The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 41


__ADS_3


Kembali sebelum Dazai / Tanaka mulai mengajar disekolah Kunigigaoka, saat ini dikamarnya ia sedang memeriksa Grup chatnya dan langsung mencoba fungsi barunya.


[ Ding ! Admin Tanaka melakukan siaran langsung, silahkan bergabung dalam siarannya ! ]


[ Anggota Asuna, Rias, Kanae, Lala mulai memasuki ruang ! ]


{ Tanaka : Yahh.. semuanya bagaimana ? apa salurannya sudah tersambung ? }


{ Asuna : Tanaka sepertinya kau sudah sampai disana bagaimana perjalananmu disana ? }


{ Kanae : Ara~ jadi ini wujud admin kita ya, fufufu~ }


{ Rias : Apa kau sudah didunia lain Tanaka-Kun ? aku merasa kalau kau berada disebuah kamar apartemen ? }


{ Lala : Wahh.. kamarnya bagus !! }


{ Tanaka : Yahh.. aku baik baik saja, dan benar aku sudah didunia lain }


Langsung saja Tanaka mulai berjalan kearah jendela dan membukanya, sambil mengarahkan ponselnya keluar jendela.


{ Tanaka : Gimana ? memang saat ini aku sedang berada diperkotaan namun aku menjamin kalau aku berada didunia lain, bisa dibilang jepang didunia lain }


{ Kanae : Ohh !! jadi ini jepang dimasa depan nanti, indahnya.. }


{ Rias : Untuk Kanae-San sih ini sepertinya memang indah, namun bagi kami yang sudah terbiasa tinggal dikota ini adalah hal yang biasa }


{ Rias : Namun tetap saja meskipun ini di dunia lain tapi udara disana sangat bersih dari pada disini }


{ Lala : Benar saat ini aku sedang menonton dengan Celine dan juga Asuna, bahkan Celine merasa senang ketika ia dapat melihatmu disana }


{ Tanaka : Ahaha.. maafkan aku Celince-Chan, sepertinya aku pergi tanpa bilang bilang padamu saat ini aku benar benar sibuk }


{ Lala : Kata Celine tidak apa apa.. tapi sebisa mungkin bawa oleh oleh untuknya }


{ Tanaka : Entah kenapa kalau itu sebenarnya adalah niatmu dari awal, Lala.. }


{ Lala : Tehee.. }


{ Tanaka : Ahh.. bicara soal oleh oleh kebetulan aku sudah membeli beberapa untuk kalian jadi aku akan mengirimnya sekarang }


[ Admin Tanaka mengirim amplop merah pada seluruh anggota ]


{ Tanaka : Kalian semua juga dapat kok, jadi tenang saja }


{ Lala : Terima kasih kasih kuenya Tanaka !! }


{ Rias : Terima kasih Tanaka-Kun aku menyukainya !! }


{ Kanae : Mahh.. terima kasih sudah mengirim kue ini Tanaka-Kun }


{ Asuna : Terima kasih juga Tanaka-Kun, tapi apa kau harus mengarahkan ponselmu keluar ? }


{ Tanaka : Ha ? kan direkamnya diponselku bukan ? }


{ Rias : Anu.. Tanaka-Kun kami semua melihat kalau kau sedang mengarahkan ponselnya keluar dengan kedua tanganmu }


{ Tanaka : ??? }


{ Tanaka : Tunggu jangan bilang !! }


Melihat pesannya Rias langsung saja Tanaka menutup matanya dengan tangannya, tentu hal itu membuat siarannya tertutup oleh tangannya Tanaka.


{ Lala : Ahh !! Tanaka kenapa kau menutup siarannya ? }


{ Tanaka : Menutup siaran ? sudah kuduga siaran ini direkam melalui mataku }


{ Tanaka : Mungkin sebaiknya aku akan mencari cara lain agar aku juga terlihat didalam Livestreaming kalian.. }


{ Tanaka : Kalau begitu sampai jumpa besok soalnya aku akan mengajar nanti jadi aku akan melakukan siarannya besok saja, oke }


{ Asuna : Oke, sampai jumpa besok }


{ Rias : Oke, selamat malam untukmu juga, Tanaka-Kun }


{ Kanae : Oke, aku juga sedikit penasaran dengan bagaimana cara kau mengajar nanti Tanaka-Kun }


{ Lala : Oke, sampai jumpa besok aku tunggu yahh.. }


[ Ding ! Admin Tanaka telah mematikan siarannya


Selama siaran berlangsung Admin Tanaka mendapatkan 200 poin ]


"Hmm ? sepertinya aku mendapatkan poin ketika melakukan siaran ini, padahal baru 2 menit aku membuka siaran ini" gumam Tanaka yang melihat poinnya mulai bertambah.


