
Kimetsu no Yaiba World.
6 bulan telah berlalu setelah pertempuran mereka berakhir, kini mereka menjalankan kehidupan mereka masing masing.
Disisi lain Kanae terlihat sedang memberikan obat pada pasiennya, selama beberapa bulan ini dia, adiknya Shinobu dan yang lainnya mulai membuka apotek atas saran Asuna dan Lala sebelum mereka kembali.
"Terima kasih banyak untuk obatnya, Sensei.." ucap wanita itu yang membungkukkan badannya pada Kanae dan segera pergi dari sana dengan senyum diwajahnya.
"Hmm.. jangan lupa untuk diminum obatnya, yahh.." balas Kanae yang melambaikan tangannya pada pasien terakhirnya.
"Ha.. syukurlah semua berjalan dengan lancar.." gumam Kanae yang melihat kediamannya menjadi apotek.
"Jika aku tidak menemukan ponsel ini, mungkin ini tidak akan terjadi.." gumam Kanae yang melihat ponselnya diatas mejanya saat ini.
"Aku ingin tahu.. apa yang Asuna dan Lala lakukan saat ini.." lanjut Kanae dengan senyum lega diwajahnya.
Jika ia tahu apa yang Asuna lakukan saat ini mungkin ia akan terkejut karena ia sedang 'memakan' Tanaka yang tidak bisa melawan karena mereka.
Namun ketika memikirkan itu tiba tiba saja notif grup chat muncul hingga membuatnya terkejut.
"Hmm ?"
***
To LOVE-Ru World.
2 bulan telah berlalu terlihat kalau Rito, Haruna, Risa dan Mio sedang berjalan menuju rumahnya Rito untuk bermain dengan Lala.
"Nee.. Yuuki-Kun.. akhir akhir ini aku jarang sekali melihat Lala, dimana dia ?" tanya Risa yang penasaran dengan kondisi Lala saat ini.
"Ahh.. sepertinya dia sedang membuat penemuan gilanya yang baru lagi dikamar" balas Rito dengan canggung.
"Semenjak ia mendapatkan kemampuan aneh dari ponselnya itu, Lala mulai mengurung diri dikamar sambil mengembangkan beberapa alat aneh lainnya" lanjut Rito pada mereka karena ia juga jarang melihat Lala akhir akhir ini, terakhir ia melihat Lala sekitar seminggu yang lalu.
"Kalau begitu.. bagaimana jika kita berkunjung saja siapa tahu kalau Lala-San sudah selesai dengan pekerjaannya" balas Haruna yang memberi saran pada mereka.
"Hmm.. benar benar.." balas Mio yang juga setuju soal ini.
"Are.. aku yakin kalau kau memiliki maksud untuk bertanya soal kondisinya Tanaka-San, kan ?" tanya Risa dengan senyum jahilnya.
"I.. Itu.." balas Mio yang gugup dengan wajah memerah saat ini.
Melihat ini tentu Risa mulai menjahilinya lagi hingga Mio hanya bisa menahan rasa malunya saja.
Sedangkan Rito dan Haruna hanya bisa tersenyum melihat Risa menjahili temannya.
Setelah cukup lama mereka berjalan kerumahnya Rito, langsung saja mereka memasuki rumahnya untuk mengunjungi Lala.
"Aku pulang !!" teriak Rito yang memasuki rumahnya.
"Selamat datang.." balas Lala yang menjawab panggilan Rito.
"Ahh.. Rito kau sudah pulang, semuanya.. ayo masuk dulu" lanjut Lala dengan senyum diwajahnya.
"Lala !!"
***
"Ehh.. jadi kalian habis pulang belanja yahh.." ucap Lala dengan polosnya sambil memakan snacknya.
"Lala.. apa kau tahu kalau liburan musim panas kita tinggal 3 hari lagi ?" tanya Risa yang menatap Lala dengan aneh.
"EHH !! 3 HARI LAGI !!" teriak Lala yang terkejut karena ia menghabiskan liburnya pada perkembangan teknologi miliknya.
"Hmm.. dan besok kita akan berenang bersama yang lainnya, bagaimana apa kau mau ikut, Lala-San ?" tanya Haruna yang melihat Lala terkejut saat ini.
"Tentu saja aku ikut !! sudah 2 minggu aku tidak keluar kamar !!" balas Lala dengan semangat.
'2 minggu !!' batin mereka yang terkejut ketika mendengar ini.
"H.. Hmm.. seperti biasa dia selalu ceria.." gumam Risa dengan senyum canggung ketika melihat tingkah Lala.
"Hahaha.." tawa Rito dengan canggung.
