
Setelah pulang sekolah langsung saja Ohta dan Shiraishi mulai pergi keruang pencetakan, namun yang menjadi masalahnya kali ini yaitu Tanaka sedang tidak bersama mereka kali ini.
"Ohh.. iya Ohta-Kun aku tidak melihat Tanaka-Kun disini, dimana dia ?" tanya Shiraishi yang tidak melihat Tanaka saat ini.
"Kau benar.. aku juga tidak melihat Tanaka dari tadi" balas Ohta sambil melihat sekelilingnya.
"Mungkin Tanaka-Kun sudah disana, bagaimana kalau kita mengeceknya diruang pencetakan, aku yakin kalau dia sudah berada disana" lanjut Shiraishi yang berspekulasi mengenai Tanaka.
"Baiklah.. semoga saja dia ada disana"
***
Setelah cukup lama Ohta dan juga Shiraishi berjalan menuju ruang pencetakan, mereka sama sekali tidak menemukan Tanaka disana.
"Tanaka tidak ada disini kemana dia ya ?" tanya Shiraishi yang khawatir pada Tanaka kalau dirinya mungkin tersesat.
"Apa jangan jangan aku lupa membawanya !?" gumam Ohta yang lebih khawatir dari pada Shiraishi.
"Ehemm.. teman teman aku disini" ucap Tanaka sambil batuk pelan kearah mereka berdua yang terlihat sangat khawatir mengenai dirinya.
Tentu Ohta dan juga Shiraishi yang mendengar ini seketika terkejut dengan kehadiran Tanaka yang muncul secara tiba tiba tepat dibelakang mereka.
"Tanaka / Tanaka-Kun !!" ucap mereka berdua yang terkejut dengan kemunculan Tanaka yang begitu mendadak.
"Tanaka habis dari mana saja kau selama ini ? kau sungguh membuat kami khawatir kalau dirimu tersesat nantinya.." sahut Ohta dengan lega ketika melihat Tanaka.
"Hmm.. apa yang kalian bicarakan ? aku dari tadi sudah ada disini dan lagi aku berjalan bersama kalian tepat dibelakang kalian" balas Tanaka sambil menguap karena pelajaran hari ini cukup membosankan bagi dirinya.
"Ehh.. tapi kami tidak melihatmu dibelakang" ungkap Shiraishi mengenai perkataan Tanaka sebelumnya.
"Benar.." balas Ohta sambil menganggukkan kepalanya yang setuju dengan perkataannya Shiraishi.
"Tentu saja itu karena aku menghapus hawa keberadaanku sebab aku tidak ingin menjadi pusat perhatian jika aku berjalan bersamamu, Shiraishi-San" balas Tanaka sambil menatap kearah Shiraishi dengan tatapan malasnya.
"Ehh ?" ucap Shiraishi dan Ohta yang terkejut ketika mendengar penjelasannya Tanaka.
"Dari pada itu tunggu apa lagi ayo kita masuk" sahut Tanaka yang mulai mengajak mereka masuk kedalam ruang pencetakan.
"Ba.. Baiklah" balas Shiraishi dengan panik mulai mengikuti Tanaka dari belakang.
Sedangkan Ohta yang melihat ini mulai berpikir kalau dia sudah gagal menjadi teman yang baik karena tidak bisa merasakan keberadaannya.
***
Setelah beberapa jam kemudian terlihat kalau Tanaka saat ini sedang diangkat oleh Ohta menuju rumah, namun karena guncangan ketika Ohta mengangkatnya tiba tiba saja ia terbangun.
"Hmm.. Ohta dimana kita sekarang ?" tanya Tanaka sambil mengucek matanya ketika sedang diangkat oleh Ohta.
"Ohh.. Tanaka kau sudah bangun sekarang kita sedang dijalan" balas Ohta sambil menurunkan Tanaka yang sudah bangun dari tidurnya.
"Ha ? bukannya kita sedang membantu Shiraishi ?" tanya Tanaka yang bingung dengan keadaannya saat ini.
"Ohh.. kalau soal itu kita memang membantu Shiraishi sebelumnya, namun ketika kita berdua istirahat dan memakan makaron milik Shiraishi-San kau mulai tertidur, jadinya aku membawamu pulang" sahut Ohta yang menjelaskan tentang semua hal yang terjadi di ruang pencetakan.
'Ja.. Jadi aku tertidur karena Monaka mewah itu, sialan..' batin Tanaka yang memasang wajah suram karena tertidur ketika membantu Shiraishi.