"Tunggu !? jika aku melakukan siaran langsung seperti ini secara teratur selama setahun mungkin aku sudah mendapatkan 15.312.000 poin" lanjut Tanaka sambil tersenyum jahat ketika melihat poin sebanyak ini.


"Tapi sepertinya itu mustahil karena aku yakin kebanyakan dari mereka pasti sibuk, jadi mendapatkan poin sebanyak itu sangat lah tidak mungkin" lanjut Tanaka sambil menghela nafas berat ketika menerima kenyataan ini.


"Yahh.. dari pada memikirkan itu, sebaiknya aku tidur saja besok aku harus mengajar" gumam Tanaka yang mulai berjalan kearah kasurnya dan mulai tidur disana.



***


Sore hari terlihat kalau Okuda dan Koro-Sensei sedang membuat racun untuk membunuh Koro-Sensei, tentu Okuda diarahkan oleh Koro-Sensei agar tidak terjadi ssbuah kecelakaan dalam praktik.

__ADS_1


Terlihat kalau mereka sudah selesai membuat racunnya, bahkan Koro-Sensei sempat mendengar cerita Okuda mengenai dirinya yang tidak pandai belajar pelajaran lain selain IPA.


"Begitu ya.. kalau begitu bapak akan memberikanmu sebuah tugas" kata Koro-Sensei yang mulai mengambil kertas dibalik bajunya.


Tentu Okuda yang mendengar ini langsung menoleh kearahnya.


"Aku harap kau mengerjakannya dengan cermat" lanjutnya yang masih mempertahankan senyum diwajahnya.


"Baiklah.. kalau begitu saya permisi dulu, Koro-Sensei !!" balas Okuda dengan senang sambil mengambil kertas yang Koro-Sensei berikan padanya.


Setelah mengambil kertasnya langsung saja ia pergi sambil membungkukkan badannya pada Koro-Sensei, tentu Koro-Sensei masih mempertahan posisinya saat ini.


"Bagaimana menurutmu mengenai ini, Dazai-Sensei ?" tanya Koro-Sensei yang melihat kearah loker dikelas prakteknya.


Dan benar saja tepat setelah Koro-Sensei mengatakan itu tiba tiba saja pintu loker itu mulai terbuka dan menampilkan Dazai yang sedang bersembunyi disana.


"Ahh.. aku tidak menyangka kalau ia sampai memikirkan hal itu, bahkan Okuda-San juga sangat mudah ditipu olehmu, Koro-Sensei.." balas Dazai namun saat ini ia masih didalam loker meskipun lokernya telah dibuka.


"Kalau itu entahlah.. jadi, apa yang kau lakukan disana Dazai-Sensei ?" tanya Koro-Sensei yang mulai berjalan kearahnya.


Terlihat posisi Dazai saat ini yaitu kedua kakinya terletak diatas kepala dengan tali tambang yang terikat dilehernya dan juga langit langit lokernya.


"Aku ? tentu saja bunuh diri apa lagi ?" balas Dazai sambil menatap Koro-Sensei berjalan kearahnya.


"Walau ini juga tidak berjalan sesuai kenyataannya" gumam Dazai yang kesal karema gagal bunuh diri kali ini.


"Dazai-Sensei.. kau masih sangat muda tidak baik untuk melakukan bunuh diri apalagi ditempat seperti ini" ucap Koro-Sensei yang mulai mengeluarkan Dazai dari loker dengan cepat.


"Terima kasih telah mengeluarkanku Koro-Sensei.." balas Dazai yang saat ini sedang diturunkan oleh Koro-Sensei.


"Ughh.. tetap saja itu sangat menyakitkan aku tidak akan menggunakan ide itu lagi" gumam Dazai sambil meregangkan badannya yang pegal pegal saat ini.


"Nyuhuhuhu.. syukurlah kalau kau mendengarkan ku.." sahut Koro-Sensei dengan senyum lega diwajahnya, walau ia selalu tersenyum setiap saat.


"Kalau begitu aku pulang dulu Koro-Sensei, aku masih ingin bunuh diri dengan cara lain besok ta.. ta.." ucap Dazai yang mulai berjalan keluar ruang praktek sambil melambaikan tangannya pada Koro-Sensei.


