. lalu apa terjadi selama ini Lala-San ? }
{ Lala : Ahh kalau itu sebenarnya belakangan ini aku sedang berbicara pada kedua orangku tentang diriku yang tidak mau ditunangkan oleh mereka }
{ Lala : Makanya aku bilang pada mereka kalau aku sudah menemukan orang yang akan menjadi tunanganku, begitu.. }
{ Tanaka : Ohh syukurlah kalau kau sudah bertemu dengan Rito aku yakin dia terkejut ketika melihat mu tiba tiba datang kerumahnya }
Tentu Tanaka tidak membicarakan masalah itu karena orangnya sedang ada disana.
{ Lala : Ahaha.. makasih, tapi sebenarnya orang itu bukan Rito }
{ Tanaka : Ha ? kenapa ? apa jangan jangan orang itu Ren ? }
{ Lala : Salah, coba tebak lagi }
{ Tanaka : Ehh.. Umm.. Saruyama ? }
{ Lala : Hahahaha.. jelas jelas kau salah, tentu saja orang itu adalah kau Tanaka}
{ Tanaka : .... }
__ADS_1
{ Lala : Tanaka ? }