"Ta.. Tapi tenang saja Tanaka !? sepertinya Shiraishi-San sudah menyelesaikan dokumen miliknya dengan cepat" jelaa Ohta pada Tanaka yang mana hal itu justru membuat dirinya bingung karena perkataannya Ohta.
"Ketika aku kembali untuk mengambil kantongmu yang tertinggal, tiba tiba saja tempat itu sudah dipakai oleh orang lain disana !?" lanjut Ohta dengan panik ketika melihat Tanaka bingung saat ini.
'Jelas sekali kalau orang itu adalah Shiraishi !!' batin Tanaka yang berteriak ketika mendengar penjelasan Ohta.
"Ha.. syukurlah kalau Shiraishi-San dapat menyelesaikan tugasnya dengan cepat" balas Tanaka yang menghela nafas lega ketika mendengar perkataan Ohta, bahkan ia merahasiakan penampilan Shiraishi padanya.
"Benar aku juga terkejut ketika melihat ini, tidak disangka kalau Shiraishi-San dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat" lanjut Ohta sambil memuji Shiraishi.
__ADS_1
'Aku yakin dia akan bertambah terkejut keesokan harinya bila dia mengetahui identitas sebenarnya, apabila aku menyapanya besok'
***
Keesokan harinya terlihat kalau Shiraishi-San saat ini sedang berdiri didepan pintu kelas dengan perasaan khawatir hari ini.
'A.. Aku ketahuan' batin Shiraishi dengan panik.
'Kalau penampilanku kemarin ketahuan maka.. dibalik pintu ini..' batin Shiraishi yang bertambah khawatir hingga jantungnya mulai berdetak kencang.
"Shiraishi-San" sapa seseorang dari belakangnya.
'EEEEEEEKKKKK !!'
Shiraishi yang mendengar ini tentu terkejut ketika seseorang sedang menyapanya.
Mendengar ini langsung saja Shiraishi mulai berbalik, terlihat kalau yang menyapa dirinya adalah sahabatnya, yang tidak lain adalah Miyo dan Kich.
"Selamat pagi" sapa Miyo sambil melambaikan tangannya pada Shiraishi.
"Kenapa kau berdiri ditempat seperti ini ?" tanya Kich pada Shiraishi dengan bingung.
"Ahh.. se.. selamat pagi" balas Shiraishi yang melihat kedua temannya sedang menyapanya seperti biasanya.
'Ahh.. syukurlah terima kasih Kami-Sama, sepertinya mereka tidak tahu apa apa soal kemarin' batin Shiraishi yang merasa lega karena tidak terjadi apa apa hari ini.
"Ahh.. Shiraishi-San" ucap Tanaka yang melihat Shiraishi sedang berdiri didepan pintu kelas.
"Pa .. Pagi Tanaka-Kun, Ohta-Kun" sapa Shiraishi yang panik ketika melihat Tanaka dan Ohta datang untuk menyapanya.
"Kamu bersinar juga hari ini" balas Tanaka yang merasa silau ketika bersama Shiraishi.
"Apa kamu juga selalu begitu ketika sendirian ?" tanya Tanaka dengan wajah lesu sambil memiringkan kepalanya.
"...."
***
Setelah pelajaran pertama selesai langsung saja Shiraishi mencoba untuk mengikuti Tanaka dan juga Ohta untuk mendengar pembicaraan mereka.
Terlihat kalau dia sedang bersembunyi sambil mendengarkan percakapan Tanaka dan juga Ohta terlihat kalau Shimura juga sedang berada disana bersama mereka.
"Yahh.. Shiraishi-San sangat cantik, aku ingin calon istriku kelak seperti dirinya" sahut Shimura pada Tanaka dan Ohta.
"Memang benar dia luar biasa dan bisa membuat makaron yang enak" lanjut Ohta yang mengingat tentang makaron milik Shiraishi kemarin.
"...."
"Jika aku mendapatkan seorang istri, mungkin Ohta lebih bagus darinya" sahut Tanaka sambil menatap mereka dengan lesu.
'Ehh !? apakah dia berkata bahwa aku lebih buruk dari seorang pria !?'
***
Pelajaran Kimia.
Terlihat kalau Ohta sedang mengukur kadar cairan pada termometer miliknya.
Namun sebelum melanjutkannya tiba tiba saja Tanaka mengambil cairan kimia yang ada diatas meja sebelum rambutnya Ohta masuk kedalam cairan itu.