"JADI SELAMA INI KAU TIDAK MENDENGARKAN KU !!" teriak Koro-Sensei yang terkejut ketika melihat Dazai mengabaikan perkataannya.


"Hmm.. mungkin aku akan membuat donat untuk bekalku besok.." gumam Dazai yang mulai memegang pintu kayunya.


Namun sebelum Dazai memegang kusen pintu itu tiba tiba saja pundaknya dipegang oleh Koro-Sensei, Dazai yang merasakan ini mulai menoleh kearahnya.


"A.. Apa ?" tanya Dazai yang gugup ketika melihat Koro-Sensei tiba tiba saja mulai menghentikannya keluar dari ruangan ini.


"A.. Anu Dazai-Sensei.. apa aku boleh minta donatmu besok ?" tanya Koro-Sensei sambil memainkan jari tentakelnya ketika ia mendengar ucapannya.


Tentu Dazai yang mendengar ini mulai berpikir untuk menerima permintaan Koro-Sensei atau tidak, namun sebuah ide tiba tiba terpikirkan olehnya.


"Hmm.. Boleh kok.." balas Dazai sambil tersenyum kearahnya.


"EHHHH !! BENARKAH !?" teriak Koro-Sensei dengan senang.


"TIDAAKKKK !!"


***


Keesokan harinya terlihat kalau saat ini Dazai sedang masuk kedalam kantor sambil membawa beberapa kotak donat dikedua tangannya.


"Yahh.. semuanya Dazai yang tampan ini sudah datang" balas Dazai yang membuka pintu gesernya dengan kakinya.


Disisi lain Irina yang mendengar suara Dazai langsung saja bersembunyi dibelakang Karasuma, tentu Karasuma yang melihat tingkah Irina yang menganggu dirinya mulai merasa kesal.


"Jadi, kenapa kau datang telat hari ini, Dazai ?" tanya Karasuma sambil mendorong kepalanya Irina.


"Ke.. Kenapa ?" gumam Irina yang saat ini didorong, namun Irina tetap melawan agar ia bisa bersembunyi dibelakang Karasuma.


Sedangkan Dazai yang mendengar ini langsung saja berjalan menuju mejanya sambil menghiraukan tingkah mereka berdua.


"Mahh.. Mahh.. Karasuma-Sensei jangan dipikirkan hal itu, aku hanya telat 30 detik saja lagipula kenapa kau terlalu memikirkan hal sepele seperti itu sih.." balas Dazai sambil meletakkan kotak donatnya diatas meja.


"Justru aku khawatir soal itu.. lalu, ada apa dengan kotak kotak itu ?" tanya Karasuma yang mulai menyerah untuk menyingkirkan Irina, disisi lain Irina hanya melihat Dazai dari belakang.


"Hmm ? ini ? ini adalah donat yang aku buat semalam menggunakan uangnya Koro-Sensei, siapa yang akan menyangka kalau Koro-Sensei mudah untuk ditipu" balas Dazai yang tersenyum jahat sambil menggosok kedua telapak tangannya.


'Dia menipu gurita itu !!' batin Karasuma dan Irina yang melihat senyum jahatnya Dazai.


"Mahh.. aku hanya bercanda soal itu, lagipula dia yang memaksaku untuk meminta sebagian donat yang aku buat ini, jadi sebagai gantinya aku memintanya untuk membelikanku bahan donat untuk 100 orang itu saja" jelas Dazai sambil tersenyum kearah mereka berdua sambil mengangkat kedua bahunya.


'Kau tetap saja menipunya !!' batin mereka berdua yang merasa aneh ketika melihat senyumannya Dazai.


"Mahh.. mahh.. jangan dipikirkan soal itu, ini buat kalian berdua" lanjut Dazai yang mulai memberikan 2 kotak donat pada Irina dan Karasuma.


Tentu mereka yang melihat Dazai memberikan donat mulai menatap kearah kotak itu dan mulai membukanya, terlihat kalau didalamnya ada 6 donat dengan berbagai rasa didalamnya.


"Aku tidak tahu rasa apa yang kalian suka, makanya aku membuat berbagai rasa didalamnya" lanjut Dazai yang mulai memisahkan donat miliknya dan juga milik Koro-Sensei.


"A.. Ahh terima kasih" balas Karasuma yang melihat donat dengan berbagai macam rasa dan warna disana.


"Kalau begitu aku pergi dulu.." ujar Dazai sambil membawa 2 kotak donat ditangan.