Ketika Lala dan yang lainnya sedang mengobrol tiba tiba saja ponselnya mulai berdering, merasakan ini tentu Lala mulai melihatnya.
"Ahh.. akhirnya selesai juga.."
***
__ADS_1
Highschool DxD World.
"Persiapannya sudah selesai" ucap gadis berambut pirang panjang yang tidak lain adalah Asia.
Tentu bukan hanya dia saja yang berada disana bahkan Rias dan MC dunia itu Issei sedang berada didalam klub mereka.
Saat ini Issei dan Asia sedang mempersiapkan selembaran yang diperintahkan Rias pada mereka berdua.
"Kalau begitu, kami akan pergi memasang selebaran dulu" lanjut Issei yang membawa tas selempang dan mulai berdiri dari sofanya.
"Ayo Asia" ajak Issei padanya, mendengar ini tentu Asia hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Tunggu.. ini akan menjadi hari terakhirmu memasang selebaran, Issei, Asia.." ujar Rias yang menghentikan mereka berdua pergi saat ini.
"Ha ?" balas Issei yang bingung saat ini.
"Hmm ? tunggu.. apa Akeno tidak memberitahumu dan Asia sebelumnya ?" tanya Rias yang memiringkan kepalanya dengan bingung.
"Hmm.." balas Issei dan Asia yang hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Soal apa ?" tanya Issei yang benar benar bingung saat ini.
"Ha.. dia itu.. bisa bisanya ia lupa akan hal ini, padahal sudah kuingatkan beberapa kali padanya" gumam Rias yang mulai memijat keningnya akan kelakuan Queen nya.
Tentu Issei dan Asia yang melihat ini hanya bisa saling pandang saja dengan bingungnya, tepat ketika Rias memikirkan ini tiba tiba saja ponselnya mulai berdering.
Tentu Rias yang mendengar ini mulai mengambilnya dan mulai melihat isinya.
Ketika melihat isinya tentu ia mulai tersenyum lega melihat Grup Chat nya sudah selesai melakukan updatenya.
"Fufufu.. akhirnya yang ditunggu tunggu tiba juga"
***
Original World.
Terlihat kalau mereka berlima saat ini sedang duduk dimeja untuk melakukan sarapan.
Meskipun jam menunjukan pukul 11:30 siang mereka tidak terlihat khawatir soal jam, sebab hari ini adalah hari Sabtu dimana sekolah mereka libur.
Namun bukan itu yang mereka khawatirkan saat ini.
Yang mereka khawatir saat ini yaitu kejadian kemarin malam yang mereka lakukan saat itu, terutama Tanaka yang sudah mengingat semua kejadian itu setelah melakukan kegiatan malam pertamanya dengan yang lainnya.
Sedangkan para gadis juga sama seperti Tanaka, apalagi mereka menyentuh perut mereka yang merasa kalau semua cairannya itu masih ada didalam mereka.
Disisi lain Ritsu berbeda ia justru terlihat baik baik saja sambil memakan Katsunya dengan nikmatnya.
Tanaka yang merasakan kekhawatiran para gadis mulai merasa bersalah dan segera menundukkan kepalanya.
"Aku minta maaf soal kemarin !! apapun yang terjadi aku akan bertanggung jawab soal ini !!" teriaknya dengan nada bersalah diiringi dengan tangannya yang bergetar ketika menggenggam celananya dengan begitu erat.
"!!!"
Para gadis yang melihat ini tentu terkejut apalagi mereka bertambah terkejut ketika mendengar perkataannya pada mereka.
Mereka yang mendengar ini hanya bisa terdiam, disisi lain Asuna yang melihat tangan Tanaka gemetar mulai ikut gemetar juga.
Namun ia sudah membulatkan tekadnya dan mulai memegang tangannya Tanaka yang gemetar itu dengan lembut namun bergetar.
Tanaka yang merasakan tangannya Asuna mulai melihat kearahnya yang saat ini sedang menatapnya dengan lembut.
"Tanaka-Kun.. aku senang kalau kamu yang melakukannya.." ucap Asuna.
"Apalagi kalau kamu yang bertanggung jawab mengenai ini, mendengar ini dari mulutmu saja sudah membuatku lega" lanjut Asuna yang membuat Kanzaki dan Yada terdiam mendengar ini.
"Tanaka-Kun.. tidak.. Yuki.. mulai sekarang.. jaga aku dan yang lainnya, oke.." ujar Asuna dengan senyum lembut sambil menyentuh wajahnya.
Tentu Tanaka yang mendengar ini terdiam apalagi melihat senyum Asuna yang semakin mirip dengan gurunya, Ozaki.