"Ohta hati hati.. rambutmu hampir saja menyentuh ini" ucap Tanaka yang menunjukkan cairan kimia yang ada ditangannya saat ini.
"Ahh.. maaf sudah merepotkanmu, Tanaka" balas Ohta ketika mendengar perkataan Tanaka.
"Kau harus melakukan sesuatu pada ponimu itu.." sahut Tanaka yang melihat poni milik Ohta.
__ADS_1
"Kau benar"
Langsung saja Ohta mengambil ikat rambut yang ada disaku celananya, lalu mengikat poninya tepat diatas kepalanya.
"Ohh.. ini terasa nyaman" ucap Ohta yang merasa nyaman dengan model rambutnya saat ini terlihat ia memasang senyum kearah Tanaka ketika menunjukkan modelnya.
"Hmm.. itu terlihat keren" balas Tanaka yang kagum dengan mata berbinar ketika melihat gaya ikat rambutnya Ohta.
Tentu Shiraishi yang melihat ini segera berbalik dengan tubuh bergetar.
'Mereka mengejekku.. jelas jelas mereka mengejekku..'
***
Setelah jam sekolah selesai ditoilet wanita terlihat seorang gadis berambut kepang dua dengan memakai kacamata sedang duduk ditoilet umum dengan perasaan khawatir.
"A.. Aku sudah tegang seharian ini, aku lelah.." gumam Shiraishi sambil mengehla nafas lelah.
"Aku tidak bisa menahan Shiraishi yang 'lain' lagi.." lanjut Shiraishi.
"Terima kasih Kami-Sama, untungnya aku masih belum ketahuan, meskipun kami sudah bertatapan seperti itu.." gumam Shiraishi yang mengingat kejadian dimana Ohta menatapnya waktu itu.
"Tapi apa memang benar.. kalau Ohta-Kun tidak tahu kalau itu adalah aku waktu itu ? lalu apa bedanya aku dengan Shiraishi yang 'lain' ya ?" tanya Shiraishi pada dirinya sendiri sambil melihat kearah cerminnya.
Tentu ia sedang membandingkan dirinya yang sekarang dengan dirinya yang lain.
'Lalu kenapa aku tidak melakukannya saja.. dan menjadi orang yang berbeda hari ini !?' batin Shiraishi yang menemukan ide brilian mengenai dirinya.
***
Dilorong terlihat Shiraishi mencoba idenya secara langsung, terlihat kalau didepannya ada Katou dan juga Shimura sedang mengobrol.
'Itu Katou dan Shimura !? semoga saja tidak ketahuan'
Shiraishi yang melihat ini mulai berjalan kearah mereka sembari melewati mereka dengan perasaan khawatir akan penyamarannya nanti ketahuan oleh mereka.
Tentu Katou dan Shimura hanya melewati gadis itu dikarenakan mereka sedang mengobrol disana tanpa memperdulikan penampilan gadis itu.
Sedangkan Shiraishi yang sudah melewati mulai berbalik menatap kearah Katou dan Shimura dengan tidak percaya kalau rencananya tidak ketahuan oleh mereka.
'Me.. Mereka tidak mengenalku'
Shiraishi yang melihat ini tentu mulai merasa bahagia ketika rencananya berhasil.
Langsung saja ia melanjutkan jalan jalannya disekolah dengan perasaan bahagia, bahkan ia pun melewati Tanaka dan juga Ohta kali ini.
Namun ketika Shiraishi melewati mereka tiba tiba saja dia mendengar suara Tanaka sedang memanggilnya.
"Shiraishi-San ?" tanya Tanaka yang melihat penampilan Shiraishi kali ini.
"Ya ?" balas Shiraishi sambil membalikkan kepalanya kearah Tanaka.
"...."
"...."
Tentu suasana menjadi sepi, sunyi dan begitu canggung diantara mereka bertiga, sehingga Ohta yang memulai percakapan itu dengan kata katanya bersama Tanaka.
"Shiraishi ?" ucap Ohta yang melihat penampilan Shiraishi.
"Hmm.. sudah kuduga" ucap Tanaka yang benar tentang spekulasinya walau ia sudah mengetahuinya.
Tentu Shiraishi yang melihat ini membuka mulutnya dengan lebar karena rencana besarnya sudah ketahuan dalam waktu 5 detik saja.
'Ba.. Bagaimana bisa !!'
__ADS_1