"Ahh.. kau mau kemana Dazai ? ini masih jam pelajarannya" sahut Karasuma yang melihat Dazai pergi keluar.


"Tentu saja memberikan donat donat ini untuk yang lainnya, sambil memberikan arahan untuk Okuda-San" balas Dazai sambil melambaikan tangannya tanpa melihat Karasuma.


Langsung saja Dazai mulai keluar dari kantor meninggalkan mereka berdua yang saat ini masih terdiam ketika melihat tingkahnya Dazai yang semena mena itu.


"Ha.. aku benar benar tidak tahu apa yang dipikirkannya saat ini" gumam Karasuma sambil menepuk keningnya ketika melihat tingkahnya Dazai.

__ADS_1


Langsung saja ia melihat kearah donat yang diberikan oleh Dazai sebelumnya langsung saja ia mencoba donatnya, tentu Irina yang melihat ini mulai menghentikannya.


"Kenapa kau menghentikanku ?" tanya Karasuma yang melihat Irina menghentikannya.


"Karasuma jangan memakannya !? siapa tahu kalau donat itu beracun !?" balas Irina dengan wajah ketakutan.


"Ada apa denganmu, dari kemarin kau bertingkah aneh semenjak aku memberikan data itu padamu" ujar Karasuma yang langsung menyingkirkan tangannya Irina hingga terlepas.


Melihat tangannya Irina sudah lepas langsung saja Karasuma mulai memakan donatnya, ketika ia sedang memakan donatnya tiba tiba saja ia membelakkan matanya dengan terkejut.


"I.. Ini enak" gumam Karasuma yang terkejut ketika merasakan donat buatan Dazai.


Tentu Irina yang melihat ini terkejut lalu segera memakan salah satu donat yang ada didalam kotak itu, tepat ketika ia memakan donatnya tiba tiba saja ia membelakkan matanya mengenai rasa donatnya.


"Benar.. ini enak" gumam Irina yang terkejut akan rasa donatnya.


Tiba tiba saja Irina mulai melihat kearah mejanya Dazai dengan tatapan sedih karena apa yang ia lakukan padanya kemarin.


***


"Ba.. Bapak menipuku !?" teriak Okuda yang terkejut saat ini.


Terlihat kalau ia dan yang lainnya sedang melihat kearah Koro-Sensei yang saat ini sedang diatas dengan tubuhnya yang sedang mencair, bahkan warnanya pun berubah menjadi abu mengkilat ketika mencair.


"Okuda-San, dalam pembunuhan kemampuan berbahasa juga dibutuhkan" balas Koro-Sensei sambil tersenyum kearah mereka.


"Eh !?"


Tentu Okuda yang mendengar ini terkejut begitu juga dengan Nagisa, langsung saja Nagisa mulai bertanya pada Koro-Sensei.


"Kemampuan berbahasa ?"


"Hmm.. semanjur apapun racun yang kau buat, kalau kau memberikannya secara terang terangan seperti tadi, maka habislah riwayatmu saat memanfaatkan targetmu" jelas Koro-Sensei pada mereka.


"Bukankah begitu, Dazai-Sensei ?" tanya Koro-Sensei yang mulai turun dari atas sana.


"Hmm.. tepat seperti apa yang kau katakan pada mereka, Koro-Sensei" balas Dazai yang langsung membuka pintu kelas sambil membawa 2 kotak ditangan kanannya, terlihat ia sedang memasang senyum diwajahnya.


"D.. Dazai-Sensei / Dazai-Sensei !?" teriak Okuda dan Nagisa yang terkejut ketika melihat Dazai datang ke kelas mereka, begitu juga dengan yang lainnya.


"Yahh.. semuanya maaf menggangu waktu kalian lagi tapi aku disini hanya ingin memberikan kotak ini pada kalian" sahut Dazai sambil menunjukkan kotak donatnya.


"Dazai-Sensei, apa itu ?" tanya Okano yang melihat Dazai membawa 2 kotak itu.


"Donat.." balas Dazai yang tersenyum dengan mata tertutup ketika menjawab pertanyaannya Okano.


"DONAT !!" teriak mereka semua termasuk Koro-Sensei dengan air liur ketika mendengar donat.


"Ahh.. tapi sebelum itu, Okuda-San" ucap Dazai sambil menoleh kearahnya.


"I.. Iya" balas Okuda dengan gugup.


"Aku akan memberikanmu saran mengenai ini" ucap Dazai yang mulai berjalan kearah mejanya Okano.