Tiba tiba saja air mata mulai mengalir dipipinya menandakan kalau ia saat ini sedang menangis untuk pertama kalinya dalam hidupnya.
Disisi lain mereka yang melihat Tanaka menangis hanya bisa terdiam, bahkan Ritsu yang sedang makan pun mulai berhenti.
Tak dapat menahannya lagi langsung saja Tanaka mulai memeluk Asuna yang benar benar terkejut atas tindakannya Tanaka.
"Ahh.. apapun yang terjadi.. aku akan menjagamu.. terutama senyummu dan juga yang lainnya" balas Tanaka yang menangis terisak isak sambil mengingat senyumnya Asuna dan juga yang lainnya.
Baik itu masa lalu maupun masa kini.
__ADS_1
Asuna yang mendengar ini tentu merasa tersentuh, ia mulai memeluk Tanaka dengan lembut dan mulai menangis melihat betapa lemahnya Tanaka untuk hari ini.
"Hmm.. terima kasih banyak.. Yuki.." gumam Asuna pada telinganya Tanaka.
Tentu Kanzaki dan Yada yang melihat ini pun mulai menangis dengan bahagia mendengar ini.
Sedangkan Ritsu terlihat berusaha untuk menahan tangisnya walau setetes air mata mengalir saat ini.
Langsung saja ia mulai menghapus air matanya dan melihat semua kejadian yang tak terduga terjadi pagi ini dengan senyum diwajahnya.
'Ini melebihi ekspetasiku..'
***
Beberapa menit kemudian suasana yang dipenuhi drama mulai hilang dan digantikan oleh suasana seperti pasutri baru.
Terlihat kalau mereka benar benar sangat dekat, sebelumnya mereka sangat canggung mengingat kejadian tadi namun berubah dalam sekejap.
Dimeja makan terlihat kalau Tanaka saat ini disuapi oleh Asuna karena para gadis telah sepakat untuk bergiliran ketika menyuapi tiap paginya.
"Yuki-Kun.. Ahh.." ujar Asuna yang mulai menyendoki Kaarage pada Tanaka.
"Kalian tahu.. seharusnya aku yang menyuapi kalian, bukan kalian yang menyuapiku" ucap Tanaka yang tertawa canggung melihat tingkah Asuna saat ini.
"Tidak.. ini sudah kesepakatan.. jadi buka mulutmu.." balas Asuna yang mulai mendekati sendoknya pada Tanaka.
"Ha.. baiklah.. baiklah.." balas Tanaka yang menyerah karena tidak ingin merusak mood Asuna.
Langsung saja ia mulai memakan Kaarage yang Asuna suguhkan padanya, tepat ketika ia sedang memakan Kaaragenya tiba tiba saja ponselnya dan juga Asuna mulai berdering.
Mereka yang merasakan ini mulai mengambil ponsel mereka dan melihat kalau Grup Chat mereka sudah selesai diperbaharui (Update).
[ Update telah selesai.. ]
[ Terima kasih untuk para anggota sudah menunggu.. ]
[ Sebagai ganti karena kesalahan sistem, maka sistem akan memberikan Beginner Pack untuk setiap anggota.. ]
[ Dipersilahkan untuk melakukan diskusi kembali dengan tenang ]
"Telat !!" teriak Tanaka yang kesal ketika melihat notif Grup Chatnya.
Mengapa ia kesal ? tentu itu karena Beginner Pack seharusnya mereka sudah dapat memgakses atau menggunakannya ketika Grup Chat pertama kali muncul.
Namun Beginner Pack ini baru muncul setelah Tanaka, Asuna dan Lala melakukan misi yang diberikan sistem ini.
Tentu hal ini membuat Asuna hanya bisa tertawa canggung melihat betapa kesalnya Tanaka saat ini, begitu juga yang lainnya.
Tepat ketika pemberitahuan itu muncul tiba tiba saja spam pesan mulai bermunculan hingga membuat mereka tercengang melihat ini.
{ Lala : TANAKA !! }
{ Lala : +1 }
{ Lala : +1 }
{ Lala : +1 }
{ Lala : +1 }
{ Asuna : .... }
{ Rias : .... }
{ Kanae : .... }
{ Tanaka : .... }
{ Tanaka : A.. Ada apa Lala ? }
{ Lala : Hari ini aku mau pergi kedunia mu boleh ya ?! }
{ Tanaka : .... }
[ Admin Tanaka telah Offline ]
{ Asuna : Ahh.. Tanaka-Kun menggunakan teleportasinya untuk kabur }
{ Kanae : Ara.. }
__ADS_1
{ Rias : Ahahaha.. }
{ Lala : TANAKA !! }