"Jika kau ingin memberikan racun pada Koro-Sensei kau harus melatih lagi kemampuan berbahasamu, Okuda-San" jelas Dazai sambil meletakkan kotaknya diatas meja Okano.


"Mau sesulit apapun kau merangkai kata kata itu, kau harus tahu terlebih dulu perasaan targetmu sebelum melakukan pembunuhan, apa sekarang kau mengerti betapa pentingnya kemampuan berbahasa itu, Okuda-San ?" lanjut Dazai sambil tersenyum kearahnya.


"Ba.. Baik !!" balas Okuda sambil tersenyum ketika mendengar kata kata Dazai.


"Syukurlah kalau kau mengerti.. kalau begitu.." gumam Dazai yang langsung menoleh dimana ia menyimpan donat sebelumnya.


Tepat ketika Dazai menoleh tiba tiba saja kotak donat yang ada diatas meja sudah menghilang, tentu Dazai dan yang lainnya langsung menoleh kearah Koro-Sensei yang saat ini sedang memakan donat.


"Nyuhuhu.. seperti yang Dazai-Sensei katakan Okuda-San kau harus melatih lagi kemampuan berbahasamu, dan Dazai-Sensei terima kasih untuk donatnya" sahut Koro-Sensei sambil memakan donat pemberian Dazai.


"KORO-SENSEI !!" teriak seluruh murid yang melihat Koro-Sensei memakan donat mereka.


Tentu mereka yang melihat ini merasa kesal dan mulai mengarahkan senjata mereka pada Koro-Sensei, namun tiba tiba saja Dazai mengangkat tangannya untuk menghentikan aksi mereka.


Melihat ini tentu saja mereka berhenti ketika melihat sinyalnya Dazai dan mulai melihat kearah Dazai yang saat ini sedang tersenyum kearah Koro-Sensei.


"Koro-Sensei.. apa kau yakin akan memakan semua donat milik mereka ?" tanya Dazai dengan senyum gelap diwajahnya.


"Tentu saja.. lagipula Dazai-Sensei sudah susah payah membuatnya untuk kami" balas Koro-Sensei sambil memakan donat yang ada ditangannya.


"Benarkah ? syukurlah karena Koro-Sensei memakan donat milik mereka, maka donat yang saya berikan khusus untuk Koro-Sensei akan saya berikan pada mereka semua, oke ?" lanjut Dazai sambil tersenyum licik kearah Koro-Sensei.


Tentu Koro-Sensei yang mendengar ini seketika berhenti memakan donatnya ketika mendengar perkataannya Dazai mengenai donat yang diberikan khusus untuknya dan mulai melihatnya.


'DIA MENIPUKU !!' batin Koro-Sensei yang melihat senyumnya Dazai apalagi ketika melihat Dazai memang sudah merencanakan ini.


"Sayang.. padahal aku sudah susah payah membuatnya, kalau begitu aku akan kembali ke kantor dulu, dan juga salah satu dari kalian datang ke kantor untuk mengambil DONAT dimejanya Koro-Sensei, oke ?" ujar Dazai yang memberikan jempol sambil tersenyum kearah mereka semua.


"BAIKK !! TERIMA KASIH BANYAK DAZAI-SENSEI !!" teriak mereka semua dengan senang sambil membungkukkan badan mereka padanya.


Kecuali Koro-Sensei yang saat ini sedang duduk dimeja dengan depresi sambil memakan donatnya secara perlahan, terlihat ia saat mengeluarkan aura depresinya.


Tentu mereka mulai sadar kalau Dazai sebenarnya sudah merencanakan ini sebelumnya, sehingga Koro-Sensei akan terpancing dalam jebakannya Dazai.


"Kalau begitu aku pergi dulu.. ta.. ta.." ucap Dazai yang mulai pergi dari kelas sambil melambaikan tangannya pada mereka.


Namun tiba tiba saja ia berhenti lalu mengatakan sesuatu yang membuat mereka bahagia kecuali Koro-Sensei yang bertambah depresi ketika mendengarnya.


"Ahh.. satu lagi, kotak donat itu ada 60 biji didalamnya jadi jangan ragu untuk mengambilnya yahh.. hyahahaha" ucap Dazai yang langsung keluar dari kelas dengan penuh tawa.


"YEEEAAHHHHH !!"

__ADS_1


"TIDAAKKKK !! DAZAI-SENSEI AKU MINTA MAAF !! AKU TIDAK AKAN MENGULANGINYA LAGI !! AKU MOHON !!"


__ADS_2